Monthly Archives: July 2008

Fotomodel Telanjang Buat Geram Menhan Peru

Cara menyambut hari ulang tahun kemerdekaan bisa dengan berbagai cara, tapi jika bertelanjang ria, tentu yang datang adalah masalah, seperti yang terjadi di Peru.

Seorang perempuan fotomodel berpose tanpa busana dengan menunggang kuda, dan yang membuat negara itu heboh, yang digunakan sebagai sadel adalah bendera negaranya.

Foto itu muncul di halaman muka majalah DFarandula dan terbit menjelang hari ulang tahun ke-187 kemerdekaan Peru yang akan jatuh hari Senin. Salah satu negara di Amerika Latin itu adalah bekas jajahan Spanyol.

Foto itu memicu heboh politik sampai-sampai menteri pertahanan Peru angkat bicara.

“Ini adalah simbol-simbol patriotik yang harus dihormati sepenuhnya, dan jika dipergunakan dengan tidak pantas, maka ada hukumannya,” kata Menhan Antero Flores kepada para wartawan sebagaimana diberitakan Reuters. “Ini penghinaan.”

Flores telah memerintahkan jaksa mengusut kasus itu dan mengajukan dakwaan. Sang model terancam hukuman hingga empat tahun penjara jika terbukti menghindar simbol-simbol patriotik.

Sang model, Leysi Suarez, lebih dikenal sebagai penari band Alma Bella (Jiwa yang Indah). Dia berkomentar, fotonya adalah suatu yang patriotik. Jika foto seperti ini terjadi di Indonesia, entah heboh seperti apa yang muncul di masyarakat

Advertisements

Taliban Mengeksekusi Mati Mata Mata Amerika Serikat

Taliban menembak mati seorang wanita di daerah persukuan di Pakistan. Perempuan itu mereka tuduh sebagai mata-mata tentara Amerika Serikat di seberang perbatasan di Afghanistan, kata pihak berwenang, Rabu.

Mayat Gulzada Bibi (30), ditemukan di suatu lapangan pada Rabu, 14 kilometer barat Miranshah, kota utama di daerah bergolak Waziristan Utara.

Catatan di dekat mayatnya menyatakan Bibi menjadi mata-mata untuk tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan, kata pejabat keamanan Pakistan kepada kantor berita Prancis AFP.

“Ia dihukum saat berbicara dengan penghubung Amerika Serikat-nya dengan telefon satelit,” kata pejabat itu mengutip catatan tersebut.

Taliban membunuh beberapa anggota suku pada beberapa bulan terahir dengan menuduh mereka adalah mata-mata.

Pakistan semakin ditekan Amerika Serikat untuk menumpas pejuang Al Qaeda dan Taliban. Kedua kelompok itu disinyalir menggunakan wilayah persukuan di Pakistan sebagai tempat berlindung untuk menyerang pasukan asing di Afghanistan.

Kelompok keras pendukung Taliban di daerah sabuk suku Pakistan menembak tewas dua warga suku setelah menuduh mereka menjadi mata-mata untuk pasukan Amerika Serikat di Afganistan, tetangganya, kata pejabat di Miranshah pada pekan lalu.

Catatan ditinggalkan di jenasah tergeletak di desa perbatasan Lowara Mandi di daerah suku Waziristan Utara itu menunjukkan bahwa kedua orang tersebut mata-mata pasukan Amerika Serikat, kata pejabat tersebut.

“Semua yang bekerja sebagai mata-mata Amerika Serikat akan mendapatkan nasib sama,” katanya.

Pakistan berperang dengan ratusan anggota kelompok Taliban dan Alqaida, yang lari melintasi perbatasan dari Afganistan, setelah serbuan pimpinan Amerika Serikat pada ahir 2001, menyusul serangan 11 September terhadap negara adidaya tersebut.

Kelompok pejuang Taliban Pakistan pada ahir Juni menjatuhkan hukuman mati atas dua orang Afganistan di depan ribuan orang setelah kedua laki-laki itu dituduh melakukan mata-mata untuk kepentingan pasukan Amerika Serikat, kata saksi dan pejabat di Khar, Afganistan.

Bakutembak membubarkan kerumunan itu setelah pembunuhan di dekat Khar, kota terbesar di wilayah suku di wilayah baratlaut, Bajaur, tersebut, yang mengakibatkan delapan orang lain cedera, kata saksi.

Kelompok pejuang memenggal kepala salah seorang dari mereka dan menembak tewas yang lain, setelah menuduh keduanya menyampaikan keterangan kepada pasukan sekutu di Afganistan, yang melakukan serangan peluru kandali terhadap Bajaur pada Mei, yang menewaskan 14 orang.

“Terjadi hukuman mati di depan umum oleh kelompok pejuang terhadap dua orang, yang diculik dua hari lalu oleh Taliban dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata,” kata pejabat keamanan setempat kepada AFP, sengan menambahkan bahwa itu terjadi 10 kilometer di barat Khar.

Saksi pelaksanaan hukuman mati itu menyatakan lebih dari 5.000 orang berkumpul di lapangan terbuka untuk menyaksikan kejadian tersebut.

Kelompok Taliban kemudian mengumumkan melalui pengeras suara bahwa lelaki tersebut adalah mata-mata, yang memasok keterangan kepada pasukan Amerika Serikat di Afganistan, yang mengakibatkan terjadi serangan udara oleh pasukan sekutu pada 14 Mei lalu.

Serangan tersebut menyasar rumah dua pemimpin kelompok pejuang setempat, kata pejabat keamanan

Diperlukan Pendidikan Yang Berorientasi Damai

Konflik di berbagai negara, khususnya di negara berpenduduk Muslim, menunjukkan makin pentingnya disemaikan pendidikan berorientasi damai. Umat manusia harus disadarkan, konflik itu bukan bagian dari sifat alami manusia karena justru, sebaliknya, tiap manusia menginginkan kedamaian.

Demikian rangkuman pandangan dari narasumber dan ulama yang menghadiri International Conference of Islamic Scholars (ICIS) Ke-3 yang dibuka Rabu (30/7) di Jakarta.

Sukree Langputeh dari Universitas Islam Yala, Thailand selatan, menguraikan, berbagai perguruan tinggi, badan pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan menggunakan berbagai sumber daya untuk mempelajari konflik dan kekerasan. Namun, perhatian yang dicurahkan untuk membuat rencana aksi sistematik dan berkelanjutan prinsip damai relatif sedikit. ”Akibatnya, generasi demi generasi mengulang kesalahan generasi sebelumnya, hingga konflik kekerasan jadi bentuk permanen masyarakat,” ujarnya.

Mulai kerja sama

Menurut Mohtar Mas’oed, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada, sebenarnya berbagai upaya untuk memperluas pendidikan perdamaian telah dilakukan, tetapi masih setengah-setengah dan sporadis. Pendidikan perdamaian itu dipraktikkan dalam bentuk dialog antaragama (interfaith dialogue).

Dialog ini sudah banyak dilakukan meski sebenarnya masih banyak orang yang tak bisa membayangkan dialog antaragama itu seperti apa. ”Anak-anak muda sudah mulai banyak melakukan ini. Sekarang yang harus dilakukan adalah kerja sama antaragama. Jangan hanya dialog,” ujarnya.

Wakil Presiden Majelis Dakwah Islam Regional Asia Tenggara dan Pasifik di Australia Ameer Ali menambahkan, konflik dapat ditangani bersama-sama dengan komunitas agama yang lain. ”Jangan mengisolasi diri sendiri. Dialog seperti ini penting. Kita harus dapat jadi agen perubahan, tetapi kita harus bisa mengubah diri sendiri terlebih dahulu,” ujarnya.

Harga Minyak Akan Turun Sampai 70 Dollar Karena Efektifnya Pemberantasan Spekulan

Presiden Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC Chakib Khelil mengatakan, anjloknya harga minyak menunjukkan fluktuasi harga minyak yang terjadi saat ini disebabkan faktor nonfundamental. Bila masalah itu teratasi, harga minyak bisa berada pada level 70-80 dollar AS per barrel.

”Bagaimana bisa harga minyak turun sampai 25 dollar AS per barrel hanya dalam sehari kalau memang penyebabnya adalah faktor fundamental, sementara kita tahu bahwa tidak ada penambahan suplai secara tiba-tiba maupun penurunan permintaan secara drastis,” ujar Chakib di Jakarta, Rabu (30/7).

Menurut Chakib, yang juga Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair itu, harga minyak terus turun karena pasar berekspektasi positif terhadap sejumlah isu geopolitik, seperti kemungkinan krisis Iran bisa dihindari maupun upaya Amerika Serikat mengatasi dampak krisis surat utang berbasis kredit kepemilikan rumah berisiko tinggi (subprime mortgage).

”Apabila masalah nonfundamental itu bisa diatasi, kita akan melihat harga minyak pada kisaran 70-80 dollar AS per barrel dalam jangka panjang. Namun, ini hanya perkiraan, kapan itu bisa terjadi, bergantung pada seberapa cepat masalah-masalah itu bisa diatasi,” kata Chakib.

Ia juga menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah dunia, yang tidak menguntungkan produsen maupun konsumen, tidak ditentukan OPEC semata. Alasannya, OPEC hanya mengendalikan 40 persen produksi dunia. Selebihnya ditentukan oleh sejumlah faktor, seperti kecenderungan pasar dan kondisi geopolitik dunia.

OPEC, ujar Chakib, tidak menargetkan harga minyak di level tertentu. ”Tugas kami adalah menyuplai, berapa pun harga minyak,” kata Chakib.

Dalam jangka panjang, menurut Chakib, produsen dan konsumen minyak harus bersama- sama mencari titik temu atas isu yang fundamental, yaitu transparansi data kebutuhan minyak negara-negara konsumen dan kebijakan energi negara konsumen untuk memenuhinya.

Kepastian data konsumsi

Negara pengekspor minyak, seperti anggota OPEC, membutuhkan kepastian data konsumsi untuk menyesuaikan dengan investasi peningkatan produksi yang akan mereka lakukan. ”Dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan produksinya sebesar 4 juta barrel per hari, OPEC berencana menginvestasikan 162 miliar dollar AS di hulu dan 60 miliar dollar AS di hilir. Itu dalam kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, di mana kebijakan energi negara konsumen belum jelas. Kalau permintaan tidak sesuai dengan perkiraan, investasi yang telah dikeluarkan menjadi percuma,” kata Chakib.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Bandung, Chakib menilai Indonesia mempunyai posisi strategis dalam industri perminyakan di dunia. Potensi pertambangan minyak di Indonesia masih besar dan dapat dioptimalkan dengan membuka pintu investasi seluas- luasnya.

Rentetan Gempa Ring of Fire Akhirnya Menguncang Los Angeles

Gempa bumi berkekuatan 5,4 pada Skala Richter, Selasa, mengguncang Los Angeles, AS, dan hingga berita ini diturunkan tidak ada warganegara Indonesia yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di kota terpadat di negara bagian California itu.

Gempa yang terjadi pada pukul 11:42 waktu setempat (Rabu, pukul 01:42 WIB) itu, menurut penjabat walikota Los Angeles Wendy Greuel, mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka dan sejumlah bangunan rusak ringan.

Gempa tersebut, yang berpusat di Chino Hills –sekitar 48 Km arah timur dari Los Angeles– juga dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada saluran air dan gas.

Namun, fasilitas umum dan prasarana lain seperti lampu lalu lintas atau berbagai sarana menyangkut layanan penerbangan tidak mengalami gangguan sehingga tidak ada penundaan jadwal penerbangan pesawat.

Kendati tidak terlalu kuat, gempa yang terjadi pada Selasa tersebut sempat membuat warga setempat yang sedang berada di dalam gedung, termasuk di Kantor Walikota, hotel, dan restauran, berhamburan ke luar.

Kepanikan juga sempat mewarnai suasana di gedung Konsulat Jenderal RI di Los Angeles.

Sejumlah diplomat Indonesia yang sedang bekerja di gedung yang memiliki lima lantai itu berlarian turun ke luar gedung.

Menurut Konjen RI di Los Angeles Subijaksono Sujono, bangunan gedung KJRI tergolong sudah tua dan belum dilengkapi dengan sarana anti-gempa.

“Tapi alhamdulillah tidak ada kerusakan apapun terhadap gedung. Pegawai kita yang staf lokal sudah agak terbiasa, jadi mereka tenang-tenang saja. Yang agak kaget adalah beberapa `home staff` (diplomat dari Deplu-Jakarta, red) yang baru ditempatkan di sini. Selama ditempatkan di sini, mereka belum pernah mengalami gempa,” kata Subijaksono ketika dihubungi ANTARA New York.

Subijaksono juga mengatakan kondisi semua karyawan KJRI Los Angeles berada dalam keadaan baik, demikian pula dengan kondisi warganegara Indonesia yang tinggal di kota tersebut.

“Kami laporkan, hingga kini tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban,” katanya.

Menurut Subijaksono, warganegara Indonesia yang tinggal di Los Angeles diperkirakan berjumlah 50.000 orang, kebanyakan pelajar, mahasiswa dan pekerja.

“Tapi dari jumlah tersebut, yang terdaftar di pihak kami (KJRI Los Angeles, red) baru sekitar 44.000 orang,” ujarnya.

Los Angeles dan daerah selatan negara bagian California pada tahun-tahun sebelumnya juga pernah mengalami gempa bumi dengan skala kecil.

Gempa dengan kekuatan terbesar, yaitu 6,7 Richter, dilaporkan terjadi pada 17 Januari 1994, menewaskan 72 orang, melukai lebih dari 9.000 lagi dan menyebabkan kerugian materil sebesar 25 juta dolar AS

284 Tahun Penjara Bagi Penjahat Perang Bosnia

Ruang kejahatan perang pengadilan negara Bosnia-Herzegovina Selasa menjatuhkan putusan terhadap 11 tersangka genosida, menghukum tujuh tersangka seluruhnya 284 tahun penjara dan membebaskan empat tersangka lainnya.

Milenko Trifunovic, Brano Dzinic dan Aleksandar Radovanovic menerima 42 tahun penjara masing-masing, Milos Stupar, Slobodan Jakovljevic dan Branislav Medan menerima 40 tahun masing-asing, smentara Petar Mitrovic dijatuhi hukuman 38 tahun penjara.

Semua dari mereka dinyatakan bersalah melakukan pembasmian etnik dalam perang 1992-95 di Bosnia-Herzegovina.

Pengadilan itu menyatakan Velibor Maksimovic, Dragisa ivanovic, Milovan Matic dan Miladin Stevanovic tidak bersalah dan membebaskan mereka.

Kelompok itu dituduh dengan genosida atas dasar keterlibatan mereka dalam pembunuhan besar-besaran 1995 di bekas kantong Muslim Bosnia Srebrenica, tempat tentara Serbia Bosnia membunuh sebanyak 8.000 laki-laki Muslim Bosnia setelah merebut tempat itu pada 11 Juli 1995.

Pada waktu itu, kantong Srebrenica itu di bawah pengawasan PBB sebagai tempat berlindung yang aman.

Tertuduh, menurut penyelidikan, terlibat secara langsung dalam pembunuhan lebih dari 1.000 pria Muslim Bosnia dari Srebrenica yang ditahan di sebuah gudang kerjasama pertanian di desa Kravice, dekat Srebrenica.

“Kejahatan ini diduga dilakukan sebagai bagian dari serangan luas dan sistimatis terhadap penduduk Muslim (Bosnia) di daerah Srebrenica yang dilindungi PBB yang dilakukan oleh militer Serbia Bosnia dan kementerian dalam negari, dengan rencana bersama untuk membinasakan sebagian dari kelompok orang Muslim,” terbaca dakwaan itu.

Pada waktu komisi kejahatan itu, Milenko Trifunovic, Milos Stupar dan Brano Dzinic adalah pejabat berpangkat tinggi polisi khusus, sementara yang lain bertugas bersama tentara polisi khusus di daerah Srebrenica

Sudan Jatuhi Hukuman Mati Untuk Delapan Pemberontak

Pengadilan Sudan Selasa menjatuhkan hukuman mati pada delapan tersangka pemberontak Darfur. Mereka bersalah menurut undang-undag anti-terorisme.

Hakim Muntasim Mohamed Saleh menjatuhkan hukuman mati pada kedelapan pria itu, semuanya diduga dari kelompok pemberontak Gerakan Keadilan dan Persamaan (JEM), serta membebaskan satu tersangka lainnya yang terbukti tidak bersalah dan merujuk kasus lainnya ke pangadilan anak khusus.

Hukuman mati itu akan secara otomatis dirujuk ke pengadilan banding.

Presiden Omar al-Bashir pekan lalu memberikan amnesti pada 89 anak yang ditangkap oleh pihak berwenang Sudan menyusul serangan Mei, yang menandai kali pertama bahwa beberapa dasawarsa konflik regional itu telah mencapai ambang pintu kekuasaan.

Sudan telah membentuk pengadilan khusus di Khartoum, Khartoum utara dan Omdurman yang merupakan sasaran serangan JEM, untuk mengadili puluhan tersangka yang ditangkap dalam tindakan keamanan menyusul serangan yang menewaskan lebih dari 222 orang.

Pengacara menyatakan pengadilan khusus itu tidak konstitusional dan tidak menjamin hak hukum klien mereka.