Monthly Archives: August 2012

Wanita Togo dan Liberia Mampu Kendalikan Pria Lewat Seks

Kelompok hak-hak sipil Togo mendesak perempuan di negara di Afrika itu untuk menggelar mogok seks selama seminggu, menuntut pengunduran diri presiden negara itu. Para perempuan diminta untuk tak melayani suami atau pasangan mereka mulai Senin.

Menurut Isabelle Ameganvi, pemimpin sayap perempuan kelompok Let”s Save Togo, pemogokan akan memberikan tekanan pada pria Togo untuk mengambil tindakan terhadap Presiden Faure Gnassingbe. Ameganvi, seorang pengacara, mengatakan kepada The Associated Press bahwa kelompoknya mengikuti apa yang dicontohkan perempuan Liberia, yang menggunakan serangan seks pada tahun 2003 untuk mengkampanyekan perdamaian.

“Kami memiliki banyak cara untuk mewajibkan pria memahami apa yang wanita inginkan di Togo,” kata Ameganvi.

Mogok seks diumumkan pada Sabtu lalu dan dikampanyekan di ibu kota Togo, Lome. Demonstrasi itu diselenggarakan oleh sebuah koalisi yang memprotes reformasi pemilu baru-baru ini. Kelompok oposisi menyatakan aturan baru akan membuat lebih mudah bagi partai Gnassingbe untuk memenangkan pemilihan ulang pada Oktober.

Gnassingbe berkuasa pada 2005, setelah kematian ayahnya, Eyadema Gnassingbe, yang memerintah negara Afrika Barat selama 38 tahun. Gnassingbe belum mengomentari gerakan mogok seks. Awal bulan ini, dua demonstrasi anti-Gnassingbe dibubarkan oleh polisi menggunakan gas air mata dan lebih dari 100 orang ditangkap.

Seorang wanita Togo mengatakan dia mendukung pemogokan seks, tapi dia tidak yakin apakah akan bisa melakukannya selama sepekan. “Saya setuju bahwa perempuan harus mendukung pemogokan seks, tapi saya tahu suami saya tidak akan membiarkan saya menyelesaikannya. Dia mungkin setuju pada awalnya, tapi sejauh yang saya tahu, dia akan berubah dalam semalam,” kata Judith Agbetoglo. “Jadi saya tidak percaya saya bisa melakukan pemogokan seks satu minggu. Jika tidak, saya akan memiliki masalah serius dengan dia.”

Beberapa pria, termasuk kepala partai oposisi dan kelompok hak asasi manusia yang tergabung dalam koalisi anti-Gnassingbe, tidak percaya langkah itu akan sukses. “Satu minggu untuk pemogokan seks terlalu lama,” kata Fabre dari Aliansi Nasional untuk Perubahan, yang mengusulkan waktu yang lebih singkat, di tengah tawa dari para demonstran. “Bagaimana kalau dua hari saja?”

Biaya Hidup Putin Sebesar 20 Triliun Rupiah Per Tahun

Seorang pemimpin oposisi Rusia mengklaim bahwa Presiden Vladimir Putin menghabiskan uang yang disetor para pembayar pajak untuk membiayai hidup mewahnya. Ia menghabiskan sekitar US$ 2,5 miliar (setara lebih dari Rp 20 triliun) untuk perawatan 20 rumah mewah, 43 jet pribadi, dan empat kapal pesiarnya.

Menurut Boris Nemtsov, wajar jika biaya hidup seorang kepala negara ditanggung negara. Namun, katanya, apa yang dilakukan Putin sudah keterlaluan. “Gaya hidup Putin jauh lebih mewah dibandingkan rekan-rekan Baratnya,” katanya.

Dalam laporan yang dirilis Selasa, Nemtsov, seorang mantan wakil perdana menteri, memperkirakan bahwa biaya pemeliharaan rumah, pesawat jet, dan mobil Putin menelan dana US$ 2,5 miliar per tahun. Ia menyatakan Putin menganggap properti negara sebagai miliknya.

Namun, kevalidan pernyataan Nemtsov dipertanyakan. Laporan ini sebagian besar didasarkan pada laporan berita yang berisi berbagai foto, termasuk koleksi jam tangan Putin senilai US$ 700 ribu.

Juru bicara Putin tak segera menanggapi berita ini.

Ulama Sufi Terkenal Rusia Tewas Dibunuh Oleh Pembom Bunuh Diri Wanita

Bom bunuh diri yang dibawa seorang perempuan, menewaskan seorang ulama Sufi terkemuka, Said Atsayev (74), di wilayah Dagestan, Rusia Selatan. Atas aksi brutal tersebut, Presiden Vladimir Putin menyerukan penghentian kekerasan agama.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (28/8/2012), berdasarkan keterangan kepolisian setempat, aksi bom bunuh diri itu diduga dilakukan seorang perempuan. Pelaku memasuki kediaman sang ulama dengan berpura-pura menjadi peziarah dan meledakan bom dengan menarik sabuk yang melingkari pinggangnya.

Sebagai seorang pemuka agama terkemuka, Atsayev sangat begitu dikenal banyak kalangan di Dagastan. Begitu pula di pemerintahan, ulama ini namanya begitu populer.

Ribuan orang terus berdatangan ke prosesi pemakaman sang ulama di Dagestan sejak Selasa malam. Pemerintah daerah setempat mengumumkan hari berkabung atas insiden berdarah tersebut.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam aksi bom bunuh diri yang menewaskan Atsayev. “Kami tidak akan membiarkan siapa pun merobek negara kita dengan memanfaatkan perbedaan etnis dan agama,” tegas Putin.

“Teroris, bandit, apapun ideologi yang mereka gunakan, hanya untuk satu tujuan, menabur kebencian dan ketakutan,” tegasnya lagi.

Identitas Asli Navy SEAL Penulis Buku Tentang Operasi Memburu Osama Bin Laden Terungkap Oleh Al Qaeda

Mantan anggota pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy SEAL), yang menulis buku operasi pemusnahan yang menewaskan Osama bin Laden, hidupnya terancam dan menghadapi gugatan hukum.

Laman resmi Al Qaeda, Jumat, memasang foto dan nama mantan komando itu, yang bertanggung jawab atas penulisan buku itu. Laman itu menyebut dia “anjing pembunuh Syekh Osama bin Laden”.

Kepala Komando Operasi Khusus Amerika Serikat, Laksamana Bill McRaven, memberitahu pasukan yang aktif dan tidak aktif lagi, militer akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa saja yang diketahui telah menyiarkan informasi sensitif yang bisa membahayakan anggota pasukan.

“Kami akan mengambil tindakan pada anggota, termasuk dakwaan kriminal bilamana perlu,” kata McRaven dalam surat terbuka yang dikirim lewat surat elektronik ke komunitas operasi khusus yang bertugas aktif, dan diterima Reuters, Jumat.

Sebagai anggota yang masih aktif atau tidak dari komunitas operasi khusus, para penulis mempunyai kewajiban moral dan tugas legal untuk menyerahkan hasil karya mereka sebelum dipublikasikan demi alasan keamanan, tulisnya.

Fox News mempublikasikan, Kamis, suatu identitas yang dikatakan nama sebenarnya mantan personel SEAL –bersama seorang wartawan– menjadi penulis bersama buku berjudul No Easy Day. Nama samaran penulis buku itu Mark Owen.

Buku itu akan segera dipublikasikan bulan depan bertepatan dengan peristiwa untuk mengenang serangan 11 September atas AS.

Pada Jumat pagi, nama, foto dan usia pria itu telah dipasang di forum online “the Al-Fidaa Islamic Network”, satu di antara dua laman resmi yang disahkan Al Qaida, kata Evan Kohlmann, pendiri firma keamanan Flashpoint Global Partners yang berkedudukan di New York.

Personel AL itu juga sudah diidentifikasi media Amerika Serikat. Reuters telah memiliki namanya tapi tidak menyiarkannya demi alasan keamanan.

Para perwira militer AS mengatakan mantan anggota NAVY SEAL itu dapat disidik karena tak menjelaskan buku itu kepada Departemen Pertahanan sebelum dipublikasikan bahkan jika tidak mengungkapkan rincian rahasia khusus.

200 Jasad Tambahan Ditemukan Terkubur Di Kantor Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao

Selama dua bulan penggalian kuburan massal di halaman kantor Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, sudah 200 jasad manusia ditemukan. Penggalian masih berlangsung karena diperkirakan masih ada jasad manusia yang terkubur di sana.

Hanya, identifikasi terhadap jasad-jasad itu melalui uji DNA belum dilakukan. Sedangkan tim ahli antropologi asal Australia yang akan mengidentifikasi jasad-jasad itu sudah tiba di Dili pekan lalu. “Kami masih menunggu keputusan pemerintah soal pembentukan tim forensik,” kata komandan polisi investigasi kriminal Timor Leste, Calistro Gonzaga, di tempat kerjanya Jumat 24 Agustus 2012.

Sejumlah ahli identifikasi jasad dari beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, juga telah menghubungi Gonzaga melalui kedutaan mereka di Dili. Para ahli ini menyatakan kesediaannya untuk membantu tes DNA terhadap jasad-jasad itu. “Kami sudah sampaikan hal ini kepada pemerintah untuk dapat melakukan kerja bilateral agar negara yang telah menyampaikan keinginannya dapat diundang,” ujar Gonzaga.

Pemerintah Timor Leste berencana membentuk tim forensik internasional untuk mengidentifikasi jasad-jasad tersebut. Sambil menunggu identifikasi, jasad-jasad itu ditempatkan di kamar mayat rumah sakit nasional di Dili.

Menurut Gonzaga, tes DNA memerlukan waktu yang lama karena ada ratusan jasad, dan ada kemungkinan jumlahnya bertambah lagi. Penggalian yang masih berlangsung ada kemungkinan sampai pada pembongkaran monumen buatan pemerintah Portugis.

Jasad manusia pertama kali ditemukan pada Juni lalu di lokasi kantor pemerintah Xanana Gusmao. Penggalian kuburan ini dilakukan oleh petugas dari perusahaan konstruksi Bantuan Tenaga Kerja.

Di tempat terpisah, partai oposisi terkuat di parlemen mengkritik pemerintahan Xanana Gusmao, yang meminta tambahan anggaran sebesar US$ 50 juta untuk mendanai anggota pemerintahan baru.

Anggaran tambahan itu akan diambilkan dari sisa anggaran Kementerian Infrastruktur yang tidak sempat dialokasikan.

Anggota parlemen nasional dari Fraksi Partai Fretilin, Estanislau da Silva, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah menggunakan anggaran Kementerian Infrastruktur merupakan kesalahan fatal manajemen. Menurut dia, sisa anggaran harus dialokasikan kembali ke kementerian itu, bukan malah dialokasikan ke item lain.

Tahun anggaran 2012 pada pemerintahan Aliansi Mayoritas Parlemen (AMP) pimpinan Xanana Gusmao disahkan pada Desember 2011 dengan dana US$ 1,7 miliar. Mandat AMP selesai pada bulan ini, dan dilanjutkan oleh pemerintah koalisi baru untuk periode 2012-2017.

Drama Televisi Omar yang Berkisah Tentang Umar Bin Khatab Diputar Di Qatar Pada Bulan Ramadhan

Drama televisi Omar, yang diproduksi di negeri Qatar menuai kecaman sekaligus pujian karena cerita mengenai para khalifah dan sahabat Nabi. Drama berseri yangmengisahkan kehidupan pemimpin Muslim pada abad ke-7, Khalifah Omar Ibn al-Khattab (juga dikenal sebagai Umar Bin Khatab di Indonesia), menimbulkan perbedaan pendapat di wilayah Arab atas keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral tidak dapat digambarkan oleh aktor.

Para ulama konservatif mengecam serial yang diputar selama bulan Ramadan, atau bulan tersibuk dalam hal drama televisi. Para akademisi melihat tren yang tidak diinginkan dalam pemograman televisi, sementara menteri luar negeri Uni Emirat Arab secara terang-terangan menolak menontonnya.

DIPUJI
Namun di meja-meja makan dan media sosial di seluruh wilayah Arab, Omar mendapatkan pujian dari banyak penonton Muslim, yang mengagumi serial itu karena menceritakan periode yang penting dalam sejarah Islam. Beberapa pihak menyebutnya membawa pesan bagi dunia Arab, yang dilanda perubahan politik akibat pemberontakan yang terjadi tahun lalu.

Salam Sarhan, kolumnis di koran Diyar di Lebanon, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari tren yang terjadi secara gradual di dunia Islam untuk melihat kembali warisannya secara lebih kritis. Ia menambahkan bahwa serial tersebut akan membuka pintu bagi produksi televisi dan sinema yang menggambarkan tokoh-tokoh sentral dunia Islam.

“Siapa pun yang berani menggambarkan tokoh-tokoh ini 20 tahun yang lalu, ia akan dituduh menghujat agama,” tulisnya. “Secara sederhana, penggambaran tokoh-tokoh yang dipuja-puja dengan segala kesalahan, keterbatasan, kompetisi, kemarahan, rasa lapar dan dahaga akan mendorong masyarakat Islam ke suatu fase baru.”

Dengan sebagian besar syuting dilakukan di Maroko, serial tersebut didanai oleh MBC Group, konglomerat media swasta yang berbasis di Dubai namun dimiliki pengusaha Saudi, dan stasiun Qatar TV yang dimiliki pemerintah. Serial berisikan 30 episode, dengan biaya puluhan juta dolar menurut juru bicara MBC, itu disiarkan oleh televisi satelit di seantero wilayah Arab. Serial ini juga ditayangkan oleh salahsatu teve swasta di Indonesia.

Acara ini menarik pujian karena set dan kostum yang sangat detil, serta efek visual dan adegan peperangan yang melibatkan gajah-gajah dan ratusan pemain figuran. Namun untuk banyak penonton, nilai produksi tersebut dikesampingkan oleh fakta bahwa aktor-aktor di serial tersebut memainkan Omar dan tiga sahabat Nabi Muhammad yang lain, yang merupakan empat khalifah pertama dari kekaisaran yang berekspansi ke wilayah di luar Semenanjung Arab.

Dalam sejarahnya, cendekiawan Muslim tidak menyarankan penggambaran tokoh-tokoh yang dihormati dalam karya seni, dan beberapa diantaranya mengatakan bahwa itu dilarang karena dapat menyesatkan atau mendorong pada pemujaan.

Itulah sebabnya mengapa mesjid dihiasi pola geometrik atau tumbuh-tumbuhan, bukannya gambar manusia atau binatang.
​​Meski beberapa sahabat Nabi telah digambarkan dalam film, produksinya sebagian besar dilakukan oleh kelompok Syiah. Serial Omar ini diyakini sebagai drama pertama yang menggambarkan keempat khalifah yang diproduksi oleh kelompok Sunni, yang merupakan mayoritas di daerah Teluk dan Afrika Selatan dan secara historis menolak penggambaran tokoh-tokoh tersebut.

“Penggambaran sahabat-sahabat Nabi merupakan kejutan bagi masyarakat [Arab],” ujar Suaad al-Oraimi, profesor sosiologi di UAE University. Mufti Saudi Arabia, atau otoritas agama tertinggi di negara tersebut, dengan keras mengkritik acara tersebut dalam sebuah ceramah. Perlawanan juga datang dari Universitas al-Azhar, lembaga prestisius di Kairo tempat pembelajaran aliran Sunni.

“Khalifah-khalifah pertama telah dijanjikan surga. Hidup mereka tidak dapat digambarkan oleh sembarang aktor,” ujar Ahmed al-Haddad, mufti di Dubai, dalam pernyataan tertulis pada kantor berita Reuters.

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed adalah salah satu dari pengkritik paling menonjol dan ia menulis di Twitter: “Saya tidak akan menonton serial Omar Ibn al-Khattab.” Komentarnya diteruskan oleh ribuan orang dalam beberapa hari saja.

Sheikh HamadWael al Hanbari, cendekiawan Muslim ternama yang tinggal di Istanbul, mengatakan ia khawatir reputasi para khalifah tersebut dapat tercemar.

“Hal ini sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya. “Para aktor ini dapat memainkan peran-peran lain, di film laga misalnya, namun selamanya akan diasosiasikan dengan peran khalifah. Ini sangat berbahaya. Citra para khalifah ini harus dilindungi.”

Namun serial televisi tersebut tidak kekurangan pendukung. Saif al-Sahabani, kolumnis koran Okaz di Saudi Arabia, menepis ide bahwa penggambaran sahabat Nabi merupakan hal yang dilarang hukum agama. “Serial tersebut memperlihatkan kesenjangan dalam nurani kolektif Arab dan Islam, terutama di antara mereka yang bergantung pada tradisi daripada pikiran sehat,” tulisnya.

Sahabani mengutip sejumlah dukungan terhadap acara tersebut dari cendekiawan-cendekiawan Muslim senior, termasuk ulama Mesir yang tinggal di Qatar, Yousef al-Qaradawi, yang dikenal di dunia Arab lewat program mingguannya di stasiun televisi Al Jazeera. Qaradawi ada dalam komite cendekiawan Muslim yang mengulas skenario serial tersebut.

Sejumlah penonton menolak kritikan terhadap acara tersebut karena mereka melihatnya sebagai serangan terhadap kebebasan pribadi. “Muak dengan pandangan kaum ekstremis.. Siapa kalian yang menghakimi kami karena kami menonton serial Omar?” tulis seseorang dengan nama akun Twitter YasmineMedhat, yang profilnya menyatakan ia adalah seorang Muslim di Mesir.

Hatem Ali, sutradara serial tersebut, mengatakan ia dan timnya sudah menduga akan ada kontroversi sebelum episode pertama ditayangkan.

“Kami telah bersiap-siap untuk itu,” ujarnya dalam wawancara lewat telepon dari rumahnya di Syria. “Omar adalah serial televisi pertama yang memperlihatkan tokoh-tokoh penting tersebut. Jadi orang akan memiliki pendapat-pendapat yang berbeda dan hal itu dapat dipahami.”

Sebagai sutradara sejumlah drama televisi sejarah, termasuk trilogi mengenai pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia, Ali mengatakan bahwa serial Omar tidak dihubungkan dengan kebangkitan kekuasaan kelompok Islamis di Tunisia dan Mesir, dan tidak usah dilihat sebagai kampanye bagaimana negara Islam seharusnya diperintah.

Namun ia menambahkan bahwa serial tersebut menyentuh isu-isu yang tetap relevan saat ini, seperti peran perempuan dalam Islam, tata kelola pemerintahan yang baik dan aplikasi hukum syariah. “Saya tidak mengkampanyekan pembentukan pemerintahan Islam,” ujarnya. “Namun Omar adalah contoh seseorang yang mempertimbangkan perubahan dan ujian-ujian baru yang dihadapi masyarakat.”

Saat ditanya mengenai kontroversi tersebut, juru bicara MBC mengatakan perusahaannya bertujuan menampilkan sejarah dengan benar. “Itu adalah tujuan besar kami yang hanya dapat dicapai dengan kejujuran dan komitmen terhadap peristiwa-peristiwa sejarah.”

Michael Stephens, analis isu politik dan sosial di Royal United Services Institute di Doha, membandingkan serial tersebut dengan keputusan pemerintah Saudi Arabia untuk mengijinkan atlet-atlet perempuan bertanding di Olimpiade untuk pertama kalinya tahun ini. “Hal ini tidak mengubah dunia namun merupakan satu langkah. Dan sekali Anda mengambil langkah tersebut, Anda tidak dapat mundur,” ujarnya.

“Meski mengundang kekesalan, namun orang-orang masih menontonnya. Itulah keanehan yang terjadi.”

Seorang Suami Menjadi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Akibat Tidak Membelikan Istri Baju Baru Untuk Idul Fitri

Seorang wanita di Kuala Lumpur, Malaysia, nekat memukul suaminya dengan cobek yang terbuat batu hingga luka-luka. Penyebabnya, sang suami menolak untuk membelikan baju baru untuk Idul Fitri.

Seperti dilansir oleh Asia One, Rabu (15/8/2012), insiden ini berawal ketika wanita yang tidak disebutkan namanya ini meminta untuk dibelikan baju baru untuk Idul Fitri. Namun sang suami menolak.

Sang suami justru meminta istrinya untuk mengenakan baju lama yang masih layak pakai. Menurutnya, hal tersebut demi menghemat pengeluaran rumah tangga.

Sang istri langsung marah dan keduanya pun terlibat pertengkaran. Kemudian sang istri pergi ke dapur untuk mengambil cobek lalu menggunakannya untuk memukul suaminya tepat di bagian kepalanya.

Merasa diserang oleh istrinya, sang suami pun memutuskan kabur keluar rumah. Di rumah sakit, sang suami harus mendapat 3 jahitan atas luka sobek di kepalanya.

Beberapa saat kemudian dia melapor ke polisi atas perbuatan istrinya tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian setempat.