Monthly Archives: September 2013

Kasus Penyikasaan Anak Anak Marak Di Madrasah Inggris

LEBIH dari 400 tuduhan penyiksaan fisik dalam tiga tahun terakhir terjadi di madrasah-madrasah di Inggris, menurut penyelidikan BBC. Survei itu menunjukkan anak-anak dipukul di punggung, ditendang dan ditarik rambutnya oleh para guru.
Seorang jaksa senior mengatakan kasus-kasus ini hanya merupakan puncak gunung es karena banyak yang tidak diajukan ke pengadilan.

Data dari 180 pemerintah daerah di Inggris menunjukkan terdapat 420 kasus penyiksaan fisik dalam tiga tahun terakhir.
Dikutip dari BBC Indonesia, hukuman fisik dilarang di sekolah-sekolah umum Inggris namun tidak termasuk kelas-kelas agama yang biasanya dijadikan ekstrakurikuler.

Kelas-kelas agama di luar jam sekolah ini biasanya dilangsungkan kurang dari 12,5 jam per minggu. Sejauh ini hanya 10 kasus yang dibawa ke pengadilan dan hanya dua yang berujung dengan hukuman.

Dr Ghayasuddin Siddiqui, pendiri Institut Muslim mengatakan kepada BBC, harus ada peraturan nasional untuk mengatur madrasah-madrasah di Inggris. “Kita menghancurkan kehidupan anak-anak muda,” katanya.

“Harus ada satu sistem untuk menjamin bahwa yang terjadi di dalam kelas adalah belajar mengajar bukan penyiksaan fisik,” kata Siddiqui. Mohammed Shahid Raza, ketua Dewan Penasehat Masjid dan Imam mengatakan kepada BBC, data itu “sangat mengkhawatirkan dan mengejutkan.”

“Tidak ada tempat untuk penyiksaan seperti itu dalam kelas agama kami,” kata Raza.

“Kita tinggal dalam masyarakat yang beradab dan hukuman ini tidak dapat diterima,” tambahnya.

Seorang juru bicara departemen pendidikan menambahkan, “Pemerintah tidak menerima penyiksaan fisik di sekolah-sekolah dan tempat-tempat lain yang melibatkan anak-anak. Penyiksaan terhadap anak-anak dan tuduhan apapun harus dilaporkan ke polisi.” “Kami berharap organisasi yang mengurus anak-anak untuk bertanggung jawab penuh dalam melindungi anak-anak atau orang dewasa yang rentan,” tambah juru bicara departemen pendidikan

Advertisements

Seekor Babun Remas Remas Payudara Reporter Wanita Sabrina Rodriguez Didepan Kamera

Seekor babun menjadi “bintang” televisi setelah dia meremas dada seorang reporter perempuan yang sedang siaran langsung.

Peristiwa langka ini menimpa Sabrina Rodriguez (29), reporter stasiun televisi Fox 40. Dia tengah merekam laporannya terkait Festival Lodi Grape pada 12 September lalu.

Tak dinyana, seekor babun—yang disertakan dalam rekaman itu—berbuat nakal. Babun bernama Mickey itu “meremas” payudara sang reporter.

Sebagai seorang profesional, Sabrina mencoba untuk tidak terganggu dan mencoba menjadikan kenakalan si babun sebagai bahan lelucon.

“Dia (Mickey) sedang mencoba mengambil sedikit diri saya,” kata Sabrina sambil tetap tersenyum.

Namun, Mickey menolak menyingkirkan tangannya dari dada Sabrina dan bahkan meremas dada sang reporter sehingga dia harus menyudahi laporannya.

“Tetaplah bersama kami saat kami mempelajari mengapa babun gemar meremas,” kata Sabrina.

Sebelum kejadian itu, semua berjalan lancar. Kepada penonton, Sabrina memperkenalkan Mickey dan keduanya bahkan berjabat tangan dengan cukup sopan.

Namun, sedetik kemudian, Mickey sudah bergelayut di bahu Sabrina, sementara tangannya berusaha meraba-raba sang reporter. Tak lupa Mickey memandang kamera memamerkan “senyumannya”.

Saat itu, Sabrina tengah merekam laporannya terkait Festival Lodi Grape yang berlangsung pada 12-15 September lalu. Laporan itu secara khusus bercerita tentang kera.

Laporan itu akan menerangkan bahwa babun adalah makhluk sosial, dan Mickey mempraktikkan hal itu dengan sangat baik di layar televisi.

Sebelum tampil bersama Sabrina, Mickey sudah menjadi bintang saat bermain bersama aktor Tom Cruise dalam film Rock of Ages yang dirilis pada 2012.

Kelompok Al Shabaab Dari Al Qaeda Serang Mall Westgate Di Kenya dan Tewaskan 68 Pengunjung

Sebanyak 68 orang dilaporkan tewas dan 175 korban lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di mal Westgare di Kota Nairobi, Kenya. Penyerbuan mulai terjadi pada hari Sabtu, 21 September 2013.

Semula, seperti dilaporkan BBC, baku tembak diduga sebagai upaya perampokan. Akan tetapi, kemudian pihak Kepolisian Kenya mengatakan aksi penembakan ini merupakan serangan teroris. Sekelompok bersenjata, yang diduga merupakan kelompok Islam ektrimis, menembakkan senapan sehingga menyebabkan ratusan korban berjatuhan. Dalam aksinya, mereka juga menggunakan granat. Wartawan Reuters yang berada di luar lokasi mengatakan, ia mendengar suara tembakan dan beberapa ledakan.

Jumlah penyerang masih simpang siur. Kepada Reuters, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan sekitar 10-15 orang gerilyawan, yang kemungkinan besar didominasi perempuan, berhasil mengambil-alih mal dan melakukan penyanderaan ratusan pengunjung mal. Sementara itu, sebuah stasiun televisi Kenya menyebutkan angka 30 orang.

Sejumlah pengunjung mal berhasil lolos pada hari Minggu. Dari pernyataan mereka, masih banyak pengunjung lainnya terjebak dan tersembunyi di dalam bangunan. Saksi mata menuturkan, para penyerang menggunakan senapan jenis AK-47 dan mengenakan sabuk amunisi.

Tragedi berdarah mengguncang Kenya. Serangan yang mulai terjadi pada Sabtu siang waktu setempat telah menewaskan setidaknya 68 orang. Kelompok militan Al Shabaab mengklaim mereka lah yang berada di balik penyerangan ini.

Dikutip dari laman Reuters, Al Shabaab menuntut Kenya untuk menarik pasukannya dari Somalia. Menurut Al Shabaaab, pasukan Kenya telah melakukan serangan kepada warga muslim tak bersalah di Somalia.

Sementara itu, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta berjanji untuk melumpuhkan para penyerang. Dalam pidato pada hari Minggu, ia berjanji untuk menghukum dalang penyerangan dengan “cepat dan menyakitkan”.

Namun, juru bicara operasi militer Al-Shabaab justru mengejek sang presiden dan menyatakan, bahwa penyerangan akan terus berlanjut di berbagai lokasi jika pasukan Kenya tak kunjung ditarik dari Somalia.

“Di mana Uhuru Kenyatta mendapatkan kekuatan untuk mengancam kami?” ujar Sheikh Abu Musab Abdiasis, juru bicara operasi militer Al-Shabaab, kepada Reuters di Somalia.

“Pasukan Kenya adalah (pasukan) terlemah di Afrika. Kami telah memerangi pasukan Kenya selama dua tahun. Jika Uhuru menginginkan perdamaian, ia harus menarik pasukannya dari Somalia,” katanya.

Bahkan, Abu Musab menantang Uhuru. Daripada Uhuru hanya mengancam dan menggertak, lebih baik ia mengambil senjatanya sendiri dan bertemu pasukan Al Shabaab di garis depan. Al Shabaab adalah kelompok militan di Somalia, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Pemerintah Kenya menyatakan, mal yang mulai diserang pada Sabtu, 21 September 2013 siang, kini telah berada di bawah kontrol pasukan kemanan Kenya. Seorang juru bicara militer mengatakan, sebagian besar sandera telah berhasil keluar dari mal dan selamat. Namun demikian, kelompok penyandera masih terlihat memegang sandera di dalam mal.

“Sebagian besar sandera telah dibebaskan. Angkatan Pertahanan Kenya telah mengambil alih sebagian besar bangunan (mal),” ucap Kolonel Cyrus Oguna kepada stasuin televisi lokal KTN, seperti dilansir laman Reuters.

Ia tidak menyebutkan, apakah para penyerang akan ditangkap atau dibunuh. Yang jelas, komandan militer berharap untuk mengakhiri operasi mematikan ini sesegera mungkin.

Penyerangan yang terjadi di mal Westgate di Kota Nairobi telah menewaskan 68 orang sedangkan 175 orang lainnya mengalami luka-luka. Penembakan mulai terjadi di hari Sabtu. Pengunjung mal berlarian keluar sementara lainnya bersembunyi dan terjebak di dalam mal. Pihak keamanan mulai masuk ke dalam mal pada hari Minggu pagi.

25 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Gereja Pakistan

Dua ledakan bom terjadi di sebuah gereja di barat laut Peshawar, Pakistan, Ahad, 22 September 2013. Sedikitnya 25 orang tewas dan 45 lainnya terluka akibat peristiwa tersebut.

Pejabat kepolisian Peshawar Sahibzada Anees mengkonfirmasi jumlah korban ledakan bom tersebut. Dilansir dari Xinhua, dia mengatakan sebanyak 25 orang terbunuh dan 45 terluka, termasuk anggota polisi, empat perempuan, dan empat anak-anak.

Adapun media lokal mengutip sumber rumah sakit mengatakan bahwa 28 orang terbunuh dalam serangan tersebut.

Serangan bom itu terjadi sekitar pukul 11.45 pagi waktu setempat. Dua pembom bunuh diri meledakan bom di gereja di pasar Qissa Khawani saat jemaat meninggalkan gereja setelah kebaktian. Saat itu, sekitar 300 orang tengah berada di lokasi saat serangan terjadi.

Laporan awal mengatakan ledakan itu adalah bom bunuh diri tunggal, tapi regu penjinak bom mengkonfirmasi belakangan bahwa ledakan itu adalah serangan bom bunuh diriyang dilakukan dua orang. Bagian-bagian tubuh dari pembom bunuh diri itu ditemukan di sekitar lokasi ledakan.

“Diperkirakan 8 kilogram bahan peledak digunakan dalam serangan itu,” kata pejabat penjinak bom, seperti dilansir Xinhua, Minggu, 22 September 2013.

Polisi dan tim penolong segera meluncur ke lokasi kejadian sesaat setelah ledakan terjadi. Para korban luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah menyatakan berduka cita atas ledakan itu.