Monthly Archives: May 2008

Konflik Israel Dan Palestina Bukan Konflik Agama Tetapi Murni Masalah Politik

Konflik Palestina dan Israel sudah berlangsung selama enam dasawarsa sejak para pegiat Zionis Yahudi memproklamasikan kemerdekaan Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948. Yang terjadi sesungguhnya bukanlah konflik yang didasarkan atas agama, melainkan konflik politik, ekonomi, kemanusiaan, hukum, nasionalisme, dan keserakahan manusia.

”Saya 100 persen mendukung pendapat itu,” kata mantan Ketua MPR Amien Rais, selaku pembicara utama pada pembukaan konferensi internasional selama dua hari dengan tema ”Kemerdekaan dan Hak Bangsa Palestina untuk Kembali serta 60 Tahun Pembasmian Etnis”, Rabu (14/5) di Wisma Makara, Universitas Indonesia (UI), Depok. Dalam konferensi itu—diprakarsai UI dan ”Voice of Palestine: Indonesian Society of Palestine Freedom”—hadir sejumlah pembicara nasional dan internasional.

Konferensi itu diselenggarakan terkait peringatan 60 tahun Hari Nakba atau ”hari bencana”, yakni percerai-beraian dan pengusiran warga Palestina dari tempat tinggal mereka setelah pecah perang Palestina tahun 1948. Inilah awal penjajahan Israel di tanah Palestina. Sementara bagi Israel, perang itu dianggap sebagai perang kemerdekaan yang menjadi awal berdirinya negara Israel.

Amien Rais menegaskan agar semua pihak jangan terjebak pada rasisme, apalagi mengutuk agama Yahudi karena sebenarnya yang harus dilawan jelas zionisme, rasisme, dan kolonialisme yang biadab. ”Jadi, sangat keliru kalau kita sampai terjebak melawan Israel hanya karena mereka Yahudi,” kata Amien saat dihubungi melalui telepon.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NGO’s Union for Supporting Palestinians Right Zahra Mustafawi mengatakan, sejatinya Palestina merupakan tanah suci untuk semua agama. Akibat agresi Zionis, banyak warga tanah suci menjadi tertindas dan mati syahid, kehilangan rumah, dan diusir dari tanah leluhur mereka.

Padahal, menurut juru bicara di Neturai Karta International, Rabbi Yisroel Dovid Weiss, mengusir warga Arab bukanlah solusi yang tepat untuk menciptakan perdamaian. ”Selama bertahun-tahun sudah terbukti orang Yahudi dan Arab bisa hidup berdampingan secara damai di Palestina,” ujarnya.

Ia menambahkan, masalah mulai muncul karena zionisme lahir. Zionisme itulah yang menjadi benih konflik di Palestina saat ini. Ia mengatakan, tak semua orang Yahudi mendukung zionisme. ”Lebih dari 25 persen Yahudi justru menolak zionisme itu. Kita harus memiliki optimisme akan kemenangan dan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Rabbi Yisroel Dovid Weiss juga menyatakan, zionisme sudah mengacaukan perdamaian yang terjalin selama ratusan tahun di antara komunitas masyarakat yang berbeda di Palestina. Konflik terjadi akibat propaganda pihak luar, seperti Amerika Serikat dan Israel. ”Saya minta agar kaum Muslim berhati-hati. Jangan sampai terperangkap dengan propaganda itu,” pesannya.

Menjawab pertanyaan, apakah konflik dapat diselesaikan tanpa khilafah Islamiyah, Pendeta Alex Awad, pengajar di Bethlehem Bible College, mengatakan, yang terpenting adalah pemerintah yang ada menghormati semua warganya, apa pun agama, etnis, dan sukunya. Dengan demikian, akan tercipta perdamaian.

Sikap Indonesia

Di bagian lain dalam sambutan yang hanya 10 menit, Amien Rais mendesak Pemerintah Indonesia agar serius dalam mendukung kemerdekaan Palestina karena selama ini sikap Indonesia terkesan kurang serius. ”Marilah kita bersama-sama mendesak pemerintah untuk serius mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Menurut Amien, Indonesia tidak betul-betul memperjuangkan kebebasan Palestina. Contohnya, di media mereka mendukung secara penuh, tetapi di lain pihak para elite politik memandangnya secara subyektif. ”Di satu sisi kita membela Palestina, tetapi di sisi lain kita juga tidak tahan dengan lirikan mata dari George W Bush (Presiden AS),” kata Amien, yang disambut gelak tawa hadirin.

Ketidakseriusan dari Pemerintah Indonesia itu diyakini Amien karena masih ada perasaan takut dengan Washington. Karena itu, menurut Amien, Pemerintah Indonesia masih menganut standar ganda. ”Dari omongan membela Palestina sesuai Mukadimah dari UUD 1945, tetapi kenyataannya kita tidak seperti Malaysia yang lebih bebas. Sampai saat ini pemerintah belum sungguh-sungguh menunjukkan komitmen kepada Palestina,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Agung Laksono dalam pidato pembukaan konferensi menegaskan, dukungan Indonesia kepada Palestina tidak berhubungan dengan faktor agama, tetapi lebih karena suatu hal yang prinsip dan termasuk amanat konstitusi kemerdekaan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.

Didik masyarakat

Selain dukungan dari berbagai negara, Rabbi Yisroel Dovid Weiss mengatakan, harus ada kerja sama mendidik masyarakat agar dunia dapat memahami apa yang terjadi di wilayah Palestina.

”Persoalan di Palestina ini adalah gerakan politik yang dilakukan oleh tiga agama secara bersama-sama. Tak ada hubungan dengan agama. Kita harus mendidik masyarakat agar mereka dapat memengaruhi politikus dan pemerintahnya,” katanya.

Jika sudah tercipta pemahaman yang sama, persatuan akan lebih mudah diciptakan sehingga dunia mempunyai semangat yang sama untuk mengakhiri zionisme di Palestina. Rabbi Yisroel Dovid Weiss menegaskan, tidak akan ada perdamaian jika Israel masih menduduki Palestina. ”Kita harus terus berdoa agar segera tercapai perdamaian,” ujarnya.

Advertisements

Hillary Clinton Menang Telak Atas Obama Dengan Skor 20:8

Senator Hillary Rodham Clinton mendapatkan sebagian besar delegasi di pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di West Virginia, Selasa (13/5). Hillary menegaskan kembali akan terus bertarung melawan Barack Obama.

Hillary menambah jumlah 20 delegasi dan Barack Obama hanya memenangi delapan dari total 28 delegasi yang disediakan West Virginia.

Sejauh ini, Obama masih unggul dalam perolehan delegasi, yakni mendapatkan 1.883,5 delegasi (termasuk delegasi super). Masih ada 166,5 delegasi yang harus didapat Obama untuk menjadi nominator dari Partai Demokrat. Hillary mendapatkan 1.717 delegasi.

Jumlah delegasi yang diperlukan untuk merebut nominasi tersebut naik satu pada Selasa lalu menjadi 2.026 delegasi. Penambahan ini disebabkan Travis Childers dari Partai Demokrat mengisi kekosongan di Parlemen AS untuk kursi dari Mississippi. Hal itu meningkatkan jumlah delegasi super menjadi 797 delegasi dan total menjadi 4.050 delegasi.

Menyuarakan rekonsiliasi

Hillary Clinton merayakan kemenangannya walau masih tertinggal dari Obama. Suara Hillary memperlihatkan niat konsiliasi dan menekankan upaya menyembuhkan luka dalam partai. ”Saya akan bekerja sepenuh hati sebagai bakal calon presiden dari Partai Demokrat dan berusaha agar kita memiliki presiden dari Partai Demokrat,” ujar Hillary.

Dalam posisi tertinggal, Hillary menggambarkan dirinya sebagai si pemberani yang sial dan berjanji terus bertarung. ”Anda tahu, saya tidak pernah menyerah selama Anda juga mendukung saya,” ujarnya di Charleston.

Selasa pagi, Obama berhasil mendapatkan suara tambahan dari empat delegasi super. Hal ini membuat jumlah suara delegasi super menjadi 30 selama pekan lalu.

Obama saat ini memimpin perolehan di tingkat negara bagian dan terus berusaha menang di beberapa pemilihan pendahuluan yang masih tersisa serta memperbanyak dukungan delegasi super. Negara bagian Kentucky (menyediakan 51 delegasi), Oregon (52 delegasi), menyelenggarakan pemilihan pendahuluan pada 20 Mei. Montana (16 delegasi) serta South Dakota (27 delegasi) menyelenggarakan pemilihan pendahuluan 3 Juni.

Obama mengabaikan Hillary dan mempersiapkan kampanye berikutnya. Obama berada di Missouri sepanjang Selasa. Missouri merupakan wilayah yang penting dalam pemilihan presiden AS pada November.

Obama juga akan melakukan perjalanan keliling pada hari Rabu ke daerah Macomb, Michigan, kampung halaman kelompok pekerja kasar, yang sejauh ini masih menolak pencalonan Obama. Pekan depan Obama juga berkampanye di Florida, daerah yang sangat menentukan pada pemilu November 2008

Daya Beli Masyarakat Indonesia Semakin Menurun

Tekanan inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak harus ekstra diwaspadai. Tekanan inflasi menjadi makin serius karena daya beli masyarakat, terutama di pedesaan, semakin lemah. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, daya beli petani, khususnya di Pulau Jawa, kian merosot dan upah riil buruh juga melorot.

Simulasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar 10 persen, tambahan inflasi yang diakibatkannya mencapai 0,34 persen.

Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (2/5), kenaikan harga premium setinggi 15 persen akan menambah inflasi sebesar 0,51 persen. Sementara kenaikan harga premium setinggi 20 persen mengakibatkan tambahan inflasi sebesar 0,68 persen.

Rusman menjelaskan, tambahan inflasi tersebut diperhitungkan terjadi selama satu bulan setelah pemerintah menaikkan harga premium. Simulasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi ini belum memperhitungkan kenaikan harga solar dan minyak tanah.

”Selama dua tahun terakhir, kenaikan harga makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi, tetapi pada April ini terjadi pergeseran. Kelompok perumahan dan energi, khususnya minyak tanah, menjadi penyumbang terbesar,” ujar Rusman.

Inflasi pada bulan April 2008 sebesar 0,57 persen. Dari besaran inflasi tersebut, 0,43 persen merupakan sumbangan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Minyak tanah menyumbang inflasi paling menyolok, sebesar 0,29 persen.

Meskipun inflasi April 2008 dibanding Maret 2008 relatif rendah, inflasi year on year April 2008 dibandingkan April 2007 mencapai 8,96 persen.

Tekanan ekonomi memberat

Pada April 2007, pengeluaran masyarakat untuk memenuhi beragam kebutuhan yang terekam pada perhitungan inflasi menurun. Namun, dibandingkan April 2007, harga rata-rata kebutuhan masyarakat saat ini sudah meningkat hingga hampir 9 persen. Hal ini menunjukkan tekanan ekonomi yang jauh lebih berat.

Pada periode Januari-April 2008, laju inflasi tahun kalender sudah mencapai 4,01 persen. Padahal, pada APBN-P 2008, pemerintah menargetkan inflasi akhir tahun sebesar 6,5 persen.

Data BPS menunjukkan, nilai tukar petani (NTP) yang menggambarkan tingkat kemampuan atau daya beli di pedesaan pada Februari 2008 turun 1,41 persen dibandingkan Februari 2007 atau melemah 0,27 persen dibandingkan Januari 2008.

Penurunan daya beli terutama terjadi pada petani padi yang sebagian besar di Pulau Jawa. NTP padi pada Februari 2008 melemah 3,65 persen dibandingkan Februari 2007. Sebaliknya, secara nasional, NTP tertolong oleh perbaikan daya beli petani perkebunan di luar Pulau Jawa. ”NTP yang membaik umumnya terjadi di Sumatera dan Kalimantan yang banyak perkebunan kelapa sawit dan karet,” ujar Rusman.

Melemahnya daya beli juga tergambar pada upah riil buruh industri. Data BPS menunjukkan, upah riil buruh industri pada triwulan III-2007 turun 4,60 persen dibandingkan triwulan II- 2007. Dibandingkan triwulan III- 2006, terjadi kenaikan upah riil sebesar 0,25 persen. Sementara upah nominal triwulan III-2007 dibandingkan triwulan III-2006 sudah naik 20,09 persen.

Penurunan upah riil yang cukup tajam, antara lain, terjadi pada industri rokok dan pakaian jadi. Upah riil buruh rokok pada triwulan III-2007 dibandingkan triwulan III-2006 merosot 28,05 persen, sedangkan upah riil buruh pakaian jadi pada periode yang sama merosot 13,07 persen.

Inpres penghematan

Terkait dengan tekanan ekonomi yang makin berat jika harga BBM terpaksa dinaikkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penghematan Energi. Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengemukakan hal tersebut Jumat di Jakata. Inpres itu akan mengurangi dan membatasi pemakaian BBM di kalangan pemerintah dan swasta.

Dengan inpres tersebut, pemerintah bisa dengan berbagai cara melakukan langkah upaya penghematan, pengurangan, dan konsumsi BBM sebelum memutuskan kenaikan harga. Cara lain sebelum memutuskan kenaikan harga BBM adalah upaya peningkatan produksi minyak mentah atau lifting rata-rata sampai akhir tahun 2008 sebesar 1 juta barrel per hari.

”Setelah dua langkah itu, baru dievaluasi apa langkah selanjutnya. Untuk menaikkan BBM, memang itu belum dibicarakan Presiden meskipun sudah dikaji. Kita tunggu saja perkembangannya,” tambah Wapres.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga gas bagi kendaraan bila menginginkan program konversi bahan bakar dari premium ke gas berhasil. Bila program ini sukses, subsidi BBM premium diharapkan berkurang.

Bahan bakar gas untuk kendaraan yang diproduksi Pertamina kini Rp 3.600 per liter meskipun ada sinyalemen akan dinaikkan harganya menjadi harga keekonomian, yakni Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per liter.

”Sejauh ini, Departemen Perhubungan telah membagikan 1.700 converter kit bagi kendaraan umum, seperti bus. Tetapi, program konversi ini akan berhasil bila Pertamina menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang menjual gas serta tidak menaikkan harga gas,” kata Jusman.

Buruh Dan Pengusaha Resah Akibat Tidak Becus Pemerintah Menjaga Kestabilan Harga

Tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang mendera seluruh daerah di Tanah Air semakin membebani masyarakat, dan potensial menambah jumlah penduduk miskin di daerah. Pemerintah tidak cukup hanya membuat kebijakan jangka pendek sekadar menambal defisit anggaran semata.

Sejumlah pelaku bisnis kini juga resah, sebab kenaikan kebutuhan pokok menambah biaya produksi mereka.

Demikian keprihatinan dan tanggapan sejumlah pakar ekonomi dari berbagai universitas, menanggapi tren kenaikan harga pokok di hampir semua kota besar di Indonesia yang telah menekan daya tahan masyarakat. (Kompas 30 April dan 2 Mei 2008). Mereka yang dimintai tanggapannya adalah pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Revrisond Baswir; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Denpasar, I Wayan Ramantha; dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang, Elfindri; pakar ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Hamid Paddu.

Revrisond Baswir menegaskan, akar permasalahan tidak segera diatasi pemerintah. Karena itu, harus ada jalan baru yang ditempuh pemerintah. ”Bukan sekadar menyesuaikan harga BBM untuk menambal defisit anggaran, tapi bagaimana mengelola politik anggaran secara keseluruhan. Tidak hanya menyangkut sisi belanja, tetapi juga restrukturisasi kebijakan fiskal,” kata Revrisond. Dengan demikian, APBN tidak akan terus berubah mengikuti naiknya harga minyak mentah dunia. Pajak penghasilan pun harus lebih progresif.

Tax sharing antara pemerintah pusat dan daerah, kata Revrisond, harus lebih proporsional, tidak lagi sentralistik seperti saat ini. Kalau selama ini hasil pajak yang dibagi, ke depan harus dipikirkan untuk membagi hak memungut pajak agar tak akan ada lagi suatu daerah dengan Pendapatan Domestik Regional Brutonya tinggi, tapi infrastrukturnya buruk.

I Wayan Ramantha dari Unud Denpasar menuntut pemerintah harus memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Ketergantungan satu daerah pada daerah lain maupun antar negara, terutama dalam hal pangan, harus dikurangi terus.

Pakar ekonomi Unhas, Hamid Paddu mengemukakan, harus ada regulasi pusat dan daerah agar harga komoditas pangan terjangkau secara nasional. ”Kalau diserahkan mekanisme pasar, yang diuntungkan hanya kapitalis.”

Elfindri dari Unversitas Andalas melihat melonjaknya harga minyak di pasaran dunia merupakan saat bagi Indonesia untuk menggenjot sektor pertanian. Sektor pertanian sangat berpeluang menopang ekonomi Indonesia karena relatif tidak mengandalkan minyak.

Pengusaha resah

Kenaikan harga komoditas pangan, membuat kalangan pengusaha kian resah. Ketua Badan Pariwisata Bali (BTB) IB Ngurah Wijaya mengungkapkan, para pelaku pariwisata di Bali, seperti perhotelan, restoran, serta operator perjalanan wisata, ironisnya, pengusaha tidak serta-merta dapat menaikkan harga. Sebab, biasanya harga paket wisata sudah disepakati 1-2 tahun sebelumnya. ”Kami hanya berharap pemerintah tak menaikkan harga BBM,” kata Wijaya.

Ratna, pemilik Bakpia Patuk 75 Yogyakarta, dan Semiyati (55) pengusaha peyek kacang di Dusun Kedon Bantul (DIY) terpaksa bertahan dengan harga lama, untuk menjaga pelanggan tidak lari.

Reaksi konkret dijalankan Pemkot Palu, Sulawesi Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dengan menggelar operasi pasar minyak goreng. Di Palu jatah sasaran operasi bagi 13.370 rumah tangga, karena harga minyak goreng sudah mencapai Rp 15.000/kiter. Sedangkan di Pemrpov NTT mendistribusikan 6.160 to minyak goreng , dengan subsidi Rp Rp 1.500 dari harga pasaran Rp 27.000/liter.

Obama Mulai Membosankan, Dukungan Terhadap Obama Makin Melemah

Sejumlah jajak pendapat terkini menunjukkan, dukungan bagi bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, menurun. Namun, jumlah delegasi super yang mendukung Obama justru meningkat.

Menjelang pemilihan pendahuluan di Indiana dan North Carolina pada 6 Mei, rival Obama, Hillary Clinton, meraih momentum setelah menang di Pennsylvania. Jajak pendapat oleh Howey-Gauge di Indiana, Jumat (2/5), menempatkan Obama hanya selisih 2 persen dari Hillary, yakni 47 persen untuk Obama dan 45 persen untuk Hillary.

Pada Februari, Hillary tertinggal 15 poin dari Obama di jajak pendapat yang sama. Jajak pendapat oleh Mason-Dixon Polling & Research Inc di North Carolina juga menunjukkan keunggulan dua digit Obama atas Hillary sudah berubah menjadi 49 persen berbanding 42 persen.

Sejumlah jajak pendapat nasional bahkan menunjukkan Hillary bisa menang atas kandidat Partai Republik, John McCain. Selama ini, Hillary selalu kalah dalam jajak pendapat secara nasional melawan McCain.

Berdasarkan data dari Quinnipiac University, Hillary mengalahkan McCain, 49 persen berbanding 41 persen, di Florida. Di Ohio, Hillary unggul atas McCain dengan 48 persen berbanding 38 persen. Begitu pula di Pennsylvania, Hillary mengungguli McCain dengan 51 persen berbanding 37 persen.

Sebaliknya, Obama tertinggal oleh McCain di Florida dengan 43 persen berbanding 44 persen. Obama juga tertinggal satu digit di Ohio. Di Pennsylvania, Obama unggul atas McCain dengan 47 persen lawan 38 persen.

”Jika delegasi super mencari faktor keterpilihan, hasil jajak pendapat itu bisa menjadi senjata bagi Hillary. Dia jelas-jelas lebih unggul melawan McCain dibanding Obama, setidaknya untuk sekarang,” kata Peter Brown, Asisten Direktur Institut Jajak Pendapat Quinnipiac University.

Melemahnya dukungan Demokrat terhadap Obama juga terlihat dalam jajak pendapat CBS/ New York Times dengan hanya 51 persen Demokrat percaya bahwa Obama adalah kandidat partai untuk pemilu November. Jumlah itu menurun 18 poin dari sekitar sebulan lalu.

Obama masih unggul dalam jumlah suara populer, delegasi, negara bagian yang dimenangi, dan dana kampanye.

Delegasi super

Mantan Pemimpin Demokrat, Joe Andrew, yang semula mendukung Hillary beralih mendukung Obama. Andrew adalah delegasi super, yaitu petinggi Demokrat yang bisa memberikan dukungan sesuka hati mereka.

”Mari kita semua mendukung pemimpin inspiratif yang tidak hanya berani menantang politik lama yang memecah-belah, tetapi juga berani memberi harapan untuk Amerika yang lebih baik,” kata Andrew.

Menjawab pertanyaan mengenai ”pembelotan” itu, Andrew mengatakan, persaingan ketat kandidat Demokrat harus segera diakhiri. Dia berencana meminta delegasi super lainnya untuk mendukung Obama.

”Suara untuk Hillary Clinton adalah suara untuk meneruskan proses ini, dan suara untuk meneruskan proses adalah suara yang membantu John McCain,” ujar Andrew.

Pekan ini, Obama mendapat dukungan dari sembilan delegasi super. Dia mendapat tambahan dukungan tiga delegasi super dari Partai Demokrat Illinois.

Sementara itu, Hillary memperoleh dukungan empat delegasi super dan tambahan empat delegasi lagi dari New York. Saat ini, Hillary masih unggul 20 dele- gasi super atas Obama dengan 268 delegasi super. Obama memiliki 248 delegasi super