Monthly Archives: February 2011

Setelah Rezim Khadafi Hampir Jatuh Kini Gelombang Massa Demonstrasi Pemberontak Bergerak Ke Oman Dengan Target Berikutnya Arab Saudi dan Kuwait

Gelombang demonstrasi antipemerintah terus melanda dunia Arab, menuntut pergantian rezim yang sudah puluhan tahun menerapkan pemerintahan tangan besi. Berbagai cara yang ditempuh pemerintah untuk meredakan kemarahan rakyat seolah tak mempan.

Para demonstran di kota Sohar, 200 kilometer sebelah barat laut ibu kota Muskat, Oman, membakar supermarket dan berkumpul di beberapa titik di kota itu pada hari ketiga protes, Senin (28/2). Ratusan pemrotes itu menuntut kenaikan gaji, lapangan pekerjaan bagi penganggur muda, dan pergantian beberapa menteri.

Mereka seolah tak peduli dengan langkah Sultan Qaboos bin Said mengganti enam menteri sehari sebelumnya serta menjanjikan 50.000 lowongan pegawai negeri dan santunan bulanan sebesar 150 riyal Oman (sekitar Rp 3,4 juta) bagi pencari kerja yang masih menganggur.

Aparat keamanan menutup seluruh akses ke Sohar untuk membatasi ruang gerak demonstran dan mencegah aksi meluas ke bagian lain Oman. Satu orang tewas setelah polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstran, Minggu.

Di Yaman, pihak oposisi menegaskan tak mau bergabung dengan pemerintahan persatuan yang ditawarkan Presiden Ali Abdullah Saleh. ”Oposisi memutuskan mendukung tuntutan rakyat untuk menjatuhkan rezim dan kami tak akan mundur,” kata Mohammed al-Sabry, juru bicara koalisi partai oposisi Yaman.

Demonstran terus menggelar aksi di seluruh Yaman meski Presiden Saleh sudah menyatakan tak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu mendatang. Sebanyak 24 orang tewas dalam bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran dalam dua pekan terakhir.

Di Manama, Bahrain, massa antipemerintah memblokade pintu masuk gedung parlemen dan menduduki halaman gedung stasiun televisi pemerintah. Massa, yang mayoritas dari golongan Syiah, menentang diskriminasi oleh monarki yang beraliran Sunni.

Mengundurkan diri

Di Tunisia, tempat gelombang revolusi Arab berawal, Perdana Menteri Mohamed Ghannouchi mengundurkan diri, Minggu, sehari setelah tiga orang tewas dalam aksi demonstrasi. ”Saya mengundurkan diri hari ini karena saya tak mau menjadi orang yang mengambil keputusan yang bisa menyebabkan jatuhnya korban,” kata Ghannouchi, yang digantikan mantan Menteri Luar Negeri Beji Caid Essebsi.

Aksi demonstrasi juga mulai digalang di Arab Saudi dan Kuwait.

Pemimpin redaksi harian Al Quds Arabi di Kairo, Mesir, Abdul Bari Athwan, mengatakan, AS dan Barat menghendaki perubahan di Timur Tengah hanya di permukaan. AS punya dua tujuan, yakni memastikan pasokan minyak murah ke Barat dan menjaga agar Israel tetap sebagai negara kuat di kawasan itu.

Massa Demonstran Menemukan Jutaan Pondsterling Tunai Saat Menjarah Istana Mewah Khadafi

Mewah, mahal, dan tak punya selera, itulah apa yang Anda dapat dari sarang Kolonel Khadafy, penguasa tiran Lybia. Seminggu setelah para pengawal diktator itu terbirit-birit dari sebuah istana mewah di puncak bukit, warga Libya dengan sukacita menggasak tempat tersebut. Namun, tempat peristirahatan musim panas penguasa lalim yang dibenci itu masih menyisakan kemegahan yang menawarkan pemandangan menarik.

Meringkuk di perbukitan di Al-Bayda, di utara Benghazi, vila itu sempurna bagi Khadafy yang pemarah untuk bersantai. Vila dengan 40 kamar itu dilengkapi kolam renang dan taman-taman. Namun, kisah sesungguhnya tentang diktator yang paranoid bisa ditemukan di dalam bungker nuklirnya, yang terkubur jauh di dalam perut bukit di bawah istana tersebut. Setelah turun melalui serangkain anak tangga yang panjang dan melalui tidak kurang dari tiga pintu anti-ledakan setebal sembilan inci, terdapat sebuah labirin terowongan bawah tanah yang luas dan kuat, serta sejumlah kamar tidur dan gua-gua penuh peralatan.

Ketakutan yang menyelimuti lingkaran dalam Khadafy jelas dari kenyataan bahwa bungker itu memiliki segala yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup selama beberapa bulan meski terputus dari dunia luar. Harian Inggris Dailymail, Senin (28/2/2011), melaporkan, bahkan dalam keadaan darurat, penguasa lalim berusia 69 tahun itu jelas tidak sudi untuk berkubang kekumuhan di bawah tanah. Dalam satu ruangan terdapat meja pijat empuk di mana ia bisa bersantai, dengan para bantuannya, mungkin, perawat Ukraina-nya atau salah satu dari 40 perempuan penjaga keamanannya.

Di tempat lain, penguasa gila eksentrik itu bahkan memiliki tombol khusus yang dipasang di dinding di samping toilet—untuk memanggil seorang pelayan. Ada juga tombol yang diposisikan dalam jangkauan siapa pun yang duduk di WC di kamar tidur utama. Tidak jelas untuk apa ada perlengkapan seperti itu.

Di sepanjang lorong-lorong dan serangkaian pintu, bungker itu berisi sistem pendukung kehidupan canggih dengan pembangkit listrik dan sistem penyaringan udara yang terlihat dirancang untuk memasok udara segar dalam hal terjadi serangan senjata kimia. Mesin-mesin itu berlogo perusahaan rekayasa Barat, termasuk Dwyer dari Amerika Serikat dan Luwa dari Swiss. Sejumlah label tertera di panel kontrol yang menunjukkan bahwa alat-alat tersebut diuji secara rutin dan barusan saja oleh para insinyur Barat, yang menulis dalam bahasa Inggris hal-hal seperti: “14 Jan 2011, Uji Coba OK”.

Dailymail melaporkan, bungker bawah tanah itu memiliki tujuh kamar tidur, tiga di antaranya kamar suite, dan sebuah dapur besar, ditambah jaringan lorong-lorong dan lubang-lubang kecil yang akhirnya mengarah ke poros untuk melarikan diri ke pedesaan sekitar.

Kawasan yang mengelilingi istana musim panas Khadafy yang punya panorama ke arah laut itu berupa bukit-bukit yang mengingatkan orang pada pedesaan Inggris, dengan pohon-pohon, pagar, dan padang rumput. Suasananya sunyi, hanya ada suara angin dan kicauan burung.

Para penjarah telah dengan penuh semangat menggeledah setiap kamar dan membakar gedung itu, tetapi masih tersisa ornamen-ornamen mencolok berukir emas dan bingkai-bingkai foto dari kayu. Perapian besar diapit oleh kolom tinggi yang dihiasi dengan daun-emas tanaman merambat ivy. Mewah? Mungkin ya, tetapi stylish pasti tidak.

Kemarin, warga Libya yang penasaran mendatangi puing-puing pemborosan Khadafy itu. Abdul Karim (22), seorang mahasiswa, berkata, “Bayangkan jika dia menghabiskan jumlah uang yang sama untuk rakyat untuk membangun rumah-rumah dan sekolah-sekolah. Itu yang membuat saya begitu marah melihat ini, ketika begitu banyak orang baik bahkan tidak memiliki rumah yang layak.” Dia menambahkan, “Tampaknya orang-orang pertama yang datang ke sini menemukan dua juta dinar (sekitar 1,4 juta poundsterling) uang tunai, dan banyak potongan emas.”

Taha Arabia, seorang insinyur berumur 58 tahun, hampir meneteskan air mata. Dia berkata, “Saya tidak bisa percaya bahwa saya berdiri di sini untuk melihat ini. Tidak seorang pun pernah bisa mendekat ke sini, tidak terbayangkan di dalamnya. Ia tinggal dalam kemewahan sementara rakyatnya tinggal di selokan. Kami tak punya apa-apa.”

Inilah Foto Perawat Bahenol Qadhafi Yang Sekarang Sudah Pulang Kampung

Perawat Bahenol Khadafi Ukraina Pulang Kampung

Perawat Bahenol Khadafi Ukraina Pulang Kampung

Perawat Presiden Moammar Qadhafi yang dijuluki “si pirang bahenol” telah tiba di Kiev, Ukraina. Seperti dilaporkan hari ini, Senin (28/02), Galyna Kolotnytska tiba di negaranya setelah dievakuasi oleh pesawat kementerian pertahanan Ukraina bersama 185 orang lainnya.

Kolotnytska, 38 tahun, tiba di Kiev kemarin. Dia merupakan salah satu dari empat perawat asal Ukraina yang mengurus Qadhafi. Dia bahkan telah menjadi orang kepercayaan yang selalu ikut kemana pun pemimpin eksentrik itu pergi. Dalam kawat diplomatik yang dibocorkan situs WikiLeaks, dia diduga sebagai kekasih Qadhafi.

“Staf protokol Qadhafi menegaskan kepada beberapa kedutaan bahwa Qadhafi tidak dapat melakukan perjalanan tanpa Kolotnytska. Sebab dia mengetahui rutinitas Qadhafi,” demikian yang tertulis dalam kawat 2009 dari Gene Cretz, duta besar Amerika Serikat untuk Libya. Dia juga melaporkan rumor kemungkinan Qadhafi dan Kolotnytska terlibat hubungan romantis. Cretz akhirnya ditarik dari Libya setelah dokumen itu bocor ke publik.

Menurut anak perempuan Kolotnytska, Tatyana, ibunya tenang sebelum meninggalkan Tripoli. “Dia berbicara dengan suara tenang dan mengatakan tidak cemas dan akan pulang segera,” demikian keterangan yang dikutip surat kabar Ukraina, Segod. Tatyana mengungkapkan ibunya tinggal di Libya selama sembilan tahun sebagai perawat Qadhafi. “Karena beberapa alasan, Qadhafi tidak mempercayai perempuan Libya untuk tugas itu,” lanjutnya.

Massa Pendukung Khadafi Bentrok Dengan Demonstran Ribuan Orang Dilaporkan Tewas

Pemimpin Libya Moammar Khadafy makin brutal menghadapi protes massa. Khadafy, Kamis (24/2), memerintahkan militernya menghalau massa dengan rudal antipesawat dan senjata otomatis hingga menara sebuah masjid di Zawiya, 50 km sebelah barat Tripoli, ikut hancur.

Meski hingga Rabu sekitar 1.000 orang tewas akibat aksi militer, kekerasan terhadap massa yang menggelar aksi antirezim Khadafy masih terus terjadi. Rudal antipesawat dan senjata otomatis ditembakkan ke masjid di Zawiya karena ribuan pengunjuk rasa berkemah di dalam dan sekitar masjid.

Dilaporkan, menara masjid rusak berat. Meski belum ada laporan resmi tentang korban jiwa terbaru, saksi mata menduga kuat, tembakan rudal dan senjata otomatis menyebabkan jatuhnya korban. Militer kembali berjuang keras mempertahankan posisi Khadafy ketika massa antipemerintah terus melancarkan protes di Zawiya dan kota-kota lain di wilayah barat, dekat Tripoli.

Aksi militer yang tidak kalah seru terjadi di Tripoli, Rabu malam. Tentara yang diperkuat oleh milisi Komite Rakyat, sebuah garda depan Khadafy untuk mengantisipasi jika para tentara tidak loyal lagi kepadanya, melepaskan tembakan membabi buta terhadap kerumunan massa. Suasana kota Tripoli mencekam. Ratusan tentara dan milisi terus berkeliaran di jalan-jalan untuk memastikan tak ada warga yang keluar rumah. Tank dan kendaraan lapis baja ditempatkan di sejumlah titik rawan.

Kekerasan militer pendukung Khadafy makin menjadi-jadi karena massa terus bertahan di kota-kota di barat Tripoli. Beberapa kota di timur, seperti Sirte, Tobruk, dan Benghazi, juga sudah dikuasai massa ”pemberontak” terhadap rezim Khadafy. Massa berniat ”mengepung” Tripoli yang dikuasai tentara bersenjata lengkap, termasuk tank dan kendaraan lapis baja.

Brutal

Saksi mata, yang meminta namanya dirahasiakan karena takut menjadi target pembunuhan, mengatakan, serangan rudal antipesawat dan senjata otomatis itu terjadi pada Kamis pukul 09.00 di Zawiya. Sehari sebelumnya, seorang pesuruh Khadafy, Abdullah Megrahi, datang memperingatkan para pengunjuk rasa agar segera bubar atau siap dibantai. ”Kami katakan kepadanya, kami takkan pergi, mati atau menang,” kata seorang saksi.

Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (IFHR) mengatakan, korban tewas, hingga Rabu, mencapai 640 orang, termasuk lebih dari 130 tentara yang dieksekusi atasan mereka karena tidak mau menembaki demonstran. Korban tewas yang diakui pemerintah 300 orang, termasuk 111 tentara.

Souhayr Belhassen dari IFHR mengatakan, sebanyak 275 orang tewas di Tripoli dan sisanya tewas di Benghazi. ”Jumlah korban tewas di Benghazi sudah termasuk 130 tentara yang dieksekusi oleh perwira militer mereka karena menolak melepaskan tembakan ke arah demonstran,” kata Belhassen.

Franco Frattini, Menteri Luar Negeri Italia, negara yang pernah menjajah Libya, mengatakan, berdasarkan keterangan dari sejumlah rumah sakit di Libya dan sumber yang layak dipercaya, korban tewas lebih dari 1.000 orang. Para korban tewas itu semuanya akibat kekerasan tentara yang masih setia kepada Khadafy serta para milisi Komite Rakyat.

Fakta serupa diungkapkan mantan kepala protokol Khadafy, Nouri el-Mismari, bahwa korban tewas di Libya lebih dari 1.000 orang. Ia menambahkan, 600 orang di antaranya tewas akibat kekerasan di Tripoli. ”Lebih dari 1.000 orang tewas, semuanya warga Libya,” kata Mismari tanpa merinci.

Warga menuturkan, mereka nyaris tak percaya militer Khadafy sampai sebegitu brutal menyerang rakyatnya sendiri. ”Apa yang terjadi sangat mengerikan. Mereka yang menyerang kami bukan tentara bayaran. Mereka adalah anak-anak negeri kami sendiri. Sekarang ada tembakan dengan senjata berat dan mengebom menara masjid,” kata saksi lain sambil menangis di Zawiya.

Barak tentara bayaran

Penduduk yang emosional mengamuk dan menghancurkan sebuah barak yang dihuni satu batalyon tentara bayaran dari Afrika yang direkrut Khadafy untuk melawan demonstran di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya. Bangunannya hancur berantakan. Di dindingnya tertulis kata-kata yang mengutuk Khadafy, yakni ”Libya Bebas” dan ”Turunkan Khadafy”.

Seorang pengacara di Benghazi mengatakan, Komite Keamanan yang dibentuk warga sipil di sana menangkap 36 tentara bayaran dari Chad, Niger, dan Sudan yang dikerahkan oleh Praetorian Guard Khadafy untuk mengamankan kota. Traktor dan alat berat lain telah menghancurkan sebuah gedung. Sebuah stasiun polisi terdekat dibakar.

Sepanjang kekuasaannya sejak 1 September 1969, Khadafy telah melakukan banyak kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri. Pada 1970-an, Khadafy memerintahkan polisi dan pasukan keamanan Komite Rakyat menangkap ratusan warga Libya yang menentang atau pihak-pihak yang dikhawatirkan dapat menentang pemerintahannya.

Pada 1976, misalnya, Khadafy resmi mengeksekusi 22 perwira. Pada 1980, Khadafi menjatuhkan hukuman mati kepada orang- orang asing yang disebutnya ”anjing liar”. Amnesti Internasional melaporkan, pada 1988, Khadafy melakukan ”penangkapan, penahanan sewenang-wenang, penghilangan, penyiksaan, dan hukuman mati”.

Human Rights Watch mencatat, tindakan represi internal paling berdarah dilakukan Khadafy pada 1996. Lebih dari 1.000 tahanan ditembak mati di Penjara Abu Salim. Pada 2000-an, ratusan orang ditahan, tetapi akhirnya dibebaskan, termasuk tahanan politik terlama di Libya, Ahmad Zubair Ahmad al-Sanussi. Ia dituduh terlibat upaya kudeta pada 1970 dan dibebaskan setelah 31 tahun mendekam di penjara.

Pemimpin dunia kecam

Para pemimpin dunia kembali melancarkan kecaman kepada Khadafy. Presiden AS Barack Obama menilai kekerasan, penderitaan, dan pertumpahan darah di Libya sudah ”keterlaluan dan tidak bisa diterima”. Ia meminta masyarakat dunia bersatu membantu rakyat Libya keluar dari krisis politik. AS menyiapkan sanksi terhadap Libya.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berharap Uni Eropa memutuskan hubungan ekonomi dengan Libya. Menteri Pertahanan Perancis Alain Juppe berharap kekuasaan Khadafy segera berakhir. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengecam Khadafy dan meminta pembantaian diakhiri. Dunia internasional agar bertindak tegas membantu rakyat Libya yang tertekan.

Mustapha Abdeljalil, mantan Menteri Kehakiman Libya, menuturkan, Khadafy bakal bunuh diri seperti Adolf Hitler, bukan menyerahkan kekuasaan. Abdeljalil berharap Khadafy lebih memilih mati di tanah airnya sendiri daripada kabur ke luar negeri. Kecaman datang dari berbagai negara di Afrika, Eropa, Amerika, Asia, dan juga Australia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Indonesia tidak hanya prihatin atas krisis Libya, tetapi juga meminta PBB dan komunitas global mengambil langkah riil mencegah kekerasan di Libya. Kekerasan sudah di luar batas kepatutan. Krisis Libya dan negara lain di Timur Tengah dikhawatirkan memicu gejolak ekonomi global.

Negara Asia Siap Evakuasi 100.000 Warga Dari Libya Setelah Militer Libya Pecah Hingga Terjadi Perang Saudara

Prajurit militer Libya dan pengunjuk rasa berdiri di atas van militer sambil meneriakkan slogan-slogan antipemimpin Libya Moammar Khadafy dalam aksi unjuk rasa di Tobruk, Libya, Rabu (23/2). Di Tripoli, tembakan senjata dilepaskan militer yang loyal kepada Khadafy untuk membungkam pengunjuk rasa.

Negara-negara Asia mempersiapkan rencana evakuasi besar-besaran bagi 100.000 migran yang terperangkap di Libya. Sebagian besar adalah pekerja kasar di lokasi-lokasi konstruksi.

Pengaturan untuk menggunakan kapal-kapal penumpang, pesawat-pesawat, dan rute-rute darat ke Mesir sedang dipertimbangkan, sementara sejumlah pemerintah berusaha menjamin keselamatan warga mereka kendati ada hambatan komunikasi.

Mayoritas adalah pekerja kontrak, 60.000 warga Bangladesh, 30.000 warga Filipina, 23.000 warga Thailand, dan 18.000 warga India. China menyusun rencana untuk menyelamatkan sekitar 30.000 warganya. Banyak di antara mereka merupakan teknisi di sektor-sektor minyak, kereta api, dan telekomunikasi. Sementara itu, Hanoi memantau kondisi 10.000 warga Vietnam.

“Ini operasi besar-besaran,” kata Menteri Luar Negeri India Nirupama Rao. “Kami tidak hanya melakukan pengaturan bagi pesawat atau kapal-kapal, tetapi juga mengurus izin dari pihak berwenang Libya bagi pesawat kami untuk mendarat di sana.”

Dari 18.000 warga India di Libya, sekitar 3.000 orang dilaporkan tinggal di Kota Benghazi yang bekerja pada perusahaan-perusahaan mobil dan rumah-rumah sakit. Rao mengatakan, sebuah kapal penumpang India dapat mengangkut 1.000 orang dari Laut Merah.

China akan mengirim sebuah pesawat, kapal-kapal kargo, dan kapal-kapal nelayan ke Libya untuk membantu mengevakuasi warganya. Sebuah pesawat Air China akan meninggalkan Beijing menuju Athena, sementara pemerintah menunggu izin untuk mendarat di negara Afrika utara itu.

Kementerian Luar Negeri China “memutuskan untuk segera mengirim pesawat sipil carteran, kapal-kapal kargo di perairan terdekat, dan kapal-kapal nelayan China untuk mengangkut kebutuhan hidup dan pasokan medis.” China juga akan berusaha menyewa kapal-kapal penumpang skala besar dan bus-bus.

Wakil Presiden Filipina Jejomar Binay, yang negaranya banyak menerima kiriman uang dari sembilan juta warganya, akan terbang ke Timur Tengah, Jumat (25/2/2011), untuk meninjau rencana darurat bagi warga Filipina di kawasan itu.

Manila mengatakan, pihaknya akan membeli tiket-tiket pesawat untuk 30.000 warganya di Libya yang ingin pulang. Binay akan mengunjungi Kuwait dan Arab Saudi serta Abu Dhabi dan Dubai di Uni Emirat Arab. Ia diperkirakan akan bertemu para diplomat dan mengatur pemulangan warga Filipina.

Banyak warga Filipina bekerja di Timur Tengah, termasuk sekitar 32.000 orang di Bahrain dan Yaman yang dilanda protes. Bangladesh mengatakan, pihaknya akan menyusun satu rencana evakuasi.

“Evakuasi adalah satu opsi,” kata Menlu Mijarul Quayes kepada wartawan di Dhaka. “Jika mungkin, kami akan memulangkan semua pekerja kami ke Bangladesh.” Thailand memiliki 23.000 pekerja kontrak, sebagian besar di sektor konstruksi, di semua lokasi di Libya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Thailand di Tripoli telah menghubungi para pekerja dan menganjurkan mereka agar siap dievakuasi, mungkin dengan kapal-kapal dari negara-negara lain untuk membawa mereka ke Malta. Hal ini disampaikan Kementerian Perburuhan di Bangkok.

Adapun Pemerintah Indonesia mengatakan, sejumlah pekerja sedang ditampung di kedutaannya di Tripoli dan rencana evakuasi sedang diatur bagi sekitar 875 warganya. Malaysia juga melakukan pengaturan yang sama bagi pemulangan 190 warganya

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengeroyok Libya yang dipimpin diktator Moammar Khadafy.

Perancis, misalnya, bersumpah, Rabu (23/2/2011), akan menjatuhkan sanksi kepada Libya karena tindakan brutal Khadafy terhadap para demonstran yang disebutnya sebagai kejahatan melawan kemanusiaan.

“Penindasan brutal dan berdarah yang terus berlangsung terhadap warga sipil Libya itu menjijikkan,” kata Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam pernyataannya di Paris, Rabu.

“Komunitas internasional tidak bisa hanya sebagai penonton kekerasan masif terhadap hak asasi manusia ini,” katanya.

Sementara itu, di Washington, juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, juga mengutuk serangan di Libya. “Kekerasan ini mengerikan, benar-benar tidak dapat diterima, dan pertumpahan darah harus dihentikan,” katanya.

Ribuan warga Tunisia menyelamatkan diri dari Libya dengan menyeberangi perbatasan ke Tunisia di pos lintas Ras El Jedir, sekitar 600 kilometer selatan Tunis.

Kantor berita resmi Tunisia, TAP, Rabu (23/2/2011), melaporkan, sekitar 2.500 warga menyeberangi perbatasan setiap enam menit, dibantu Bulan Sabit Merah Tunisia.

Sebagian besar para warga itu telah melakukan perjalanan yang jauh untuk mencapai perbatasan itu. Menurut laporan tersebut, regu medis dan paramedis mendirikan rumah sakit militer sementara dan perusahaan bus setempat menyediakan angkutan gratis ke kota tetangga, Ben Guerdane.

Satu rombongan darurat yang membawa obat-obatan dan bahan pangan telah dikirimkan sebagai bantuan untuk warga Libya di Ras El Jedir, Rabu malam.

Selain itu, masih menurut laporan tadi, sejumlah rumah sakit dan tempat penginapan sedang bersiap untuk menampung tambahan jumlah pengungsi Libya yang menyelamatkan diri dari kekerasan di negara mereka.

Dua Gempa Berskala 6.3 Ritcher Guncang Selandia Baru Ratusan Tewas dan Kerugian Mencapai 8,6 Milyar Dollar

Gempa bumi kuat mengguncang Christchurch, salah satu kota terbesar di Selandia Baru, Selasa (22/2), pada hari kerja yang sibuk. Gempa itu meluluhlantakkan gedung tinggi dan gereja, mengimpit bus, serta menewaskan sedikitnya 65 orang, salah satu bencana alam terburuk di negara itu.

Gempa bumi itu adalah yang kedua dalam lima bulan terakhir yang mengguncang Christchurch, kota berpenduduk 350.000 jiwa. Namun, gempa yang berkekuatan 6,3 skala Richter ini menimbulkan kerusakan lebih parah dibandingkan dengan gempa bulan September, sebelum fajar di akhir pekan.

Lebih dari 100 orang, termasuk belasan mahasiswa Jepang yang tengah berkunjung, diperkirakan masih terperangkap di bawah reruntuhan saat kegelapan dan hujan gerimis turun, Selasa malam.

”Kita mungkin menyaksikan hari tergelap Selandia Baru,” kata PM John Kerr yang bergegas ke kota itu beberapa jam setelah gempa. Dia mengatakan, jumlah korban jiwa 65 orang.

”Orang-orang duduk di pinggir jalan, kebingungan. Mereka sedang menderita,” katanya, memperingatkan jumlah korban bisa bertambah.

Gempa bumi yang paling memakan korban dalam 80 tahun terakhir itu terjadi ketika jalan-jalan kota penuh dengan orang yang berbelanja dan menikmati makan siang. Gempa itu mengubah pusat kota Christchurch menjadi zona bencana, penuh puing dengan warga yang terluka dan kebingungan.

Menara katedral kota itu roboh ke sebuah lapangan, sedangkan gedung-gedung bertingkat runtuh, bata dan puing-puing berserakan di jalan-jalan.

Trotoar dan jalan-jalan retak. Ribuan orang yang kebingungan berteriak dan menangis berkeluyuran di jalan-jalan, sementara sirene dan alarm tanda bencana meraung-raung.

Wali Kota Christchurch Bob Parker menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan warganya untuk meninggalkan pusat kota. Dia mengatakan, tidak bisa memastikan jumlah orang yang terperangkap di reruntuhan, tetapi diperkirakan jumlahnya lebih dari 100, bahkan sampai 200 orang.

Pasukan dikerahkan untuk membantu orang keluar. Helikopter penyelamat menjemput korban dari atap bangunan yang tangganya runtuh. Warga di seluruh kota diminta untuk tinggal di rumah atau di rumah tetangga, menghemat air dan makanan.

Bandara ditutup dan Rumah Sakit Christchurch sempat dipindahkan sebelum dibuka kembali. Tiang listrik dan telepon roboh. Polisi mengatakan, laporan korban tewas termasuk penumpang di dua bus yang remuk karena tertimpa bangunan.

Pada puncak kekacauan di kota itu, sukarelawan menggali puing-puing dengan tangan telanjang untuk menolong mereka yang terperangkap.

Survei Geologi AS mengatakan, gempa itu berpusat 5 kilometer barat daya Christchurch pada kedalaman 4 km. Dua gempa susulan besar—berkekuatan 5,6 skala Richter dan 5,5 skala Richter—mengguncang kota itu, dua jam setelah gempa utama. Gempa susulan itu dirasakan di sebagian besar Pulau Selatan dan menyebabkan kerusakan di kota-kota di dekatnya. Namun, besarnya kerusakan belum diketahui.

Sedikitnya 65 orang tewas dalam gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter yang mengguncang kota Christchurch, Selandia Baru, Selasa. Korban diperkirakan masih akan bertambah. Saat ini para penolong tengah membongkar reruntuhan untuk menemukan orang-orang atau mayat-mayat yang terjebak dalam bangunan yang ambruk. Gempa tersebut merupakan gempa kedua yang menghantam kota itu dalam lima bulan terakhir.

“Kami dapat menyaksikan hari paling gelap bagi Selandia Baru. Jumlah korban (tewas) yang saya ketahui saat ini adalah 65 orang dan angka itu mungkin naik,” kata Perdana Menteri Selandia Baru John Key kepada televisi lokal.

Gempa itu terjadi pada saat makan siang, yaitu pukul 12.51 (atau 06.51 WIB), ketika jalan-jalan dan toko penuh sesak dengan pengunjung dan orang-orang masih berada di kantor. Pusat gempa berada hanya sekitar lima kilometer dari Christchurch dan terletak di kedalaman empat kilometer.

Wali Kota Christchurch menggambarkan kota berpenduduk hampir 400.000 orang itu sebagai medan perang. “Ada kematian, ada banyak yang luka, akan ada banyak yang bersedih di kota ini,” kata Bob Parker, Wali Kota Christchurch, kepada Australian TV melalui telepon.

Beberapa saat setelah gempa, helikopter menumpahkan air dalam jumlah besar untuk memadamkan sebuah kebakaran di gedung perkantoran yang tinggi. Sebuah crane membantu untuk menyelamatkan para pekerja yang terjebak di gedung perkantoran lain.

“Saya berada di sisi kanan lapangan di luar katedral, yang bagian depannya telah runtuh, dan ada orang lari dari sana. Ada orang juga di dalam,” kata John Gurr, teknisi kamera yang berada di pusat kota ketika gempa itu melanda.

Gempa bumi dahsyat yang melanda Christchurch, Selandia Baru, menelan kerugian industri asuransi sampai dengan 11,5 miliar dollar Selandia Baru atau setara dengan 8,6 miliar dollar AS. Informasi ini berasal dari perusahaan pemodelan bencana AIR Worldwide, Rabu (23/2/2011).

Perusahaan berbasis di AS, yang mengkhususkan diri dalam peramalan biaya bencana alam dan serangan teror, mengatakan kerusakan gempa yang luas sebagian besar telah menutup pusat bisnis kota dan infrastruktur juga telah terpukul keras. “AIR Worldwide memperkirakan bahwa kerugian industri asuransi … akan berkisar antara 5,0 miliar dollar Selandia Baru hingga 11,5 miliar dollar Selandia Baru,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan integritas struktur bangunan yang masih bertahan di pusat bisnis Christchurch perlu hati-hati dinilai setelah kota itu untuk kedua kalinya dilanda gempa besar dalam enam bulan. Jalan dan jembatan di Christchurch telah rusak oleh pencairan, ketika getaran seismik memutar cairan bumi, AIR mengatakan, mencatat pinggiran kota dan sekitarnya juga telah terpengaruh. Gempa 6,3 SR pada Selasa menyusul gempa berkekuatan 7,0 pada September dan AIR mengatakan gempa susulan yang kuat di kota itu tetap menjadi perhatian.

Dikatakan estimasi kerugian mencakup kerusakan bangunan komersial dan rumah yang diasuransikan, isi mereka dan gangguan langsung pada operasi bisnis. Properti yang tidak diasuransikan dan kerusakan mobil, tanah, dan infrastruktur bukan bagian dari estimasi.

Muammar Qadhafi Umumkan Perang Terhadap Makar Pemberontakan Partai Politik Oposisi

Pemimpin Libya Muammar Qadhafi memerintahkan pendukungnya berperang dengan demonstran mulai hari ini, Rabu (23/2). “Kalian laki-laki dan perempuan yang mencintai Qadhafi, keluar dari rumah dan penuhi jalanan. Tinggalkan rumahmu dan serang mereka di sarangnya,” kata dia tadi malam di kediamannya yang disiarkan televisi.

Qadhafi berseru dari podium di depan gedung yang pernah dibom oleh angkatan udara Amerika pada 1980. Bangunan itu dibiarkan rusak sebagai monumen. Kepada pendukungnya Qadhafi mengatakan ia adalah pejuang revolusioner dan akan mati sebagai martir.

Ia pun menegaskan sebagai pemimpin revolusi, ia bukan presiden yang bisa diminta mundur. “Saya belum perintahkan penyerangan, belum perintahkan penembakan, saat itu saya perintahhkan, semua akan terbakar,” tegasnya.

Ia memerintahkan pendukungnya agar mengambil alih jalanan dan menyerang pendemo. Ia meminta mereka memakai ikat lengan berwarna hijau sebagai identitas mereka.

Pidato Qadhafi itu ditayangkan di layar dan disaksikan ratusan massa pendukungnya yang berkumpul di pusat Green Square, Tripoli.

Dalam pidatonya, Qadhafi mengingatkan ketidakstabilan di negaranya saat ini bisa menjadi kesempatakn bagi kelompok ekstrimis Al-Qaeda membangun basisnya. Ia juga mengingatkan bisa menggunakan kekuatan ekstrim melawan oposisi di kota Derna dan Bayda, seperti yang dilakukan Rusia dan Cina saat komunitas internasional tidak ikut campur tangan.

Ia menawarkan konstitusi baru kepada rakyat, dimulai dari hari ini tetapi menegaskan konstitusi hanya dapat dibuat melalui dialog.

Ia mengatakan generasi muda saat ini menggunakan obat terlarang dan tidak mengerti apapun. Mereka mengikuti pemimpin Islam, dan pemimpin tersebut akan dihukum mati berdasarkan hukum Libya.

Tak berapa lama dari pidato itu disiarkan, Menteri Dalam Negeri Libya Abdul-Fatah Younis mengumumkan pengunduran diri dan mendukung “Revolusi 17 Februari”.