Category Archives: Korea Utara Selatan

Korea Utara dan Selatan Diambang Perang Setelah Baku Tembak Artileri Diperbatasan

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan makin memburuk setelah aksi saling tembak artileri di perbasatan pada Kamis (20/8). Karenanya, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang dan Seoul memberi imbauan kepada warga negara Indonesia. “KBRI Seoul dan KBRI Pyongyang memberikan imbauan kepada WNI untuk menjauhi perbatasan,” kata kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, lewat pesan singkat pada Jumat (21/8).

Sebelumnya, menyusul aksi saling tembak dan kampanye lewat pengeras suara, pemimpin Korut Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang. Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat. Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Terkait memanasnya hubungan kedua negara, pihak Kemlu Indonesia, menurut Iqbal, juga tidak mengeluarkan travel warning bagi WNI yang ingin ke Korsel ataupun Korut.

Di Seoul, sekitar 100 orang pemrotes anti-Korut berkumpul dan membakar orang-orangan Kim Jong Un. Ketegangan hubungan dua negara Semenanjung Korea kali ini awalnya dipicu ketika dua tentara Korsel yang berpatroli di perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) akibat ranjau darat. DMZ adalah wilayah perbatasan yang memisahkan kedua negara, dan merupakan perbatasan yang dengan jumlah tentara terbanyak di dunia.

Korsel menuduh Korut menanam ranjau tersebut, sementara Pyongyang membantah keteribatan apapun. Sementara itu, latihan gabungan militer tahunan Korsel dan AS beserta beberapa negara lain sedang berlangsung sejak 17-28 Agustus. Korut selalu mengecam latihan militer ini, menyebutnya sebagai provokasi untuk perang. Korea Selatan membalas serangan tembakan meriam ke arah sumber proyektil Korea Utara di area barat perbatasan inter-Korea pada Kamis (20/8), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Diberitakan Reuters, militer Korea Selatan menembakkan puluhan peluru artileri berukuran 155 milimeter setelah Korea Utara menembakkan proyektil ke arah pengeras suara propaganda. “Militer kami telah mengawasi dan melihat dengan saksama pergerakan militer Korea Utara,” menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan. Sejauh ini, Korea Utara belum menanggapi langsung tembakan Korea Selatan.

Korea Selatan menyatakan peralatan deteksi yang melihat lintasan yang diduga proyektil Korea Utara meluncur sekitar pukul 3.52 sore waktu lokal. Tembakan ini tampaknya tidak merusak pengeras suara ataupun menimbulkan korban luka. Proyektil yang diduga ditembakkan Korea Utara ini mendarat di area 60 kilometer sebelah utara Seoul, atau sebelah barat zona perbatasan, menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Yonhap melaporkan warga Korea Selatan yang berada di sekitar area tersebut kini diminta untuk mengungsi sementara. Selain itu, Yonhap juga memberitakan saat ini kantor Kepresidenan Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dengan dewan keamanan nasional menyusul insiden ini. Ketegangan antara kedua negara Korea ini meningkat sejak awal bulan ketika ranjau darat meledak di Zona Demiliterisasi, DMZ. Insiden ini mengakibatkan dua tentara Korea Selatan terluka.

Seoul menuduh Korea Utara yang telah memasang ranjau tersebut, namun hal ini dibantah langsung oleh Pyongyang. Seoul kemudian mulai mempergunakan pengeras suara untuk menyiarkan propaganda berisi retorika anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan barat dan tengah. Kegiatan ini sebelumnya dihentikan oleh kedua pihak pada 2004. Pada Sabtu kemarin, Korea Utara telah menuntut Korea Selatan untuk menghentikan siaran propaganda tersebut atau bersiap untuk menghadapi aksi militer. Pada Senin, kedua negara mulai melakukan siaran masing-masing.

Tembakan pada Kamis ini muncul di tengah latihan gabungan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat beserta beberapa negara lain. Latihan militer ini sudah berjalan sejak Senin kemarin dan Korea Utara menganggapnya sebagai pemicu perang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang, menyusul baku tempat dengan militer Korea Selatan di perbatasan.

Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat (21/8). Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Langkah ini diambil Korut menyusul ketegangan dengan Korsel sehari sebelumnya. Korsel menembakkan artileri sebagai balasan atas serangan Korut yang memprotes propaganda anti rezim oleh pemerintah Seoul menggunakan pengeras suara di perbatasan sejak 10 Agustus lalu.

Korut tidak membalas lagi serangan Korsel tersebut, namun mengirimkan surat berisikan ancaman akan melakukan aksi militer jika propaganda tidak dihentikan dalam waktu 48 jam. Korsel mengatakan tidak akan berhenti melakukan taktik propaganda yang mengungkapkan kekejaman rezim Korut tersebut. Propaganda dengan pelantang suara ini terakhir dilakukan pada tahun 2004.

Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menyelesaikan masalah tanpa militer. Presiden Korsel Park Geun-hye menyerukan para pejabat militernya untuk “menindak tegas” segala bentuk provokasi Korut. “Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan terus mengamati pergerakan militer Korea Utara,” ujar Kementerian Pertahanan KorselSituasi mencekam tengah dirasakan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan antara dua negara Korea, yakni Korea Utara dan Selatan, setelah penembakan oleh militer Korut pada alat pengeras suara di Korsel, 20 Agustus 2015.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA , 21 Agustus, melaporkan, “Kim Jong-un telah mengeluarkan perintah kepada panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) bahwa pasukan gabungan KPA di garis depan harus siap memasuki keadaan perang, sepenuhnya siap bertempur dalam operasi kejutan.” Kim mengancam melakukan aksi militer jika Selatan terus mengkampanyekan propaganda anti-Pyongyang di perbatasan menggunakan pengeras suara.

“Tindakan Selatan adalah provokasi militer busuk yang tidak pernah dapat ditoleransi,” kata juru bicara Pyongyang yang mengancam untuk mengambil tindakan militer yang kuat, kecuali Seoul menarik kampanye propaganda dalam 48 jam ke depan. Pyongyang mengancam pemimpin tertinggi mereka akan menempatkan pasukannya dengan perlengkapan senjata perang mulai dari 05.00 (waktu setempat) pada Jumat dan telah dinyatakan sebagai “pasukan perang negara” di daerah garis depan.

Sementara itu, kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak akan terpancing dengan ancaman negara. “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korea Utara,” kata kementerian. Dilansir dari Express, setelah penembakan kemarin, kota-kota terdekat di zona bebas militer telah dievakuasi. Seoul sendiri dilaporkan membalas tembakan tersebut dengan menembakkan puluhan peluru artileri.

Sekitar 80 warga di Yeoncheon, ke arah mana peluru diarahkan, harus dibawa ke bunker bawah tanah sementara otoritas mendesak warga lainnya mengungsi.

Korea Utara Ekspor Tank dan Rudal Buat ISIS

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan memiliki tank dan rudal buatan Korea Utara. Mengutip informasi sumber intelijen, NK News melaporkan, tank dan rudal itu digunakan ISIS menyerang Kurdi, Irak utara, pada September lalu. Tank tipe T-55 itu diyakini buatan Uni Soviet yang kemudian diperbarui di Korea Utara. Sedangkan rudal yang dipakai milisi ISIS memang buatan Korea Utara.

Hari ini, 5 Desember 2014, Chosun Ilbo memberitakan, sebelumnya, intelijen Jerman menjelaskan ke parlemen bahwa ISIS memiliki rudal yang mampu menembak jatuh pesawat sipil. Foto milisi ISIS menggunakan rudal itu diunggah di Twitter baru-baru ini. Intelijen Jerman yakin senjata-senjata yang dimiliki ISIS berasal dari Rusia, Bulgaria, atau Cina.

Senjata itu juga diduga hasil rampasan saat mereka berperang dengan pasukan pemerintah Suriah di Kota Raqqa pada Agustus lalu. Suriah dan Korea Utara berteman dekat sejak 1970-an. Korea Utara menjual berbagai jenis senjata ke Suriah, termasuk tank dan rudal itu. Dengan temuan senjata buatan Korea Utara di tangan ISIS, keterlibatan Suriah tidak boleh diremehkan dalam konflik di Timur Tengah.

Kim Jong-Un Pemimpin Tertinggi Korea Utara Sudah Sebulan Menghilang

Sudah sebulan Kim Jong-un tak diketahui kabar beritanya. Kali terakhir pemimpin muda Korea Utara itu muncul pada 3 September 2014 lalu, menonton konser resmi bersama istrinya. Di tengah absennya sang diktator, adik perempuannya, Kim Yo-jong tiba-tiba muncul. Ada apa? Menurut North Korean Intellectuals’ Solidarity yang berpusat di Seoul Korsel, yang didirikan para mantan profesor Korut, Kim Yo-jong saat ini mungkin mengendalikan pemerintahan, menggantikan sang kakak yang absen.

Kelompok tersebut tak menyebut sumber informasi yang mereka dapatkan, dan klaim itu belum dikonfirmasi. Namun, mereka menambahkan, Kim Yo-jong ada lingkaran rezim, mungkin sebagai sekutu utama kakaknya. “Dia adalah salah satu orang di Korut yang setahu kami punya akses tak terbatas ke Kim Jong-un. Saat ini kami tak akan terkejut jika ternyata ia menjadi penjaga gawang,” kata Michael Madden, yang mengelola blog North Korea Leadership Watch, yang melacak para elit Korut, dikutip dari Global Post, Selasa (7/10/20140).

Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang Kim Yo-jong — yang selama ini kehidupannya tak diumbar televisi negara. Ia dilaporkan sekolah di Swiss, sama seperti abangnya. Yo-jong diperkirakan lahir tahun 1987 atau 1988. Dia adalah bungsu dari 7 saudara — anak-anak Kim Jong-il dari 4 istri– yang terungkap.

Dalam sejumlah penampilannya, ia hampir tak menonjol di jajaran elit Pyongyang. Selama bertahun-tahun, corong resmi negara tak menyebut Yo-jong sebagai kader resmi. Namun, Maret lalu ia muncul dalam penampilan perdananya di televisi pemerintah, dalam status ‘pejabat senior’ — pasca-eksekusi mantan orang dekat Kim Jong-il, Jang Song-taek.

Pada akhir 2013, Kim Jong-un mengeksekusi Jang Song-taek — yang adalah pamannya sekaligus ‘king maker’-nya — atas tuduhan pengkhianatan dan korupsi. Istri Jang, Kim Kyong-hui, yang pernah jadi salah satu orang paling penting di Korut juga menghilang dari hadapan publik sejak September 2013. Rumor yang beredar, ia tewas akibat kecanduan alkohol, ‘dibersihkan, atau bersembuyi di Polandia. Mana yang benar, tak ada yang tahu.

Kim Kyong-hui, mungkin memiliki peran sebagai perencana administrasi dan logistik untuk Kim Jong-un. Tak semua saudara sedarah Kim Jong-un bisa beruntung mendapatkan jabatan tinggi di pemerintahan. Si sulung, Kim Jong-nam dicoret dari daftar pewaris takhta ayahnya, gara-gara ia ketahuan mengunjungi Disneyland di Tokyo pada tahun 2001, dengan paspor palsu Dominika.

Dideportasi dari Jepang, ia dianggap mempermalukan Korut dan terutama bapaknya. Kini ia dan keluarganya tinggal di Macau. Kakak Kim Jong-un yang lain, Kim Jong-chul sama sekali tak dipertimbangkan sebagai calon pemimpin. Ia dinilai terlalu sensitif dan santai, demikian menurut mantan koki sushi sang pempimpin Korut. Jong-chul kali terakhir tampil di depan publik saat nonton konser Eric Clapton di Singapura.

Bantahan Korut
Sementara itu Korut membantah laporan yang menyebut Kim Jong-un dalam kondisi sakit dan bahwa adik perempuannya kini mengendalikan pemerintahan. Pernyataan Pyongyang, seperti dikutip dari Euronews mengatakan, klaim pemimpin mereka sedang dirawat dan bahwa militer dalam kondisi ‘siap tempur’, adalah rumor mengada-ada.

Klaim lain — oleh mantan pejabat kontra intelijen Korea Utara — menduga sang ‘Supreme Leader ‘ digulingkan dan negara dalam kondisi perang. Jang Jin-sung kepada Vice mengatakan, Kim Jong-un adalah “pemimpin boneka” Korea Utara yang kini dikendalikan sekelompok elit baru.

Yonhap News Agency melaporkan, Kim Jong-un saat ini menderita asam urat. Sementara Free North Korea Radio (FNK) menduga, ia menjalani operasi pada pergelangan kakinya. Sementara, pejabat Korea Utara hanya mengatakan pemimpin mereka sedang mengalami “ketidaknyamanan”. Tak ada penjelasan lebih lanjut soal itu

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tak muncul di depan publik selama 3 minggu. Juga absen ke rapat kenegaraan yang penting, padahal ia datang tiap tahun sejak mewarisi kekuasaan dari ayahnya, Kim Jong-il pada tahun 2011 lalu.

Kamis 25 September 2014 kemarin Kim Jong-un tak ada di acara Majelis Agung Rakyat Korea Utara atau parlemen yang dihadiri para pejabat partai, petinggi militer, dan sejumlah organisasi nasional. Kursi istimewa yang disediakan untuknya di panggung tetap kosong — jadi pemandangan yang mencolok di tengah para petinggi Korut di sekelilingnya.

“Kami mengira ia akan datang ke Majelis Agung Rakyat, karena Kim Jong-un selalu hadir dalam acara itu,” kata Yoo Ho-Yeol, dosen studi Korea Utara di Korea University di Seoul seperti dikutip dari CNN, Jumat (26/9/2014).
“Ketidakhadirannya menimbulkan spekulasi, mungkin ada masalah dengan kesehatannya.”

Beredar rumor, pemimpin negara yang masih ‘belia’, baru berusia 31 itu sedang sakit. Sejumlah pengamat menilai, berat badannya naik. Kim Jong-un juga terlihat lemas dan berjalan sedikit pincang pada bulan Juli.

Berdasarkan data peliputan kantor berita Korut KCNA, ‘Supreme Leader’ kian sedikit muncul di depan publik. Pada bulan Juli ada 24 acara yang ia kunjungi, 16 kegiatan pada Agustus, dan hanya satu acara pada bulan September. Penampilan di depan umum terakhirnya pada sebuah konser pada 4 September, kala itu ia dihadiri sang istri, Ri Sol Ju. “Mirip dengan apa yang terjadi pada 2008 lalu saat Kim Jong-il sakit parah,” kata Yoo.

Menanggapi rumor yang beredar soal kesehatan sang pemimpin, sebuah pengumuman, dengan media dokumenter, disampaikan media pemerintah Korut. Isinya mengabarkan bahwa Kim Jong-un sedang ‘tak enak badan’.

“Kekayaan dan kemakmuran sosialisme negara ini adalah berkat upaya sungguh-sungguh dari pemimpin kita, yang memberikan petunjuk bagi kita, seperti kerlip api, meskipun sedang merasa tak nyaman. Dokumenter itu juga menyorot kursi kosong yang seharusnya jadi tempat duduk Kim Jong-un,” demikian disiarkan KCNA.

Rambut Pria Korea Utara Kini Harus Sama Dengan Presiden Kim Jong-un

Mulai sekarang, mahasiswa Korea Utara akan tampil serupa. Model rambut mereka akan sama dengan pemimpin negeri itu, Kim Jong-un. Pemerintah Korea Utara mengumumkan peraturan baru tersebut sekitar dua minggu lalu di Pyongyang.

Kebijakan ini akan dimulai di Pyongyang dan selanjutnya akan menyebar ke seluruh negeri. Meski mereka menghormati Kim, kebijakan model rambut ini dinilai negatif.

“Potongan rambut pemimpin kami sangat khusus. Ini belum tentu cocok untuk semua orang karena masing-masing memiliki bentuk muka dan kepala yang berbeda,” kata sejumlah sumber kepada Radio Free Asia, seperti dikutip Korea Times, Rabu, 26 Maret 2014.

Kunjungan ke salon di negara itu dikontrol ketat oleh rezim komunis. Seperti dilansir Australia Network News, pemerintah telah melarang sepuluh model rambut untuk pria dan 18 model untuk wanita.

Seorang warga Pyongyang yang kini tinggal di Cina mengatakan gaya rambut seperti itu tidak digemari di Korea Utara karena mirip dengan penampilan penyelundup dari Cina.

Delegasi Korea Selatan dan Utara Bertemu Membahas Reuni

Korea Selatan dan Korea Utara telah memulai pembicaraan untuk melanjutkan pembahasan mengenai rencana penyelenggaraan reuni keluarga pada Rabu, 5 Februari 2014. Pertemuan ini dilakukan di desa perbatasan Panmunjeom.

Menurut laporan Xinhua, tiga delegasi dari kedua belah pihak memulai pembicaraan ini pada pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 08.00 WIB di Tongilgak, sebuah gedung administrasi di desa yang merupakan perbatasan kedua negara tersebut.

Sejak Perang Korea pada tahun 1950-1953, ribuan keluarga terpaksa berpisah. Hubungan keduanya terus tegang selama berpuluh tahun lamanya. Pembicaraan ini menjadi tanda kemajuan yang signifikan. Jika terlaksana, reuni ini akan menjadi yang pertama sejak 2010.

Pada Agustus lalu, sempat dilakukan pembicaraan serupa antara Palang Merah Korut dan Korsel. Rencananya akan dilakukan reuni bagi beberapa ratus anggota keluarga Korea yang terpisah pada bulan berikutnya. Namun, pembicaraan ini dibatalkan Korut lantaran mereka merasa adanya sikap “permusuhan” dari pihak Korsel.

Banyak yang khawatir Korut juga akan membatalkan kembali reuni ini.

Presiden Korea Utara Kim Jong Un Bunuh Semua Keluarga Pamannya Termasuk Anak Anak

Laporan mengenai kepemimpinan keji Kim Jong Un atas Korea Utara (Korut) kembali mencuat. Pasca mengeksekusi mati sang paman Jong Song Thaek, Jong Un dilaporkan mengeksekusi mati seluruh anggota keluarga sang paman termasuk yang masih anak-anak. Belum lama ini, atau pada 12 Desember 2013 lalu, paman Jong Un yang bernama Jang Song Thaek (67) dihukum mati atas tuduhan berniat menggulingkan keponakannya dari kursi pemimpin Korut, termasuk merencanakan kudeta militer. Jong Un bahkan menyebut pamannya lebih buruk dari anjing.

Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa seluruh anggota keluarga sang paman dipanggil menghadap dirinya ke Pyongyang pada bulan lalu. Atas perintah Jong Un, seluruh anggota keluarga Jang dieksekusi mati dengan tujuan ‘menghentikan pemberontakan’ yang dimulai Jang.

“Eksekusi besar-besaran dilakukan terhadap keluarga Jang Song Thaek,” tutur seorang sumber seperti dikutip Yonhap News Agency dan dilansir news.com.au, Senin (27/1/2014). “Seluruh anggota keluarga Jang dihukum mati, bahkan termasuk anak-anak,” imbuh sumber yang enggan disebut namanya tersebut. Sumber itu menyebutkan, anggota keluarga yang dieksekusi mati termasuk saudara perempuan Jang yang bernama Jang Kye-sun, beserta suaminya yang menjabat Duta Besar Korut untuk Kuba, Jon Yong-jin yang juga dikenal sebagai diplomat senior.

Kemudian juga keponakan laki-laki Jang, yakni Jang Yong-chol yang menjabat Duta Besar Korut untuk Malaysia beserta kedua anak laki-lakinya. Anak laki-laki dan anak perempuan serta cucu-cucu dari dua saudara laki-laki Jang juga ikut dieksekusi mati. “Sejumlah anggota keluarga ditembak mati dengan pistol di depan sejumlah orang lain jika mereka menolak saat diseret keluar dari kediaman mereka,” terang sumber lainnya.

Beberapa anggota keluarga yang merupakan saudara ipar Jang, termasuk istri dari keponakannya dilaporkan mendapat pengampunan. Namun mereka dikirim ke desa-desa terpencil dan diasingkan di sana. “Eksekusi mati keluarga Jang berarti tidak ada jejaknya yang tertinggal. Pembersihan orang-orang yang berkaitan dengan Jang Song-thaek dilakukan dalam skala luas, mulai dari keluarga, kerabat hingga pejabat pangkat rendah,” tandas sumber tersebut.

Laporan mengenai eksekusi mati keluarga paman Jong Un ini muncul setelah Korut mendorong rencana untuk rekonsiliasi dan bersatu dengan Korea Selatan. Namun seruan tersebut ditanggapi dingin oleh Korsel.

Predisen Korea Utara Kim Jong Un Hukum Mati Pamannya Sendiri

Berita eksekusi mati paman pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengejutkan dunia. Selain dicap sebagai pengkhianat negara, pria nomor dua dalam rezim komunis Korut ini juga disebut lebih buruk dari anjing. Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) seperti dilansir news.com.au, Jumat (13/12/2013) mengumumkan eksekusi mati pria bernama Jang Song Thaek ini di halaman depan dengan judul ‘Traitor Jang Song Thaek Executed’. Disertai dua foto yang menunjukkan persidangan militer yang dijalani Jang serta foto Jang sedang dikawal ketat oleh dua tentara Korut.

Eksekusi mati pria berusia 67 tahun tersebut dilakukan setelah dua orang dekatnya, Ri Yong-Ha dan Jang Soo-Kil dieksekusi mati terlebih dahulu pada pertengahan November lalu. Ketiganya dijatuhi hukuman mati karena berusaha melakukan kudeta militer terhadap Kim Jong Un.

Dalam artikelnya, KCNA menyebut tindakan Jang ini memancing kemarahan rakyat Korut. Hukuman mati, menurut KCNA, dijatuhkan untuk menjawab kemarahan rakyat. “Pelayan negara dan rakyat di seluruh negeri meluapkan kemarahan dan menyerukan agar hukuman yang tegas diterapkan bagi setiap elemen anti-partai dan faksi kontra-revolusi,” demikian tulis KCNA.

“Putusan yang dijatuhkan merupakan pukulan keras yang diberikan pelayan negara dan rakyat yang marah terhadap Jang, seorang anti-partai, anggota faksi kontra-revolusi dan penipu politik yang keji,” imbuh KCNA dalam artikelnya. Tidak hanya itu, media resmi Korut ini juga memberikan julukan kasar bagi pria yang pernah menjadi mentor Kim Jong Un ini. “Manusia sampah yang keji, lebih buruk dari seekor anjing,” sebut KCN

KCNA juga merilis pengakuan Jang atas rencana kudeta militer terhadap Kim Jong Un yang merupakan keponakannya. “Saya berusaha untuk memancing keluhan rakyat dan kalangan militer bahwa situasi ekonomi negara ini dan kehidupan rakyatnya dalam kondisi mengerikan, rezim berkuasa gagal untuk menanganinya,” ucap Jang di pengadilan militer seperti dikutip KCNA.

Persidangan kasus ini didasarkan pada Undang-undang Kriminal yang berlaku di Korut. Jang dijatuhi hukuman mati atas nama revolusi dan rakyat Korut. “Hukuman mati dilaksanakan segera,” tulis KCNA tanpa menyebut lebih lanjut waktu dan lokasi eksekusi mati Jang.

Jang merupakan suami dari satu-satunya saudara perempuan Kim Jong Il, Kim Kyong-Hui. Semasa hidup, Jang menduduki jabatan penting dalam pemerintahan Korut. Sebelum disidang, Jang dicopot dari seluruh jabatannya, termasuk sebagai Wakil Ketua Komisi Pertahanan Nasional.