Monthly Archives: March 2014

Kapal Mata Mata Rusia Muncul Mendadak Di Kuba Untuk Tekan Amerika Serikat Soal Ukraina

Sebuah kapal mata-mata milik Rusia ditemukan tengah menyelinap ke Havana Bay, Kuba, pada awal pekan ini. Kunjungan mendadak ini diduga dilakukan di tengah konflik dengan Ukraina guna menampilkan peta kekuatan militer di negara lain di dunia.

Dilaporkan Reuters, kapal intelijen Viktor Leonov SSV-175 ini diam-diam memasuki perairan Kuba dan berlabuh di terminal kapal pesiar pada Kamis, 27 Februari 2014. Kru kapal diabarkan melakukan pengintaian di sekitar kota kolonial tersebut.

Kapal perang Rusia memang telah datang dan pergi ke Kuba sejak runtuhnya Uni Soviet, biasanya dengan banyak publisitas dan kesempatan terbuka bagi rakyat Kuba untuk mengunjungi kapal tersebut. Namun, kali ini kunjungan Rusia terkesan sembunyi-sembunyi.

Dalam ketegangan dengan Ukraina, Rusia disebut tengah mencari sekutu dari Barat untuk membantunya menyakinkan Ukraina agar mau bergabung dengan Rusia. Pada Rabu kemarin, negara ini telah menempatkan setidaknya 150 ribu pasukan di bagian tengah dan barat Rusia, termasuk di daerah perbatasan, untuk menunjukkan kekuatan mereka.

Meski demikian, Rusia membantah penempatan tentara dan kunjungan ke Kuba ini merupakan dampak dari ketegangannya dengan Ukraina.

Pada hari Rabu di Moskow, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan Rusia tengah berencana untuk meningkatkan proyeksi militernya di luar negeri, termasuk di Kuba, Venezuela, dan Nikaragua.

Bahkan, pejabat kedutaan Rusia di Kuba menyatakan kunjungan ini dilakukan dengan “ramah”. Begitu merapat di Havana, anggota awak Viktor Leonov SSV-175 bersama dengan pejabat Havana melakukan kunjungan dan meletakkan karangan bunga di monumen tentara Soviet di negara tersebut.

Kuba Berikan Keringanan Pajak 8 Tahun Untuk Tarik Investor

Negeri komunis Kuba kini semakin ramah investasi. Majelis negara di selatan US itu telah menyepakati aturan yang lebih ramah bagi investor. Salah satunya, pajak atas keuntungan diturunkan separuhnya, dari 30 persen jadi 15 persen. Aturan baru ini juga akan membebaskan investor baru dari kewajiban membayar pajak selama delapan tahun.

Walaupun draf aturan itu belum dirilis, ada beberapa hal yang menjadi fokus. Di antaranya proses persetujuan investasi asing akan dipercepat dan perlindungan hukum untuk mendongkrak kepercayaan investor.

Menurut laporan BBC, Sabtu, 29 Maret 2014, dalam sidang majelis yang disiarkan televisi, menteri terkait menekankan bahwa pemerintah tidak menjual negara, tetapi mengambil langkah-langkah sebagai negara sosialis untuk menjamin kemakmuran. Perubahan ini dipandang sebagai bagian penting dari paket reformasi Presiden Raul Castro untuk memodernisasi ekonomi Kuba.

Kuba sebenarnya sudah membuka penanaman modal asing sejak 1995. Namun beberapa tahun terakhir, investasi asing turun dan pertumbuhan ekonomi masih moderat. Tahun lalu, ekonomi hanya tumbuh 2,7 persen, jauh di bawah target pemerintah sebesar 7 persen.

Ekonomi Kuba dinilai sangat terpusat dan tidak efisien. Walau terpusat, hampir setengah juta orang Kuba kini memiliki lisensi untuk mengoperasikan usaha swasta skala kecil.

Walaupun berusaha ramah investasi, keramahan tak berlaku bagi semua investor. Kuba tampaknya masih alergi dengan Amerika Serikat dan masih enggan menerima investasi dari negara adi daya itu.

10 Gembong Obat Bius Kartel Meksiko Ditangkap Polisi

Sepuluh orang diduga anggota kartel obat bius tewas dalam adu senjata dengan tentara dan petugas kepolisian di sebelah timur Meksiko, Kamis, 27 Maret 2014.

Menurut Badan Keamanan Publik Negara Bagian Veracruz, bentrok senjata api itu pecah setelah pasukan keamanan ditembaki dari sebuah rumah saat mereka dalam perjalanan di Kota Perote.

“Akibat bentrok senjata api itu, sembilan pria dan satu perempuan tewas,” kata badan ini melalui sebuah pernyataan.

Petugas mengatakan informasi awal yang mereka peroleh menyebutkan para korban tewas itu merupakan anggota kartel obat bius dari kelompok Zetas.

Petugas juga menerangkan, dari hasil tembak-menembak itu, kepolisian menyita sepuluh pucuk senapan otomatis laras panjang, peluru, amunisi, kaus, serta topi berlogo kepolisian federal Meksiko dan kepolisian Veracruz.

Didirikan oleh bekas pasukan elite militer, Zetas dikenal sebagai geng setan yang melakukan berbagai kekerasan di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Namun kepemimpinan kelompok ini telah dihabisi oleh pemerintah Meksiko dua tahun lalu.

Zetas dipimpin oleh gembong Miguel Angel Trevino yang pernah menguasai kawasan di sebelah timur laut perbatasan negara bagian Tamaulipas pada Juli 2013. Sedangkan pendahulunya, Heriberto Lazcano, tewas dalam tembak-menembak dengan pasukan keamanan pada Oktober 2012.

Rambut Pria Korea Utara Kini Harus Sama Dengan Presiden Kim Jong-un

Mulai sekarang, mahasiswa Korea Utara akan tampil serupa. Model rambut mereka akan sama dengan pemimpin negeri itu, Kim Jong-un. Pemerintah Korea Utara mengumumkan peraturan baru tersebut sekitar dua minggu lalu di Pyongyang.

Kebijakan ini akan dimulai di Pyongyang dan selanjutnya akan menyebar ke seluruh negeri. Meski mereka menghormati Kim, kebijakan model rambut ini dinilai negatif.

“Potongan rambut pemimpin kami sangat khusus. Ini belum tentu cocok untuk semua orang karena masing-masing memiliki bentuk muka dan kepala yang berbeda,” kata sejumlah sumber kepada Radio Free Asia, seperti dikutip Korea Times, Rabu, 26 Maret 2014.

Kunjungan ke salon di negara itu dikontrol ketat oleh rezim komunis. Seperti dilansir Australia Network News, pemerintah telah melarang sepuluh model rambut untuk pria dan 18 model untuk wanita.

Seorang warga Pyongyang yang kini tinggal di Cina mengatakan gaya rambut seperti itu tidak digemari di Korea Utara karena mirip dengan penampilan penyelundup dari Cina.

Steven Seagal dan Kanselir Jerman Puji Langkah Putin Terkait Crimea

Aktor Hollywood Steven Seagal diam-diam adalah pengagum Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam sebuah wawancara dengan Rossiskaya Gazeta, koran milik pemerintah Rusia, ia menyatakan mendukung penuh langkah Putin atas Ukraina. Bahkan aktor laga ini menyebut Putin sebagai “satu dari pemimpin terhebat dunia” dalam wawancara yang dilakukan di Rumania itu. Ia berada di negara itu untuk syuting film terbarunya.

Dilansir The Moscow Times, koran berbahasa Inggris terbesar di Rusia, Seagal mengungkapkan alasan mengapa dirinya mendukung Putin atas putusannya menginvasi Crimea. “Melindungi rakyat berbahasa Rusia di Crimea, aset-asetnya, dan pangkalan militer Laut Hitam Rusia di Sevastovol, itu sangat masuk akal (mengapa Putin mengambil tindakan atas Crimea),” katanya.

Aktor 61 tahun yang dikenal sebagai Republikan sejati ini juga mengkritik kebijakan AS atas Ukraina dengan menyebutnya sebagai “idiot”. Ia menyatakan pemberitaan media AS soal Crimea semuanya membawa agenda Presiden AS Barack Obama. Seagal dikenal dekat dengan Putin. Keduanya sama-sama penyuka olahraga bela diri. Dia sebelumnya pernah makan malam bersama Putin dan mendampinginya dalam beberapa acara olahraga.

Mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, memberikan dukungan terhadap Presiden Vladimir Putin atas tindakannya terhadap Ukraina. Dia mengkritik langkah kelompok negara industri raksasa atau G-8 yang telah mengisolasi Rusia. Bahkan, dia mendukung argumen Kremlin yang membandingkan aneksasi wilayah Crimea dengan intervensi NATO di Provinsi Kosovo, Serbia, pada 1999.

“Pada waktu itu pun kami serta NATO mengirim pesawat ke Serbia dan menjatuhkan bom di atas negara berdaulat tanpa resolusi Dewan Keamanan PBB,” ujar sahabat Putin itu di Reuters, Kamis, 27 Maret 2014. Schroeder menjabat sebagai kanselir Jerman pada 1998-2005. Dia telah bersahabat dengan Putin sejak dikucilkan Presiden Amerika, George W. Bush, pada 2003. Menurut Schroeder, NATO dan Uni Erpa tidak sensitif terhadap kepentingan Rusia. “Dan memperburuk krisis dengan membuat Ukraina memilih berhubungan erat ke Barat atau Rusia,” ujar Schroeder.

Menurut komisioner Parlemen Jerman, yang juga anggota oposisi dari Partai Hijau, Manuel Sarrazin, Schroeder telah menyebarkan propaganda soal Kremlin. Bahkan, ia menduga bila Schroeder telah dibayar guna menjadi juru bicara Rusia. “Dia menjadi pelayan Rusia dengan konflik kepentingan yang besar,” ujar Sarrazin.

Pada saat ini, Schroeder merupakan ketua dewan perusahaan pipa gas kerja sama dengan Rusia yang dimonopoli Gazprom. Di posisi itu dia mendapatkan gaji sekitar 250 ribu euro, setara Rp 3,9 miliar. Jerman adalah pembeli terbesar ekspor gas alam Rusia. Sebagian besar gas Rusia untuk Eropa disalurkan melalui Ukraina. Hal itulah yang membatasi kemampuan Moskow untuk bermain keras dalam negosiasi dengan Kiev. Sebab, itu bisa memunculkan ancaman pematian gas Ukraina yang bakal berdampak ke pelanggan di Eropa.

Schroeder sendiri menyatakan hubungannya dengan Putin lebih dari sekedar bisnis. “Saya memahami jalan pikiran Putin,” ujar dia.

Puing MH370 Berada Di Kawah Gunung Berapi Bawah Laut Samudera Hindia

encarian bangkai pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 bakal menghadapi tantangan yang pelik. Selain fenomena Roaring Forties dan ancaman siklon tropis di bagian selatan Samudra Hindia, medan yang sulit menunggu–demikian diungkapkan ahli geologi. “Puing-puing yang diduga MH370 berada di atas sebuah rangkaian gunung api bawah laut raksasa yang belum terpetakan,” kata Robin Beaman, ahli geologi bawah laut dari James Cook University, Australia, kepada Sidney Morning Herald, Selasa, 25 Maret 2014.

Di seluruh dunia, ada sekitar 30.000 gunung api bawah laut atau seamount yang terhampar di dasar samudra. Lokasi puing-puing MH370 itu berada di zona pemekaran lantai dasar samudra, yaitu South-East Indian Ocean Ridge (SEIOR). Rangkaian gunung berapi bawah laut itu berjejer di barat daya Australia ke Selandia Baru. Para ahli geologi menyebut gunung-gunung ini masih aktif hingga sekarang. Kedalaman dasar laut dan palung di wilayah ini antara 4.000 hingga 7.000 meter.

Menurut Robin Beaman, untuk mencari bangkai MH370 itu dibutuhkan pemetaan 3D (tiga dimensi) oleh kapal-kapal berperalatan pendeteksi bawah air atau multibeam echo sounders. Sayangnya, RV Southern Surveyor, satu-satunya kapal milik Australia yang mampu memetakan itu, sudah dinonaktifkan Desember lalu.

Multi-beam echosounder dapat menghasilkan data batimetri dengan resolusi tinggi, yaitu 0,1 meter akurasi vertikal dan kurang dari 1 meter akurasi horisontalnya. Memang, perangkat ini mengirimkan pancaran pulsa atau gelombang bunyi langsung ke dasar laut yang lalu akan dipantulkan kembali ke kapal yang ada di permukaan. Beaman mengatakan bagian puing pertama yang dipotret satelit DigitalGlobe pada 16 Maret lalu berlokasi sekitar 60 km sebelah barat daya South-East Indian Ocean Ridge (SEIOR).

Obyek satunya lagi yang dilihat pesawat Cina berada sekitar 180 kilometer barat daya SEIOR. Sedangkan obyek diduga puing yang dilihat sebuah pesawat Australia hari Senin lalu berada sekitar 200 kilometer sebelah timur laut SEIOR. “Pada sayap-sayap SEIOR yang besar kemungkinan di mana zona kecelakaan terjadi, hampir tidak ada pemetaan yang terlepas dari jalur penerbangan yang ganjil itu,” kata dia.

Menurut dia, tanpa pemetaan yang akurat sulit mencari puing MH370 di kompleks SEIOR itu. “Tak bisa lain, harus dipetakan kembali wilayah itu,” kata Beaman. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim ahli berbagai daerah yang terus mencari keberadaan bangkai MH370.

Proses pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang sejak dua pekan lalu masih terus dilakukan hingga hari ini. Kini, pencarian oleh belasan negara dipusatkan di daerah baru yang disebut Roaring Forties, yang terletak di Samudra Hindia bagian selatan. Lokasi yang terletak sekitar 1.600 kilometer barat daya Perth, Australia, itu pun disebut-sebut sebagai salah satu lokasi yang paling sulit diakses.

Dilansir Washington Post, Sabtu, 22 Maret 2014, istilah Roaring Forties diperkenalkan oleh para pelaut yang sudah akrab dengan ekspedisi lautan. Kata “Roaring” merujuk pada embusan angin barat yang sangat kuat hingga menimbulkan gemuruh kencang. Sedangkan istilah “Forties” mengacu pada lokasi daerah yang disesuaikan dengan garis lintang selatan, yakni terletak mulai di 40 derajat.

Angin kencang pun kerap terjadi di kawasan itu karena perubahan cuaca yang bisa terjadi dengan cepat. Hal itu disebabkan lokasinya yang berada di zona transisi antara daerah subtropis yang tenang dan pusaran hawa dingin di sekitar Kutub Selatan. Tidak adanya gunung maupun daratan lain membuat angin bisa bertiup kencang dengan mulus, sehingga kecepatannya bisa menjadi yang tercepat di dunia.

Matthew England, peneliti perubahan iklim dari University of New South Wales, Sydney, mengatakan keberadaan Roaring Forties dulunya amat membantu para pengusaha ekspedisi. Kebedaraan angin kencang kerap menjadi pertanda bagi navigator kapal untuk mengetahui keberadaan mereka di Samudra Hindia. Lokasi itu pun menjadi rute navigasi populer dari Afrika menuju Australia.

Hanya saja, dia memperingatkan bahwa arus yang berada di kawasan itu cukup cepat dan rumit untuk diprediksi. Soalnya, kontur dasar laut di daerah Roaring Fortis terdiri atas banyak bukit dan tebing yang mempengaruhi arus laut. Keberadaan “bukit dan tebing” laut membuat lautan itu menjadi berbahaya karena seperti arus yang hidup. “Itu merupakan kawasan yang banyak pusaran airnya,” kata England.

Untuk proses pencarian pesawat Malaysia Airlines, daerah itu bisa dijangkau menggunakan pesawat terbang. Perjalanan oleh tim pencari pun akan memakan waktu delapan jam bolak-balik Perth-Roaring Forties-Perth. Kondisi itu membuat tim cuma memiliki waktu dua jam melakukan pencarian di perairan tersebut. England mengatakan pencarian yang dilakukan sejak Kamis, 19 Maret 2014, bakal semakin sulit. Sebab, angin kencang berembus di kawasan tersebut pada setiap akhir pekan. Kondisi demikian bakal menghasilkan hujan lebat dan ombak setinggi 30 kaki yang membuat jarak pandang terbatas. Cuaca seperti itu, kata dia, akan membuat pesawat rentan terkena turbulensi. Dia juga tidak yakin puing pesawat yang sempat terlihat sebelumnya masih berada di posisi yang sama dalam kondisi demikian.

Penemuan benda yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudra Hindia membawa titik terang bagi pencarian pesawat yang telah hilang hampir dua minggu tersebut. Meskipun satelit Australia berhasil mendapat gambaran tersebut, nyatanya pencarian lokasi puing membutuhkan waktu setidaknya dua-tiga hari. Peninjauan pertama sudah dilakukan oleh tiga pesawat peninjau jarak jauh, tapi mereka tak menemukan apa pun. “Kru tidak dapat menemukan puing karena cuaca hujan dan berawan sehingga jarak pandang terbatas,” kata Twitter Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), seperti dilansir Malaysia Insider, Kamis, 20 Maret 2014.

Sejak pencitraan satelit dirilis kemarin, Australia langsung mengirimkan pesawat Royal Australian Air Force P-3C Orion ke lokasi yang dimaksud. Kru yang terdiri atas pesawat pengintai Australia, Selandia Baru, dan AS tersebut akan menyisir zona pencarian sekitar 2500 kiloeter sebelah barat daya Perth. Semua pihak kini berharap cuaca di Samudra Hindia bisa membaik sehingga benda terduga puing tersebut bisa segera dikonfirmasi. Beberapa negara lain juga akan membantu penyisiran di kawasan tersebut sambil terus menyusuri kawasan lain yang mungkin menjadi lokasi ditemukannya pesawat.

Perdana Menteri Australia, Tonny Abbott, menyatakan pencarian pesawat Malaysia Airlines sangat sulit dilakukan. Bahkan, dia menyebut lokasi pencarian pesawat itu sebagai lokasi yang paling terpencil di dunia. “Ini semua mengenai lokasi yang paling sulit diakses di muka bumi seperti yang kita bayangkan,” katanya seperti dikutip dari Today Online, Sabtu, 22 Maret 2014.

Sebelumnya, proses pencarian pesawat Malaysia Airlines yang hilang sejak Sabtu, 8 Maret 2014, dipusatkan di kawasan Samudera Hindia. Hal itu dilakukan setelah hasil pencitraan satelit menemukan benda mengambang yang diduga sebagai serpihan pesawat. Australia pun menyataan siap melakukan pencarian di daerah yang terletak di sebelah barat negara tersebut. Abbott mengatakan, proses pencarian pesawat itu memiliki sejumlah tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. Lokasi pencarian yang terletak antara Australia, Antartika, dan Afrika bagian selatan itu merupakan daerah yang cukup berbahaya. Bahkan, para pelaut handal menyebut daerah itu sebagai ‘Roaring Forties’.

Terletak di 40-50 derajat garing lintang selatan, daerah itu dikenal kerap dilanda angin dengan kekuatan yang cukup kencang. Daerah itu juga diyakini sebagai daerah yang menjadi poros rotasi bumi. Hal itu membuat hembusan angin menjadi cukup kencang. Posisinya sesuai garis lintang itu juga menjadikan lokasi pencarian pesawat sebagai petemuan antara lokasi beriklim sub-tropis dengan iklim dingin. Hal itu membuat proses pergantian udara terjadi dengan cepat. Pergantian cuaca itu bisa menghasilkan angin berkecepatan 60 kilometer per jam yang meningkatkan ketinggian ombak.

Meski lokasi pencarian cukup sulit untuk diakses, Abbott menyatakan tim pencari dari Negeri Kangguru siap menelusuri di kawasan laut dalam tersebut. Dia pun yakin bisa menemukan pesawan Boeing777-200ER, Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370. “Kalau memang ada sesuatu di daerah itu, kami akan menemukannya.”

Rusia Berencana Akan Dukung Program Senjata Nuklir Iran Bila Ditekan Soal Krimea

Rusia pada Rabu malam mengancam akan mengubah pendiriannya soal program nuklir Iran sebagai tanggapan atas tekanan Uni Eropa dan Amerika Serikat yang mengecam invasi Moskow ke Krimea. “Kami tidak ingin menggunakan perundingan ini sebagai ajang perjudian dengan mempertimbangkan apa yang sedang terjadi di ibu kota negara-negara Eropa seperti Brussels dan juga Washington,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov kepada kantor berita Interfax.

“Namun jika kami dipaksa maka kami akan berbalik arah. Nilai historis mengenai apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan juga penyatuan kembali Krimea dan Rusia tidak dapat diperbandingkan dengan apa yang kami lakukan (berkaitan dengan Iran),” kata dia seperti dikutip AFP.

Pernyataan tersebut disampaikan Ryabkov di Wina di sela perundingan nuklir Iran yang juga melibatkan Rusia. Negosiasi tersebut dihadiri Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif, yang baru-baru ini mengaku optimistis kesepakatan nuklir jangka panjang dapat diraih.

Iran bersama enam negara lainnya saat ini sedang berusaha mencapai kesepakatan nuklir jangka panjang sebelum 20 Juli mendatang. Ryabkov mengatakan bahwa Rusia, yang sebelumnya mendukung Barat dan mendesak Teheran untuk menghentikan program nuklirnya, dapat mengubah pendiriannya dan menegaskan bahwa peristiwa historis di Krimea merupakan persoalan yang lebih penting.

“Pada akhirnya, semua pilihan dan keputusan bergantung pada sahabat-sahabat kami di Washington dan Brussels,” kata Ryabkov. “Keberhasilan perundingan ini bergantung kepada mereka. Berubahnya pendirian kami juga bergantung pada mereka, bukan kami,” kata dia.

Ryabkov mengatakan bahwa Rusia tidak ingin “bermain-main dengan Amerika Serikat, Eropa, maupun Iran.” Moskow hanya ingin mempertahankan “kepentingan nasional yang fundamental.”