Monthly Archives: November 2008

Pasukan India Akhirnya Menyerbu Hotel Taj Mahal Setelah Dalam Dua Hari Gerombolan Teroris Membunuh 125 Orang

Mumbai, yang merupakan ibu kota keuangan dan simbol gemerlapan India, serentak muram. Serangan teroris bersenjata di 10 lokasi di Mumbai sejak Rabu malam menewaskan 125 orang dan mencederai 327 orang. Hingga Kamis (27/11) malam, puluhan tamu di Hotel Trident/Oberoi masih disandera.

Kelompok yang menyebut dirinya ”Deccan Mujahidin” menyandera 20-30 orang dalam Hotel Trident/Oberoi, Mumbai, India. Hotel yang berdekatan dengan hotel bintang lima, Taj Mahal, bagian dari serangan teroris ke-10 lokasi berbeda di kota Mumbai, termasuk rumah sakit dan kafe terkenal.

Pasukan elite India dilaporkan menyerbu dua hotel mewah itu. Suara rentetan tembakan dan ledakan silih berganti terdengar dari dalam hotel. Empat anggota kelompok itu tewas ditembak saat hendak melarikan diri. Empat tersangka lain tewas ditembak di Taj Mahal dan sembilan tersangka ditahan. Sementara sampai kini empat warga asing tewas, yakni dari Inggris, Jepang, Australia, dan Jerman.

Kepala Kepolisian Mumbai Hassan Gafoor memperkirakan 200 tamu hotel terjebak atau disandera di hotel. Lebih dari 40 orang dapat diselamatkan dari hotel saat sebagian hotel terbakar. Api berasal dari kamar yang dipakai untuk menyandera. Militer memperkirakan masih ada 10-12 orang di dalam Taj Mahal, Trident/Oberoi, dan pusat komunitas Yahudi.

Selain Trident/Oberoi, semula Taj Mahal juga diserang. Namun, kepolisian sudah memastikan tak ada lagi sandera di Taj Mahal. Namun, masih ada tamu dan karyawan yang terjebak di kamar.

Menurut pejabat Kedutaan Besar RI di New Delhi Rizali Indrakesuma, ada lima WNI karyawan Oberoi yang diimbau tidak keluar kamar dan tidak buka pintu untuk siapa pun kecuali aparat keamanan.

Serangan terkoordinasi yang dimulai Rabu pukul 22.30 waktu setempat itu berawal dari stasiun kereta api, dua hotel, rumah sakit, dan Kafe Leopold yang dipadati turis asing. Sedikitnya 125 orang tewas dan 327 orang terluka akibat diberondong tembakan senjata otomatis AK-47 dan terkena pecahan granat. ”Bebaskan Mujahidin dari penjara India. Muslim India juga jangan diganggu,” kata salah satu anggota kelompok itu kepada stasiun TV India.

Tuding tetangga

Perdana Menteri India Manmohan Singh menuding ada ”pihak-pihak luar” yang mendalangi serangan itu. Ia juga mengingatkan, India akan menindak tegas negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk tempat bersembunyi dan melancarkan serangan ke India. ”Serangan ini amat terencana dan terkoordinasi. Ada pihak luar yang terlibat,” ujarnya.

Kepala Operasi Militer Ekstremis di India Mayor Jenderal RK Hooda amat yakin kelompok itu datang dari Pakistan. ”Kemungkinan mereka menyeberang perbatasan dari Faridkot, Pakistan. Mereka berpura-pura datang dari Hyderabad,” ujarnya.

Pihak Angkatan Laut India kini tengah mencari kapal-kapal yang ada di wilayah lepas pantai barat. Ada informasi, kelompok bersenjata itu masuk Mumbai dengan lima kapal cepat setelah dibawa kapal yang lebih besar.

Menanggapi tudingan dari India, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi meminta India menanti hasil akhir penyelidikan sebelum menuding tanpa bukti. ”Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan dan jangan asal tuding. Sikap kita harus tenang dan saling mendukung,” ujarnya.

Bukan Al Qaeda

Sumber di intelijen Rusia pada kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengatakan, serangan di Mumbai terkait dengan jaringan terorisme Al Qaeda. Ada bukti informasi di tangan intelijen Rusia bahwa ada kelompok tertentu yang memiliki kontak dengan Al Qaeda. ”Salah satunya kelompok Lashkar-i-Tayyiba. Kelompok itu dilatih khusus di kamp di perbatasan Pakistan-India,” kata sumber itu.

Akan tetapi, Lashkar-i-Tayyiba membantah tuduhan Rusia. ”Kami sama sekali tidak terlibat. Kami tidak membunuh warga sipil yang tidak bersalah. Ini tindakan kelompok militan Hindu yang sengaja menyebar teror kepada Muslim,” kata juru bicara kelompok itu, Abdullah Ghaznavi.

Dalam analisis harian The International Herald Tribune edisi Kamis dilaporkan, ahli-ahli terorisme global mengaku tak pernah mendengar kelompok dengan nama ”Deccan Mujahidin”. Berdasarkan taktik serangan yang dipakai, kelompok itu juga kemungkinan besar tidak ada hubungan dengan Al Qaeda. ”Bahkan, kelompok itu belum tentu ada,” kata Bruce Hoffman, pakar di School of Foreign Service di Georgetown University yang menulis buku Inside Terrorism.

Christine Fair, pengamat ilmu politik dan Asia Selatan di RAND Corporation, juga yakin target dan gaya serangan Mumbai itu bukan gaya Al Qaeda.

”Tidak ada pelaku bom bunuh diri kan,” ujarnya.

Namun, Hoffman mengakui serangan Mumbai itu ”taktis, sangat terorganisir dan sempurna”. Melihat fakta itu, kemungkinan ada organisasi yang jauh lebih mapan yang menjadi otaknya. Namun, Fair berbeda pendapat. Menurut dia, tidak ada yang sulit dalam serangan itu karena semua target serangan tergolong sasaran empuk yang terbuka lebar.

Advertisements

Dibawah Barrack Obama Militer Amerika Serikat Semakin Agresif Yaitu Dengan Sengaja Menabrak Mobil Diplomat Rusia Di Irak

Pasukan AS dengan sengaja menabrak sebuah mobil yang membawa para personil diplomatik Rusia di ibukota Irak, Baghdad, kata seorang pejabat kementerian luar negeri Rusia kepada kantor berita ITAR TASS, Rabu (26/11).

Insiden itu terjadi ketika satu rombongan kendaraan lapis baja pengangkut pasukan AS (APC) melewati satu rombongan tiga kendaraan lapis baja yang membawa para diplomat Rusia dan para pengawal mereka, kata pejabat itu yang dikutip kantor berita tersebut. “Secara tiba-tiba kendaraan APC menyalib secara tajam dan melewati kendaraan kedua dan ketiga kami di jalur jauh sebelah kiri , mengejar kendaraan dimuka dan dengan sengaja menabraknya, berusaha mendorongnya ke luar jalan,” katanya. K

endaraan-kendaraan AS melaju tanpa berhenti, dengan sejumlah tentara AS mengarahkan senjata mereka ke para diplomat Rusia, kata pejabat itu dan menambahkan beberapa personil Rusia cedera akibat tabrakan itu.

Pejabat itu tidak menjelaskan kapan insiden itu terjadi tetapi mengatakan para diplomat Rusia meninggalkan Zona Hijau , satu daerah yang dijaga ketat, tempat kedubes-kedubes asing serta parlemen Irak menuju bandara Baghdad.

Moskow meminta Washington menyelidiki insiden itu dan mereka punya hak untuk mendesak diberikan ganti rugi

Rusia Sukses Menguji Coba Rudal Antar Benua RS-24

Rusia berhasil untuk yang ketiga kalinya menguji tembakan rudal balistik baru antarbenua RS-24, Rabu (26/11). Rudal ini dirancang untuk mengatasi sistem pertahanan udara seperti perisai rudal AS yang kontroversial.

Rudal itu ditembakkan dari kosmodrom Plesetsk di Rusia utara dan menghantam sasaran di Semenanjung Kamchatka yang menonjol ke Lautan Pasifik 6.000 kilometer ke arah timur, kata sejumlah kantor berita Rusia.

“Sasaran yang ditetapkan terjangkau. Tugas terlaksana sepenuhnya,” kata komandan pasukan rudal strategis Rusia, Nikolai Solovtsov, seperti dikutip Kantor Berita Interfax.

“Penempatan rudal-rudal RS-24, yang memiliki hulu ledak yang bisa dilepas, memperkuat opsi militer pasukan rudal Rusia dalam sistem pertahanan rudal mendatang,” katanya.

Juru Bicara Militer Rusia Alexei Zolotukhin mengatakan kepada Interfax, “Rudal itu… diluncurkan dari sebuah peluncur bergerak. Ini merupakan pengujian penembakan yang ketiga bagi RS-24 dalam dua tahun terakhir.”

Rusia pada Mei 2007 pertama kali menguji tembakkan rudal RS-24, yang kata militer dirancang untuk mengatasi sistem-sistem pertahanan rudal seperti perisai rudal kontroversial AS yang direncanakan ditempatkan di Eropa timur.

Pengujian kedua, yang juga berhasil, dilakukan pada Desember 2007. Para ahli dan kantor berita Rusia mengatakan, rudal itu mampu membawa tiga hulu ledak nuklir.

Pengujian baru terakhir itu dilakukan setelah Moskow berulang kali mengungkapkan amarah atas rencana penempatan radar pertahanan rudal AS di Republik Ceko dan rudal-rudal penyergap di Polandia.

Baik Presiden Rusia Dmitry Medvedev maupun Perdana Menteri Vladimir Putin telah mendesak Barack Obama membatalkan rencana-rencana itu ketika ia mulai mengemban tugas di Gedung Putih pada Januari mendatang, namun presiden terpilih AS itu belum mengungkapkan niatnya

Empat Wartawan Asing Diculik Oleh Para Perompak Bajak Laut Somalia

Sedikitnya empat wartawan yang terdiri atas seorang Inggris, seorang Spanyol, dan dua orang Somalia diculik di Puntland, wilayah Somalia utara yang memisahkan diri. Demikian kata sejumlah pejabat dan saksi mata, Rabu (26/11).

Penculikan itu tampaknya terjadi di kota pelabuhan Bosasso, di mana sejumlah warga asing diculik dalam setahun ini, tetapi masih ada kesimpangsiuran mengenai kewarganegaraan mereka yang diculik.

“Kami menerima laporan-laporan yang mengatakan bahwa dua wartawan asing diculik bersama dua wartawan lokal. Kedua orang asing itu berkewarganegaraan Inggris dan Spanyol,” kata Abdulkebir Musa, Asisten Menteri Puntland Urusan Pelabuhan kepada AFP.

“Itu terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim penculikan ini. Kami tidak memperoleh tanda dari sopir atau mobil itu,” katanya.

Penasihat Kepresidenan Puntland Bile Mohamoud Qabowsade sebelumnya mengatakan kepada AFP, dua warga asing yang diculik adalah orang Spanyol dan orang Perancis. Namun, tidak ada konfirmasi lain bahwa seorang warga negara Perancis telah diculik.

Pernyataan yang disampaikan asisten menteri itu dikonfirmasi oleh Manajer International Village, hotel tempat kedua wartawan asing itu menginap. “Mereka meninggalkan hotel mungkin sekitar pukul 10.00 (pukul 14.00 WIB). Mereka memesan penerbangan sehari sebelumnya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka akan pergi ke Djibouti,” kata Abdullahi kepada AFP. “Mereka dijemput oleh pengurus dan petugas keamanan sama yang menjaga mereka,” katanya.

“Kemudian seorang pegawai perusahaan penerbangan menelepon saya untuk menanyakan ke mana orang-orang itu karena mereka belum datang. Saat ini lah saya menyadari bahwa mereka mungkin telah diculik,” kata manajer hotel itu.

Manajer perusahaan penerbangan Dallo di Bosasso yang dihubungi AFP mengatakan, kedua orang itu telah memesan penerbangan namun tidak pernah muncul di pesawat yang akan membawa mereka. Bosasso adalah kota pelabuhan di mana geng-geng bersenjata menyelundupkan segala sesuatu mulai dari senjata hingga imigran melewati Teluk Aden.

Puntland, sebuah wilayah di Somalia utara yang mendeklarasikan diri sebagai negara terpisah, juga menjadi markas kelompok-kelompok perompak yang membajak kapal-kapal di Teluk Aden.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun ini.

Menurut Biro Maritim Internasional, sedikitnya 83 kapal diserang perompak di kawasan itu sejak Januari, 33 diantaranya dibajak. Dari jumlah itu, 12 kapal dan lebih dari 200 orang awak masih ditahan oleh perompak.

Uni Eropa (EU) telah memulai operasi keamanan di lepas pantai Somalia, sebelah utara Kenya, untuk memerangi aksi perompakan yang meningkat dan melindungi kapal-kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Itu merupakan misi laut pertama EU.

NATO juga telah mengirim sejumlah kapal untuk mengawal kapal-kapal Badan Pangan Dunia PBB yang mengangkut bantuan makanan ke pelabuhan-pelabuhan Somalia. Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikananan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.

Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.

Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka. Somalia dilanda kekerasan sejak penggulingan diktator Mohamed Siad Barre pada 1991

Chavez Mengecam Obama Yang Telah Menghina Presiden Iran Ahmadinejad

Presiden Venezuela Hugo Chavez, Senin malam mengecam ‘isyarat-isyarat sangat buruk’ dari Presiden AS terpilih Barack Obama yang dia katakan ‘tidak sopan’ terhadap Iran.

“Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengiriminya surat. Balasannya tidak bagus. Isinya kurang sopan. Obama tak bisa membuang sifat-sifat klise. Dia berbicara seperti (Presiden George W.) Bush. Mereka pemberi isyarat-isyarat yang sangat buruk,” kata Chavez dalam konferensi pers larut malam kepada para wartawan sebagaimana dilaporkan AFP.

Obama mengatakan dalam konferensi pers pertamanya setelah menang dalam pemilihan presiden AS 4 November lalu, bahwa keinginan Iran untuk membuat senjata nuklir ‘tak bisa diterima.’

Dia juga mengatakan bahwa dia akan ‘membalas wajar’ terhadap surat ucapan selamat dari Ahmadinejad.

Chavez mempunyai hubungan yang tegang dengan AS, meskipun pihaknya adalah salah satu pemasok utama minyak mentah negara itu.

Venezuela mengusir dutabesar AS untuk Ciracas pada September lalu dan Washington membalas dengan sikap serupa.

AS adalah ‘kerajaan pembunuh, pengebom dan pelaku pembantaian. Jika Obama bisa mengubah bahwa bom yang disembunyikan di dalam mesin menguntungkan bagi dunia, saya rasa hal itu banyak memberi harapan,” kata Chavez.

“Kami hanya ingin menghargai. Karena banyak orang yang menaruh harapan dia akan dibantu dengan penasehat-penasehat yang baik, yang menghormati warna kulitnya, asal-asulnya, dan dia mengingat darimana dia berasal. Isterinya adalah kulit hitam, dan mereka punya anak-anak yang cantik,” kata Chavez, pengecam sengit dan anti liberal.

“Kami berharap sepenuhnya mereka tidak akan membunuh Obama, tapi justru membunuh mesin yang bisa melakukan apapun,” kata Chavez menambahkan.

Chavez, yang juga acap dijuliki pemimpin penghasut mempunyai hubungan yang erat dengan Iran dalam beberapa tahun belakangan, dan dia menyebut Ahmadinejad sebagai ‘saudara

Bajak Laut Perompak Somalia Kini Membajak Kapal Yaman Setelah Sukses Besar Memeras Kapal Yunani

Kelompok perompak Somalia kembali merompak sebuah kapal barang milik Yaman di Teluk Aden. Kapal yang diidentifikasi bernama MV Amani itu kemungkinan dirompak akhir pekan lalu dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya serta jumlah awak dan kondisinya.

Hal itu disampaikan Andrew Mwangura, Koordinator Program Bantuan bagi Para Pelaut Afrika Timur untuk Wilayah Kenya, Selasa (25/11). ”Kami mendapat informasi bahwa Amani telah dibajak, tetapi kapal itu sudah bisa dikontak sejak empat hari lalu. Jadi, tidak diketahui pasti kapan sesungguhnya kapal itu dirompak,” papar Mwangura yang tidak mempunyai informasi lebih rinci mengenai perompakan itu.

Jika benar kapal itu menjadi korban perompakan, peristiwa tersebut kembali menunjukkan kemampuan perompak mengelabui tak kurang dari 15 kapal perang multinasional yang berpatroli di sekitar Teluk Aden.

Kementerian Dalam Negeri Yaman membenarkan bahwa perompak Somalia telah membajak sebuah kapal barangnya di Laut Arabia. Kapal itu tak bisa dikontak sejak Selasa pekan lalu, tetapi nama yang diberikan berbeda, yaitu Adina, dengan bobot mati 517 metrik ton.

Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain tidak bisa memastikan terjadinya perompakan kapal tersebut.

Siap perangi perompak

Menyikapi perompakan kapal yang disewa Iran, pekan lalu, seorang pejabat senior Iran mengatakan, Iran bisa menggunakan kekuatan terhadap para perompak itu apabila diperlukan.

Wakil Menteri Transportasi Iran Ali Taheri menyampaikan, masalah perompakan itu harus dihadapi dengan sikap tegas.

”Iran meyakini perlunya ada tindakan serius terhadap para perompak dan tentu saja kami mempunyai kekuatan militer yang mampu memerangi mereka,” papar Taheri.

Selasa pekan lalu, seperti dilaporkan Press TV Iran, perompak Somalia menguasai sebuah kapal barang berbendera Hongkong, Delight, yang disewa sebuah perusahaan Iran berikut 25 awak kapalnya. Kapal itu membawa 36.000 ton gandum.

Sekjen Liga Arab Amr Mussa, Senin, juga telah meminta negara-negara Arab membentuk sebuah kekuatan angkatan laut untuk memerangi maraknya perompakan di lepas pantai Somalia. ”Pasukan ini bisa bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan lainnya di kawasan untuk melindungi keamanan,” papar Mussa.

Dia menambahkan, negara-negara Arab punya perjanjian kerja sama di bidang militer, yang memungkinkan operasi bersama.

Wakil-wakil dari negara-negara sekitar Laut Merah mengumumkan di Kairo, Kamis, bahwa mereka akan menunjuk komisi-komisi militer untuk membuat rekomendasi mengenai cara mengatasi perompakan.

Jerman sumbang fregat

Departemen Pertahanan Jerman, Selasa, memaparkan akan menyumbangkan sebuah fregat dan sekitar 1.400 tentara ke misi antiperompakan Uni Eropa di lepas pantai Somalia.

Harian The Frankfurter Allgemeine Zaitung, mengutip sumber yang dirahasiakan, menyebutkan, sekitar 500 personel akan ditempatkan di fregat. Juga akan ditempatkan pasukan komando di atas kapal barang milik Jerman yang akan berlayar ke kawasan lepas pantai Somalia itu.

Misi Uni Eropa yang dimulai 8 Desember itu akan mengerahkan lima sampai enam kapal perang untuk berpatroli di Teluk Aden dan perairan Samudra Hindia.

Sebelumnya, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana mengatakan, misi itu dibekali aturan yang memungkinkan penggunaan semua cara untuk melindungi dan menangkal.

Beberapa analis keamanan menyampaikan, perompakan terhadap tanker raksasa Saudi menunjukkan betapa mudahnya menyerang sebuah kapal. Ini merupakan titik rawan yang bisa dimanfaatkan Al Qaeda untuk menyerang obyek-obyek ekonomi global. Hal itu juga menggambarkan lebih besarnya risiko pelayaran global terhadap serangan teroris ketimbang penerbangan.

Al Qaeda telah melancarkan atau merencanakan sejumlah serangan laut pada masa lalu. Salah satunya adalah pengeboman bunuh diri terhadap kapal perang AS, USS Cole, tahun 2000 yang menewaskan 17 pelaut AS.

”Ada argumen bahwa kelompok teroris tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk menguasai sebuah kapal. Namun, pengalaman Somalia menunjukkan, tidak diperlukan keahlian tinggi untuk melakukannya,” kata Ian Storey, peneliti di Institute of Southeast Asian Study, Singapura

Ini Permainan Geopolitik … Rusia Mulai Merangkul Amerika Latin Setelah NATO dan Amerika Serikat Melebarkan Pengaruh Di Eropa Timur

Rusia merangkul negara-negara Amerika Latin, terlihat dari kunjungan Presiden Rusia Dmitry Medvedev ke sejumlah negara Amerika Latin, termasuk negara yang sangat anti-AS.

Medvedev menjadi presiden Rusia pertama yang berkunjung ke Caracas, Venezuela. Medvedev dijadwalkan tiba Rabu pagi ini.

Pada saat bersamaan, sebuah skuadron kapal perang Rusia yang dipimpin penjelajah bertenaga nuklir Pyotr Veliky (Peter the Great), Selasa (25/11) pagi, tiba di Venezuela untuk sebuah latihan perang bersama. Kapal Pyotr Veliky ditemani kapal perusak Laksamana Chabankenko. Ini indikasi ambisi Moskwa untuk merangkul kawasan Amerika Latin.

Pengiriman sebuah skuadron (terdiri dari tiga sampai empat kapal) Rusia ini adalah yang pertama ke perairan Karibia sejak Perang Dingin berakhir 1986.

”Ini bukan provokasi, tetapi sebuah pertukaran di antara dua negara yang bebas dan berdaulat yang semakin mendekat,” kata Presiden Venezuela Hugo Chavez dalam konferensi pers Senin malam. Chavez dikenal sebagai pengecam keras Washington.

”Kami melakukan latihan bersama dengan Brasil baru-baru ini, dengan Perancis, dengan Belanda, dan kini dengan Rusia,” kata Chavez.

Latihan bersama itu bersamaan dengan dua hari kunjungan Medvedev ke Venezuela. Ia dijadwalkan bertemu dengan Chavez, Kamis, sebelum menuju Kuba.

Kepala Komando Operasi Venezuela Jenderal Jesus Gonzalez hari Senin menegaskan, latihan perang dimulai Rabu hingga 1 Desember. Seorang juru bicara Angkatan Laut Rusia di Moskwa menegaskan, latihan perang itu antara lain perencanaan operasi, membantu kapal-kapal yang memerlukan bantuan, dan pasokan ke kapal-kapal sambil berlayar.

”Kalau Venezuela dan Rusia ingin melakukan latihan militer, itu baik-baik saja. Kami jelas akan mengamati itu dengan saksama,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack di Washington, Senin.

Kemarahan Rusia

Analis melihat, kunjungan Medvedev ke negara-negara di ambang gerbang Washington sebagai bentuk kemarahan Rusia atas rencana AS memasang sistem perisai rudal di Polandia dan Ceska. Juga dukungan AS kepada Republik Georgia, Rusia selatan, Agustus lalu.

Di Peru, seusai KTT APEC, Medvedev dan Presiden Peru Alan Garcia hari Senin mengumumkan program perbaikan helikopter. Berdasarkan kesepakatan itu, Rusia akan mengirim teknisi untuk melatih militer Peru memperbaiki helikopter buatan Rusia.

Medvedev terbang ke Brasil hari Selasa. Dia bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membicarakan agenda perdagangan bilateral, termasuk energi nuklir dan kemungkinan penjualan peralatan pertahanan.

Kunjungan Medvedev ke Peru, Brasil, Venezuela, dan Kuba direncanakan sebelum krisis keuangan. ”Rusia kini harus mengurangi ambisinya di Amerika Latin,” kata Fyodor Lukyanov, editor majalah Rusia in Global Affairs.