Monthly Archives: August 2009

Al Qaeda Mencoba Membunuh Pangeran Arab Saudi

Alqaeda, Minggu, mengidentifikasi seorang militan yang berusaha membunuh menteri dalam negeri Arab Saudi Kamis sebagai Abdullah al-Asiri, seorang tersangka yang dicari yang memasuki Arab Saudi dari Yaman.

Pelaku pembom bunuh diri itu berpura-pura menjadi seorang militan yang telah bertobat dan meledakkan dirinya di kantor Pangeran Mohammed bin Nayef di Jeddah.

Ini adalah serangan pertama yang diketahui terhadap anggota keluarga kerajaan Saudi sejak Alqaedamulai melancarkan kekerasan di negara pengekspor minyak terbesar dunia itu pada 2003.

“Mujahid itu termasuk dalam daftar 85 orang yang dicari, Abdullah Hassan Tali` al-Asiri, yang juga dikenal sebagai Abul-Khair, berusaha memasuki istana, melewati pengawal dan meledakkan sebuah paket,” kata pernyataan laman Internet yang memiliki kaitan dengan `Organisasi Jihad Qaida di Semenanjung Arab.”

Pernyataan itu mengisyaratkan Asiri tampaknya terbang ke Jeddah dari Najran, dekat perbatasan Yaman yang setelah itu menuju kementerian dalam negeri.

“Dia lakukan itu melewati semua pemeriksaan bandara di Najran dan Jeddah, kemudian melakukan perjalanan dengan pesawat jet pribadi pangeran,” katanya, disertai sebuah foto Asiri.

Perwakilan Alqaeda di Saudi dan Yaman awal tahun ini membentuk Alqaeda di Semenanjung Arab.

Mereka berkumpul kembali di Yaman setelah kampanye kontraterorisme yang ketat dari angeran Mohammed, wakil menteri dalam negeri Saudi.

TV Al Arabiya milik Saudi mengatakan, Asiri adalah warga Saudi berumur 23 tahun, dan abangnya Ibrahim juga masuk dalam daftar orang yang dicari.

Februari lalu Arab Saudi mengeluarkan daftar 85 tersangka yang dicari dan para anilis mengatakan, beberapa diantara mereka telah kembali ke Arab Saudi dari tahanan AS di Teluk Guantanamo.

Para pejabat Saudi khawatir para militan itu menjadi pengungsi di daerah Yaman yang tak patuh terhadap hukum, yang pasukan keamanannya terlibat revolusi suku di utara dan pemberontakan separatis di selatan.

Al Arabiya mengutip Menteri Luar Negeri Yaman, Abubakr al-Qirbi mengatakan, bahwa Asiri pergi ke Arab Saudi dari wilayah Yaman, Mi`rib, dan menyatakan bahwa dia dicari agar menyerahkan diri

Advertisements

Badan Super Perempuan PBB Segere Dibentuk

Sidang Majelis Umum PBB, yang telah bergerak untuk mendekatkan celah gender badan itu, setuju Senin untuk membentuk satu bagian baru yang sangat kuat guna mengkonsolidasikan kagiatan badan yang telah ada yang berkaitan dengan urusan perempuan.

Majelis yang memiliki 192 anggota itu mensahkan dengan konsensus resolusi yang mendukung pembentukan lembaga gabungan baru, yang akan memiliki anggaran substansial, yang akan dipimpin oleh seorang wakil sekretaris jenderal dan akan melapor secara langsung pada sekjen PBB “atas dasar perwakilan geografis dan keseimbangan gender yang adil”.

Resolusi itu menugasi sekjen PBB untuk “membuat, bagi pertimbangan Majelis Umum pada sidang ke 64-nya, proposal yang konprehensif yang menentukan pernyataan misi lembaga gabungan itu, pengaturan organisasional, termasuk pemetaan, pembiayaan dan komposisi badan eksekutif organisasi itu untuk mengawasi kegiatan operasionalnya”.

Sekarang ini, masalah perempuan dikaitkan secara terpisah dengan beberapa badan PBB, termasuk Dana Pembangunan PBB untuk Perempuan (UNIFEM), Divisi untuk Pemajuan Perempuan (DAW), Kantor Penasehat Khusus mengenai Masalah Gender (OSAGI) dan Institur Riset dan Pelatihan Internasional untuk Kemajuan Perempuan (INSTRAW).

Namun tidak ada dari badan-badan itu, dengan pengecualian UNFPA, dianggap oleh kelompok-kelompok perempuan akan menjadi pemain besar.

UNIFEM menyambut baik keputusan majelis itu sebagai “satu langkah penting ke arah pembicaraan guna menjembatani jurang dan mengatasi tantangan dalam arsitektur gender PBB yang ada”.

“Pembentukan satu badan PBB untuk perempuan itu merupakan momen penting bagi kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia,” kata Menteri Negara untuk Pembangunan Internasional Inggris Gareth Thomas dalam satu pernyataan.

“Badan itu akan memiliki suara yang jauh lebih kuat untuk membantu perjuangan bagi hak perempuan, termasuk di banyak negara tempat mereka masih diperlakuan sebagai warga kelas dua,” ia menambahkan.

“Kerajaan Inggis sekarang telah siap untk menggandakan dananya pada PBB untuk mendukung hak-hak perempuan, yang akan menghasilkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi jutaan perempuan di seluruh dunia yang telah menderita tingkat kekerasan yang mengerikan dan perlakuan buruk berdasar basis harian