Model Cantik Asal Hongkong Lakukan Bungee Jumping Sambil Telanjang Di Thailand

Seorang wanita turis Hong Kong melakukan aksi bungee Jumping menghebohkan Thailand, terlebih Turis tersebut melompat sembari telanjang. Awal kisah, turis Hong Kong berlibur di Chang Mai dan mengunjungi X-Centre di Mae Rim. Turis yang dikabarkan model tersebut mengatakan akan melompat di wahana permainan Bungee Jump dengan balutan bikni two piece hitam.

Tetapi, dilaporkan wanita turis asal Hong Kong tersebut melepaskan bikininya dan melompat, sehingga tidak bisa dicegah staff X-Centre. Alhasil, foto dan video aksinya tersebut menyebar dan beredar ke media sosial Thailand. “Saya tidak berpikir video dan foto di-posting serta dikritik di media sosial,” kata manajer X-Centre, Bancha Chulakul kepada polisi yang dikutip Dailymail, Rabu (20/5/2015).

Akibatnya, Pemerintah Thailand menjatuhkan denda 1.000 baht atau Rp300 ribu kepada X-Centre karena dinilai membiarkan seorang turis melompat bungee jumping dengan telanjang. Turis wanita tersebut pun didenda dengan nominal yang sama dan dikabarkan telah meninggalkan Thailand.

Tingkah nyeleneh lagi-lagi dilakukan oleh turis Hongkong. Ia bungee jumping sambil telanjang di Chiang Mai, Thailand. Warga setempat pun protes karena hal tidak senonoh ini dianggap bisa merusak reputasi Chiang Mai. Natalie, seorang gadis Hongkong berusia 17 tahun belum lama ini menjajal bungee jumping di X-Centre, Distrik Mae Rim, Chiang Mai, Thailand. Bukannya mengenakan pakaian yang nyaman untuk bungee jumping, ia malah melepas semua busananya.

Rekaman saat ia melompat pun telah beredar di media sosial Thailand. Berbagai media Thailand dan Hongkong pun memberitakan kejadian ini. Shanghaiist misalnya seperti dilihat, memberitakan bahwa gadis cantik itu bekerja sebagai model di Hong Kong. Pekerjaan ini mengharuskannya merekam video ketika ia bungee jumping sambil telanjang.

Ketika bersiap melompat, traveler wanita ini masih menggunakan kimono mandi dan bikini berwarna hitam. Namun tepat sebelum lompat, ia tiba-tiba melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya. Teman-temannya yang tidak melompat kemudian merekam saat-saat sang wanita itu berayun di ketinggian dalam keadaan telanjang. Rekaman ini pun dengan cepat tersebar di dunia maya.

Daily News Thailand melaporkan bahwa tersebarnya rekaman ini membuat warga tercangang. Perbuatan bugil di tempat umum tidaklah terpuji tapi banyak juga warga yang mendukung tanpa merasa perlu berlaku munafik, apalagi Chiang Mai dikenal punya warisan budaya yang luar biasa. Perbuatan tak senonoh yang terjadi di wilayah ini bisa menambah citra Thailand sebagai tempat wisata seks.

Sementara itu, Bangkok Post menuliskan bahwa setelah rekaman itu tersebar, pihak kepolisian setempat juga segera mendatangi lokasi bungee jumping di X-Center. Operator bungee jumping pun kemudian didenda 1.000 Baht (Rp 349 ribu) karena membiarkan pengunjung melompat tanpa busana. Sedangkan turis wanita itu sampai saat ini terbebas dari denda, karena diduga telah pergi dari Thailand untuk kembali ke Hong Kong. Pihak kepolisian pun tetap akan melaporkan hal ini kepada kedutaan Hongkong atas peristiwa yang melibatkan turis dari Hong Kong ini.

Militan ISIS Ternyata Gemar Menelanjangi ABG ABG Cantik Untuk Melampiaskan Nafsu Syahwat Mereka

KELOMPOK separatis ISIS kembali memperlihatkan kekejamannya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemberontak yang sudah menguasai lebih dari setelah wilayah Syria itu tega menculik para wanita cantik yang berasal dari desa-desa yang diserang. Perempuan muda yang dianggap paling cantik lantas ditelanjangi, dipamerkan kepada kelompok mereka dan dijual dalam keadaan telanjang bulat dengan cara dilelang.

Praktik keji ISIS itu diungkap oleh Perwakilan PBB tentang Kekerasan Seksual Zainab Bangura. Bangura mengaku mendapatkan informasi tentang kebiadaban ISIS setelah mengunjungi beberapa negara, seperti Suriah, Irak, Turki, Lebanon dan Yordania. Menurut informasi yang dikumpul Bangura, biasanya yang menjadi korban adalah perempuan muda dari etnis minoritas Yazidi dan rata-rata masih berusia 15 tahun. “Teror itu biasanya dilakukan ISIS setelah menyerang sebuah desa.

Lalu memilih perempuan-perempuan yang paling cantik dan menelanjangi mereka. Para pasukan lantas mengetes keperawanan lalu melelang gadis-gadis itu kepada para pemimpin ISIS sedangkan yang kurang laku dilelang kepada prajurit mereka. Ayah, suami dan saudara mereka dibunuh terlebih dulu,” kata Bangura. Tak hanya itu, kata Bangura, tak jarang di tempat lelang terjadi tawar-menawar yang sengit. Nah, saat terjadi lelang para gadis itu dibiarkan telanjang bulat sehingga para penawar bisa melihat langsung tubuh perempuan mana yang paling diinginkan untuk menjadi pelampiasan nafsu syahwat yang diinginkan tanpa sehelai kain.

“Yang punya kesempatan pertama memilih perempuan itu adalah pemimpin tertinggi ISIS, kemudian diikuti para tentara,” ujarnya. Bangura juga pernah mendengar ada satu perempuan yang sudah 22 kali diperjual belikan. Biasanya, para pemimipin ISIS menuliskan namanya di tangan gadis itu sebagai penanda bahwa sang perempuan merupakan “properti” miliknya.

Di antara perempuan-perempuan yang dijadikan budak seks itu ternyata banyak yang melawan. Tapi, resikonya adalah dibakar hidup-hidup. Bagi yang tak berani melawan, mereka akan memilih untuk menurut atau mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

ISIS Lakukan Operasi Keperawanan Pada Budak Seks Agar Selalu Perawan

Seorang perempuan dipaksa jadi budak nafsu kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Keperawanannya “dipulihkan” setiap kali dia menikahi 20 tentara ISIS.

Hal ini dilaporkan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Sabtu, 9 Mei 2015. Zainab Hawa Bangura, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan Seksual di Daerah Konflik, telah mewawancarai lusinan korban kekerasan seksual di daerah Irak dan Suriah.

Dia mengatakan kekerasan itu dilakukan secara strategis, menyebar, dan sistematis dengan kecanggihan yang tinggi. Tentara ISIS akan menelanjangi korbannya, mengelompokkan mereka, dan memperdagangkan mereka dalam “pasar budak” serta mengirim mereka ke provinsi-provinsi lain.

“ISIS telah melembagakan kekerasan seksual dan kebrutalan atas perempuan menjadi aspek utama ideologi dan operasi mereka, menggunakannya sebagai taktik teorisme untuk memperluas sasaran strategis utama mereka,” katanya.

Laporan PBB juga menyatakan bahwa pada Februari lalu para militan yang berperang di Suriah mencari dokter untuk meningkatkan kegagahan seksual mereka. Dokter-dokter setempat mengatakan, para militan memaksa para istri untuk bersetubuh “secara brutal dan abnormal”.

Menurut para penyintas, para gadis, yang bahkan baru berusia 5 tahun, diculik dari rumah dan diperkosa. Sebagian pulang ke rumah kalau hamil dan pasti akan dikucilkan oleh masyarakat.

Perempuan juga dipaksa untuk memulihkan keperawanannya setelah diperkosa melalui prosedur anastesi lokal untuk “memperbaiki” himen menggunakan jahitan yang dapat larut. Tujuannya untuk merekonstruksi membran, sehingga dia dapat robek lagi pada malam pertama pernikahannya, yang dalam budaya mereka mensyaratkan adanya darah sebagai bukti keperawanan.

Human Rights Watch meminta pemerintah Kurdi dan Irak untuk menyediakan perawatan psikososial jangka panjang untuk para korban dan menyadari bahwa meskipun diminta, operasi plastik keperawanan hanya pemulihan sementara untuk trauma mereka.

Rusia dan China Buat Pakta Pertahanan Perang Cyber

Rusia dan Tiongkok menjalin sebuah perjanjian damai dalam hal cyber security. Kedua negara tersebut berjanji untuk tidak saling menyerang di dunia cyber, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal, Minggu (10/5/2015). Selain itu, mereka juga menyatakan akan saling berbagi informasi dan teknologi — salah satunya mengenai data ancaman cyber — antara agensi penegak hukumnya. Keduanya pun akan saling menjaga keamanan dari serangan-serangan yang dapat mengancam kondisi polik dan sosial ekonomi di kedua negara tersebut.

‘Kemesraan’ Rusia dan Tiongkok ini sebenarnya sudah terjalin sejak masa perang dingin. Namun belakangan ini, Rusia lebih sering berpihak ke Timur, terutama sejak aksi militer Rusia ke Ukraina yang punya efek buruk ke hubungannya ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Perjanjian ini disebut sebagai Wall Street Journal sebagai usaha Beijing dan Moscow untuk mengubah kebijakan internet secara global, yang akan mengurangi peran Amerika Serikat. Keduanya percaya bahwa pemerintah seharusnya mempunyai kontrol yang lebih ketat terhadap internet, juga informasi digital milik warga negaranya.

Ini juga sejalan dengan pernyataan menteri komunikasi Rusia Nikolai Nikiforov, yang membayangkan sebuah aksi mengisolasi jejaring internet di Rusia, seandainya Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa ‘mematikan’ mereka dari internet. Taiwan ingin bergabung dalam pelatihan anti serangan cyber yang dilakukan Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya. Ini mereka lakukan untuk melindungi negaranya dari serangan hacker Tiongkok.

Demikian dikatakan oleh Simon Chang, Wakil Perdana Menteri Taiwan. Menurutnya, banyak kasus peretasan di Taiwan yang terlacak berasal dari People Liberation Army milik Tiongkok. Tuduhan ini tentu dibantah keras oleh pihak Tiongkok. “Taiwan sebenarnya tak mempunyai musuh di komunitas internasional kecuali kamu tahu siapa. Siapa negara di dunia ini yang mau mencoba meretas Taiwan?” keluh Chang, yang mantan direktur operasi hardware Google Asia.

Agar AS bersedia menyertakan Taiwan dalam pelatihan bernama ‘Cyber Storm’ tersebut, Chang kembali menegaskan bahwa Taiwan seringkali dijadikan ‘tempat latihan’ bagi peretas Tiongkok. Di mana mereka menguji serangan-serangan cyber tercanggihnya. “Amerika Serikat punya pelatihan ‘Cyber Storm’ – kami tak diundang. Kami ingin sekali diundang,” ujar Chang. seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/4/2015).

Pelatihan yang dimaksud oleh Chang itu dilakukan setiap dua tahun sekali, seperti yang tercantum dalam situs milik US Departement of Homeland Security, yang sayangnya tak mencantumkan waktu pelaksanaan latihan tersebut. Taiwan sudah pernah mengundang pihak AS untuk mengamati latihan sejenis yang mereka adakan sendiri di negaranya, tepatnya pada tahun 2013.

Ketakutan Taiwan ini tentu punya dasar. Menurut penelitian FireEye –biro peneliti keamanan data — Taiwan adalah negara di Asia Pasifik yang paling banyak menerima serangan cyber selama enam bulan pertama di tahun 2014. Serangan cyber itu paling banyak dilakukan untuk mencuri data.

Gempa Berkekuatan 7,9 Ritcher Landa Nepal … Ratusan Orang Tewas

Gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) yang terjadi di Nepal dan India bagian utara pada Sabtu (25/4/2015) siang menimbulkan longsoran salju di Puncak Everest. Para pendaki puncak gunung tertinggi di dunia itu pun sempat panik. Salah satu pendaki asal Romania, Alex Gavan, melaporkan di Twitter-nya soal situasi di sana. Terjadi longsor yang hebat dan banyak pendaki tengah berada di atas gunung. “Menyelamatkan diri dari tenda,” tulis Gavan. “Base camp Everest terjadi gempa kuat longsor hebat,” katanya.

Sementara itu, pendaki lainnya, Daniel Manzur, menyatakan bahwa base camp di puncak gunung tersebut rusak parah. Timnya juga terjebak di sana dan sedang berupaya mengamankan diri. “Mari doakan untuk semuanya,” tulisnya. Longsor hari ini mengingatkan pada peristiwa longsor mematikan yang terjadi pada April 2014 lalu di atas base camp Puncak Everest yang menewaskan 16 pemandu asal Nepal. Bulan April merupakan waktu terbaik mendaki puncak gunung tersebut sebelum musim hujan dan badai yang biasanya mulai sering terjadi di akhir Mei.

Gempa 7,9 SR terjadi pada Sabtu sekitar pukul 13.11 WIB. Sesuai data Badan Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa sekitar 77 kilometer arah barat laut ibu kota Nepal, Kathmandu, pada kedalaman 15 kilometer. Getaran gempa merobohkan sejumlah bangunan dan melukai ratusan orang. Sejauh ini telah dilaporkan korban meninggal 144 orang dan diperkirakan akan terus bertambah. Bangunan bersejarah Menara Dharahara ambruk akibat gempa tersebut dan diperkirakan ada 400 pengunjung yang terjebak. Kepolisian Nepal menyatakan, hingga saat ini, korban jiwa mencapai 449 orang akibat gempa 7,9 skala richter yang melanda negeri tersebut, Sabtu (25/4/2015).

“Total korban tewas berdasarkan informasi yang kami terima di seluruh negeri meningkat menjadi 449 orang,” ucap juru bicara kepolisian Kamal Singh Bam kepada AFP. “Semua personel telah diturunkan untuk menyelamatkan dan membantu korban,” kata dia. Gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal dan India bagian utara, Sabtu sekitar pukul 13.11 WIB.

Jumlah korban jiwa dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat struktur bangunan di Kathmandu yang dihuni oleh keluarga dengan jumlah besar.Korban jiwa akibat gempa 7,9 skala richter pada Sabtu (25/4/2015) yang melanda Nepal terus meningkat, hingga mendekati 1.000 korban. Kepolisian Nepal menyatakan, 876 orang tewas akibat gempa terburuk dalam 80 tahun terakhir tersebut.

“Jumlah korban jiwa akibat gempa mencapai 876 orang, termasuk 525 orang di lembah Karhmandu,: ucap jurubicara Kepolisian Nepal Kamal Singh Bam kepada AFP. Ia menyebutkan, tim penyelamat masih dalam proses evakuasi awal. “Kami khawatir jumlah korban akan terus bertambah,” sebutnya. Jumlah tersebut tidak termasuk 34 korban jiwa di India Utara dan Bangladesh, bagian yang juga ikut merasakan dashyatnya kekuatan gempa dengan kedalaman yang rendah namun kekuatan yang mematikan ini.

Gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang Nepal dan India bagian utara, Sabtu sekitar pukul 13.11 WIB. Besar.
Korban tewas akibat gempa 7,9 skala richter pada Sabtu (25/4/2015) yang melanda Nepal terus meningkat. Kementerian Dalam Negeri Nepal menyatakan, korban jiwa sudah mencapai 688 orang. “Sejauh ini, korban tewas mencapai 688 orang di seluruh negeri,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal Laxmi Prasad Dhaka.

Sebelumnya, kepolisian Nepal menyebutkan korban tewas berjumlah 449 orang. Gempa berkekuatan 7,9 skala richter mengguncang Nepal dan India bagian utara, Sabtu sekitar pukul 13.11 WIB. Angka korban jiwa dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat struktur bangunan di Kathmandu yang dihuni oleh keluarga dengan jumlah besar.Nepal atau lengkapnya Republik Demokratik Nepal terbilang negara yang rawan terhadap gempa bumi. Pasalnya, negara yang tak punya kawasan laut itu berada di lingkaran pegunungan aktif. Menurut warta laman Bloomberg pada Sabtu (25/4/2015), selain Nepal, India dan Kashmir juga masuk di kawasan gunung api aktif ini.

Gempa bermagnitud 7,9 yang melanda Nepal hari ini sekitar pukul 11.20 waktu setempat sejatinya bukan yang pertama. Gempa kali ini sementara sudah menewaskan sekitar 688 orang.Tercatat, pada 1934, gempa melanda Nepal, tepatnya di sebelah barat Sikkim. Gempa bermagnitud 8,2 pada 15 Januari itu menewaskan 16.000 orang.Kemudian, pada 2005, gempa juga melanda Kashmir. Bencana alam itu menewaskan juga 70.000 warga di negara tetangga Kashmir, Pakistan. Selanjutnya, pada September 2011, gempa melanda Sikkim bagian selatan. Gempa bermagnitud 6,9 itu menewaskan 80 orang.

Lagi … TKW Karni Dihukum Mati Oleh Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi ternyata hanya memberitahukan rencana pelaksanaan eksekusi mati Karni binti Medi Karsim kepada keluarga majikannya yang tinggal di Kota Yanbu, Madinah, Arab Saudi. Karni, 37 tahun, divonis pidana mati karena didakwa membunuh anak perempuan majikannya yang baru berumur empat tahun pada Oktober 2012.

“Karni semula ditahan di Madinah. Kamis pagi, 16 April 2015, dia dipindahkan ke Penjara Kota Yanbu,” kata Kepala Seksi Repratriasi Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Muhammad Sadri, di kediaman Karni di Karangjunti, Losari, Brebes, Jawa Tengah, Kamis malam, 16 April 2015. Selain peristiwa pembunuhan terjadi di Yanbu, eksekusi mati Karni dilaksanakan di Penjara Kota Yanbu agar ahli waris atau keluarga korban bisa dihadirkan untuk menyaksikan prosesnya. Tujuan menghadirkan ahli waris itu untuk mengetuk hati mereka di menit-menit terakhir sebelum algojo meletuskan senjata apinya.

“Sebelum algojo mengeksekusi, ahli waris akan ditanya apakah bersedia memberi maaf. Pertanyaan itu biasanya diulang tiga kali,” ujar Sadri. Karena ahli waris tetap tidak mau memaafkan Karni, algojo pun menembak mati Karni pada Kamis sekitar pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 14.00 waktu Indonesia Barat.

Karni, tenaga kerja Indonesia asal Desa Karangjunti, Losari, Brebes, dieksekusi mati di penjara Yanbu, Kamis, 16 April 2015. Eksekusi dilaksanakan pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 14.00 di Indonesia. Kepala Seksi Repratriasi Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Muhammad Sadri, mengatakan Karni dieksekusi dengan ditembak. Sadri mengatakan, Kementerian Luar Negeri menerima informasi eksekusi mati Karni dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Kamis siang. Informasi awal diperoleh KJRI dari media Arab Saudi yang mengabarkan adanya kerumunan orang yang menyaksikan eksekusi mati di Penjara Kota Yanbu.

“Staf KJRI langsung mengecek ke sana (Yanbu). Ternyata benar, yang dieksekusi mati adalah Karni,” ucap Sadri di kediaman Karni. Eksekusi mati itu terkesan mendadak. Sebab, kata Sadri, pemerintah Arab Saudi tidak memberitahu ihwal kapan akan melaksanakan eksekusi terhadap warga asing yang divonis hukum mati. Setelah menerima kabar eksekusi mati Karni, Sadri yang sedang bertugas di Cirebon, Jawa Barat, langsung memutuskan ke rumah Karni. Kebetulan rumah Karni berada di wilayah perbatasan Brebes-Cirebon. “Kami segera sampaikan kabar duka ini ke keluarganya,” kata Sadri yang didampingi salah satu stafnya.

Karni, 37 tahun, bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Kota Yanbu, Arab Saudi. Pada 2013, Karni divonis mati karena dakwaan membunuh anak perempuan majikannya berumur empat tahun pada Oktober 2012. “Kami sekeluarga hanya bisa pasrah menerima cobaan berat ini,” kata suami Karni, Darpin Sarji, 40 tahun

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Mohammad Iqbal, mengatakan eksekusi terhadap warga negara Indonesia Karni bin Medi Karsim berlokasi di Kota Yanbu, kota pelabuhan di Madinah, Arab Saudi. Lokasi itu disesuaikan dengan tempat kejadian perkara saat Karni melakukan aksi pembunuhan.

“Jarak dari Jeddah ke Yanbu sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mobil,” kata Iqbal di kantornya, Kamis, 16 April 2014. Sebelumnya Karni ditahan di lembaga pemasyarakatan di Kota Jeddah. Menurut Iqbal, eksekusi mati di Yanbu tersebut atas permintaan pihak keluarga korban. Iqbal mengatakan prosesi eksekusi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi di kota pelabuhan itu juga bukan dengan cara dipancung. “Melainkan ditembak,” ujar Iqbal. “Karena memang kalau khusus di kota itu, prosesi eksekusinya, ya, dengan cara membidikkan senapan ke arah terdakwa.”

Karni didakwa membunuh anak berusia 4 tahun pada 2012. Dia divonis mati setelah keluarga korban enggan berkomunikasi membahas kemungkinan pemberian pengampunan. Karni membunuh anak majikannya itu saat sedang tidur. Perbuatan Karni juga menyebabkan ayah sang anak terbunuh karena kecelakaan di jalanan.

Karni, tenaga kerja Indonesia asal Desa Karangjunti, Losari, Brebes, dieksekusi mati di penjara Yanbu, Kamis, 16 April 2015. Eksekusi dilaksanakan pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 14.00 di Indonesia. Kepala Seksi Repratriasi Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Muhammad Sadri, mengatakan Karni dieksekusi dengan ditembak. Sadri mengatakan, Kementerian Luar Negeri menerima informasi eksekusi mati Karni dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Kamis siang. Informasi awal diperoleh KJRI dari media Arab Saudi yang mengabarkan adanya kerumunan orang yang menyaksikan eksekusi mati di Penjara Kota Yanbu.

“Staf KJRI langsung mengecek ke sana (Yanbu). Ternyata benar, yang dieksekusi mati adalah Karni,” ucap Sadri di kediaman Karni. Eksekusi mati itu terkesan mendadak. Sebab, kata Sadri, pemerintah Arab Saudi tidak memberitahu ihwal kapan akan melaksanakan eksekusi terhadap warga asing yang divonis hukum mati. Setelah menerima kabar eksekusi mati Karni, Sadri yang sedang bertugas di Cirebon, Jawa Barat, langsung memutuskan ke rumah Karni. Kebetulan rumah Karni berada di wilayah perbatasan Brebes-Cirebon. “Kami segera sampaikan kabar duka ini ke keluarganya,” kata Sadri yang didampingi salah satu stafnya.

Karni binti Medi Tarsim, tenaga kerja Indonesia asal Desa Karangjunti, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, dieksekusi mati di Penjara Kota Yanbu, Arab Saudi pada Kamis, 16 April 2015. “Eksekusinya pada pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 14.00 di Indonesia,” kata Kepala Seksi Repratriasi Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Muhammad Sadri, di rumah Karni pada Kamis malam, 16 April 2015. Karni dieksekusi dengan cara ditembak. “Ditembak, bukan dipancung,” kata Sadri.

Sadri mengatakan, Kementerian Luar Negeri menerima informasi eksekusi mati Karni dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah pada Kamis siang. Informasi awal diperoleh KJRI dari media Arab Saudi yang mengabarkan adanya kerumunan orang menyaksikan eksekusi mati di Penjara Kota Yanbu. “Staf KJRI langsung mengecek ke sana (Yanbu). Ternyata benar, yang dieksekusi mati adalah Karni,” kata Sadri. Eksekusi mati itu terkesan mendadak. Sebab, kata Sadri, pemerintah Arab Saudi tidak memberitahu ihwal kapan akan melaksanakan eksekusi terhadap warga asing yang divonis hukum mati.

Setelah menerima kabar eksekusi mati Karni, Sadri yang sedang bertugas di Cirebon, Jawa Barat, langsung memutuskan ke rumah Karni. Kebetulan rumah Karni berada di wilayah perbatasan Brebes-Cirebon. “Kami segera sampaikan kabar duka ini ke keluarganya,” kata Sadri yang didampingi salah satu stafnya.

Karni, 37 tahun, bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Kota Yanbu, Arab Saudi. Pada 2013, Karni divonis hukuman mati karena dakwaan membunuh anak perempuan majikannya yang baru berumur empat tahun pada Oktober 2012. “Kami sekeluarga hanya bisa pasrah menerima cobaan berat ini,” kata suami Karni, Darpin Sarji, 40 tahun.

China Bangun Terowongan Bawah Tanah Di Bawah Gunung Everest

China sedang berencana untuk menggali jauh di bawah Gunung Everest guna membangun sebuah jalur kereta api ke Nepal. Kalau terowongan kereta api itu terwujud, perjalanan sehari dengan kereta api antara Calcutta dan Beijing menjadi mungkin.

Sebuah jalur kereta api telah beroperasi dari Xining di China tengah hingga ke Tibet. Namun, sejumlah pejabat China mengatakan bahwa Nepal telah meminta agar rute itu diperpanjang sampai ke perbatasan dan ke Kathmandu.

Sejumlah laporan di Kathmandu menyatakan, jalur yang diusulkan itu kemudian bisa terus ke Lumbini, sebuah Situs Warisan Dunia. Untuk bisa sampai ke sana, jalur itu harus lewat di bawah Everest.

“Jalur itu mungkin akan harus melalui Everest sehingga para pekerja mungkin harus menggali sejumlah terowongan yang sangat panjang,” kata Wang Mengshu, ahli kereta api di Chinese Academy of Engineering.

Dia mengatakan kepada harian China Daily bahwa persiapan pekerjaan sedang berlangsung atas permintaan Nepal. Namun, dia mengatakan, karena medan Himalaya yang menantang, kereta di setiap jalur ke Kathmandu mungkin akan memiliki kecepatan maksimum 80 kilometer per jam.

Proposal tersebut menegaskan pengaruh China di Nepal, ketika Beijing sudah beberapa tahun membangun jalan dan menginvestasikan miliaran dollar dalam pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan telekomunikasi.

Jalur itu akan menyediakan rute bagi para wisatawan dari Beijing ke Lumbini, di mana Buddha lahir. Jalur tersebut akan menarik sejumlah besar wisatawan dan peziarah, dan China telah menyuarakan kesiapannya untuk membantu mengembangkan kota itu.

Beberapa pejabat mengatakan, jalur tersebut bisa selesai tahun 2020 dan para analis telah menyatakan jalur itu juga bisa diperluas ke India sehingga berpotensi menciptakan salah satu perjalanan besar di dunia kereta api, dari Beijing ke Calcutta. “Jika proposal tersebut menjadi kenyataan, perdagangan bilateral, terutama dalam produk pertanian, akan mendapatkan dorongan yang kuat, bersama pariwisata dan pergerakan orang,” kata Wang.

Komentar Wang itu menyusul serangkaian pertemuan antara para pemimpin China dan Nepal dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kunjungan ke Lumbini pada minggu ini oleh Wang Zuoan, Direktur Administrasi untuk Urusan Agama di China. Dia bertemu dengan Presiden Ram Baran Yadav, pemimpin Nepal, pada akhir pekan lalu untuk membahas lanjutan investasi China di Lumbini dan jaringan transportasi yang lebih baik antara kedua negara.

Jalur kereta api yang diusulkan itu bisa menghadapi tentangan dari India, yang takut akan perluasan pengaruh China di halaman belakangnya dan di Samudra Hindia. Hal itu sangat sensitif terkait kehadiran China di Nepal, tetangga terdekatnya.

Rencana China untuk memperluas jaringan kereta api di Tibet juga telah mendapat kritik dari kelompok hak asasi, termasuk dari International Campaign for Tibet. Kelompok itu memperingatkan, proyek tersebut punya “implikasi berbahaya bagi keamanan regional dan ekosistem yang rapuh dari dataran tertinggi dan terbesar di dunia itu”.

Namun,, sejumlah pejabat di New Delhi tampaknya santai saja dengan pembangunan itu dan para analis yakin hal itu bisa membawa manfaat yang signifikan bagi perdagangan India tanpa mengeluarkan biaya apa pun.