Monthly Archives: October 2008

Tentara Kongo Menjarah Kota Goma Dan Melakukan Pemerkosaan Massal

Tentara Republik Demokratik Kongo menjarah rumah dan toko di Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara, Rabu (29/10) malam waktu setempat. Stasiun radio PBB, Okapi, melaporkan, aksi itu menewaskan sembilan orang dan mencederai tiga orang. Mereka juga memerkosa gadis-gadis dikota tersebut.

Safari Katwa, warga Goma, menuturkan, tentara mendobrak pintu rumahnya dan memaksa semua anggota keluarganya tiarap. Mereka kemudian mengambil semua perhiasan, telepon genggam dan para gadis.

”Tadi malam banyak sekali letusan senapan. Saya beruntung bisa bangun pagi ini dan masih hidup,” kata seorang warga.

Situasi kembali tenang, Kamis, tetapi kepanikan warga belum reda. Mereka berkerumun di jalan-jalan dan mencari tahu apa yang terjadi.

Tentara terlihat berpatroli menggunakan truk-truk militer. Sejumlah tentara tampak mabuk pada pukul 08.00.

Tentara Republik Demokratik (RD) Kongo tengah menghadapi pemberontak suku Tutsi pimpinan Jenderal Laurent Nkunda. Pemberontak berhasil memukul mundur tentara RD Kongo dan pasukan PBB dari kota Rutshuru, 10 kilometer utara Goma.

Tentara pemberontak melancarkan serangan sejak hari Minggu lalu dan terus merangsek maju. Jenderal Nkunda mengancam akan menguasai Goma. Mereka mengklaim telah berada di pintu gerbang Goma.

”Pasukan PBB tidak bisa menghalangi saya masuk ke Goma. Mereka tidak mampu melindungi warga Goma, jadi mereka tidak bisa melarang saya pergi ke sana,” kata Nkunda, Kamis.

Pasukan PBB berkekuatan 800 personel berhasil menghalangi kelompok pemberontak memasuki Goma. Sebelumnya, markas pasukan penjaga perdamaian PBB di RD Kongo, atau dikenal dengan MONUC, menjadi sasaran lemparan batu warga yang marah karena pasukan PBB tidak mampu melindungi warga dari aksi kekerasan.

Serangan pemberontak di sejumlah kota di wilayah timur RD Kongo telah menyebabkan lebih dari 45.000 pengungsi terpaksa meninggalkan kamp mereka di Rutshuru dan Kibumba, 20 kilometer utara Goma. Lebih dari 2.000 pengungsi RD Kongo juga mulai menyeberang di perbatasan Uganda.

Gencatan senjata

Hari Rabu malam, kelompok pemberontak telah menawarkan gencatan senjata kepada Pemerintah RD Kongo. Namun, pemerintah tampaknya belum menanggapi gencatan senjata sepihak itu.

Pada Agustus lalu, Jenderal Nkunda melanggar gencatan senjata yang disepakati pada Januari 2008. Nkunda menuding Pemerintah RD Kongo tidak melindungi warga minoritas Tutsi. Nkunda juga menuding militer RD Kongo bekerja sama dengan pemberontak Hutu di Rwanda melakukan genosida suku Tutsi tahun 1994 di Rwanda.

Selain kebencian etnis, konflik di RD Kongo juga tidak lepas dari perebutan kekuasaan atas sumber daya. Sebuah investigasi PBB soal eksploitasi sumber daya alam ilegal di RD Kongo menemukan bahwa konflik di negara itu terutama soal akses dan kontrol atas berlian, tembaga, kobalt, dan emas

Advertisements

Orang Orang Media Ternyata Tidak Bisa Netral dan Tidak Punya Integritas

Berita harusnya netral dan punya integritas. Namun, tidak demikian yang selalu terjadi di AS. Jauh dari itu, ada taktik-taktik yang tidak etis yang dilakukan media, ataupun politisi, yang ingin meraih kentungan dari keberadaan media yang mau diperalat. ”Pada awalnya saya mengira media di AS adalah panutan dunia. Kenyataannya tidak. Ada banyak kelemahan yang terjadi di media AS,” kata Paul Ujihiro Niwa, Asisten Profesor Bidang Jurnalisme di Emerson College, Jumat (24/10) di Boston, AS.

Niwa adalah warga AS keturunan Jepang yang pernah menjadi wartawan CNCB Asia berbasis di Singapura. ”Salah satu contohnya adalah kegagalan media mengingatkan krisis finansial dan sekaligus tak bisa menghindari AS dari katastrofa ekonomi dahsyat,” kata Niwa.

Media di AS memiliki fragmentasi dan lebih memikirkan diri dan kelompoknya, setidaknya memikirkan negara bagian masing-masing. Media AS tidak punya wahana nasional, yang membuat warga punya visi soal lingkungan yang ada di luarnya. ”Sesungguhnya tidak banyak media AS yang menjadi media nasional. Warganya juga tidak terlalu peduli dengan lingkungan di luarnya,” kata Niwa.

Berbagai kelemahan dan bahkan hal buruk juga terjadi di dalam kinerja media AS soal peliputan pemilu. Misalnya, seharusnya wartawan menjalankan tugas dengan kesadaran penuh bahwa dia tidak dimanfaatkan dan tidak memanfaatkan orang. ”Ketika saya masih menjadi wartawan politik, saya sebisa mungkin menghindari hal-hal seperti itu,” kata Mark Leccese, Asisten Profesor dari Emerson College, yang juga seorang mantan wartawan di Boston Globe.

Namun, kenyataan sering kali terjadi wartawan sulit menghindarkan perbuatan yang jelas salah dari etika jurnalisme. Misalnya, tidak jarang terjadi ada dua politisi yang bertarung memanfaatkan wartawan.

”Pengalaman saya, setiap sumber saya harus bertanggung jawab untuk disebutkan, apalagi jika sumber itu punya tujuan samar. Kita seharusnya menghindar agar tidak dimanfaatkan,” kata Leccese.

Kritikan serupa datang dari Profesor Carole Simpson, pengajar jurnalisme, yang juga mantan wartawan televisi ABC. ”Di mana semangat wartawan muda,” demikian Simpson. Dia mengkritik, betapa wartawan AS kini kurang mendalami kepribadian seorang capres yang seharusnya disajikan ke publik. ”Ini penting untuk mengetahui, apakah karakter dan kepribadian seorang capres akan cocok sebagai seorang presiden,” ujarnya.

Simpson mengatakan itu merujuk pada Presiden AS George W Bush, yang tak punya kepribadian kuat sebagai seorang presiden karena sifat pemarah dan sering cekcok dengan Laura Bush. Demikian juga kebijakan publik yang dijalankan Bush, yang tidak didalami saksama oleh media AS. Media AS tidak kukuh mengkritik alasan yang lemah di balik invasi Irak.

David Gergen, pakar politik dari Harvard University, mengatakan, ada juga wartawan yang tidak paham terminologi. Contoh terbaru adalah pertanyaan Barbara West dari FTV Orlando, Florida, kepada cawapres Demokrat, Joe Biden.

”Apakah Obama bukan marxis dengan program kenaikan pajak,” tanya West kepada Biden. ”Apakah Anda bercanda, apakah itu pertanyaan Anda?” demikian Biden balik menjawab.

Gergen mengatakan, kenaikan pajak atau memajaki orang lebih mampu untuk didistribusikan kepada orang kurang mampu juga dilakukan di Eropa. ”Saya kira terminologi pajak tidak dimengerti,” kata Gergen soal pertanyaan West. CNN mengungkapkan, West dan suaminya adalah pendukung Republik

Kisah Dibalik Tiga Buku Harian Yang Mengubah Dunia Yaitu Buku Harian Ilan Ramon, Dang Thuy Tram dan Anne Frank

Sebuah buku harian menjadi terkenal karena si empunya buku itu memang tokoh. Buku harian juga terkenal karena memberi pengetahuan mengenai suatu peristiwa pada suatu masa. Akan tetapi, tidak sedikit buku harian menjadi terkenal karena penemuannya yang berliku dan unik.

Buku harian Ilan Ramon yang dipamerkan di Jerusalem pada awal Oktober mungkin merupakan buku harian yang sangat unik. Ramon adalah astronot pertama Israel yang tewas saat pesawat ulang alik Amerika Serikat Columbia meledak saat memasuki atmosfer Bumi pada 1 Februari 2003. Semua korban tewas. Namun, sebagian reruntuhan pesawat yang jatuh dari ketinggian 37 mil dari Bumi ada yang bisa ditemukan.

Buku harian Ramon, seperti dikutip Associated Press, ditemukan setelah dua bulan peristiwa terjadi. Badan luar angkasa AS, NASA, menemukan 37 halaman buku harian Ramon dalam kondisi basah di sebuah lapangan di kota Palestine, Texas. Buku harian ini tergolong mujur, terhindar dari kerusakan akibat panas ekstrem saat ledakan. Tidak rusak akibat mikroorganisme saat ditemukan.

Banyak kalangan mengaku heran dan menganggap sebagai suatu keajaiban serta sulit dicari logikanya hingga benda itu masih selamat. Dari sejumlah kejadian sejenis selama ini, benda- benda seperti itu tak bisa ditemukan.

NASA tidak berkomentar banyak dan menyerahkan buku harian itu kepada istri Ramon, Rona, di Israel. Rona membawa buku harian itu ke ahli forensik di Museum Israel dan polisi.

Para petugas kemudian merestorasi buku harian itu. Setidaknya butuh waktu setahun untuk restorasi. Untuk proses pembacaan, kalangan ilmuwan membutuhkan waktu beberapa lama. Sekitar 80 persen dari buku harian itu berhasil dibaca.

Kisah buku harian yang juga tergolong unik adalah buku harian Dang Thuy Tram, dokter Vietnam yang menangani korban Perang Vietnam. Buku hariannya diterbitkan dalam bahasa Inggris, Last Night I Dreamed of Peace, tahun 2007. Thuy yang merawat pasukan Vietkong berkisah saat ia mulai menjadi dokter pasukan (8 April 1968) hingga dua hari menjelang tewas ditembak 20 Juni 1970.

Riwayat penerbitan buku harian itu berliku-liku. Pada 22 Juni 1970 patroli pasukan AS mendengar radio yang memutar lagu-lagu Vietnam. Pasukan AS memergoki empat orang, salah satunya Thuy.

Pasukan AS menembaki empat orang itu. Dua orang tewas, yaitu Thuy dan Boi (tentara). Dua lainnya lolos. Tentara AS meneliti barang bawaan dua orang yang tewas itu.

Barang-barang itu kemudian diteliti oleh intelijen AS untuk ditentukan kategorinya. Barang yang tidak punya informasi militer dimusnahkan. Fred Whitehurst bertugas menyeleksi. Ia melempar sejumlah barang ke drum pembakaran. Seorang penerjemah, Sersan Nguyen Trung Hieu, meminta agar buku harian Thuy jangan dibakar.

Fred menurutinya. Hieu lantas menerjemahkan buku harian itu. Hati Fred tersentuh oleh kisah-kisah dalam buku harian itu. Ia nekat melanggar aturan ketentaraan dengan membawa buku harian itu ke AS tahun 1972.

Baru tahun 1993 setelah ia keluar dari FBI, Fred mulai memikirkan buku harian itu. Ia punya saudara, Rob, yang mampu berbahasa Vietnam. Buku harian itu mulai diterjemahkan.

Selesai menerjemahkan Maret 2005, mereka membawa buku harian itu ke sebuah konferensi tentang Perang Vietnam di Texas. Mereka bertemu dengan veteran angkatan udara dan memberinya kopi buku harian itu. Dalam beberapa bulan kemudian, veteran ini ke Vietnam mencari keluarga Thuy.

Keluarga Thuy pun berhubungan dengan Fred. Fred berhasil berkomunikasi dengan Kim Tram, adik Thuy, lewat surat elektronik. Pada Agustus 2005 Fred bertemu keluarga Thuy di Hanoi. Selanjutnya, buku itu diterbitkan.

Buku harian Thuy ini dikagumi anak-anak muda Vietnam karena, di samping sifat Thuy yang pemberani dan idealis, buku ini juga berisi roman kasih tak sampai Thuy kepada pemuda bernama M. Kisah ini menjadi sisi lain Perang Vietnam yang sangat menyentuh.

Kisah dua buku harian itu mengingatkan kita pada penemuan buku harian legendaris, The Diary of Anne Frank, yang tidak kalah menariknya.

Buku harian Anne Frank sempat terserak di rumah yang diberi nama Secret Annex di Prinsengrahct 263, Amsterdam. Lembaran-lembaran buku harian itu terserak setelah pasukan Nazi mengubrak-abrik tempat itu dan mengirim para penghuninya ke kamp konsentrasi pada 4 Agustus 1944.

Buku itu ditemukan dua sekretaris di gedung itu, yaitu Miep Gies dan Bep Voskuijl. Saat mereka mengetahui Anne meninggal, keduanya menyerahkan buku harian itu kepada Otto Frank, ayah Anne. Oleh Otto, buku harian Anne diterbitkan setelah beberapa bagian diseleksi.

Suriah Akan Menyerbu Amerika Serikat Bila Pasukan Khusus AS Kembali Menyerang Markas Al Qaeda Di Suriah

Pemerintah Suriah kemarin memperingatkan akan melakukan pembalasan jika AS melakukan lagi serangan melintasi perbatasan Irak-Suriah. Suriah mengecam serangan pasukan komando AS ke Desa Sukariyah, Suriah, di perbatasan Irak-Suriah, sebagai tindakan kriminal dan agresi teroris yang telah direncanakan.

Sumber pejabat AS mengatakan, serangan itu dinilai sukses karena berhasil menewaskan pemimpin jaringan penyelundup pejuang asing ke Irak. Orang dimaksud adalah Abu Ghadiya, mantan orang kepercayaan Abu Mussab al-Zarqawi, pemimpin Al Qaeda yang tewas dalam sebuah serangan AS di Irak.

”Dia memiliki pengetahuan mengenai apa yang disebut jalur- jalur tikus, rute-rute penyelundupan (ke Irak). Hasil itu tidak diragukan akan memberikan pengaruh besar terhadap jaringan penyelundup pejuang asing,” kata sumber pejabat AS itu, sambil menambahkan bahwa intelijen AS menyerap informasi, Ghadiya merencanakan serangan di Irak.

Tindakan teroris

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallim yang tengah berada di London, Senin (27/10), mengungkapkan, dia tidak memercayai bahwa pembunuhan warga sipil di Suriah itu merupakan suatu kekeliruan. Oleh karena itu, dia memperingatkan, Suriah akan mempertahankan wilayahnya jika terjadi lagi serangan serupa.

”Semua korban adalah warga sipil, tidak bersenjata, dan mereka berada di dalam wilayah Suriah,” ujarnya.

Muallim menegaskan, pemerintahnya meminta pertanggungjawaban AS atas kematian warga-warga sipil itu dan meminta dilakukan penyelidikan untuk menjelaskan mengapa serangan dilakukan.

”Membunuh warga sipil dalam hukum internasional berarti sebuah agresi teroris,” paparnya.

Menlu Suriah menambahkan, para pejabat AS tahu bahwa Suriah menentang Al Qaeda. ”Mereka sepenuhnya tahu bahwa kami berupaya memperketat perbatasan kami dengan Irak,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Serangan AS ke Suriah itu membingungkan sejumlah kalangan karena bertolak belakang dengan komentar pejabat-pejabat AS belakangan ini bahwa Suriah telah meningkatkan keamanan di perbatasannya. Tahun lalu AS juga memuji Suriah atas pengamanan perbatasannya.

Menlu Inggris David Milliband, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dan Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana menyesalkan jatuhnya korban warga sipil akibat serangan AS itu. Sarkozy juga meminta agar AS menahan diri dan dengan tegas menghormati integritas teritorial suatu negara.

Serangan AS itu dikhawatirkan beberapa pihak akan semakin mempersulit diperolehnya persetujuan mengenai perjanjian pertahanan AS-Irak, yang ditentang banyak warga Irak. Serangan itu menunjukkan bahwa Irak tidak mampu mengontrol pasukan AS dan itu mengkhawatirkan para tetangga Irak

Perancis Kehilangan Rudal Anti Tank Ketika Melarikan Diri Akibat Serangan Taliban

Prancis menganggap sepele perampasan dua rudal anti-tanknya oleh Taliban, Jumat, ketika para gerilyawan melancarkan serangan besar atas ratusan tentaranya di Afghanistan.

Menteri Pertahanan Herve Morin menyatakan pasukan Barat di Afghanistan kadang-kadang meninggalkan senjata mereka di medan perang dan hal yang lebih penting adalah menyelamatkan pasukan dari penghadangan.

“Itu penghadangan di lembah sempit, dengan banyak Taliban,” kata Morin saat mengunjungi unit AD di Annecy, Prancis timur, yang akan dikirim ke Afghanistan.

“Hal yang paling penting adalah setiap orang selamat,” katanya, seraya menambahkan rudal anti-tank Milan yang ditinggalkan akan sulit digunakan setiap orang tanpa latihan yang benar.

Sebanyak 14 Taliban tewas dalam bentrokan tersebut, demikian menurut Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO di Afghanistan.
Penyergapan itu berlangsung di lembah Alasai, utara Kabul, dekat tempat tewasnya 10 tentara Prancis dalam penghadangan Taliban pada pertengahan Agustus.

Menurut AD Prancis, sekitar 300 tentara Prancis diserang oleh seratusan Taliban dan harus mundur setelah bertempur dengan sengit.

Dukungan tembakan dari udara dipanggil untuk membantu mereka keluar dari penghadangan, kata Letkol Bruno Louisfert, jurubicara AD Prancis di Afghanistan, kepada AFP.

Dikatakannya sebuah peluncur rudal juga ditinggalkan bersama dua rudal jinjing jarak menengah Milan

China sebagai Peluang Diantara Ketakutan dan Kesempatan

Secara cekatan Taiwan memanfaatkan kebangkitan China Daratan untuk menjalin kerja sama ekonomi yang menguntungkan. Pentingnya kerja sama ekonomi dengan China Daratan ditekankan Presiden Ma Ying-jeou maupun Wakil Presiden Vincent Siew, antara lain dalam Konferensi Aliansi Bisnis Taiwan-2008 dengan tema ”Taiwan Baru, Peluang Baru”, tanggal 6-8 Oktober lalu di Taipei, ibu kota Taiwan.

Konferensi tahunan sejak tahun 2003 itu dimanfaatkan pemerintahan Ma untuk menjelaskan kepada pebisnis domestik maupun internasional tentang kesiapan Taiwan dalam bidang regulasi dan infrastruktur bagi para investor domestik maupun internasional.

Sekalipun konferensi pertama-tama dimaksudkan untuk menarik investor asing ke Taiwan, tetapi topik pembicaraan justru lebih banyak berkisar pada peluang kerja sama ekonomi dengan China.

Rupanya Taiwan ingin memanfaatkan konferensi internasional itu untuk menjelaskan, pemerintahan Presiden Ma sudah dan sedang mengambil langkah penting dalam membuka horizon baru dalam upaya meningkatkan hubungan baik dengan China Daratan.

Normalisasi hubungan ekonomi dan kebudayaan dianggap Presiden Ma sebagai langkah pertama dan strategis dalam meredam ketegangan dan semangat permusuhan.

Atas pertimbangan itu pula, Presiden Ma cenderung menangguhkan segala pembicaraan tentang unifikasi, kemerdekaan Taiwan, atau bahaya konfrontasi.

Masa depan

Tentu saja masih menjadi teka-teki tentang masa depan Taiwan, terutama dalam kaitan dengan klaim China Daratan atas wilayah itu. Namun, tidak dapat diabaikan pula, 23 juta penduduk Taiwan merupakan sebuah jumlah tak sedikit.

Banyak sekali negara di dunia yang penduduknya jauh di bawah Taiwan, bahkan ada yang jumlahnya hanya mencapai ratusan ribu orang. Secara ekonomi pula, kekuatan Taiwan sangat mencolok sebagai kekuatan ke-17 dunia.

Namun, tantangan dihadapi Taiwan, terutama tentang kiprahnya di panggung internasional. Banyak negara cenderung menjalin hubungan dengan China Daratan dan semakin mengabaikan Taiwan, sekurang-kurangnya secara diplomatik.

Presiden Ma dalam pidato pelantikannya, Mei lalu, menyatakan, Taiwan tidak hanya menghendaki keamanan dan kemakmuran, tetapi juga martabat. Menurut Ma, hanya kalau Taiwan tidak diisolasi pada arena internasional, kerja sama dengan China Darat dapat dilakukan dengan penuh kepercayaan diri.

Kelihatan pula semangat rekonsiliasi yang mulai berkembang di lintasan Selat Formosa tidak dimanifestasikan di arena internasional. Keinginan Taiwan untuk duduk di lembaga-lembaga khusus PBB masih terus dihadang China yang kebetulan mempunyai hak veto.

Sulit ditangkap, sekurang-kurangnya pada permukaan, masyarakat Taiwan sedang berada dalam kecemasan di bawah bayangan hubungan permusuhan dengan China Daratan. Sama sekali tidak terlihat ketegangan mencolok di Taipei, ibu kota Taiwan.

Kaum muda Taiwan, seperti kaum muda masa kini di mana-mana di dunia, terlihat menikmati kehidupan mereka dalam kegairahan tinggi. Dinamika Taipei tidak beda dengan kota metropolitan dunia lainnya.

Proses pembangunan pun berjalan normal, bahkan terus dipercepat dalam semangat kompetisi besar. Konsentrasi Taiwan dalam mendorong pembangunan seperti tidak terpecah, sekalipun berada di bawah hubungan permusuhan dengan China sejak tahun 1949.

Wacana yang dikembangkan pemerintahan Presiden Man Ying-jeou, yang berkuasa sejak Mei lalu, juga lebih menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dengan China. Hanya terdengar sayup-sayup retorika di kalangan pejabat pemerintah tentang bahaya permusuhan dengan China Daratan.

Sekalipun pada permukaan tidak gampang terlihat kecemasan tentang ancaman China Daratan, tapi tidak jauh di bawah permukaan sebenarnya sedang terjadi tarik-menarik perasaan ketakutan dan kegairahan bekerja sama dengan China.

Kompleksitas psikologis atas perasaan yang mendua itu tidak selalu gampang untuk dikendalikan. China tetap dipandang sebagai sumber ancaman politik dan militer, lebih-lebih kalau ditanya wartawan asing.

Perasaan terancam itu berjalan secara paralel dengan kegairahan menjalin kerja sama ekonomi dan kebudayaan dengan China. Suka atau tidak, China merupakan peluang kerja sama ekonomi dan pasar yang sangat menggiurkan.

Identitas Taiwan

Sekalipun perasaan di kalangan masyarakat campur aduk, pihak pejabat selalu menekankan entitas dan identitas Taiwan. Tidak beda dengan sebuah negara merdeka dan berdaulat, Taiwan tahun 2008 ini, misalnya, mempertontonkan perayaan hari nasionalnya tanggal 10 Oktober lalu dengan meriah, dari adegan terbang lintas pesawat tempur sampai parade seni budaya dan pesta kembang api.

Dari aspek kemajuan, masyarakat Taiwan juga menikmati kesejahteraan sebagai kekuatan ekonomi ke-17 di dunia dengan pendapatan per kapita per tahun rata-rata 16.000 dollar AS. Secara politik juga mengesankan karena Taiwan mempraktikkan kehidupan demokrasi dengan sistem multipartai. Kebebasan pers pun dijamin.

Atas pertanyaan, apakah siap berunifikasi jika pada suatu saat China Daratan menjadi demokratis, para pejabat Taiwan cenderung menjawab bahwa pilihan bergantung pada rakyat.

Namun, praktis semua menolak opsi ”satu China dengan dua sistem”, seperti diberlakukan atas Hongkong. Posisi dan riwayat Hongkong dikatakan berbeda dengan Taiwan yang memiliki kekuatan militer maupun kegiatan diplomatik sendiri.

Rakyat Taiwan sendiri, seperti terlihat dalam jajak pendapat terbaru, menunjukkan 82 persen mendukung status quo sebagai pilihan di antara isu kemerdekaan dan isu unifikasi.

Pilihan itu sekaligus mendukung sikap Presiden Ma yang pada pidato pelantikannya, Mei lalu, menekankan kerja sama ekonomi dengan China Daratan. Wacana tentang kemerdekaan dan unifikasi didesak ke belakang.

Presiden Ma menjauhkan retorika dan langkah politik yang bernada konfrontatif. Sebaliknya, ia mengambil posisi pragmatis demi oportunitas kerja sama ekonomi dengan China.

Pidato Presiden Ma dalam Hari Nasional tanggal 10 Oktober lalu maupun dalam konferensi ekonomi tanggal 6-8 Oktober di Taipei secara tegas menekankan pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi lintas Selat Formosa dengan China.

Sejauh ini, ribuan pengusaha Taiwan menanamkan modal di China Daratan. Kerja sama ekonomi itu ingin ditingkatkan pemerintahan Ma dalam cakupan lebih luas.

Hanya sebulan setelah dilantik Mei lalu, Presiden Ma membuka lagi perundingan dengan China yang menghasilkan kesepakatan penerbangan carter akhir pekan sebanyak 36 kali dari masing-masing arah. Juga diberi peluang yang lebih besar bagi warga China untuk berwisata ke Taiwan.

Pendekatan yang menekankan kerja sama ekonomi ini kelihatan ikut membantu meredakan ketegangan hubungan permusuhan yang sudah berlangsung 59 tahun di antara kedua China.

Setelah Yahoo Merugi Kini Renault Tutup Pabrik Sebagai Awal Gelombang Tsunami Runtuhnya Industri Otomotif Dunia

Raksasa otomotif Perancis, Renault, bakal menutup hampir semua pabriknya di seluruh Perancis. Kalangan serikat buruh pekerja Renault, Jumat (24/10), menuturkan, penutupan selama satu hingga dua pekan tersebut akan dimulai pekan depan. Diduga penutupan ini berkaitan dengan krisis ekonomi.

”Hampir semua pabrik akan ditutup untuk satu atau dua minggu atau mungkin lebih. Aksi ini akan dimulai pekan depan pada pabrik di Le Mans yang akan ditutup selama 15 hari dan di Flins akan ditutup juga selama 15 hari,” ujar Fabien Gache dari serikat buruh CGT Renault. Sejauh ini, belum ada reaksi dari pemimpin Renault.

Le Mans yang terletak di Perancis utara dan Flins yang terletak sedikit di luar Paris merupakan lokasi dua pabrik terbesar Renault di Perancis.

Menurut Gache, pabrik ketiga akan ditutup selama sepekan dan pabrik keempat sudah beroperasi dengan setengah kapasitas.

Renault sebelumnya menegaskan, nilai penjualan pada kuartal ketiga 2008 turun 2,2 persen menjadi 9,15 miliar euro. Penurunan penjualan yang tajam terjadi di Eropa pada semester kedua 2008. Total penjualan mobil dan truk ringan Renault tahun ini akan turun dibandingkan penjualan tahun lalu 2,49 juta unit.

Perekonomian dunia, terutama di AS dan Eropa, yang melemah karena krisis keuangan membuat Renault perlu mempertimbangkan penjualannya. Pada Februari, Renault yang merupakan raksasa otomotif nomor empat dunia setelah General Motors, Toyota Motor, dan Ford masih memperkirakan pertumbuhan penjualan dengan 10 persen.

”Jelas krisis muncul. Seluruh ekonomi riil terpukul dan industri otomotif, termasuk Renault, juga ikut terpukul,” ujar Patrick Pelata, kepala bagian operasi, dalam jumpa pers. Renault kini terus memantau kondisi Rusia, Brasil, dan Argentina yang menjadi pasar potensial Renault.

Bulan lalu Renault mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) 6.000 pekerja di seluruh Eropa. Total ada 130.000 pekerja di Renault.

Sekitar 6.100 pekerja pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol, juga harus terkena PHK. Nissan merupakan salah satu afiliasi Renault. Ini karena penjualan Pathfinder, Navara 4 x 4s, dan Primastar Van di AS merosot 34 persen pada September lalu dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 59.565 unit. Tiga jenis mobil Nissan ini dibuat di Barcelona.

Kondisi otomotif dunia

Kondisi Renault merupakan gambaran dari seluruh industri otomotif dunia yang terpukul sejak krisis keuangan melanda AS dan Eropa. Industri otomotif Italia, Fiat; Volvo dari Swedia; dan Chrysler sudah mengumumkan langkah penghematan karena penjualan yang merosot tajam

Industri otomotif Perancis, PSA Peugeot-Citroen, Jumat, juga memerintahkan pengurangan produksi besar-besaran karena penjualan menurun. Perkiraan penjualan Peugeot di Eropa Barat pada kuartal keempat 2008 akan turun 17 persen.

Raksasa otomotif nomor tiga AS, Chrysler, Jumat, juga mengurangi 5.000 pekerja administrasi dan magang hingga akhir tahun ini. ”Langkah ini untuk membantu perusahaan menghadapi krisis keuangan yang memperlemah pasar global,” ujar David Elshoff, juru bicara Chrysler.

Riset di AS menunjukkan, seperempat dari pekerja perusahaan di AS akan terkena PHK dalam 12 bulan mendatang guna mengurangi biaya.

Survei Watson Wyatt, perusahaan konsultasi dunia, menunjukkan betapa kondisi ekonomi terus memburuk akibat krisis terutama di AS.