Monthly Archives: September 2009

Selamat Idul Fitri Dari Barrack Hussein Obama

Seiring dengan berakhirnya bulan Ramadhan dan dirayakannya Idul Fitri oleh umat Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, Presiden AS Barack Obama dan istrinya Michelle secara pribadi menyampaikan ucapan selamat pada momen yang membahagiakan ini.

“Idul Fitri adalah saat untuk merayakan berakhirnya masa 30 hari dan 30 malam yang penuh dengan ibadah. Namun, bahkan dalam saat yang berbahagia ini, umat Muslim tetap ingat pada mereka-mereka yang saat ini dilanda kemalangan, termasuk mereka yang menderita kemiskinan, kelaparan, konflik dan wabah penyakit,” kata Obama seperti dikutip siaran pers Kedutaan Besar AS di Jakarta Jumat.

Selama bulan ini, tambahnya, kaum Muslim mengumpulkan dan mendistribusikan zakat agar seluruh umat Muslim dapat ikut merayakan hari suci tersebut.

“Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya di Kairo, pemerintah yang saya pimpin terus berusaha agar umat Muslim dapat memenuhi kewajiban mereka untuk beramal, bukan saja pada bulan Ramadan, namun juga sepanjang tahun. Oleh karena itu pada hari yang suci ini, atas nama rakyat Amerika Serikat, kami ingin mengucapkan selamat pada umat Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Eid Mubarak,” demikian Obama

Advertisements

Rusia Puji Sikap Obama Yang Membatalkan Perisai Rudal Nuklir di Eropa Timur

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Jumat, memuji tindakan “berani” Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membatalkan satu perisai rudal Eropa sementara pemimpin NATO mengatakan aliansi itu harus bekerja sama lebih erat dengan Moskow menyangkut keamanan global.

Rusia mengecam keras isntalasi radar anti-rudal yang akan dipasang di Republik Cheska dan pencegat rudal di Polandia berdasarkan rencana yang disusun oleh orang yang digantikan Obama presiden George W. Bush, dan mengancam akan menggelar rudal jarak dekat di perbatasan NATO sebagai tindakan balasan.

Tetapi kendatipun Putin memuji keputusan Obama untuk membatalkan rencana itu, kantor berita Rusia Interfax mengatakan Moskow kini memilik gagasan untuk menempatkan rudal Iskander di daerah Kaliningrad, dekat Polandia dan Lithuania.

“Keputusan Presiden AS Barack Obama, yang membatalkan rencana untuk membangun instalasi pertahanan rudal di Eropa Timur, membuat kami lega,” kata Putin dalam pernyataan di televisi.

“Dan saya sangat mengharapkan bahwa keputusan yang benar dan berani ini akan diikuti oleh yang lain,” tambahnya.

Putin mengatakan sikap Obama itu harus diikuti oleh tindakan lain Washington mencabut larangan pada era bekas Uni Sovyet mengenai impor teknologi tinggi ke Rusia dan membantu usaha keanggotaannya di WTO.

Ia menyerukan “pencabutan penuh semua larangan kerja sama dengan Rusia” dan perluasan World Trade Organization (WTO) untu memasukkan Rusia dan Belarusia serta Kazakhstan, bekas sekutu Sovyetnya.

Hubungan antara Moskow dan Barat secara perlahan membaik sejak Obama berkuasa di Gedung Putih, dengan janji akan “meninjau kembali” hubungan mereka.

Dalam satu tanda lain yang membaik, Sekjen baru NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan aliansi itu akan membicarakan gagasan Medvedev mengenai satu pengaturan keamanan Atlantik Utara.

“Saya yakin dialog Rusia-NATO dapat memberikan nilai tambah yang nyata. Kami semua harus bertujuan bagi satu arsitektur keamanan Atlantik-Eropa yang melibatkan Rusia,” kata Rasmussen di markas besar NATO di Brussels.

Ia mengatakan kepentingan aliansi itu dan Moskow lah untuk bekerja sama, dan mengatakan AS, NATO dan Rusia harus mempertimbangkan ikhwal sistem pertahanan rudal.

Mempelajari cara menangani penyebaran teknologi rudal balistik adalah “kepentingan strategis yang mendasar NATO dan Rusia”, katanya.

“Kita perlu menyelidiki kemungkinan menghubungkan semua sistem pertahanan AS, NATO dan Rusia pada satu saat yang tepat,” tambahnya seperti dilaporkan AFP.

Rasmussen mengatakan kini saatnya untuk meninjau bersama dengan Rusia tantangan keamanan Abad Ke-21

Pengadilan Perintahkan Pembebasan Warga Kuwait dari Guantanamo

Seorang hakim Amerika Serikat Kamis waktu setempat memerintahkan pemerintah Obama membebaskan seorang warga Kuwait yang ditahan di penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.

Hakim Colleen Kollar-Kotelly memerintahkan Fouad al Rabiah dibebaskan dari penjara itu tempat ia ditahan selama lebih dari tujuh tahun atas tuduhan-tuduhan persekongkolan dan memberikan dukungan materi kepada gerilyawan Taliban dan Al Qaida.

Pemerintah AS menuduh Al Rabiah, seorang manajer maskapai penerbangan Kuwait Airlines, memberikan uang kepada pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dan membantu mengkoordinasi dan mendukung para pejuang Taliban di pegunungan Tora Bora, Afghanistan.

Osama diperkirakan melarikan diri melalui daerah itu ketika pasukan AS dan sekutu mereka mengusir gerilyawan Taliban dan Al Qaida dari posisi-posisi mereka.

Tetapi para pengacara Al Rabiah mengatakan kasus itu didasarkan kesalahan identitas dan klien mereka berada di Afghanistan Oktober 2001 mengkoordinasi pengiriman pasokan-pasokan bantuan dari Iran untuk pera pengungsi.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman mengatakan kementerian itu sedang mempertimbangkan keputusan tersebut.

Seorang hakim federal AS akhir Juli memerintahkan seorang warga Kuwait lainnya Khaled Al Mutairi dibebaskan dari Guantanamo. Tetapi bulan lalu seorang tahanan Kuwait lainnya, Fawzi Al Odah mengajukan petisinya bagi pembebasan dari penjara itu ditolak.

Seorang pengacara Al Rabiah dan Al Mutairi menyerukan pemerintah Obama memulangkan mereka ke negara mereka.

“Kita mendesak pemerintah menghormati keputusan pengadilan federal itu dan memulangkan para klien kami ke Kuwait,” kata David Cynamo, pengacara mereka seperti dikutip Reuters.

Presiden Barack Obama telah berjanji akan menutup penjara Guantanamo pada Januari 2010, dengan sejumlah tahanan dibebaskan dan sisanya akan diadili di pengadilan-pengadilan AS atau di komisi-komisi militer. Penjara itu kini menampung 226 tahanan

Empat Muslim Bosnia Ditangkap Polisi Karena Melakukan Kejahatan Perang

Polisi Bosnia Rabu menangkap empat Muslim Bosnia yang diduga membunuh lebih dari 20 warga sipil dan tawanan perang Kroasia dalam perang Kroasia-Muslim pada 1993, kantor penuntut negara mengatakan.

Nedzad Hodzic, 40, Mehsur Memic, 43, Dzevad Salicin, 53, dan Senad Hakalovic, 43, ditangkap di Sarajevo serta di kota Mostar dan Konjic atas perintah jaksa penuntut.

“Mereka ditangkap dengan dugaan bahwa mereka telah melakukan kejahatan terhadap warga sipil dan tawanan perang serta melanggar undang-undang dan praktik perang,” kata kantor penuntut itu dalam satu pernyataan.

Pembunuhan massal itu terjadi pada 16 April 1993, dalam serangan di desa Trusina di Bosnia selatan oleh sejumlah anggota regu militer khusus “Zulfikar” dan Brigade Bermotor ke-45 militer pimpinan-Muslim Bosnia, jelas kantor tersebut.

“Para anggota unit itu membunuh 19 warga sipil dan tiga tentara Kroasia, yang telah menyerahkan diri mereka sebelumnya, dan juga melukai empat warga sipil, dari jumlah itu dua anak-anak berusia dua dan empat tahun,” jelasnya.

Muslim Bosnia dan Kroasia masuk perang 1992-95 sebagai sekutu melawan Serbia Bosnia tapi kemudian melakukan perang mereka sendiri pada 1993-94, yang berakhir dengan perjanjian damai yang diperantarai-Washington.

Keempat orang itu akan diserahkan pada pengadilan kejahatan perang negara Bosnia, yang dibentuk pada 2005 untuk mengadili ribuan tersangka dari perang 1992-95 dan mengambilalih kasus-kasus tingkat menengah dan rendah dari pengadilan kejahatan perang PBB di Den Haag

Rakyat Jepang Memberikan Suara Dalam Pemilu

Rakyat Jepang, Minggu, memberikan suara mereka dalam pemilihan yang diduga akan menumbangkan partai konservatif, Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa, dan memberikan tugas memulihkan negara dari resesi terburuk sejak Perang Dunia II kepada oposisi.

Survei-survei media mengisyaratkan bahwa Partai Demokratik Jepang (DPJ) akan menang di pemilihan majelis rendah secara besar besar-besaran, dalam apa yang diduga sebagai gempa-bumi politik di Jepang, meskipun beberapa analis mengatakan perkiraan itu mungkin berlebihan.

Jika benar terjadi, kemenangan DPJ akan mengakhiri lebih dari 50 tahun nyaris tak putus pemerintahan LDP, dan memecahkan kebuntuan di parlemen, di mana oposisi dan sekutu-sekutunya menguasai kontrol di majelis rendah yang kurang kuat posisinya sejak 2007.

Di majelis tinggi, yang dikontrol oposisi, hanya bisa menunda rancangan undang-undang.

“Saya tak suka pada apa yang terjadi sekarang di negara ini. Sesuatu telah berubah,” kata Kazuya Tsuda, pensiunan dokter berumur 78 tahun di Tokyo, yang mengaku memilih Partai Demokrat.

“Saya tidak berpikir bahwa Demokrat bisa melakukan segala sesuatu seperti yang dijanjikan pada platform mereka, tapi dia lebih baik ketimbang situasi politik di bawah LDP sekarang,” katanya.

Pemimpin Partai Demokratik Yukio Hatoyama, cucu mantan perdana menteri yang kaya-raya, mengatakan kepada para pemilih Sabtu, bahwa pemilihan akan mengubah sejarah Jepang.

“Ini adalah pemilihan untuk memilih apakah para pemilih bisa mengubah pola politik lama,” ujarnya.

Media Jepang akan mengumumkan hasil yang keluar dari tempat penghitungan suara setelah pemungutan suara berakhir pada pukul 18:00 waktu setempat.

Kemudian malamnya mereka akan mengeluarkan proyeksi-proyeksi lanjutan berdasarkan penghitungan suara parsial.

Sementara itu satu badai tropis kini sedang mendekati Tokyo, dan cuaca akan menjadi faktor jika hal itu membawa hujan deras yang menyebabkan para pemilih lebih suka berada di rumah.

Partisipasi pemilih yang tinggi diyakini akan menguntungkan pihak oposisi. Partai Demokrat dalam kampanyenya berjanji akan memfokuskan kembali masalah pengeluaran keluarga, pemberian santunan kepada anak dan bantuan kepada para petani.

Oposisi juga berusaha mengontrol kebijakan birokrat, yang sering dituding menyebabkan gagalnya Jepang dalam mengatasi masalah-masalah seperti tuntutan sistem pensiun.

Partai ini ingin menjadikan sikap diplomatik Jepang lebih independen terhadap Amerika Serikat, dan membangun hubungan lebih baik dengan negara-negara Asia, yang sering terkendala oleh kenangan era perang.

“Saya tak berpikir LDP bisa melakukan perubahan apapun,” kata Ryoji Kawakita, 63 tahun, karyawan kerah-putih yang mengaku memilih Partai Demokratik.

“Saya pikir, bahkan meskipun akan terjadi kesulitan, DPJ akan mampu mengatasi perubahan, karena mereka ingin melakukannya,” tegasnya.

Sementara itu pasar uang pada umumnya menyambut berakhirnya kegiatan parlemen yang mengalami kebuntuan selama dua tahun terakhir ini.

Tetapi kalangan analis mengkhawatirkan rencana belanja Partai Demokratik, yang merupakan campuran dari mantan anggota LDP, Partai Sosialis dan konservatif muda yang didirikan 1998 akan menimbulkan inflasi besar di sektor hutang publik dan mendesak pemerintah menarik dana obligasi