Monthly Archives: May 2010

Kirgistan Rusuh Kembali Karena Politik

Suhu politik di Kirgistan memanas lagi dalam dua hari terakhir hingga Jumat (14/5). Massa pendukung presiden terguling Kurmanbek Bakiyev, yang mengambil alih kantor-kantor pemerintah di tiga wilayah di Kirgistan selatan, bertikai dengan massa propemerintah transisi sehingga sedikitnya 1 orang tewas dan 43 lain terluka.

Dua kota yang bergolak di Kirgistan selatan, basis utama pendukung Bakiyev, adalah Osh dan Jalalabad. Ratusan pendukung pemerintahan transisi mendesak mundur massa pendukung Bakiyev yang menduduki dan menguasai kantor pemerintah di Osh sejak Kamis sore.

Di Osh, kota terbesar kedua di Kirgistan, massa pendukung presiden terguling menuntut pemerintah transisi pimpinan Roza Otunbayeva mengembalikan jabatan mantan Gubernur Mamasadyk Bakirov, loyalis Bakiyev. Bakirov dipecat setelah kerusuhan 7 April lalu yang juga telah menyebabkan Bakiyev didesak meletakkan jabatan presidennya oleh tokoh oposisi Otunbayeva. Massa partai Sosialis Demokrat pimpinan Otunbayeva menghujani mereka dengan batu hingga terdesak keluar dari gedung.

Meski demikian, usaha serupa di kantor pemerintah di Jalalabad gagal dilakukan oleh massa Otunbayeva. Sebab, massa pendukung Bakiyev terus mempertahankan diri dengan kekuatan senjata api. Jalalabad yang terletak sekitar 70 kilometer dari Osh, Jumat, tegang.

Sedikitnya 200 pendukung Bakiyev yang bersembunyi di dalam gedung di Jalalabad, di antaranya menggunakan senjata otomatis, menembak massa partai Ata-Meken, partai pendukung pemerintahan transisi. Sekitar 4.000 aktivis Ata-Meken yang hendak mengusir pendukung Bakiyev kocar-kacir. Ratusan aktivis partai Ata-Meken yang sebenarnya juga telah melengkapi diri dengan senjata dan tongkat terpaksa bertahan di alun-alun di sekitar gedung pemerintah itu.

Seorang saksi mata kepada Associated Press menjelaskan, 1 orang tewas dan 43 terluka, termasuk 10 orang terkena tembakan senjata api. Kepala unit perawatan rumah sakit setempat, Dinara Sagynbayeva, menuturkan, 3 di antaranya kritis dan 1 tewas. Korban diperkirakan bertambah sebab hingga Jumat sore bentrokan masih terjadi.

Tuduh Bakiyev

Krisis politik di negara berpenduduk 5,3 juta jiwa di Asia Tengah ini muncul pertama kali pada awal April dengan puncaknya pada 7 April. Ketika itu, ribuan rakyat menggelar unjuk rasa antipemerintah. Presiden Kirgistan kala itu, Kurmanbek Bakiyev, dituduh telah melakukan korupsi hingga menyebabkan sebagian rakyatnya miskin dan negara terjerat utang luar negeri yang besar. Dalam aksi yang berakhir dengan kekerasan dan menyebabkan sekitar 100 orang tewas saat itu, Bakiyev akhirnya lari ke Osh untuk kemudian mengasingkan diri ke Belarus hingga sekarang.

Otunbayeva, yang memimpin pemerintahan transisi setelah menggulingkan Bakiyev, sejauh ini menghindari penggunaan pasukan keamanan terhadap pengunjuk rasa untuk menghindari ketegangan baru. Omurbek Tekebayev dan Azimbek Beknazarov, dua pejabat senior pemerintah sementara, menuduh Bakiyev berada di balik kerusuhan itu

Advertisements

Kerusuhan Thailand Memburuk Menjadi Bentrokan Berdarah Seorang Jendral Tewas Di Tembak

Krisis politik Thailand kian buruk setelah tentara Thailand melepaskan tembakan dan gas air mata ke arah pemrotes dalam bentrokan di jantung kota Bangkok, Jumat (14/5). Setidaknya lima orang tewas dan 92 orang luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Tiga wartawan juga mengalami luka tembak. Seorang juru kamera stasiun televisi France 24 asal Kanada, Nelson Rand, dalam kondisi serius setelah diterjang tiga peluru di kaki, perut, dan pergelangan tangan. Seorang fotografer dan seorang juru kamera media Thailand juga mengalami luka tembak.

Rentetan tembakan dan letusan granat terdengar sepanjang Jumat siang di Taman Lumpini dan Pasar Malam Suan Lum, sekitar kawasan tempat pemrotes mendirikan tenda-tenda mereka di jantung komersial Bangkok. Tentara terlihat melepaskan tembakan berkali-kali ke dalam Taman Lumpini.

Pada Jumat malam, terdengar lima ledakan keras diikuti rentetan tembakan senjata otomatis.

Pemrotes, yang membentengi area protes dengan kawat berduri dan bambu runcing, membalas dengan melempari batu dan bom rakitan. Kendaraan militer terlihat bergerak cepat di jalanan kosong yang penuh batu, pecahan kaca, dan botol berserakan.

Bentrokan dimulai pada Kamis malam waktu setempat saat militer bergerak untuk menutup area protes dan memperingatkan mereka agar membubarkan diri. Pemrotes mencoba menghalang-halangi tentara sehingga terjadi bentrokan yang mengakibatkan satu orang tewas karena tembakan di kepala.

Situasi memburuk saat Mayor Jenderal Khattiya Sawasdiphol, petinggi militer yang mendukung pemrotes dan dituding membentuk milisi untuk pemrotes, tertembak di kepala. Khattiya tengah berbicara dengan sejumlah wartawan di dalam lokasi protes saat sebuah peluru mengenai kepalanya, kemungkinan dari penembak jitu yang ditempatkan di sekitar area tersebut. Khattiya dalam kondisi koma dan dokter mengatakan kecil kemungkinan dia bisa bertahan hidup.

Militer membantah telah menembak Khattiya. Juru bicara militer, Kolonel Sansern Kaewkamnerd, mengatakan, perintah yang diberikan adalah untuk membubarkan pemrotes setelah mereka mengintimidasi aparat dengan senjata.

Pada Jumat pagi, pemrotes merebut dan merusak dua truk meriam air militer. Mereka lalu membakar ban dan sebuah bus polisi, menimbulkan asap hitam tebal di langit Bangkok. Polisi membalas dengan menembakkan peluru ke udara, dan bentrokan kembali pecah.

Di sekitar area protes yang lebih luas, tentara memblokir ruas-ruas jalan dan mendirikan pos pemeriksaan untuk menutup area tersebut. Aliran listrik ke area protes sudah diputus.

Thaksin angkat bicara

Mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang hidup di pengasingan dan diduga berada di balik aksi protes antipemerintah, menyerukan agar Pemerintah Thailand segera menarik pasukan. ”Saya yakin masih ada solusi politis bagi Thailand dan perdana menteri mampu mencegah jatuhnya lebih banyak korban dan menyelamatkan negara,” kata Thaksin dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan penasihat hukumnya di Bangkok.

”Tindakan pemerintah jelas memperlihatkan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan sehingga perdana menteri, wakilnya, dan semua pihak terkait harus bertanggung jawab,” ujar Thaksin.

Para pemimpin protes juga menyerukan agar tentara segera ditarik untuk mencegah pertumpahan darah lebih jauh. ”Abhisit telah memulai perang sipil,” kata Nattawut Saikua, salah satu pemimpin protes.

”Kami mendesak pemerintah segera menarik militer dan menghentikan semua kekerasan. Saya tidak tahu apakah kami bisa bertahan malam ini jika (PM) Abhisit tidak mau ada gencatan senjata,” ujar Nattawut.

Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon mengatakan, operasi militer itu dimaksudkan untuk memaksa para pemimpin protes kembali berunding dengan pemerintah.

PM Abhisit Vejjajiva telah menarik tawarannya untuk menggelar pemilu dini pada November karena pemrotes menolak membubarkan diri sehingga harapan untuk mengakhiri krisis menguap. Awalnya pemrotes setuju untuk ikut dalam proses perdamaian, tetapi mereka kembali mengajukan syarat pembubaran diri. Mereka mendesak agar Wakil PM Suthep Thaugsuban didakwa karena bertanggung jawab atas kekerasan yang menyebabkan 28 orang tewas pada 10 April lalu.

Pemerintah Thailand memperluas status keadaan darurat di 15 provinsi. Sebagian besar perusahaan dan kantor kedutaan besar di sekitar wilayah protes tutup. Kompleks apartemen juga sebagian besar kosong.

”Saya belum pernah melihat hal seperti ini. Rasanya seperti perang. Perang terjadi di tengah kota di mana warga yang tidak bersalah terluka dan tewas,” kata Kornvika Klinpraneat, pekerja di sebuah toko.

Tujuh Orang Tewas Dalam Serangan Di Dagestan

Paling tidak tujuh orang tewas, Kamis dalam satu serangan di provinsi Dagestan, Kaukasus Utara Rusia, kata polisi di provinsi wilayah Rusia itu.

Sebagian besar korban serangan Kamis pagi itu diperkirakan adalah pekerja yang dikirim untuk memperbaiki sebuah menara telepon seluler sekitar 80km selatan ibu kota Dagestan, Makhachkala, kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri provinsi itu.

Paling tidak tujuh atau mungkin delapan orang tewas ketika para penyerang yang menggunakan dua mobil menyerang para pekerja dengan meledakkan bom atau melepaskan tembakan, kata juru bicara itu. Beberapa jam kemudian polisi terlibat baku tembak dengan para penyerang, katanya.

Dalam laporan-laporan awal, kantor berita Interfax yang mengutip seorang pejabat penegak hukum mengatakan satu konvoi polisi diserang.

Juru bicara kementerian itu mengatakan tidak jelas apakah para pekerja itu dikawal polisi ketika mereka diserang.

Berbatasan dengan Chechnya, Kaukasus Utara yang banyak dihuni warga Muslim itu, Dagestan dilanda aksi kekerasan hampir setiap hari termasuk serangan-serangan yang ditujukan ke para pajabat penegak hukum.

Kecelakaan Pesawat Di Libya Yang Menewaskan 93 Penumpang Kecuali Seorang Anak Kecil Mulai Disidik

Para pejabat penerbangan Libia memulai penyelidikan atas jatuhnya satu pesawat yang menewaskan 103 orang di bandar udara Tripoli pada Rabu.

Satu-satunya penumpang yang selamat dalam kecelakaan itu adalah seorang anak laki warga negara Belanda yang kembali dari liburan safari bersama dengan keluarganya di Afrika Selatan, satu surat kabar Belanda melaporkan Kamis.

Pesawat Airbus A330-200 milik Afriqiyah Airways terbang dari Johannessburg ke Tripoli, ibu kota Libia, ketika pesawat itu jatuh saat mendarat di bandara tersebut Rabu pagi.

Alat pencatat penerbangan telah ditemukan dan diserahkan kepada satu tim yang bertugas menyelidiki sebab-sebab kecelakaan itu.

Sejak kecelakaan itu, identitas anak yang selamat itu belum jelas tapi Kementerian Luar Negeri Belanda telah mengungkapkan anak itu bernama Ruben yang berasal dari Tilburg, kota di bagian selatan Belanda.

Ia ditemukan dari puing-puing pesawat dan dibawa ke rumah sakit terdekat dengan tulang patah dan luka-luka lain.

“Pikiran kami bersama dengan para korban dan sanak keluarga dan sahabat mereka yang sekarang menghadapi ketidakpastian,” kata Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dalam jumpa pers di Den Haag.

Polisi dan para petugas keadaan darurat mencari kepingan-kepingan pesawat nahas itu dekat landasan pacu.

Para pejabat Belanda mengatakan 61 warganya tewas dalam kecelakaan pesawat itu. Penumpang lainnya berasal dari Libia, Afrika Selatan, Jerman, Inggris dan Prancis.

Pesawat itu yang membawa 93 penumpang dan 11 awak jatuh ketika tiba dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Inggris Tutup Kedutaan Besarnya Di Thailand

Kedutaan Besar Inggris di Bangkok akan tutup pada Jumat di tengah-tengah kakerasan yang terjadi di ibu kota Thailand itu, kata seorang juru bicara Kantor Luar Negeri kepada AFP.

“Kedubes akan tutup besok tetapi kami masih menerima kontak lewat telefon,” ujar jubir itu. “Kami akan memantau situasi di Bangkok hari demi hari.”

Para pengunjuk rasa dari kelompok “Baju Merah” yang antipemerintah bentrok dengan tentara di jantung kota Bangkok pada Kamis, yang mengakibatkan seorang meninggal dan delapan lagi cedera.

Bentrokan-bentrokan itu terjadi setelah Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva menangguhkan rencana untuk menyelenggarakan pemilihan umum dan harapan untuk mencapai penyelesaian krisis dua-bulan itu sirna.

Sebanyak 30 orang tewas dan sekitar 1.000 menderita cedera dalam bentrokan-benetrokan itu.

Libya dan Thailand Menjadi Anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB

Libya dan Thailand termasuk di antara 14 negara yang terpilih sebagai anggota baru Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Kamis, dalam pemilihan yang para penganjur hak asasi manusia kritik sebagai tidak kompetitif dan “belum matang”.

Angola, Mauritania, Uganda, Maladewa, Malaysia, Qatar, Moldova, Polandia, Ekuador, Guatemala, Spanyol dan Swiss juga dipilih oleh Majelis Umum untuk masa jabatan tiga tahun di dewan yang memiliki 47 negara anggota. Dewan HAM PBB bermarkas di Jenewa itu.

Libya dan Thailand dikritik oleh kelompok-kelompok HAM karena catatan hak asasi manusia mereka.

“Pemilihan dewan telah menjadi proses belum matang yang mematahkan arti dari standar keanggotaan yang buat oleh Majelis Umum,” kata Peggy Hicks, direktur sokongan anjuran global di Human Rights Watch.

Menurut dia, negara-negara serius mengenai peran yang dewan dapat mainkan dalam meningkatkan hak asasi manusia yang akan mendorong daftar kompetitif di semua kawasan, dan mau bersaing untuk kursi mereka sendiri.

Iran juga telah mencalokan diri untuk memperoleh kursi di dewan itu, tapi menarik pencalonanya bulan lalu sebagai pertukaran bagi kursi di Komisi PBB mengenai Status Perempuan.

Beberapa diplomat Barat di New York menyatakan Iran mundur dari apa yang akan menjadi daftar kompetitif untuk empat tempat yang terbuka bagi kelompok Asia, ketika menjadi jelas negara itu akan kalah.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan kepada wartawan di New York pekan lalu bahwa penarikan itu merupakan masalah “prosedur” dan Teheran senang membantu di Komisi Wanita PBB.

Tahun lalu AS berhasil berkampanye untuk kursi di Dewan HAM itu, badan yang sebelumnya pemerintah AS hindari karena anti-Israel dan lunak pada sejumlah pemerintah otoriter.

Ketika Washington memutuskan untuk bergabung dengan dewan itu, Presiden AS Barack Obama dan Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mengatakan akan lebih baik untuk berusaha mengubah Dewan HAM yang sering dikritik itu dari dalam.

David Cameroon Perdana Menteri Kabinet Inggris Bersatu Adakan Rapat Pertama

Perdana Menteri Baru Inggris David Cameron memimpin sidang pertama kabinetnya pada Kamis, yang dihadiri bekas saingan-saingannya sementara ia menepis anggapan bahwa koalisi bersejarahnya tak akan berlangsung lama.

Deputi Perdana Menteri Nick Clegg dan empat menteri lainnya dari partai Demokrat Liberal bertemu dengan rekan-rekan baru mereka dari Konservatif di Downing Street.

Sidang pertama itu dinilai “konstruktif” untuk membangun kerja sama, ujar seorang anggota Konservatif.

Cameron mendesak para pegawai negeri dan para menteri barunya untuk mulai mengerjakan pemecahan jangka-lama mengenai bagaimana mendorong perekonomian negara itu dan menyatakan koalisi itu akan kompak.

“Semakin saya memikirkan usaha yang telah disepakati ini, semakin saya bertambah gairah karena pemerintahan koalisi ini, jika kita bisa upayakan — dan saya yakin kita bisa — akan memerintah selama lima tahun,” kata Cameron.

Media setempat menjuluki kedua kubu terlibat “percintaan”.

Cameron memuji Menteri Bisnis dari Demokrat Liberal Vince Cable sebagai “bintang yang sesungguhnya”.

Cable merupakana bagian dari tim baru yang dipimpin Menteri Keuangan George Osborne, seorang Konservatif dan karib dekat Cameron, yang mempunyai tugas mengatasi defisit Inggris dan mengambil langkah pemulihan dari resesi yang dalam.

Osborne mengatakan ekonomi dan perang di Afghanistan telah mendominasi apa yang diluksikannnya “sidang kabinet yang sungguh konstruktif, seraya menambahkan,”Kami bekerja dengan mengagumkan sebagai satu tim.”

Pemerintahan baru itu, koalisi pertama di Inggris sejak Perang Dunia II, telah membuat prioritas antara lain mengatasi defisit.

Satu aksi pertama kabinet baru adalah menyepakati pengurangan pembayaran lima persen bagi seluruh menteri, kata juru bicara Downing Street.

Cameron dan Clegg berdiri berdampingan menjelaskan visi mereka untuk masa depan dalam jumpa pers pada Rabu. Dalam pertemuan itu Cameron (43) memprokalamiskan satu “perubahan bersejarah dan besar” dalam perpolitikan Inggris.

Para komentator surat kabar membandingkan keduanya laksana pasangan yang baru menikah walaupun seperti semua orang yang berbulan madu mereka memperingatkan hubungan bisa jadi renggang seiiring dengan perjalanan nwaktu.

Kedua partai itu harus belajar bekerja sama setelah bertahun-tahun saling bebeda pendapat dan setelah kampanye pemilihan umum 6 Mei yang menghasilkan tidak ada partai yang meraih suara mutlak.

Konservatif meraih sebagian kursi di parlemen tetapi suaranya tidak mayoritas yang dibutuhkan untuk menggusur pemerintahan Buruh pimpinan Gordon Brown, dan menghabiskan waktu selama lima hari untuk bernegosiasi dengan kubu Demokrat Liberal yang berada di tempat ketiga sebelum mereka setuju berbagai kekuasaan.

Clegg dan Cable termasuk di antara lima anggota Demokrat Liberal yang menduduki pos senior dalam kabinet sedangkan para menteri yang baru dipilih dari Konservatif mencakup Osborne, mantan ketua partai William Hague sebagai menteri luar negeri dan politisi kawakan Liam Fox di pos menteri pertahanan.