Identitas Petinju Irlandia Yang Pukul KO Puluhan Penyeroyoknya Di Istanbul Terungkap

Masih ingat dengan petinju Irlandia yang berkelahi melawan puluhan orang di salah satu sudut kota Istanbul, Turki? Sebuah stasiun televisi Turki berhasil menemukan pria tersebut dan mewawancarainya. Pria itu bernama Mohammed Fadel Dobbous, seorang warga Irlandia keturunan Kuwait. Gara-gara video yang merekam aksinya melawan belasan pengeroyok diunggah ke dunia maya, pria ini seketika menjadi “selebriti”.

Meski dalam video itu terlihat Fadel menguasai keadaan, dalam wawancara dengan stasiun televisi Show TV, dia mengaku mengalami cedera cukup serius dan kehilangan beberapa benda berharga miliknya. “Saya waktu itu hendak membeli sebotol air. Saat saya membuka pintu (kulkas), belasan botol air jatuh menimpa saya,” kata Fadel.

Fadel mengatakan, dia sudah berusaha meminta maaf kepada pemilik toko. Namun, dia terkejut ketika pemilik toko itu langsung menyerangnya. Meski demikian, sang petinju mengatakan, dia tidak gentar meski puluhan orang bermunculan menyerang dia. “Mereka seharusnya bertarung seperti laki-laki. Seharusnya, mereka tak menyerang saya dengan senjata. Bertarunglah dengan tangan kosong,” ujar Fadel.

“Saya datang tidak untuk mencari perkara. Seperti kalian (warga Turki), saya juga seorang Muslim,” kata Fadel. Akibat perkelahian itu, ujar Fadel, tulang bahunya tergeser akibat seseorang memukulnya dari belakang. Selain itu, dia kehilangan telepon genggam, rantai emas, dan jam tangannya.

Dalam video yang menjadi viral itu, terlihat Fadel memukul jatuh salah seorang penyerangnya. “Dia mungkin kehilangan beberapa giginya,” kata Fadel sambil terkekeh. Meski disebut-sebut sebagai seorang petinju profesional, Fadel mencoba merendah dengan mengatakan dia hanya sekadar berlatih tinju dan kesuksesannya menghadapi orang-orang itu karena secara fisik dia lebih bugar.

Video perkelahiannya membuat Fadel populer, bahkan seorang perempuan, lewat Twitter, mengajak pria itu untuk menikah. Sebuah video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan seorang turis pria asal Irlandia berkelahi dengan puluhan warga di sebuah kawasan di Istanbul, Turki.

Peristiwa itu terjadi di distrik Aksaray, Istanbul, ketika turis Irlandia bertubuh besar itu tengah berjalan-jalan di kawasan tersebut. Merasa haus, pria Irlandia itu, kemudian menghampiri sebuah toko yang memajang mesin pendingin minuman di tepi jalan. Pria Irlandia itu kemudian membuka pintu lemari pendingin tersebut. Namun, entah bagaimana, saat pintu kulkas dibuka, belasan botol minuman langsung berjatuhan ke jalan.

Pemilik toko yang melihat kejadian itu tanpa banyak tanya langsung keluar dan menghampiri si turis yang kebingungan dan mencoba menjelaskan situasi yang terjadi. Namun, pemilik toko tampaknya tak menggubris si turis dan langsung menghajarnya dengan menggunakan sebuah tongkat. Setelah itu, para pemilik toko lain mengeroyok pria Irlandia tersebut. Satu hal yang tidak diketahui para pengeroyok itu adalah sang turis Irlandia itu merupakan seorang petinju profesional. Mendapatkan serangan seperti itu, pria yang tak disebutkan namanya tersebut langsung bersiap.

Dia melepas kacamata hitamnya dan menggantungnya di kepalanya. Selanjutnya, dia meladeni para pengeroyoknya satu demi satu. Dalam video berdurasi sekitar 2,16 menit itu, sempat terlihat beberapa pengeroyok dipukul KO dan saat bangkit dia terhuyung-huyung dan harus terduduk di tepi jalan.

Para pedagang akhirnya menyadari bahwa orang irlandia tersebut bukan tandingan mereka semua karena mereka sulit mengalahkan turis Irlandia itu dan mereka pun akhirnya meminta bantuan. Warga sekitar langsung bermunculan dan memenuhi ruas jalan kecil itu sambil membawa pentungan. Saat itu, si turis berlindung di dalam hotel tempatnya menginap. Setelah merasa kekuatannya pulih, dia kembali menyerbu lawan-lawannya. Para pedagang dan warga harus menggunakan tongkat, pentungan, dan benda-benda keras lain untuk melawan.

Setelah beberapa menit berkelahi, pria Irlandia itu mundur kembali ke hotelnya dan tak lama kemudian menyerang lagi. Hal itu terjadi hingga beberapa kali hingga akhirnya para pedagang dan warga memutuskan untuk menghentikan perkelahian karena sudah puluhan warga yang KO terkena pukulan si Petinju.

Dua Jurnalis Amerika Ditembak Saat Siaran Langsung Oleh Orang Negro Rasis Berorientasi Heterophobia

Dua jurnalis televisi Amerika Serikat tewas ketika seorang pria bersenjata menembaki mereka saat tengah memberikan laporan langsung di sebuah pusat perbelanjaan di Virginia. Demikian informasi yang disampaikan manajemen CBS News, Rabu (26/8/2015) pagi waktu setempat.

Dua buah video telah diunggah lewat akun Twitter milik Bryce Williams. Tayangan dalam video itu memperlihatkan seseorang berjalan menghampiri kru stasiun televisi WBDJ dan mengacungkan sebuah pistol ke arah mereka. Salah satu video itu memperlihatkan proses terjadinya penembakan. Sementara itu, kicauan lainnya hanya mengatakan, “Saya merekam penembakan.” Akun Twitter itu dibekukan tak lama sesudahnya.

Tersangka penembakan menghampiri reporter stasiun televisi WBDJ, Allison Parker (24) dan juru kamera Adam Ward (27), saat mereka tengah melakukan wawancara rutin di Moneta, Virginia. Penembakan itu terjadi pada sekitar pukul 06.45 waktu setempat. Setelah suara tembakan terdengar, Allison dan perempuan yang diwawancarainya berteriak penuh kepanikan.

Saat kamera terjatuh ke tanah, terlihat sesosok pria menodongkan pistolnya ke arah juru kamera yang sudah terjatuh. Adegan beralih ke studio. Pembawa acara Kimberly McBroom terlihat sangat terkejut. Sementara itu, Kepolisian AS kini tengah mengejar mantan reporter stasiun televisi WBDJ terkait penembakan yang menewaskan dua orang jurnalis WBDJ dan melukai satu orang lainnya, Rabu (26/8/2015).

Polisi menyebut Vester Flanagan mengemudikan mobil Mustang 2009 berwarna kelabu. Meski demikian, polisi belum menjadikan pria ini tersangka penembakan. Flanagan pernah menjadi reporter WBDJ selama setahun dengan menggunakan “nama udara”, Bryce Williams. Demikian keterangan mantan seorang staf WBDJ.

Flanagan dipecat stasiun televisi itu dengan alasan suka melontarkan pernyataan rasis kepada sesama karyawan kulit putih serta mengalami heterophobia yaitu sebagai kaum gay yang memiliki kebencian besar terhadap kaum normal (hetero seksual) . Tambah sang mantan staf WBDJ. Polisi meyakini Flanagan masih berada di wilayah Virginia dan kini polisi mengerahkan pasukannya untuk mencari keberadaan Flanagan.

Seorang jurnalis dan juru kamera stasiun televisi WDBJ, yang berafiliasi dengan CBS, tewas saat tengah melakukan wawancara di Smith Mountain Lake, Moneta, Virginia. Teriakan terdengar ketika kamera televisi terlihat jatuh ke tanah dan siaran langsung dihentikan, lalu dialihkan ke studio yang menunjukkan seorang pembawa acara perempuan hanya bisa duduk dan terdiam.

Manajemen CBS News kemudian mengabarkan bahwa kedua korban yang tewas adalah reporter Alison Parker dan juru kamera Adam Ward. Kantor Sheriff Franklin County mengatakan kepada Sky News bahwa tersangka pelaku penembakan diduga sudah mengincar para kru media itu sejak pukul 06.45 waktu setempat. Hingga kini, aparat keamanan Virginia masih mengejar pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksinya.

Keluarga pelaku penembakan dua jurnalis stasiun televisi WDBJ telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan mengatakan mereka juga terkejut dengan tragedi tersebut. Berbicara di luar kediaman ayah kandung Vester Flanagan alias Bryce Williams di Vallejo, California, perwakilan keluarga Flanagan, Amber Bowen, membacakan pernyataan keluarga sambil menahan air mata.

“Dengan sangat berat dan kesedihan mendalam, kami menyampaikan rasa dukacita kami kepada keluarga Allison Parker dan Adam Ward,” ujar Amber. “Kami juga mendoakan kepulihan Vicki Gardner. Doa kami selalu untuk keluarga korban dan keluarga besar stasiun televisi WDBJ,” kata dia. Vicki Gardner adalah perempuan yang diwawancarai Allison Parker saat penembakan terjadi. Vicki menderita luka di bagian punggung dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Amber menambahkan, penembakan kedua jurnalis televisi itu, saat tengah melakukan siaran langsung, sangat mengejutkan keluarga Flanagan. “Kejadian itu sangat mengejutkan untuk semua orang,” kata Amber yang tak mau berkomentar lebih lanjut. Kejadian ini memang mengejutkan banyak orang, termasuk kerabat dan teman-teman Vester Flanagan. Sebab, pria ini dikenal sebagai sosok pemalu dan penuh kegembiraan.

“Saya sangat terkejut karena tak menyangka hal ini bisa terjadi. Saya mengenal dia (Vester) sebagai sosok yang sangat berbeda,” ujar Lorah Joe, teman sekolah Vester Flanagan, kepada stasiun televisi ABC7. Lorah menambahkan, selama dia mengenal Vester di bangku sekolah, tak sekali pun dia mendengar mantan reporter WDBJ itu membuat masalah.

Sayangnya, pria pendiam berusia 42 tahun itu malah melakukan pembunuhan keji terhadap Amber Parker (24) dan juru kamera Adam Ward (27) saat keduanya tengah melakukan wawancara on air. Aksi Flanagan yang terjadi pada pukul 06.45 itu disaksikan pemirsa stasiun televisi itu dan kemudian ribuan orang lainnya, saat pembunuhan itu diunggah ke dunia maya.

Setelah melakukan pembunuhan itu, Flanagan mengunggah dua video ke akun Twitter-nya dan mengirimkan 23 halaman manifesto dan surat bunuh diri ke beberapa stasiun televisi nasional untuk menjelaskan motif aksinya. Lima jam setelah melakukan aksinya, Flanagan yang terpojok oleh pasukan polisi mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Awalnya, Flanagan selamat dari upayanya itu, tetapi akhirnya tewas di rumah sakit.

5 Pasukan Khusus Paling Digdaya Di Dunia

Masing-masing negara, membentuk pasukan khusus untuk melakukan tugas yang berbeda-beda, termasuk sebagai kontra-terorisme dan penyelamatan sandera untuk mengintai dan melakukan penyerangan. Lalu, siapa yang menjadi pasukan khusus paling berbahaya di dunia? Untuk menilainya, hal ini bisa dilihat dari persyaratan untuk masuk ke dalam angkatan yang bersangkutan, operasi yang telah mereka lakukan serta reputasi mereka, dan hal tersebut akan dibahas berikut ini. Nama-nama yang ada di dalam daftar ini mungkin akan membuat Anda terkejut. Beberapa nama-nama berikut ini, mungkin belum pernah Anda dengar atau Anda kenali sebelumnya. Tetapi, bukan berarti pasukan yang tercantum di bawah ini tidak layak untuk masuk dalam daftar.

5. JTF2 – Kanada.
Pasukan ini didirikan pada tahun 1993 dan mulai memperluas anggotanya pada 11 September 2001. Terdiri dari personel militer dari Angkatan Bersenjata Kanada, Joint Task Force2 ditugaskan untuk melakukan berbagai operasi. Mereka bertugas untuk mengawal orang-orang penting dan menjaga keamanan untuk acara-acara seperti Olimpiade Musim Dingin. Secara terselubung, mereka banyak beroperasi di banyak tempat di seluruh dunia, termasuk menyelamatkan sandera di Irak dan memburu penembak jitu Serbia di Bosnia.

4. Alpha Group – Rusia.
Bagaimana dengan Spetsnaz? Spetsnaz merupakan nama umum yang diberikan untuk semua pasukan khusus Uni Soviet atau Rusia. Sedangkan pasukan khusus Rusia adalah Alpha Group. Alpha Group muncul di tahun 1970-an dan mulai dikenal saat invasi Afghanistan, di mana anggota Alpha menyerbu Istana Presiden di Kabul dan menewaskan semua orang di dalam gedung. Di dalam negeri, Alpha juga terlibat dalam sebagian besar operasi anti teroris dan menyelamatkan sandera utama di Rusia, seperti pengepungan teater Moskow di tahun 2002 dan pengepungan sekolah Beslan di tahun 2004. Salah satu ciri dari Alpha Group ini adalah selalu menewaskan semua musuhnya saat melakukan operasi meskipun sumber dari Alpha Group menyebutkan, selalu ada beberapa yang ditangkap hidup-hidup namun diumumkan tewas agar dapat dengan mudah diinterogasi tanpa batas waktu dan hukum. Alpha Group ini juga tidak pernah mengumumkan keberhasilan operasi anti terorismenya ataupun jumlah teroris yang tewas karena semuanya dikubur diam-diam hingga sel sel teroris tidak pernah tahu secara pasti apabila teman mereka sudah tewas atau sedang sembunyi.

3. Shayetet 13 – Israel.
Shayetet 13 sering dikait-kaitkan dengan angkatan laut Israel. Didirikan pada tahun 1948, pasukan ini ikut ambil bagian dalam setiap operasi utama Israel, berperang, penyelamatan sandera dan kontra-terorisme untuk badan pertemuan intelijen. Para calon pasukan akan menjalani pelatihan panjang selama 20 bulan dengan pengujian fisik dan psikologis yang akan membuat mereka stres, bahkan sebelum pelatihan khusus dimulai. Secara operasional, anggota Shayetet 13 terlibat dalam sejumlah operasi yang melibatkan penyitaan kapal dan senjata menuju Gaza. Operasi yang paling menonjol yang mereka lakukan adalah Olimpiade Munich di tahun 1972 saat mereka harus bertanggung jawab atas serangan terhadap para atlet Israel.

2. Navy SEAL – Amerika Serikat.
SEAL adalah pasukan khusus Amerika yang dibentuk pada tahun 1962. Salah satu misi mereka yang paling dikenal adalah membunuh Osama Bin Laden, pemimpin Al Qaeda di tahun 2011. Untuk menjadi anggota pasukan ini, mereka harus menjalani pelatihan lebih dari satu tahun, dan kebanyakan dari calonnya gagal pada saat tes kualifikasi fisik yang melibatkan banyak pelatihan, seperti renang, push-up, sit-up dan berjalan, semua itu dilakukan dalam batas waktu yang sangat ketat. Setelah pelatihan fisik, akan dilanjutkan dengan pelatihan umum. Setelah lulus, para calon akan dipindahkan ke SEAL untuk kembali menjalani pelatihan kualifikasi yang akan membuka pintu menuju pelatihan khusus. Semua ini dilakukan untuk memastikan semua anggota SEAL mempunyai fisik dan mental baja dan mampu menjalankan operasi yang paling sulit di dunia.

1. SAS – Inggris.
Apakah benar, pasukan ini lebih berbahaya dibanding SEAL? Ya, Special Air Service, Inggris dibentuk pada tahun 1941 sebagai kekuatan yang bisa beroperasi di belakang garis Jerman dan Italia. Pasukan ini terdiri dari personel militer Inggris yang berasal dari pasukan udara. Untuk bisa menjadi anggota SAS, para calon diharuskan menjalani latihan fisik yang keras. Termasuk berjalan di jalanan menanjak sejauh 40 mil dan harus selesai dalam waktu 20 jam. Calon juga harus mampu berenang sejauh 2 mil dalam waktu 1,5 jam dan berjalan 4 mil dalam 30 menit. Setelah itu, mereka akan ditempatkan di hutan untuk belajar bertahan hidup. Tes terakhir adalah menjalani sesi interogasi selama 36 jam dengan tujuan menentukan kehendak kandidat. Beberapa calon yang bisa melalui ini, akan ditugaskan dalam sebuah operasi untuk melakukan pelatihan lebih lanjut. Masih belum yakin SAS ‘lebih baik’ dibanding SEAL? Sekadar Anda tahu, SAS juga dilatih oleh badan keamanan dan intelijen MI5 dan MI6 untuk melakukan operasi kontra-spionase.

Kereta Api Pengangkut Emas Nazi Ditemukan Di Polandia

Di kalangan pemburu harta karun, cerita tentang kereta peninggalan Nazi pimpinan Adolf Hitler yang mengangkut emas batangan merupakan cerita masyhur. Sudah puluhan tahun cerita ini beredar. Namun, keberadaan kereta itu belum juga diketahui. Kini kabar “kereta emas” Nazi itu kembali terdengar, setelah disebut-sebut bahwa keberadaannya telah diketahui. Sejumlah ahli menduga, kereta itu berada di sebuah wilayah pegunungan kawasan Polandia. Pemerintah setempat pun diminta segera melakukan investigasi.

Dilansir dari CNN, Jumat (28/8/2015), “kereta emas” itu disebut berada di sebuah terowongan yang terkubur di kawasan pegunungan sebelah barat daya distrik Walbrzych. Pejabat setempat menganggap, sejumlah bukti yang ditemukan sudah cukup untuk mengungkap keberadaan “kereta harta karun” itu.

Kereta itu dikabarkan menghilang pada 1945, pada akhir Perang Dunia II. Ketika itu, pasukan Red Army Uni Soviet mulai mendekati pasukan Nazi dan bersiap masuk ke wilayah Jerman. Menurut pengetahuan lokal warga setempat, kereta itu berangkat dari stasiun di kota Wroclaw, yang dulu merupakan kota yang dikuasai Jerman. Sekarang, Wroclaw dikenal sebagai Breslau di Walbrzych. Kereta itu sendiri diperkirakan tidak pernah sampai stasiun tujuan.

Asisten Wali Kota Walbrzych, Arkadiusz Grudzien, mengatakan bahwa kereta itu memang belum ditemukan. Namun, keberadaannya semakin terang setelah dua orang yang mengklaim tahu keberadaannya telah menghubungi pemerintah untuk segera dipelajari oleh kementerian pertahanan, kementerian perbendaharaan, kementerian keuangan, dan kementerian kebudayaan.

“Kami bisa mengonfirmasi bahwa jika klaim itu memang benar, maka (kereta) itu berada di teritori Walbrzych,” ujar Grudzien. Menurut hukum Polandia, maka sebesar 10 persen akan diberikan kepada penemu sebagai hadiah. Jika “kereta emas” itu benar ada, dua orang yang menemukan itu, seorang warga Polandia dan seorang warga Jerman, disebut akan mendapatkan hadiah dari Pemerintah Polandia. Meski begitu, Grudzien ragu bahwa dua orang itu akan mendapat hadiah penemuan sebesar 10 persen.

“Saat ini, lokasi kereta belum dipastikan, tetapi kami percaya bahwa bukti yang diperlihatkan sudah kuat untuk mencari benda itu secara serius,” ucapnya. Adapun Deputi Wali Kota Walbrzych, Zygmunt Nowaczyk, mengatakan tidak bisa memberikan informasi apa pun mengenai penemuan “kereta emas” peninggalan Nazi itu. “Saya hanya ingin menambahkan bahwa ‘temuan’ itu secara legal merupakan milik Perbendaharaan Negara,” ucapnya.

Kabar mengenai hadiah penemuan itu sebelumnya diungkap oleh pejabat lokal kota lain, Marika Tokarska. Meski kabar penemuan “kereta emas” itu begitu kuat, sejarawan lokal, Joanna Lamparska, meragukan penemuan itu, demikian halnya dengan lokasi yang dimaksud. “Opini saya, mungkin orang itu melaporkannya ke pejabat tertentu, ke tempat lain dari kereta yang lain,” tuturnya.

Korea Utara dan Selatan Diambang Perang Setelah Baku Tembak Artileri Diperbatasan

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan makin memburuk setelah aksi saling tembak artileri di perbasatan pada Kamis (20/8). Karenanya, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang dan Seoul memberi imbauan kepada warga negara Indonesia. “KBRI Seoul dan KBRI Pyongyang memberikan imbauan kepada WNI untuk menjauhi perbatasan,” kata kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, lewat pesan singkat pada Jumat (21/8).

Sebelumnya, menyusul aksi saling tembak dan kampanye lewat pengeras suara, pemimpin Korut Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang. Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat. Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Terkait memanasnya hubungan kedua negara, pihak Kemlu Indonesia, menurut Iqbal, juga tidak mengeluarkan travel warning bagi WNI yang ingin ke Korsel ataupun Korut.

Di Seoul, sekitar 100 orang pemrotes anti-Korut berkumpul dan membakar orang-orangan Kim Jong Un. Ketegangan hubungan dua negara Semenanjung Korea kali ini awalnya dipicu ketika dua tentara Korsel yang berpatroli di perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) akibat ranjau darat. DMZ adalah wilayah perbatasan yang memisahkan kedua negara, dan merupakan perbatasan yang dengan jumlah tentara terbanyak di dunia.

Korsel menuduh Korut menanam ranjau tersebut, sementara Pyongyang membantah keteribatan apapun. Sementara itu, latihan gabungan militer tahunan Korsel dan AS beserta beberapa negara lain sedang berlangsung sejak 17-28 Agustus. Korut selalu mengecam latihan militer ini, menyebutnya sebagai provokasi untuk perang. Korea Selatan membalas serangan tembakan meriam ke arah sumber proyektil Korea Utara di area barat perbatasan inter-Korea pada Kamis (20/8), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Diberitakan Reuters, militer Korea Selatan menembakkan puluhan peluru artileri berukuran 155 milimeter setelah Korea Utara menembakkan proyektil ke arah pengeras suara propaganda. “Militer kami telah mengawasi dan melihat dengan saksama pergerakan militer Korea Utara,” menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan. Sejauh ini, Korea Utara belum menanggapi langsung tembakan Korea Selatan.

Korea Selatan menyatakan peralatan deteksi yang melihat lintasan yang diduga proyektil Korea Utara meluncur sekitar pukul 3.52 sore waktu lokal. Tembakan ini tampaknya tidak merusak pengeras suara ataupun menimbulkan korban luka. Proyektil yang diduga ditembakkan Korea Utara ini mendarat di area 60 kilometer sebelah utara Seoul, atau sebelah barat zona perbatasan, menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Yonhap melaporkan warga Korea Selatan yang berada di sekitar area tersebut kini diminta untuk mengungsi sementara. Selain itu, Yonhap juga memberitakan saat ini kantor Kepresidenan Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dengan dewan keamanan nasional menyusul insiden ini. Ketegangan antara kedua negara Korea ini meningkat sejak awal bulan ketika ranjau darat meledak di Zona Demiliterisasi, DMZ. Insiden ini mengakibatkan dua tentara Korea Selatan terluka.

Seoul menuduh Korea Utara yang telah memasang ranjau tersebut, namun hal ini dibantah langsung oleh Pyongyang. Seoul kemudian mulai mempergunakan pengeras suara untuk menyiarkan propaganda berisi retorika anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan barat dan tengah. Kegiatan ini sebelumnya dihentikan oleh kedua pihak pada 2004. Pada Sabtu kemarin, Korea Utara telah menuntut Korea Selatan untuk menghentikan siaran propaganda tersebut atau bersiap untuk menghadapi aksi militer. Pada Senin, kedua negara mulai melakukan siaran masing-masing.

Tembakan pada Kamis ini muncul di tengah latihan gabungan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat beserta beberapa negara lain. Latihan militer ini sudah berjalan sejak Senin kemarin dan Korea Utara menganggapnya sebagai pemicu perang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang, menyusul baku tempat dengan militer Korea Selatan di perbatasan.

Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat (21/8). Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Langkah ini diambil Korut menyusul ketegangan dengan Korsel sehari sebelumnya. Korsel menembakkan artileri sebagai balasan atas serangan Korut yang memprotes propaganda anti rezim oleh pemerintah Seoul menggunakan pengeras suara di perbatasan sejak 10 Agustus lalu.

Korut tidak membalas lagi serangan Korsel tersebut, namun mengirimkan surat berisikan ancaman akan melakukan aksi militer jika propaganda tidak dihentikan dalam waktu 48 jam. Korsel mengatakan tidak akan berhenti melakukan taktik propaganda yang mengungkapkan kekejaman rezim Korut tersebut. Propaganda dengan pelantang suara ini terakhir dilakukan pada tahun 2004.

Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menyelesaikan masalah tanpa militer. Presiden Korsel Park Geun-hye menyerukan para pejabat militernya untuk “menindak tegas” segala bentuk provokasi Korut. “Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan terus mengamati pergerakan militer Korea Utara,” ujar Kementerian Pertahanan KorselSituasi mencekam tengah dirasakan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan antara dua negara Korea, yakni Korea Utara dan Selatan, setelah penembakan oleh militer Korut pada alat pengeras suara di Korsel, 20 Agustus 2015.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA , 21 Agustus, melaporkan, “Kim Jong-un telah mengeluarkan perintah kepada panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) bahwa pasukan gabungan KPA di garis depan harus siap memasuki keadaan perang, sepenuhnya siap bertempur dalam operasi kejutan.” Kim mengancam melakukan aksi militer jika Selatan terus mengkampanyekan propaganda anti-Pyongyang di perbatasan menggunakan pengeras suara.

“Tindakan Selatan adalah provokasi militer busuk yang tidak pernah dapat ditoleransi,” kata juru bicara Pyongyang yang mengancam untuk mengambil tindakan militer yang kuat, kecuali Seoul menarik kampanye propaganda dalam 48 jam ke depan. Pyongyang mengancam pemimpin tertinggi mereka akan menempatkan pasukannya dengan perlengkapan senjata perang mulai dari 05.00 (waktu setempat) pada Jumat dan telah dinyatakan sebagai “pasukan perang negara” di daerah garis depan.

Sementara itu, kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak akan terpancing dengan ancaman negara. “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korea Utara,” kata kementerian. Dilansir dari Express, setelah penembakan kemarin, kota-kota terdekat di zona bebas militer telah dievakuasi. Seoul sendiri dilaporkan membalas tembakan tersebut dengan menembakkan puluhan peluru artileri.

Sekitar 80 warga di Yeoncheon, ke arah mana peluru diarahkan, harus dibawa ke bunker bawah tanah sementara otoritas mendesak warga lainnya mengungsi.

Dengan Tangan Kosong Seorang Marinir Amerika Lumpuhkan Pejuang ISIS Bersenjata Lengkap Di Kereta Cepat Prancis

Rencana penembakan brutal di dalam kereta peluru yang melaju dari Amsterdam menuju Paris berhasil digagalkan. Dua tentara Amerika Serikat yang kebetulan menumpang kereta itu saat cuti, berhasil melumpuhkan pelaku. Insiden ini berawal ketika kedua tentara AS yang sedang cuti itu mendengar suara senapan diisi di dalam salah satu toilet kereta yang mereka lewati. Keduanya menunggu pria bersenjata yang ada di dalam toilet itu keluar dan kemudian melumpuhkannya.

Suara tembakan terdengar ketika pelaku menyerang kedua tentara AS itu dengan pistol tangan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk salah satunya tentara AS yang berusaha melumpuhkan pelaku. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (22/8/2015). Pentagon membenarkan satu personel militer AS mengalami luka-luka, namun menyatakan lukanya tidak membahayakan nyawa. Alek Skarlatos (22) yang merupakan anggota Garda Nasional AS dari Oregon menuturkan, rekannya yang juga dari militer mengalami luka-luka saat bergulat dengan pelaku.

“Saya baru kembali dari Afgahnistan bulan lalu, dan ini merupakan liburan saya sejak dari Afghanistan,” ucap Skarlatos. Pria bersenjata itu akhirnya ditangkap sekitar 10 menit kemudian, setelah kereta yang membawa 554 penumpang itu berhenti di stasiun Arras, Prancis. Disebutkan salah satu sumber kepolisian, bahwa pria itu membawa sebuah senapan Kalashnikov, sebuah pistol otomatis dan sebuah silet.

Disebutkan juga bahwa pelaku merupakan pria berusia 26 tahun yang berasal dari Maroko dan sudah dikenal oleh kalangan intelijen Prancis. Motif serangan ini belum diketahui pasti. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh tim antiterorisme Prancis. Salah satu korban luka dilaporkan sebagai aktor Prancis, Jean-Hugues Anglade. Juru bicara operator kereta Prancis atau SNCF menyebut, Anglade mengalami luka ringan saat berusaha mengaktifkan alarm kereta.

Presiden Prancis, Francois Hollande menyatakan segala hal tengah dilakukan untuk menyelidiki insiden ini. Sedangkan Presiden AS Barack Obama memuji para penumpang yang berpikir cepat melumpuhkan pelaku. “Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian dan tindakan cepat beberapa penumpang, termasuk personel militer AS, yang tanpa pamrih melumpuhkan penyerang. Aksi heroik ini telah mencegah tragedi yang lebih buruk,” ucap salah satu pejabat Gedung Putih.

Pejabat senior kontraterorisme Eropa mengatakan serangan yang melukai tiga orang di kereta cepat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Paris diyakini merupakan ulah kelompok Islam radikal. Lebih lanjut, pejabat tersebut mengatakan tersangka adalah seorang pria bersenjata, warga asal Maroko. Pria ini merupakan salah seorang target dalam radar lembaga kontraterorisme Eropa terkait pandangan jihad yang radikal.

Sumber dari aparat keamanan lainnya mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah diketahui oleh pihak intelijen Prancis. Pejabat itu mengatakan tampaknya pria bersenjata tersebut bersimpati kepada ISIS, tapi tingkat loyalitasnya belum diketahui. Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan seorang pria bersenjata api otomatis dan pisau melukai tiga orang pada Jumat (22/8) dalam kereta kecepatan tinggi perjalanan dari Amsterdam ke Paris.

Adapun tersangka telah ditangkap, tapi identitas dan motifnya belum diketahui, kata Cazeneuve saat konferensi pers di stasiun kereta api di Arras, sebuah kota sekitar 115 mil (185 kilometer) di utara Paris, di mana kereta itu dialihkan. “Serangan itu adalah kekerasan biadab,” kata Cazeneuve. Ia menyatakan kantor kejaksaan anti-terorisme di Paris akan menyelidiki untuk menentukan apakah ini adalah tindakan terorisme.

Cazeneuve mengatakan dua orang Amerika telah membantu “menetralisir” penyerang tersebut. Atas dasar hal itu, ia menyatakan rasa terima kasih dan kekaguman atas bantuan kedua orang tersebut. Anthony Blondeau, juru bicara kota Arras mengatakan, akibat dari serangan tersebut, dua orang dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Namun, lanjutnya, nyawa para korban tidak dalam bahaya.

Salah satunya adalah seorang Amerika, kata Cazeneuve. Namun korban tersebut belum diketahui apakah termasuk pihak yang juga ikut membantu menaklukkan tersangka. Sementara Blondeau mengungkapkan, orang ketiga yang terluka adalah aktor Perancis Jean-Hugues Anglade, mengalami cedera ringan tangan.

Kronologi Serangan Bom Di Rumah Ibadah Di Bangkok Thailand

Sebuah ledakan besar terjadi di pusat kota Bangkok, Thailand, sekitar 15 menit yang lalu. Dilansir Reuters beberapa menit lalu dilaporkan banyak korban terluka dan meninggal di tempat yang menimbulkan kekacauan besar di pusat kota. Kerusakan yang terjadi cukup besar, dan adanya kawah bisa mengindikasikan ledakan itu berasal dari bom. Jika hal itu benar ledakan bom, hal ini menjadi sebuah serangan yang sangat jarang terjadi di ibu kota.

Kepolisian setempat mengatakan ada lima korban jiwa dan sekitar 20 orang terluka parah. Ledakan terjadi dekat sebuah kuil besar di Bangkok kata Kepala Kepolisian Thailand Prawut Thawornsiri. Sebuah bom meledak di pusat Kota Bangkok, Senin (17/8) malam. Otoritas keamanan setempat mengatakan bom tersebut merupakan bom yang dipasang di sepeda motor di luar kuil Hindu di ibu kota Thailand, setidaknya sampai saat ini 12 orang tewas seketika.

“Yang bisa saya katakan sekarang adalah adanya pemboman yang menggunakan motor, atau bom motor,” kata Kepala Deputi Kepolisian Thailand Aek Angsananond, kepada Reuters. Ia mengatakan kerusakan sangat parah, namun belum memastikan detail kerusakan juga korban jiwa seluruhnya. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan ada potongan daging manusia yang hancur dekat ledakan, dan sesaat kemudian petugas meminta semua orang untuk menjauh dari tempat kejadian perkara.

Thailand sendiri telah dirundung perseteruan faksi politik dalam satu dekade terakhir, baik faksi Bangkok atau wilayah lainnya. Militer telah menguasai Thailand sejak Mei 2014, saat penggulingan pemerintahan beberapa bulan setelah pemilu yang mengundang protes anti pemerintah. Kuil Erawan adalah salah satu sudut tersibuk di sudut Thailand dan terdapat pusat perbelanjaan juga pusat kantor, termasuk menjadi salah satu kunjungan wisatawan dari Asia Timur.

Ledakan dahsyat di sebuah kuil Hindu di ibu kota Thailand, Bangkok, pada Senin (17/8) malam, berasal dari sebuah bom sepeda motor. Dilaporkan sedikitnya 12 orang tewas, sementara puluhan lain terluka. Ledakan terjadi tepatnya di dekat kuil Erawan di persimpangan Ratchaprasong, pusat Bangkok. “Yang bisa saya katakan sekarang adalah telah terjadi ledakan di pusat kota Bangkok yang melibatkan bom sepeda motor,” kata wakil kepala polisi nasional Aek Angsananond kepada Reuters. Dia mengatakan ada korban jiwa, namun tidak bisa mengkonfirmasi rincian.

Seorang polisi di tempat kejadian dan seorang pekerja penyelamat mengatakan 12 orang telah tewas. Media menyebutkan jumlah yang terluka setidaknya 20 orang. Seorang saksi Reuters di tempat kejadian mengaku melihat potongan-potongan tubuh manusia di dekat lokasi ledakan. Aparat memerintahkan orang-orang yang berkerumun di lokasi kejadian untuk kembali, karena mereka harus memeriksa kemungkinan bom kedua.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom ini. Namun wilayah selatan Thailand telah lama bergolak oleh pemberontakan kaum Muslim Melayu. Selain itu, Thailand selama satu dekade terakhir selalu diwarnai oleh kudeta sebagai ujung dari persaingan faksi politik. Pemerintahan junta militar memerintah Thailand telah merebut kekuasaan sejak Mei 2014 dari Yingluck Shinawatra.

Kuil Erawan berlokasi di daerah ramai dekat dengan hotel, pusat perbelanjaan dan kantor, dan merupakan daya tarik wisata, terutama untuk pengunjung dari Asia Timur. Banyak warga Thailand yang biasa juga mengunjungi kuil untuk beribadah. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Bangkok, Thailand menyatakan belum ada korban warga negara Indonesia (WNI) dalam ledakan dari bom jenis Trinitrotoluena (TNT) di negeri Gajah Putih tersebut. Adapun 15 orang dinyatakan meninggal sementara 80 orang terluka akibat ledakan.

Wakil Duta Besar RI untuk Thailand, Bebeb Djundjunan mengungkapkan, bom tersebut meledak di distrik Rachaprasong. Sementara ini, lanjutnya, pihak KBRI masih mencoba mencari informasi lebih lengkap. “Daerah tersebut sudah disterilkan aparat keamanan. Tepatnya di perempatan sekitar Gaysorn dan Central World Plaza,” jelasnya . Lebih lanjut, terkait dengan kemungkinan korban WNI, ia menyatakan hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari aparat keamanan. Pihaknya, lanjut Bebeb, terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan polisi.

“Belum ada (korban WNI). Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah di-seal. Kita masih koordinasi dengan pihak aparat keamanan dan polisi,” jelas Bebeb. Sementara itu, terkait jenis bom, Bebeb menyatakan bahwa pihak aparat keamanan Thailand sudah mengkonfirmasi ledakan tersebut berasa dari TNT. Hingga kini, lanjutnya, 15 orang dinyatakan meninggal sementara 80 orang luka parah akibat ledakan. “Firm it’s a bomb, jenisnya TNT,” ungkap Bebeb.

Bebeb menambahkan, saat ini pemerintah Thailand sudah menanggapi adanya serangan bom tersebut. Ia mengaku pihak pemerintah bakal segera mengusut siapa dalang dibalik peledakan bom TNT tersebut. “Perdana Menteri sudah instruksikan Menteri Pertahanan untuk mengusut segera kasusnya,” jelas Bebeb. Seperti diketahui, sebuah bom meledak di pusat Kota Bangkok, Senin (17/8) malam. Otoritas keamanan setempat mengatakan bom tersebut merupakan bom yang dipasang di sepeda motor di luar kuil Hindu di ibu kota Thailand, setidaknya sampai saat ini 12 orang tewas seketika.

“Yang bisa saya katakan sekarang adalah adanya pemboman yang menggunakan motor, atau bom motor,” kata Kepala Deputi Kepolisian Thailand Aek Angsananond, kepada Reuters. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan ada potongan daging manusia yang hancur dekat ledakan, dan sesaat kemudian petugas meminta semua orang untuk menjauh dari tempat kejadian perkara.