Category Archives: India dan sekitar

Iklan Kasur Dari Agency Ogivly & Mather Menuai Kritik Karena Manfaatkan Korban Terorisme

Nama Malala Yousafzai dikenal sebagai aktivis muda asal Pakistan yang telah menjadi ‘simbol keberanian internasional’. Namun, sebuah perusahaan iklan Ogivly & Mather dari India malah menggunakan Malala sebagai poster iklan dari produk kasur bermerek Kurl-on.

Iklan di poster itu memanfaatkan kejadian saat Malala ditembak di wajahnya oleh tentara Taliban 2012 dalam bentuk kartun. Iklan ini ingin menunjukkan bahwa kasur Kurl-on ini sangat empuk hingga yang menggunakannya seperti bisa “bounce back” atau memantul.

Pada bagian sebelah kiri, terlihat adegan Malala saat ditembak oleh tentara Taliban. Kemudian, ia terjatuh di atas kasur, memantul, “bangkit” lagi, sampai akhirnya terbentuk adegan ia akan menerima Nobel Perdamaian.

Iklan ini kemudian mendapat kritik tajam dari banyak orang. Ada yang menyebutnya, “Tidak berperasaan, kasar, dan kejam”. Setelah mendapatkan berbagai kritik, pihak Ogilvy akhirnya meminta maaf lewat akun Twiter-nya.

“Kami sangat menyesal dengan insiden ini. Kami ingin minta maaf kepada Malala Yousafzai dan keluarganya. Kami sedang menyelidiki bagaimana standar yang kami kompromikan dan akan segera mengambil tindakan korektif yang perlu dilakukan,” kata Racher Ufer dari pihak Ogily, seperti dilaporkan TIMES, Jumat, 16 Mei 2014.

Sebelumnya, Ogilvy juga menggunakan tokoh Steve Jobs dan Mahatma Gandhi sebagai model iklan kasur dengan konsep yang sama, tapi tidak sampai memunculkan banyak kecaman seperti ini.

Advertisements

Suara Pria Beristri 39 Jadi Incaran Semua Politisi Dalam Pemilu

Seperti halnya di Indonesia, negara dengan jumlah populasi terbesar kedua di dunia ini juga tengah menggelar pesta rakyat. Setiap suara akan sangat berarti dalam pemilu di India, apalagi jika ratusan suara. Hal inilah yang terjadi pada Chana Zionnghaka, seorang pria India yang memiliki 39 istri dan 127 anak dan cucu. Menjelang pemilu India, ia banyak didekati sejumlah politikus agar keluarga besarnya itu memberikan suara kepada sang politikus.

“Kami diserbu politikus yang berusaha mencari suara dalam beberapa hari terakhir,” kata Chana, seperti dikutip Daily Mail, Senin, 14 April 2014.

Memang, bersama dengan keluarga besarnya yang tinggal di rumah berkamar 100 di Desa Baktawng, Aizawl, negara bagian Mizoram, Chana pastilah menjadi penyumbang suara potensial. Di setiap pemilu, dari tahun ke tahun, keluarga ini selalu diminati para politikus sebab selisih perolehan suara di negara bagian ini sangatlah tipis.

Mizoram merupakan satu-satunya negara bagian di India yang menggelar pemilu pada Jumat lalu. Meskipun tak menceritakan kepada siapa suara ratusan keluarganya berlabuh, Chana tetap berharap pemilu ini bisa mewujudkan pemerintahan yang bersih. Ia berharap pemerintah nisa menjalankan pembangunan yang merata, agar keluarganya dan satu miliar warga India lainnya mendapat kemakmuran dan kesejahteraan.

6 Orang Pemerkosa Mahasiswi Di India Dihukum Mati dan Ditolak Untuk Naik Banding

Pengadilan di Delhi Selatan, India, riuh. Palu hakim diketok, empat pria dihukum mati pada 10 September tahun lalu. Keempat pria tersebut adalah Mukesh Singh, Vinay Sharma, Akshay Thakur dan Pawan Gupta.

Pengadilan menyatakan mereka terbukti melakukan tindak pemerkosaan, pembunuhan dan berusaha menghilangkan barang bukti. Keempat pria itu bersama dua orang lainnya, beramai-ramai memperkosa dan membunuh mahasiswi di sebuah bus yang tengah melaju di Delhi Selatan.

Keluarga korban mengaku lega dengan vonis hukuman mati pada pelaku pemerkosaan tersebut. “Kami telah menunggu dengan nafas tertahan, kini kami lega,” kata ibunda korban dengan ekspresi puas usai pembacaan vonis. Hadirin dan demonstran pun bertepuk tangan. Pengacara terdakwa mengajukan banding. Tapi hakim menolak dengan alasan kasus perkosaan brutal itu telah mengejutkan hati nurani publik India.

“Pengadilan tidak dapat menutup mata,” kata Hakim Yogesh Khanna saat itu seperti dikutip dari Huffingtonpost. Tiga hari setelahnya, Mukesh Singh, Vinay Sharma, Akshay Thakur dan Pawan Gupta dihukum gantung. Kasus pemerkosaan itu terjadi pada 16 Desember 2012. Saat itu ketika malam sudah larut, sebuah mobil van ukuran sedang tiba-tiba berhenti tak jauh dari jalan layang di Munirka, New Delhi, India. Nirbhaya, 23 tahun, dan teman lelakinya, Awindra Pandey dilempar secara kasar dari dalam mobil.

Keduanya tidak sadarkan diri. Seluruh harta benda mereka juga ludes dipreteli dan mereka ditelanjangi. Kondisi Nirbhaya dan rekannya sangat mengenaskan. Seluruh tubuh mereka penuh luka dan pada tubuh Nirbhaya banyak bekas gigitan.Mahasiswi kedokteran yang sedang magang fisiologi itu diserang secara brutal. Ketika masih di dalam bus yang tengah melaju, enam orang pria bergantian menyerang dan memperkosanya. Tubuh penuh luka mahasiswi kedokteran itu dan rekannya ditemukan oleh seseorang yang kebetulan melintas.

Polisi langsung ditelepon. Keduanya dilarikan ke rumah sakit. Nirbhaya berarti ‘Jiwa Pemberani’. Nama itu bukanlah nama sebenarnya sebab di India haram hukumnya menyebutkan nama korban pemerkosaan kecuali atas seizin keluarga.

Itu adalah nama alias untuk menyebut Jyoti Singh, yang menjadi korban kebrutalan di luar batas imajinasi manusia. Sekitar dua jam sebelum ditemukan bersimbah darah, Nirbhaya dan teman lelakinya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta baru saja menonton film Life of Pi di sebuah bioskop.

Mereka menunggu kendaraan umum untuk pulang ke Dwarka, kota satelit di sudut barat daya Delhi. Karena tak ada lagi angkutan, mereka pun menyarter sebuah bus putih yang kebetulan berhenti di pinggir jalan. Memang bus itu seharusnya tidak beroperasi pada Ahad malam itu karena sedang dalam perbaikan.

Tapi sang sopir memastikan perjalanan yang dituju searah dengan kota tujuan Nirbhaya dan Awindra. Kejanggalan mulai dirasakan ketika bus melaju di rute yang tidak seharusnya dan pintunya pun ditutup. Di dalam bus ada enam orang pria, termasuk sopir. Belakangan terungkap mereka saat itu sedang mabuk. Kengerian itu pun terjadi.

Mereka terlebih dulu menghajar Awindra dan memukul kepalanya dengan batangan besi sampai ia pingsan. Jyoti juga sempat menghubungi polisi namun ponselnya dirampas. Kemudian keenamnya bergantian memperkosa Jyoti di bagian belakang bus. Dia terus bertahan, ia meronta dan menggigit pelaku. Namun ia tak kuat melawan hingga akhirnya tak sadarkan diri.

Salah satu pelaku juga merusak kemaluan, rahim dan ususnya dengan cara memasukkan batangan besi panjang. Besi berkarat yang biasanya disebut kunci L itu lalu dicabut keras – keras hingga ususnya terburai. Luka parah itu yang membuatnya tidak tertolong.

Setelah kritis dan dioperasi berkali-kali, Jyoti meninggal 13 hari kemudian di sebuah rumah sakit di Singapura. “Kejadian itu sungguh brutal, hewan pun tak akan melakukan hal itu,” kata Awindra ketika diwawancara media, beberapa hari setelah kematian Jyoti.

Senin, 16 Desember 2013 ratusan lilin dinyalakan di New Delhi, India untuk mengenang tragedi pemerkosaan tersebut. Tapi nyatanya, kasus pemerkosaan masih kerap terjadi di Negeri Dewi Gangga tersebut. Bahkan jumlahnya cenderung meningkat. Tercatat setiap 20 menit ada satu wanita diperkosa di India.

Sore menjelang malam, 14 Januari lalu, gemerlap cahaya lampu tampak indah di Connaught Place. Seorang turis Denmark yang tidak disebut namanya berjalan santai mengitari jalan sempit di sekitar kawasan pusat perbelanjaan terkenal di New Delhi, India, itu. Tak dinyana, tamasya keliling kota itu berakhir tragis baginya.

Wanita berusia 51 tahun itu baru saja kembali seusai mengunjungi Museum Nasional India. Sambil jalan kaki ia mengingat-ingat jalan pulang menuju Amax hotel, tempatnya menginap. Karena mulai merasa tersesat, di jalan kecil yang banyak pohon itu, ia memutuskan bertanya arah kepada beberapa orang yang ditemui.

Nahas bagi sang turis. Orang yang ditanya ternyata mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menyalurkan syahwat. Si wanita paruh baya itu pun menambah daftar perempuan yang jadi korban kekerasan seksual di Negeri Dewi Gangga.

Tidak diketahui jumlah pasti pemerkosanya. Namun si korban memastikan pelakunya ada beberapa orang. Tidak hanya diperkosa, tapi juga dirampok. “Ini sangat menyedihkan,” kata Amit Bahl, pemilik Hotel Amax. “Saya malu melihat hal ini terjadi.”

Sepekan sebelumnya, tindak kejahatan pemerkosaan juga terjadi. Lokasinya masih di New Delhi. Kali ini korbannya adalah turis asal Polandia berusia 33 tahun. Ketika itu dia ingin membawa putrinya yang berusia 2 tahun keliling ibu kota India. Di jalanan kota Mathura yang super sibuk, mereka menunggu taksi. Saat itulah sang sopir mendekat dan menawarkan taksinya. Di sepanjang 150 kilometer jalan dari Mathura ke New Delhi, otak kriminal si sopir taksi berputar.

Aksi pun mulai dilancarkan. Dia memberi wanita tersebut narkoba lalu memerkosanya ketika ia sudah tak sadarkan diri.“Masih belum terlalu jelas. Dia (sopir) memabukkannya (wanita itu) dengan menggunakan semacam alat semprot. Secara medis, dia terkonfirmasi memang diperkosa,” kata juru bicara kepolisian Delhi, Rajan Bhagat.

Tahun lalu, sejumlah insiden kekerasan menimpa wisatawan asing yang melancong ke India. Pada Maret, Wanita 25 tahun asal Inggris hampir diperkosa di Agra, wilayah yang terkenal dengan Taj Mahal. Demi menghindar, dia memilih melompat dari jendela kamarnya di lantai tiga. Kedua kakinya patah dan kepalanya pun terluka.

Masih bulan yang sama, delapan orang pria memperkosa turis asal Swiss. Wanita berusia 39 tahun itu tengah berkemah di hutan yang ada di Madhya Pradesh bersama suaminya. Ketika bersepeda, keduanya tiba-tiba diserang sekelompok pria usia 20-30 tahun. Dia diperkosa secara bergiliran. Barang-barang berharga juga ikut digasak.

Kisah tragis itu hanya berselang tiga bulan dengan pemerkosaan keji pada Desember 2012 di Delhi. Korbannya Jyoti Singh alias Nirbhaya, 23 tahun, mahasiswi fisioterapi. Dia disetubuhi dengan brutal oleh enam pria sekaligus hingga tewas sangat mengenaskan.

Pemerkosaan Terhadap Wisatawan Asing Kian Marak Di India

Lagi-lagi pemerkosaan di India! Seorang wanita Denmark diperkosa bergiliran oleh beberapa pria di New Delhi. Dia diperkosa sekelompok pria saat sedang kesasar dan menanyakan arah jalan menuju hotelnya. Wanita berumur 51 tahun itu diperkosa di bawah todongan pisau pada Selasa, 14 Januari malam. Pelakunya, sekelompok pria yang berjumlah lebih dari enam orang. Saat kejadian, wanita Denmark itu kesasar saat akan kembali ke hotelnya di sebuah kawasan yang populer bagi para turis backpacker di New Delhi.

“Dia kesasar ketika insiden ini terjadi. Saat ini, tim polisi terkait telah mengidentifikasi para tersangka dan tengah menginterogasi mereka. Investigasi masih berlangsung,” kata kepala kepolisian New Delhi, Rajan Bhagat kepada kantor berita AFP, Rabu (15/1/2014). Wanita yang tidak disebutkan namanya itu, membeberkan pemerkosaan itu kepada temannya ketika dia akhirnya bisa mencapai hotelnya di Paharganj, dekat Connaught Place.

Korban awalnya mendekati sekelompok pria di dekat Stasiun Kereta New Delhi untuk menanyakan arah jalan menuju hotelnya, usai berkunjung ke museum kota. Namun para pria itu membawanya ke tempat sepi dan memperkosanya dengan menodongkan pisau. Menurut surat kabar The Times of India, wanita itu baru berada di India sekitar sepekan. Kasus ini terjadi hanya beberapa pekan setelah seorang wanita Polandia diperkosa sopir taksi saat bepergian bersama putrinya yang berumur 2 tahun ke New Delhi.

Pemerkosaan dilaporkan kembali terjadi di India. Seorang gadis berusia 18 tahun asal Jerman diperkosa oleh seorang pria dalam sebuah kereta yang tengah melaju. Seperti dilaporkan Hindustan Times dan dilansir nydailynews.com, Jumat (17/1/2014), gadis Jerman ini tengah berkunjung ke India dalam rangka menjadi sukarelawan untuk sebuah organisasi non-pemerintah. Pemerkosaan tersebut terjadi di dalam kereta yang melaju ke Chennai pada 10 Januari lalu.

Korban dan pelaku kebetulan berbagi satu bilik kereta. Keduanya menaiki kereta jenis sleeper yang setiap biliknya terdiri atas dua tempat tidur tingkat. Menurut korban, pelaku menunggu hingga dirinya tertidur pulas sebelum melakukan aksinya. Korban mengaku sangat ketakutan sehingga tidak mampu berteriak minta tolong. Baru pada tanggal 13 Januari lalu korban melaporkan tindak pemerkosaan ini kepada polisi.

“Wanita muda tersebut membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengumpulkan keberaniannya sebelum melapor ke polisi. Meskipun tergolong telat untuk melakukan pemeriksaan medis, kami menangani kasus ini dengan perlakuan sensitif,” jelas Inspektur Jenderal Kepolisian setempat, Seema Agarwal kepada NDTV. Polisi langsung memburu pelaku setelah memeriksa daftar nama penumpang. Pelaku pemerkosaan yang diketahui bernama Chandan Kumar (22) akhirnya berhasil ditangkap oleh kepolisian Tamil Nadu.

Kasus pemerkosaan ini semakin menambah panjang daftar tindak pemerkosaan yang marak terjadi di India. Baru saja awal pekan ini, seorang wanita asal Denmark dipukul dan diperkosa oleh sekelompok pria di New Delhi. Wanita berusia 51 tahun yang merupakan wisatawan tersebut tersesat dan meminta tolong sekelompok pria untuk memberitahu jalan pulang ke hotelnya. Namun dia malah dibawa ke tempat terpencil dan diperkosa.

Kepolisian India terus melakukan operasi penggerebekan di New Delhi untuk menangkap para tersangka pemerkosa seorang turis Denmark. Saat ini enam orang masih terus diburu setelah polisi berhasil menangkap dua tersangka. Kepolisian mengumumkan penangkapan dua gelandangan tersebut pada Rabu, 15 Januari malam waktu setempat. Keduanya diduga ikut serta dalam pemerkosaan dan perampokan wanita Denmark berumur 51 tahun itu.

“Kami telah menangkap dua dari delapan tersangka dalam kasus ini dan masih terus melakukan penggerebekan di berbagai lokasi berbeda untuk menangkap yang lainnya,” kata Wakil Kepala Kepolisian New Delhi Alok Kumar seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (16/1/2014). Dikatakannya, kedelapan tersangka pemerkosa tersebut merupakan “pria-pria muda, kebanyakan gelandangan”. Mereka telah menyerang korban selama hampir tiga jam di bawah todongan pisau.

Sebelumnya, lebih dari 15 pria gelandangan telah ditangkap untuk diinterogasi pada Rabu (15/1) kemarin. “Penangkapan dua orang itu telah membuka identitas tersangka lainnya dan kami sedang mencari mereka,” tutur Kumar. Turis Denmark yang tidak disebutkan namanya itu, diperkosa di bawah todongan pisau pada Selasa, 14 Januari malam. Pelakunya, sekelompok pria yang berjumlah lebih dari enam orang. Saat kejadian, wanita Denmark itu tersesat saat akan kembali ke hotelnya di sebuah kawasan yang populer bagi para turis backpacker di New Delhi.

Korban awalnya mendekati sekelompok pria di dekat Stasiun Kereta New Delhi untuk menanyakan arah jalan menuju hotelnya, usai berkunjung ke museum kota. Namun para pria itu membawanya ke tempat sepi dan memperkosanya. Kini, korban dalam perjalanan kembali ke negara asalnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Denmark menyatakan pihaknya akan memberi bantuan dan perawatan intens bagi korban setibanya di Denmark. Mereka menolak berkomentar lebih lanjut soal kasus tersebut.

Kepolisian India berhasil menangkap dua pelaku pemerkosaan turis wanita Denmark yang tersesat di New Delhi. Kedua pelaku tersebut merupakan pria gelandangan yang biasa tidur di stasiun setempat. “Dua orang telah ditangkap dalam kaitan dengan kasus pemerkosaan warga negara Denmark,” demikian pernyataan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (16/1/2014). Satu dari dua pelaku yang ditangkap tersebut diketahui merupakan warga pendatang dari Uttar Pradesh. Pria berusia 25 tahun tersebut merupakan gelandangan dan biasa tidur di area stasiun New Delhi. Kedua pelaku kedapatan membawa barang-barang milik korban, termasuk sebuah iPod dan sebuah tempat kaca mata.

Seorang polisi yang menangani kasus ini menyatakan, pihaknya masih memburu 4-6 pelaku lainnya. Diduga kuat, pelaku lainnya juga merupakan gelandangan. Korban yang berusia 51 tahun diperkosa di bawah todongan pisau pada Selasa, 14 Januari malam. Pelakunya, sekelompok pria yang berjumlah lebih dari enam orang. Saat kejadian, wanita Denmark itu tersesat saat akan kembali ke hotelnya di sebuah kawasan yang populer bagi para turis backpacker di New Delhi.

Korban awalnya mendekati sekelompok pria di dekat Stasiun Kereta New Delhi untuk menanyakan arah jalan menuju hotelnya, usai berkunjung ke museum kota. Namun para pria itu membawanya ke tempat sepi dan memperkosanya dengan menodongkan pisau. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu, membeberkan pemerkosaan itu kepada temannya ketika dia akhirnya bisa mencapai hotelnya di Paharganj, dekat Connaught Place. Saat melaporkan kasus ini ke polisi setempat, korban didampingi oleh Duta Besar Denmark untuk India.

Kini, korban dalam perjalanan kembali ke negara asalnya. Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Denmark menyatakan pihaknya akan memberi bantuan dan perawatan intens bagi korban setibanya di Denmark. Mereka menolak berkomentar lebih lanjut soal kasus tersebut.

India Diguncang Demo Besar Besar Menuntut Hukuman Mati Untuk Pemerkosaan

Kasus pemerkosaan beramai-ramai seorang mahasiswi 23 tahun dalam bus kota di New Delhi, menggegerkan seantero India. Melecut polemik panas isu keamanan bagi perempuan. Masyarakat, politisi, aktivis ramai-ramai turun ke jalan, mengutuk para pemerkosa biadab yang merendahkan harkat perempuan.

Hukuman seberat-beratnya harus diberikan pada para pelaku. “Hukuman mati sangat penting. Saya sarankan para pelaku dibuat impoten, agar mereka tobat setiap hari di sepanjang sisa hidup mereka,” kata pemimpin Komnas Perempuan India (NCW), Mamta Sharma seperti dimuat Press Trust India, Kamis (20/12/2012).

Sharma menegaskan, pemerkosaan di bus kota yang merupakan fasilitas publik, adalah kasus yang memalukan, tak hanya bagi ibukota New Delhi, tapi mencoreng muka India sebagai sebuah negara beradab. Bagi para aktivis, tak cukup sekedar aturan memasang kaca bening pada kendaraan umum, atau meningkatkan patroli polisi. Hukuman tegas dan berat mutlak harus ditegakkan.

Di India tragedi itu menjadi perhatian luas publik juga para pejabatnya. Mendominasi headline media massa, kabarnya muncul di jam tayang utama televisi, menjadi perdebatan di parlemen.

Shah Rukh Khan Angkat Bicara
Para selebritis Bollywood juga angkat bicara. Ikut merasa terhina. “Jika kita tidak tak menghukum pemerkosa, kita yang akan dihukum — segera. Ketika kejahatan yang tidak manusiawi terjadi di rumah dan keluarga kita sendiri,” kata aktor Shah Rukh Khan di akun Twitter-nya.

“Menurutku semua pemerkosa harus dihukum mati. Tak boleh ada hal semacam dalam hidup kita. Aku merasa jijik, marah, mendengar tragedi itu,” kata Salman Khan, seperti dimuat Hollywood Reporter (20/12/2012). Artis Kareena Kapoor berpendapat, adalah memalukan hal seperti itu terjadi di sebuah kota metropolitan. “Melarang perempuan untuk tidak keluar malam bukan solusi dalam masalah ini. Sebagai perempuan modern yang hidup di zaman yang maju, aku menolak dengan tegas kalimat seperti itu.”

Hal senada dikatakan artis Priyanka Chopra. “Seorang perempuan diperkosa bukan karena dia keluar malam, memakai rok mini, atau minum. Tapi karena PELAKU BIADAB MEMPERKOSANYA!,” tulis dia.

Korban: “Gadis Tangguh”
Pemerkosaan tragis terjadi Minggu malam waktu setempat. Korban yang baru nonton bioskop dengan teman prianya dipukuli, disiksa, diperkosa oleh setidaknya enam pria biadab. Lalu, tubuhnya yang kepayahan dilempar begitu saja dari bus yang melaju.

Korban harus menjalani lima operasi, salah satunya pengangkatan bagian usus. Perempuan malang itu harus dirawat secara intensif di ICU. Namun, Tim dokter RS Safdarjung yang merawatnya menyebutnya sebagai “gadis tangguh”. Ia kini masih berusaha keras untuk mengatasi trauma beratnya. “Ia gadis yang tangguh. Kami berharap korban bisa mengatasinya,” kata Dr Mishra, yang mendampingi korban di rumah sakit.

Sampai hari ini korban belum bisa berbicara atau bergerak. Dia memberikan pernyataan secara tertulis kepada polisi Selasa lalu, mengungkapkan apa yang terjadi di Minggu malam nahas itu. Orang-orang di seluruh Delhi bersatu membela korban, seluruh negeri berdoa untuknya. Sikap kebersamaan yang membuat kita, warga Indonesia patut iri.

Pemerkosaan di angkutan umum bukan sekali dua kali terjadi di nusantara, terutama di ibukota Jakarta. Bahkan ada korban yang tewas. Namun realitas tragis itu tak sampai membuat membuat perubahan besar yang menjamin keamanan kaum hawa. Karena di nusantara setiap kali ada pemerkosaan yang terjadi malah muncul demo and komentar yang menyalahkan moralitas perempuan sebagai korban dan membela mati-matian sang pemerkosa dengan berbagai alasan.

Bom Berdaya Ledak Tinggi Meledak Di Pengadilan New Delhi 11 Orang Tewas

Satu bom berdaya ledak sangat tinggi yang disembunyikan di satu koper meledak di kerumunan orang di luar Pengadilan Tinggi New Delhi, Rabu, menewaskan 11 orang dan mencederai 76 orang lainnya.

Banyak di antara korban adalah pengunjung yang tengah menunggu sidang.

Bahan peledak itu ditempatkan dekat area pendaftaran tamu pintu masuk, tempat lebih dari 100 orang antri untuk mendapatkan tanda masuk ke kompleks pengadilan yang terletak di jantung ibu kota India itu.

Ini adalah serangan besar pertama di wilayah India sejak tiga ledakan di Mumbai pada 13 Juli yang menewaskan 26 orang. Pelakunya masih belum jelas.

“Sebelas orang telah meninggal dalam insiden ini dan 76 orang lainnya luka-luka,” kata Kementerian Dalam Negeri.

Gambar saat-saat peristiwa itu terjadi yang diambil oleh telefon selular setelah serangan tersebut disiarkan di televisi, memperlihatkan para korban berteriak dan bersimbah darah.

Perdana Menteri Manmohan Singh mengatakan ada “kelemahan dalam sistem keamanan kita dan para teroris mengambil manfaat.”

“Kita harus mengatasi ini,” kata Singh.

Sebelumnya Singh mengatakan pemboman itu adalah tindakan pengecut dari sifat teroris”.

Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Pakistan semuanya mengutuk pemboman itu, sementara Kepolisian Delhi menyiarkan sketsa dua tersangka berdasarkan laporan para saksi mata.

Para penyidik sedang menyelidiki satu pernyataan bertanggung jawab yang dikirim lewat email oleh Harkat-ul-Jihad al-Islami (HuJI), kelompok militan di Pakistan yang memiliki hubungan dengan serangan-serangan sebelumnya di India.

“Lebih 100 orang antri di tempat penerima tamu,” kata Rahul Gupta, pemohon yang kasusnya terdaftar untuk persidangan pada Rabu itu. “Ada ledakan kuat. Saya melihat banyak orang tergeletak berlumuran darah

Ekonomi India Diguncang Skandal Korupsi

NEW DELHI, KAMIS – Citra India sebagai tempat tujuan investasi terbaik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Asia kembali tercoreng. Dugaan praktik suap dan penipuan menyangkut dana ratusan juta dollar AS menjerat sejumlah bankir papan atas.

Pamor para pejabat pemerintah ikut tercoreng karena diduga ikut terlibat. Biro Penyelidikan Federal Pusat (CBI) pada Rabu lalu telah menahan lima eksekutif perusahaan keuangan milik pemerintah.

Pihak-pihak yang ditahan termasuk eksekutif puncak perusahaan asuransi jiwa India (LIC) Housing Finance. Eksekutif ini dituduh menerima suap saat memfasilitasi sejumlah pinjaman bagi pihak lain.

Tiga eksekutif senior perusahaan swasta yang terdaftar di bursa saham juga ditangkap karena ketahuan memberi suap.

Penangkapan juga dilakukan CBI terhadap para pejabat senior dari sejumlah bank pemerintah, seperti Bank Sentral India, Punjab National Bank, dan Bank of India. Ini adalah nama-nama bank besar yang beroperasi dan memiliki banyak cabang di seluruh penjuru India.

”Nilai gratifikasinya sangat besar, lebih dari ratusan juta dollar AS,” ujar Direktur Gabungan CBI P Kandaswamy soal jumlah suap itu.

Penangkapan-penangkapan itu diketahui merupakan kelanjutan investigasi yang dilakukan CBI di lima kota di India.

Pemerintah pusat India sempat menganggap remeh skandal tersebut. Sikap itu tampak dari pernyataan Montek Singh Ahluwalia, salah seorang deputi paling berpengaruh di Komisi Perencanaan India. ”Skandal itu terbilang sangat kecil. Saya pikir sistem kita sudah sangat teregulasi dengan baik,” ujar Montek.

Telekomunikasi

Sikap serupa ditunjukkan Perdana Menteri India Manmohan Singh, yang berjuang keras membela para bawahannya menyusul dugaan skandal suap lain yang terjadi dalam proses penjualan lisensi telekomunikasi. Lisensi itu dijual dengan harga yang sangat rendah.

Lebih lanjut Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee menyatakan, dirinya sudah meminta semua bank, institusi keuangan, dan perusahaan asuransi di India agar segera meneliti ada tidaknya keterkaitan mereka dengan nama-nama perusahaan yang saat ini diselidiki CBI.

Sejumlah analis, termasuk DH Pai Panandiker dari RPG Foundation di Delhi, menyayangkan skandal yang merebak itu. Mereka menilai kejadian seperti itu menciptakan citra buruk bagi India dan perekonomian serta pasarnya. Meski begitu, mereka tetap yakin para investor, terutama mereka yang memang terbiasa dan paham situasi India, tidak akan terburu-buru hengkang dari negeri itu. India, menurut mereka, tetap menjadi kawasan yang sangat menjanjikan untuk berbisnis.

”Mereka yang memutuskan mencabut investasinya dan cepat-cepat keluar dari India lantaran kejadian sekarang ini bisa dipastikan telah melakukan kesalahan besar. Pertumbuhan dalam jangka waktu yang panjang masih akan terjadi di India,” ujar Vikas Pershad dari Veda Investments di Chicago, Amerika Serikat.

Para pemodal diyakini masih akan terus tertarik berinvestasi di negara dengan tingkat populasi usia muda dan pergerakan urbanisasinya yang cepat.

Angka pertumbuhan ekonomi India pun diperkirakan mencapai 8,5 persen per tahun 2010-2011 dan akan naik lagi menjadi 9 hingga 10 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan seperti itu hanya bisa disaingi oleh China.

Meski begitu, patut pula dicatat, berdasarkan angka Transparansi Internasional, India menduduki peringkat ke-87 terkait praktik korupsi yang terjadi di sana. India jauh berada di bawah China yang menduduki peringkat ke-78.

Lebih lanjut dari hasil temuan CBI, para tertuduh menerima suap dari perusahaan broker swasta Money Matters Finacial Services, yang berperan sebagai ”mediator dan fasilitator” pengajuan pinjaman perusahaan dan fasilitas kredit lain. Pemberian pinjaman mencurigakan memang meningkat beberapa tahun belakangan menyusul ledakan pertumbuhan ekonomi di sana.

Banyak perusahaan real estate memakai jasa perantara untuk melobi supaya pinjaman yang mereka ajukan nol alias tak tercatat. CBI menolak merinci besaran pinjaman yang diajukan. CBI hanya menyebut nilainya jauh lebih besar dari uang suap.