Monthly Archives: July 2012

Para Korban Penembakan Film Batman The Dark Knight Rises Kenakan Kostum Batman Saat Hadiri Sidang

Pelaku penembakan di bioskop Colorado, Amerika Serikat, James Holmes, resmi didakwa dengan 142 dakwaan. Perbuatannya dianggap sebagai penembakan massal terburuk di AS.

Ia menghadapi 24 tuntutan pembunuhan, dua untuk masing-masing dari 12 orang yang tewas, dan 116 tuduhan percobaan pembunuhan, dua masing-masing untuk 58 korban yang terluka.

Untuk setiap orang yang dibunuh, dia menghadapi tuntutan dakwaan pembunuhan.Jika terbukti bersalah, 24 tahun bisa menghadapi hukuman mati.

Dia melepaskan tembakan secara acak di bioskop saat pemutaran perdana film Batman, The Dark Knight Rises di Aurora dekat Denver pada 20 Juli, menurut pihak berwenang.

Hakim telah melarang kamera selama persidangan pada hari Senin, sehingga tidak ada foto terdakwa. Dia sebelumnya dikabarkan seperti orang bingung saat sidang perdana pekan lalu. Holmes dilaporkan tenang dan tanpa emosi selama sidang.

Korban dan keluarga korban mengenakan pakaian Batman muncul di pengadilan kedua James Holmes, di Centennial, Colorado pada 30 Juli 2012. Don Lader, yang juga berkostum Batman, berada di baris kedelapan di bioskop saat Holmes mulai memuntahkan peluru dari senapannya. Ia menyatakan tak trauma dengan musibah yang dialaminya. Bahkan demi mengusir trauma, ia menonton ulang film itu.

Advertisements

Kerusuhan Etnis Di Ethiopia Tewaskan 18 Korban Jiwa

Bentrokan berdarah melibatkan dua etnis di selatan Ethiopia menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas. “Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah,” jelas Palang Merah Kenya (KRCS), Senin, 30 Juli 2012.

Pemerintah Ethiopia, dalam keterangannya kepada kantor berita AFP, mengatakan situasinya kini sudah dalam penguasaan aparat. Menurut pernyataan KRCS kepada media, pertempuran antara etnis Borana dan Garri pecah pada Kamis, 26 Juli 2012, di sebuah kawasan sekitar 1,6 kilometer dari perbatasan Kenya.

KRCS mengatakan, “Lebih dari 10 ribu orang kehilangan tempat tinggal, mereka membutuhkan bantuan kemanusiaan segera.” Juru bicara pemerintah Ethiopia, Bereket Simon, menambahkan kepada AFP, otoritas setempat tidak sanggup memecahkan persoalan ini, sehingga perlu bantuan.

“Polisi federal dan pemerintah terpaksa turun ke lapangan dan menahan sejumlah pelaku serta telah menguasai keadaan,” katanya, seraya menambahkan situasi kini berangsur-angsur normal.

Menurut pernyataan KRCS, “Sedikitnya 18 orang tewas dan 12 lainnya cedera. Konflik antaretnis juga menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal, sebagian dari mereka mengungsi ke Kenya. Lebih dari 10 ribu warga membutuhkan bantuan kemanusiaan.”

Bereket mengutarakan warga yang kehilangan tempat tinggal, terutama yang mengungsi di negara tetangga, Kenya, akan secepatnya kembali ke Ethiopia. “Ini hanyalah sedakan, kami akan sampaikan kepada mereka dan mereka akan segera kembali untuk melanjutkan kehidupannya secara normal,” katanya.

Wisata Ke Masjid Gallipoli di Auburn Sydney Sangat Mengesankan

DENGAN kubah kolosal dan diapit dua menara yang menjulang tinggi, Masjid Gallipoli di Auburn adalah masjid tersibuk dan paling mengesankan di Sydney, Australia.

Dibutuh waktu 13 tahun dan biaya US$6 juta untuk membangun masjid ini. Masjid ini dibangun dengan bantuan tenaga kerja asal Turki dan umat muslim lain dari seluruh Sydney.

Masjid yang selesai pada 1999 ini bernuansa krem dan bergaya Ottoman. Masjid ini merupakan penghargaan atas hubungan kedua negara yang pernah berperang di medan perang hampir satu abad yang lalu.

“Masjid Gallipoli mencerminkan warisan bersama dari masyarakat Australia dan masyarakat utama di balik pembangunan masjid ini yaitu Komunitas Muslim Australia-Turki,” bunyi tulisan plakat di dinding.

Tak hanya di luar, keindahan sejati bangunan ini terletak di dalamnya. Lihat saja makam putih bersih bak mutiara yang ditempa cahaya dari kaca jendela yang indah, serta karpet Turki buatan tangan dan lampu candelabras yang digantung.

Semua orang pun dipersilahkan untuk mengunjungi Masjid Gallipoli, tetapi tetap harus memperhatikan aturan berpakaian yang mengharuskan pengunjung untuk mengenakan pakaian sederhana, bukan singlet, celana pendek, atau rok mini dan membuka sepatu mereka dan memastikan kaus kaki mereka bersih dan kering.

Namun, wisatawan harus menghindari Jumat karena pada hari itu ada sekitar 1.000 muslim yang berkumpul di dalam bangunan untuk salat Jumat.

“Di sini terasa sangat damai dan tenang sehingga memberikan Muslim perasaan relaks,” kata Mohammed Kahn, seorang mahasiswa dari India yang gemar belajar di dalam masjid.

Masjid Gallipoli di Auburn terletak di 15-19 Gelibolu Parade, Auburn. Buka Senin-Minggu pukul 10.00-15.00 waktu setempat

Tradisi Ramadhan Di Mesir Dengan Sejuta Lampion Menerangi Malam Bulan Puasa

Selama bulan suci Ramadan, jalanan di Mesir pada malam hari dihiasi cahaya lentera warna-warni atau yang biasa disebut “fanous.” Beberapa kalangan menyebutkan bahwa tradisi ini berasal pada jaman Firaun, sementara yang lain mengatakan itu tradisi Kristen Koptik, tapi yang jelas fanous merupakan tradisi Ramadan khas Mesir.

Beberapa minggu menjelang Ramadan, pedagang seperti Ahmed Abu Kamel mulai bermunculan di pasar dan jalanan Kairo untuk menjual fanous (atau fawanees dalam bentuk plural). “Para pekerja membuat fanous jauh-jauh hari, dan 20 hari menjelang Ramadan, Anda bisa melihat fanous di sepanjang jalan El Sad atau daerah Sayeda Zeinab,” ujar Ahmed. “Jumlahnya sangat banyak, tidak hanya jutaan tapi miliaran. Bentuknya sangat indah dan ada beragam bentuk.”

Fanous tradisional dibuat dari gelas dan kaleng dengan harga antara US$10 dan $20. Namun sekarang ini ada versi imitasi yang lebih murah buatan Tiongkok yang digerakkan oleh baterai dan dapat memainkan musik.

Ada banyak cerita mengenai bagaimana tradisi ini mulai. Salah satunya mengatakan bahwa lentera-lentera beraneka warna berevolusi sejak jaman Firaun. Selama lima malam, masyarakat Mesir kuno merayakan ulang tahun lima dewa penting dengan menyalakan obor untuk menerangi jalanan.

Kisah lain menceritakan bahwa tradisi lentera datang dari kaum Kristen Koptik, yang menggunakan lilin aneka warna pada waktu Natal. Namun ada juga cerita lain bahwa pada abad ke-10, anak-anak menggunakan lentera dan bernyanyi untuk menerangi jalan yang akan dilalui Kalifah Fatimid saat ia keluar mencari bulan sabit yang menandakan mulainya Ramadan.
Sekarang ini, nenek Amal Ahmed mengatakan bahwa anak-anak meminta dibelikan fanous baru di awal bulan Ramadan.

“Menjadi sebuah keharusan buat saya untuk membeli fanous untuk saya sendiri dan satu lagi untuk cucu laki-laki saya,” ujarnya.

Dulu anak-anak keluar pada malam hari membawa lentera mereka. Namun sekarang ini, mereka tinggal di rumah dan setelah berbuka puasa bersama keluarga, mereka memainkan lenteranya, seraya bernyanyi lagu tradisional untuk menyambut Ramadan dan menunggu hadiah dari sanak saudara.

Ahmed, 12, tinggal di negara bagian Virginia, AS. Ia mengunjungi saudara-saudaranya di Mesir musim panas ini dan ia mengatakan ia ingin melihat tradisi fanous.

“Kami mendapat hadiah-hadiah dari ibu, orangtua dan keluarga. Menyenangkan untuk anak-anak dan kami bermain bersama. Seluruh keluarga berkumpul, kami mendapat coklat dan semua menari,” ujar Ahmed.

Hadiah atau tanpa hadiah, tradisi fanous membuat malam-malam di Mesir tampak indah dan magis selama Ramadan

Pengusaha Kaya Nigeria Tewas Setelah Dipaksa Berhubungan Seks Sekaligus Dengan Keenam Istrinya Karena Cemburu

Seorang pengusaha kaya yang punya enam istri tewas karena diduga dipaksa berhubungan seks secara maraton dengan para istrinya yang cemburu.

Pengusaha kaya itu warga Nigeria. Namanya Uroko Onoja. Ia dilaporkan sedang berhubungan intim dengan istri termudanya ketika lima istrinya yang lain menyerbu masuk ke kamar tidur lalu menuntut dan memaksa dia di bawah todongan pisau dan tongkat untuk juga berhubungan seks dengan setiap orang dari mereka.

Onoja dilaporkan mampu melakukan hubungan intim dengan empat istrinya yang lain secara berturut-turut, tetapi kemudian “berhenti bernapas” saat istrinya yang kelima naik ke ranjang di Ogbadibo, Nigeria, lapor harian negara itu, Post Daily, seperti dikutip Mail Online, Selasa (24/7/2012).

Dua dari lima perempuan itu ditangkap setelah insiden di Negara Bagian Benue pada pekan lalu tersebut, kata laporan itu, yang menggunakan istilah “diperkosa hingga tewas” untuk menggambarkan nasib naas Onoja. Pria itu diketahui baru kembali dari sebuah bar di komunitas kecil Ugbugbu, Ogbadibo, Selasa lalu sekitar pukul 03.00. Ia langsung menuju kamar tidur istri termudanya.

Lima istrinya yang lain, yang dilaporkan sudah mengadakan pertemuan untuk membahas niat mereka sebelum sang suami tiba di rumah, diduga menghambur masuk ke kamar tidur dengan membawa pisau dan tongkat. Mereka menuntut bahwa mereka juga harus mendapatkan nafkah batin dari sang suami.

Pengusaha itu, yang digambarkan sebagai seorang dermawan yang “memberikan kontribusi positif” bagi pertumbuhan masyarakat setempat, diperkirakan sempat menolak tuntutan para istrinya sebelum akhirnya dilumpuhkan.

Onoja dilaporkan berhenti bernapas dan tidak dapat diresusitasi setelah berhubungan intim dengan empat istrinya secara berturut-turut.

Istri termudanya, sebagaimana dikutip Post Daily, mengatakan bahwa lima istri yang lain itu lari ke hutan ketika menyadari suami mereka telah tewas. Kepala desa setempat, Okpe Odoh, mengatakan kepada koran itu bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada polisi.

Iran Juara Dalam Konsumsi Narkoba Dengan 60 Persen Penduduknya Memakai Narkotika Setelah Menjadi Eksportir Heroin Sintetis Terbesar Dunia

Saat ini diperkirakan terdapat 5 sampai 8 juta warga Iran yang kecanduan Narkoba. Ini menjadi masalah kemasyarakatan terbesar di negara itu. Jumlah tinggi pecandu tidak mengherankan, karena narkoba murah dari dua negara tetangga produsen narkotika terbesar sedunia Afghanistan dan Pakistan, mengalir ke Iran.

Iran memiliki populasi penduduk sekitar 75 juta jiwa. 60 persennya generasi muda. Tingginya angka pengangguran di kalangan remaja ditambah lemahnya pertumbuhan ekonomi di negara itu, memberikan kontribusi besar bagi tingginya konsumsi narkoba. Tahun 2011 Iran menempati posisi kedua di bawah Afghanistan sebagai pemakai tertinggi narkoba sedunia. Di kalangan generasi muda minat terhadap narkoba industrial seperti Desomorphin terus meningkat. Heroin sintetis itu mudah diproduksi dan gampang diperoleh. Iran saat ini tergolong eksportir utama narkoba sintetis semacam ini.

Laporan resmi mengenai jumlah pecandu narkoba atau tindakan terhadap delik narkoba tidak ada di Iran. Media resmi hanya melaporkan dengan bangga penyitaan narkoba sebagai kemenangan dalam perang melawan perdagangan narkotika.
Pemerintah melaporkan secara resmi menyita 480 ton narkoba. Polisi memperkirakan, itu hanya sekitar 30 persen dari seluruh volume narkoba yang diselundupkan ke Iran setiap tahunnya. Perdagangan narkoba di Iran diancam hukuman mati. Baru-baru ini media lokal melaporkan pembangunan kamp kerjapaksa pertama untuk pedagang narkoba. Kamp akan diresmikan akhir tahun ini.

Polisi melaporkan dari Maret 2011 hingga Maret 2012 diserahkan 300.000 berkas perkara baru kasus narkoba ke pengadilan. Jumlah penangkapan dalam setahun itu meningkat 9 persen. Sering dilakukan penangkapan massal tersangka pedagang narkoba. Disebutkan sekitar 70 persen narapidana di Iran terkait langsung atau tidak langsung dalam bisnis narkoba. Sejauh ini tidak ada kebijakan resmi terkait narkoba. Sebaliknya para pejabat saling menyalahkan, gagal dalam menangani tema ini. Mohammad Bagher Zolghadr wakil direktur badan pencegahan dan pemberantasan kejahatan Iran menuding, sejumlah institusi tidak memberikan informasi rinci mengenai pemberantasan kejahatan narkoba, untuk menutupi kinerjanya yang buruk.

Jaksa Agung Iran, Gholamhossein Mohseni Ezhei mengritik kementrian kesehatan. Tidak ada cukup anggaran untuk pos konsultasi narkoba dan rencana perluasannya. Lebih lanjut dia menuntut polisi dan dinas rahasia, untuk membenahi strateginya dalam pemberantasan narkoba. Penderita masalah narkoba di Iran terutama anak-anak. Demikian Mostafa Eghlima ketua perhimpunan pekerja sosial Iran. Mereka terimbas langsung, jika salah satu anggota keluarganya pecandu narkoba. Iran memiliki jutaan anak-anak yang terimbas masalah semacam itu di sekolah-sekolah.

Motto kementrian kesehatan tahun ini : Membuat generasi muda tahan godaan kecanduan narkoba. Menurut keterangan resmi, mayoritas pecandu narkoba adalah generasi muda pada kisaran umur 25 hingga 29. Statistik tidak resmi di Iran menyebutkan, umur pemakai pemula terus turun pada kisaran anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun.

Tsuke Yaeba Gigi Berantakan Tengah Jadi Tren di Jepang

Tampil dengan gigi teratur dan terawat rapi? Ah, itu masa lalu. Di Tokyo, kini gigi berantakan tengah menjadi trend. Banyak salon kini memasang papan nama: spesialis membuat gigi jelek.

Dikenal dengan istilah tsuke yaeba, salon khusus gigi berantakan ramai dikunjungi anak-anak muda Jepang. Bahkan, wisatawan dari luar negeri turut jadi pelanggan. Harga menyulap gigi ini lumayan terjangkau, dengan serangkaian prosedur bedah kosmetik dan plastik sederhana.

Caranya, gigi-geligi yang tertata rapi semua dibuat kesan bengkok. Saking ramainya peminat, sebuah klinik di Ginza bahkan khusus memasok gigi bengkok palsu untuk mereka yang ingin mengikuti tren.

Dental Salon Plaisir, yang mengkhususkan diri melayani pasien yang ingin giginya tampil bengkok, menyiapkan aneka model gigi tak bagus sesuai keinginan pelanggan.

Tarif tsuke-yaeba sekitar ¥ 30.000 (setara US$ 390). Pelanggan akan menjalani prosedur singkat dimana dokter gigi akan menempelkan gigi palsu yang bengkok dengan lem. Warna gigi disesuaikan dengan warna gigi yang aslinya.

Tren ini ditanggapi ortodontis ternama Jepang, Masaru Iwatsuki, sebagai “ide gila”. “Gigi memiliki lubang untuk membiarkan oksigen masuk. Menutupi mereka adalah buruk bagi kesehatan gigi,” katanya. ia menyebut tren ini sebagai “kelewatan”.