Monthly Archives: September 2008

Amerika Serikat Siapkan Dana 700 Milyar Dollar Untuk Mengatasi Kemelut Pasar Modal

Pemerintahan Presiden George Walker Bush, Sabtu (20/9) waktu setempat, meminta Kongres AS agar menyetujui pembelian aset surat berharga bermasalah sebesar 700 miliar dollar AS untuk membantu memperbaiki sistem pasar finansial AS dan memperbaiki perekonomian secara keseluruhan. Rencana dana talangan ini merupakan yang terbesar setelah depresi besar pada tahun 1930-an.

Rancangan penyelamatan pasar finansial ini akan memberikan Washington kewenangan yang lebih luas untuk membeli aset yang beragun cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) dari institusi keuangan AS selama dua tahun ke depan. Rencana itu tidak menyebutkan secara spesifik institusi finansial mana yang memenuhi syarat untuk menjual aset busuknya atau apa imbalan yang diperoleh pemerintah setelah menampung aset itu.

Kubu Demokrat menekankan agar rencana penalangan itu juga membantu para debitor KPR, yang terjebak anjloknya harga rumah dan cicilan yang mencekik, dapat tetap tinggal di rumahnya.

Para pejabat Kongres dan pejabat pemerintah bekerja keras sepanjang akhir pekan lalu untuk membuat rincian proposal penalangan tersebut. Gedung Putih berharap kesepakatan dengan Kongres dapat dicapai setidaknya saat pasar dibuka pada Senin pagi atau Senin malam WIB.

”Kami akan terus bekerja dengan Kongres untuk menjadikan rencana ini selesai secepatnya. Ini merupakan paket besar karena masalahnya juga besar,” ujar Presiden Bush di Washington.

Proposal tersebut lebih dari tiga halaman panjangnya, tetapi memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk membelanjakan jumlah uang yang sangat besar dan berasal dari pembayar pajak.

”Ini adalah rancangan yang singkat, tetapi melibatkan uang yang banyak sekali. Kami memahami pentingnya antisipasi di pasar, tetapi kami juga mengetahui bahwa apa yang sedang kami lakukan memiliki konsekuensi yang panjang, hingga berpuluh tahun ke depan,” ujar Senator Chris Dodd, Ketua Komite Perbankan Kongres.

Para anggota Kongres membahas dengan teliti bagaimana ongkos proposal Bush tersebut dan menyerukan bahwa proposal itu tidak membantu para debitor KPR yang tengah berjuang membayar KPR-nya atau bagaimana menyelamatkan uang para pembayar pajak itu.

”Pemerintah harus menalangi sistem finansial karena, jika tidak melakukan hal itu, krisis akan membawa dampak yang sangat luas kepada konsumen AS, pemilik rumah, pembayar pajak, dan lainnya,” ujar Ketua Kongres Nancy Pelosi di San Franscico.

Defisit melebar

Pemerintah harus meminjam uang untuk mendapatkan dana pembelian, sementara defisit anggaran pemerintah federal sudah membengkak. Defisit hingga tahun fiskal ini yang berakhir 30 September sudah mencapai 407 miliar dollar AS, dua kali lipat dari 161,5 miliar dollar AS pada tahun 2007.

Hal ini mencerminkan bahwa perlambatan ekonomi dan paket stimulus sebesar 168 miliar dollar AS sudah tercantum pada pembukuan pemerintah. Diperkirakan, defisit akan mencapai 482 miliar dollar AS pada saat tahun pertama masa kepresidenan baru. Angka itu tidak termasuk suntikan sebesar 200 miliar dollar AS untuk Fannie Mae dan Freddie Mac.

Kisah Tragis 100 Tahun General Motor Yang Hampir Bangkrut

Sebagai simbol industri otomotif Amerika Serikat, General Motors dikenal karena menjadi pemimpin industri inovatif. Memasuki usianya yang ke-100 pada 16 September lalu, General Motors justru berada di sisi bawah roda yang sedang berputar di tengah badai krisis ekonomi AS.

Belum pernah sepanjang sejarah berdirinya, General Motors (GM) begitu terikat dengan perekonomian AS. Kini, saat perekonomian AS bergejolak, GM tampaknya ikut kehabisan bahan bakar. ”General Motors melekat dengan ekonomi lama, ekonomi manufaktur yang mendasari ekonomi AS pada abad lalu. Saat industri manufaktur turun di era baru, begitu juga GM,” kata Karl Brauer, pemimpin redaksi situs otomotif Edmunds.com.

Pada awalnya, GM yang didirikan di Flint, Michigan, pada 16 September 1908 oleh William C Durant, adalah pionir dan selama beberapa waktu memegang peran itu. Adalah GM yang pertama memperkenalkan starter elektronik hanya empat tahun setelah perusahaan itu didirikan. GM juga yang memulai peredam kejut depan independen, mesin V12 dan V16, Cadillac, dan Chevrolet Corvette yang menjadi ikon otomotif selama 55 tahun.

GM memproduksi mobil dan truk di 35 negara berbeda. GM menjual produk-produk dengan 12 merek, yaitu Buick, Cadillac, Chevrolet, GM Daewoo, GMC, Holden, Hummer, Opel, Pontiac, Saab, Saturn, dan Vauxhall. Saat ini, GM mempekerjakan 284.000 orang di seluruh dunia.

Namun, Leslie Kendall, kurator Museum Otomotif Peterson di Los Angeles, mengatakan, GM berubah dari pemimpin menjadi pengikut, dari pencetus mode menjadi pengikut mode. ”Dalam dekade ini, GM tampaknya kehilangan cara mereka. Mereka menjadi lamban dan seluruh antusiasme kreatif menguap,” ujarnya.

Puncak pencapaian GM pada era ini adalah minivan Chrysler Voyager tahun 1983 dan Explorer, keluarga SUV (sport utility vehicle) pertama, tahun 1993. Sayangnya, GM tidak bisa menjaga kurva yang terus menanjak itu. ”Meskipun perusahaan itu memiliki ide-ide bagus, datangnya pada saat yang tidak tepat. Mereka mulai menyia-nyiakan kepercayaan publik,” kata Kendall.

Kehilangan mahkota

Yang paling mengejutkan adalah isu bahwa GM akan menjual bisnis truk kepada Isuzu Motors dari Jepang. Namun, laporan itu dibantah Isuzu yang menyatakan belum didekati oleh GM. GM diperkirakan akan kehilangan mahkota sebagai pembuat mobil paling top sedunia, yang dikenakan selama hampir 80 tahun, kepada Toyota Motor Corp.

GM juga diyakini akan mempertimbangkan penjualan bagian sahamnya di DMAX Ltd, sebuah usaha patungan dengan Isuzu yang membuat mesin diesel. Pada kuartal kedua tahun ini, GM mengumumkan kerugian bersih sebesar 15,5 miliar dollar AS akibat naiknya harga minyak dunia dan krisis keuangan AS. Tahun 2007, GM juga telah mengalami kerugian sebesar 38 miliar dollar AS.

”Saya merasa ini ironis karena, pada saat yang bersamaan GM merayakan 100 tahun berdirinya, muncul berita utama lain, yaitu akankah pemerintah memberi dana talangan untuk mencegah perusahaan domestik jatuh?” kata Brauer.

Kendall lebih filosofis menanggapinya. ”Tidak seorang pun yang selamanya berada di puncak,” katanya. Akan datang saatnya, lanjut Kendall, di mana GM dan perusahaan mobil AS kembali mendominasi pasar dunia.

Amerika Membentuk BPPN Saatnya Untuk Membeli Perusahaan Besar di Amerika

Setelah indeks saham terjun bebas selama beberapa bulan, Jumat pekan lalu pasar saham di seluruh dunia naik tajam karena investor pasar keuangan mendengar rencana Pemerintah Amerika Serikat akan membentuk lembaga yang mengambil alih tagihan kredit macet di perbankan AS. Lembaga tersebut akan mengambil alih tagihan macet kredit properti sampai jumlah 700 miliar dollar AS (produk domestik bruto/PDB Indonesia sekitar 490 miliar dollar AS). Bentuk lembaga ini semacam Badan Penyehatan Perbankan Nasional yang pernah dibuat Pemerintah Indonesia pada waktu krisis keuangan tahun 1998.

Ketamakan pelaku pasar keuangan telah memakan dirinya sendiri. Liberalisasi pasar keuangan tanpa rambu kehati-hatian telah menelan banyak korban. Krisis keuangan global yang kita hadapi saat ini adalah krisis yang serius, bukan suatu masalah yang bisa selesai dalam waktu tiga bulan. Pada waktu kita mengalami krisis ekonomi Asia pada tahun 1998, ekonomi dunia tidak terpengaruh. Namun, kali ini yang sakit adalah mesin ekonomi dunia (AS) sehingga dampaknya mengglobal.

Tanpa kita sadari, gejolak ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, sejak Juli 2007. Bermula dari timbulnya kredit macet di portofolio subprime mortgage, kerugian sistem perbankan global per kuartal II-2008 sudah mencapai 500 miliar dollar AS. Dampak dari krisis keuangan saat ini telah membuat ekonomi dunia kehilangan mesin pemberi kredit. Bank internasional, seperti Citigroup, UBS, Merril Lynch, dan Morgan Stanley, rugi puluhan miliar dollar AS sehingga pasti mereka tidak berminat menyalurkan kredit sebelum ada tambahan modal.

Pada awalnya, ekonomi Asia dianggap tidak akan terkena dampak krisis di AS karena porsi ekspor negara-negara Asia ke AS semakin menurun dibandingkan satu dekade lalu. Namun, pada era globalisasi, gerak ekonomi dunia bukan hanya ditentukan oleh sektor riil, tetapi sangat ditentukan oleh aliran modal di pasar keuangan.

Kerugian bank-bank internasional akibat krisis subprime mortgage pada awalnya menimbulkan penurunan kurs dollar AS terhadap mata uang euro dan yen serta merontokkan harga saham di AS. Jatuhnya valuasi saham di AS selanjutnya memicu penurunan harga saham di seluruh dunia karena investor khawatir pelemahan ekonomi Amerika akan berdampak pada pelambatan ekonomi dunia.

Masalah makin rumit, penurunan harga saham di negara berkembang sering kali disertai pelarian modal ke instrumen yang dianggap kurang berisiko (misalnya surat utang negara maju atau emas). Akibatnya, kurs mata uang negara berkembang melemah dan bank sentral harus menaikkan suku bunga.

Lari ke komoditas

Situasi tahun 2008 sangat kompleks. Demi menghindari resesi, bank sentral Amerika menurunkan bunga secara drastis dari 5,25 persen ke 2,0 persen. Namun, di lain pihak, penurunan bunga dan penurunan kurs dollar AS membuat investor mencari kompensasi dengan membeli komoditas tambang dan pertanian. Akibatnya, harga komoditas melesat tajam, menimbulkan gelombang inflasi.

Inflasi di Indonesia tahun ini diperkirakan 12-13 persen. Akibatnya, bank-bank sentral di negara berkembang harus menaikkan suku bunga.

Teori penguatan harga komoditas tidak berlangsung lama. Pada akhirnya kita lihat bahwa melambatnya ekonomi dunia dan meredanya ketegangan geopolitik di Iran dan Irak menurunkan harga komoditas tambang (termasuk minyak bumi) dan pertanian. Hasil akhirnya, kerugian bertambah besar.

Usaha penyelamatan dilakukan bertubi-tubi. Amerika telah menurunkan suku bunga secara drastis dan mengucurkan likuiditas ke perusahaan sekuritas. Bank JP Morgan diminta mengambil alih perusahaan sekuritas Bear Stearns. Bank of America mengambil alih Merrill Lynch. Pemerintah AS terpaksa harus menyelamatkan lembaga kredit perumahan Fannie Mae and Freddie Mac yg mempunyai kewajiban 5 triliun dollar AS!

Pemerintah AS juga menyuntik likuiditas 85 miliar dollar AS ke asuransi jiwa AIG. Namun, sebagai peringatan kepada para spekulan, Pemerintah AS membiarkan Lehman Brothers bangkrut. Selanjutnya, bank sentral AS mengajak bank sentral Eropa dan Jepang mengucurkan likuiditas ke pasar uang. Tidak terpikir sebelumnya di benak kita bahwa AS dan Inggris sebagai pembela liberalisasi pasar akhirnya minggu lalu melarang investor keuangan melakukan aksi spekulasi short selling.

Apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia? Tanpa mengurangi optimisme, kita harus selalu waspada. Fundamental ekonomi kita masih cukup baik, pertumbuhan ekonomi tahun ini masih bisa sedikit di atas 6 persen. Likuiditas rupiah harus tersedia, tetapi jangan berlebihan agar tak dipakai spekulasi membeli mata uang asing. Bisa dimengerti jika BI belum mau menurunkan suku bunga sampai yakin inflasi turun ke arah 7 persen agar kepercayaan investor asing pembeli surat utang negara tetap terjaga. Namun, perbankan sebaiknya tak menawarkan bunga deposito yang terlalu tinggi karena akan menimbulkan persepsi negatif.

Kinerja ekspor komoditas diperkirakan melambat sehingga perlu diimbangi dengan penurunan impor minyak bumi dan bahan baku lain. Rencana ekspansi korporasi yang berlebihan harus dipikirkan pendanaannya karena suku bunga kredit sudah naik dan keran kredit dari luar negeri belum akan tersedia sampai setahun ke depan.

Fundamental anggaran pemerintah cukup baik, defisit anggaran diperkirakan turun ke 1,7 persen PDB dari rencana semula 2,1 persen persen PDB. Maka, pemerintah di pusat dan daerah harus mengompensasi pelambatan ekonomi dengan mempercepat penggunaan anggaran, tentu saja tanpa menerjang rambu-rambu good governance.

Mirza Adityaswara Analis Perbankan dan Pasar Modal

Hotel JW Marriot Ambruk dan Menewaskan Dubes Cekoslovakia

Tim Penyelamat Pakistan, Minggu (21/9), terus mencari korban-korban di antara puing-puing Hotel Marriott, Islamabad, yang hancur dihantam bom bunuh diri. Dari 60 korban tewas, terdapat empat warga asing, salah satunya adalah Duta Besar Ceko untuk Pakistan Ivo Zdarek.

Empat warga asing yang menjadi tamu hotel itu berasal dari AS (2 orang), Vietnam (1 orang), dan Ceko (1 orang). Selain itu ada 11 warga asing yang terluka, yakni dari Jerman, Inggris, Arab Saudi, Suriah, dan Maroko.

Kepastian tentang kabar tewasnya Zdarek resmi diumumkan Departemen Luar Negeri Ceko. Zdarek dilaporkan menelepon kantor kedubes setelah ledakan.

”Zdarek telepon dari dalam hotel. Ia minta tolong diselamatkan. Setelah itu tak lagi terdengar kabarnya,” kata orang nomor dua di kedubes Ceko, Jarolav Kalfirt.

Stasiun TV Ceko, CT 24, lantas melaporkan, polisi Islamabad berhasil menemukan jasad ayah dua anak itu. Zdarek baru saja menjadi dubes untuk Pakistan, Agustus lalu. Sejak tiba di Pakistan dua bulan lalu, Zdarek tinggal sendirian di Hotel Marriott.

Menteri Luar Negeri Ceko Karel Scvhwarzenberg mengecam ledakan itu. Kematian Zdarek membuktikan bahwa teroris berusaha menyerang titik-titik yang paling lemah. ”Kami tidak akan goyah. Kami akan tetap melawan kejahatan,” ujarnya.

Selain Zdarek, Kedutaan Besar Denmark di Pakistan juga mengaku kehilangan seorang diplomat. Sebelumnya, kantor berita Denmark, Ritzau, melaporkan, ada satu diplomat Denmark yang tewas dalam ledakan. Namun, Pemerintah Denmark belum yakin dan masih menunggu pemberitahuan resmi.

Ledakan dahsyat di Hotel Marriott dikecam berbagai negara, yang juga berjanji membantu Pemerintah Pakistan menumpas teroris yang beroperasi di Pakistan dan negara-negara tetangga. Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengecam dan menuding ledakan itu dilakukan oleh musuh perdamaian dan tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Negara-negara lain, seperti AS, Inggris, China, Afganistan, India, Jerman, Iran, dan Uni Emirat Arab, berjanji membantu upaya Pakistan menumpas terorisme.

Video ledakan

Meski Pemerintah Pakistan secara resmi mengumumkan 53 orang tewas, banyak pihak yakin jumlah korban jauh lebih besar. Dari kamera closed-circuit television (CCTV) hotel, tampak ada truk menabrak pagar dalam hotel dan meledak, disusul dengan ledakan yang lebih dahsyat. Truk diduga bermuatan bahan peledak RDX dan TNT seberat 600 kilogram.

Dari rekaman itu, tampak sopir truk itu tak berhasil meyakinkan penjaga untuk membuka palang pintu. Tidak lama kemudian sopir truk meledakkan diri. Selang beberapa menit kemudian terjadilah ledakan kedua.

Ledakan yang kedua merupakan akibat dari ledakan pertama yang membakar pipa gas pada bagian dapur hotel. Akibatnya, api menjalar hingga ke seluruh bangunan.

Pihak hotel mengaku tidak ada rekaman ledakan yang kedua karena CCTV hancur akibat ledakan dahsyat itu. Akibat ledakan itu, lantai dua hotel ambruk

Hotel Marriott Islamabad Dibom Mengakibatkan 60 Tewas dan Bangunan Roboh

Sebuah bom mobil meledak sangat dahsyat, Sabtu (20/9), di depan Hotel Marriott, Islamabad, Pakistan. CNN memberitakan kemungkinan besar bangunan hotel akan ambruk. Hingga berita ini diturunkan, korban tewas setidaknya mencapai 60 orang.

Korban tewas pada umumnya adalah wanita dan anak-anak, termasuk juga petugas satuan pengamanan dan tamu hotel yang merupakan warga negara asing.

Korban tewas, antara lain, karena tindakan para tamu hotel yang melompat dari lantai dua dan lantai tiga hotel yang langsung terbakar. Ratusan orang lainnya yang ada di dekat lokasi ledakan cedera. Minimal korban cedera sudah mencapai 200 orang.

Korban tewas diperkirakan akan meningkat karena masih banyak orang yang terjebak di dalam hotel yang langsung terbakar. Bara api terlihat keluar dari hotel, yang menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga asing. Peledakan itu tergolong mengejutkan karena pengamanan hotel sebenarnya sangat ketat.

Ledakannya tergolong dahsyat karena suara ledakan terdengar dari kejauhan, setidaknya hingga sejauh 15 kilometer.

Polisi menduga itu adalah ledakan bom mobil, tetapi belum diketahui apakah hal itu dilakukan pengebom bunuh diri. ”Sebuah mobil bermuatan bom menabrak pintu masuk Marriott,” kata Kepala Kepolisian Islamabad Asghar Raza Gardazi, Sabtu (20/9).

Sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas peledakan itu. Namun, Pakistan adalah negara yang menjadi sasaran terorisme, terutama kelompok Taliban yang menentang kerja sama Pakistan-AS dalam perang melawan terorisme.

Hotel Marriott langsung rusak parah dan terbakar. Mobil-mobil yang ada di lokasi parkir juga langsung terbakar hangus. Serpihan kaca dan bagian gedung tercampak sejauh ratusan meter.

Ledakan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Asif Ali Zardari, menyampaikan pidato pertama di gedung parlemen, yang berjarak hanya beberapa ratus meter di sebelah timur Hotel Marriott. Saat berbicara di parlemen, Zardari mengatakan bahwa akar terorisme akan dikikis habis.

Untuk menolong tamu yang terjebak di dalam hotel, petugas terpaksa menggunakan crane, yang biasa dipakai mengangkat bahan pada gedung tinggi.

Api langsung melahap gedung hotel dengan 290 kamar itu, yang terletak di perbukitan Margalla, di tengah ibu kota Islamabad. Jalanan di sekitarnya langsung dipenuhi puing-puing. Setelah ledakan, di depan gedung utama hotel langsung tercipta lubang sedalam 10 meter.

Saat buka puasa

Ledakan itu langsung merobohkan atap banquet room hotel, di mana sekitar 300 orang sedang berbuka puasa. Imtiaz Gul, seorang wartawan, termasuk yang hadir di sana. ”Kami langsung berlarian untuk mencari perlindungan, saya melihat banyak orang yang cedera,” kata Gul.

Hotel Marriott itu sudah pernah dua kali terkena ledakan namun ledakan pada hari Sabtu itu adalah yang paling parah di Islamabad, sejak Pakistan bergabung dengan program AS untuk memerangi militansi sejak 2001.

Seorang petugas satpam hotel, Mohammad Nasir, dan beberapa saksi lainnya mengatakan sebuah truk besar menabrak pagar hotel sebelum meledak. Setelah ledakan, beberapa orang terlihat berhamburan dari dalam gedung hotel dengan kondisi berdarah-darah.

Ahmad Latif, seorang polisi senior, mengatakan ledakan itu adalah salah satu yang terbesar dalam serangan teroris di Pakistan. Sejumlah ambulans berhamburan menuju hotel untuk mengangkut korban.

Mohammad Sultan, seorang karyawan hotel, mengatakan dia berada di lobi saat ledakan terjadi. Dia langsung tersungkur dan ruangan langsung gelap. “Saya tidak menyadari apa yang terjadi tetapi seperti dunia serasa kiamat,” katanya.

Setelah ledakan itu, sekitar enam warga Arab Saudi yang ada di hotel dinyatakan hilang. “Ada 16 warga Arab Saudi yang menginap di hotel itu dan enam orang hilang,” kata Dubes Arab Saudi untuk Pakistan, Ali Awadh Asseri.

Departemen Luar Negeri AS, langsung menghubungi Kedutaan besar AS di Islamabad. Tujuannya adalah untuk mencari tahu apakah ada warga negara AS yang menjadi korban pada ledakan itu.

Juru Bicara Deplu AS, Nicole Thompson, di Washington mengatakan, “Kami telah menerima laporan dan kami menghubungi Kedutaan Besar AS, untuk mencari informasi, apakah ada warga kami yang turut menjadi korban,” kata Thompson.

Begitu dahsyatnya ledakan bom di Hotel JW Marriot Islamabad, Pakistan, terasa hingga radius 15 kilometer. Ini diungkapkan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di arah timur Hotel Marriott. ”Ada hembusan angin yang sangat kencang. Saya semula menduga ada bencana alam. Setelah saya membuka jendela dan melongok keluar, masih merasakan adanya hembusan angin yang sangat kuat itu. Beberapa detik kemudian, TV setempat menyiarkan adanya ledakan bom di Marriot,” katanya.

Saat kejadian, udara di Islamabad cerah. Lalu lintas cukup ramai setelah warga setempat menyelesaikan salat tarawih. Pada waktu itulah ada laporan tentang terjadinya ledakan disusul hembusan angin kencang, hingga dirasakan oleh mereka yang tinggal 15 kilometer ”diluar” Marriot seperti WNI tadi.

Ledakan lain

Sebuah peledakan bom bunuh diri juga terjadi pada konvoi militer Pakistan di Waziristan Utara, berbatasan dengan Afganistan. Ledakan itu menewaskan empat tentara dan empat warga sipil.

Beberapa jam kemudian ledakan juga terjadi di Waziristan Selatan, juga dengan sasaran konvoi militer Pakistan. Pada ledakan ini dua tentara tewas dan tiga tentara lainnya cedera.

Secara terpisah, tentara Pakistan juga menewaskan 16 pasukan Al Qaeda dalam pertempuran yang terjadi di Bajaur, juga berada daerah di perbatasan Pakistan-Afganistan.

Sebuah ledakan lain juga terjadi di sebuah sekolah agama di Quetta, kota di Pakistan Barat. Pada ledakan ini lima orang tewas dan 10 orang tewas. Kota ini dikenal sebagai markas para militan Taliban.

Kepala Kepolisian Quetta, Wazir Khan Nasir, mengatakan sekolah yang diledakkan itu adalah milik Jamiat Ulema-e-Islam, sebuah partai Islam, yang turut menjadi bagian dari koalisi pemerintaha

Livni Perdana Menteri Wanita Israel Yang Baru

Mossad, agen rahasia Israel yang disegani di dunia, yang juga dikenal dengan kelihaian sekaligus kekejamannya. Tzipi Livni, Perdana Menteri baru Israel, pernah bekerja di sana. Namun, Livni adalah pendukung kuat atas berdirinya Palestina yang berdampingan dengan Israel, yang dia anggap sebagai solusi terbaik.

Mungkin susah memercayai Livni sebagai pencari perdamaian, terutama warga Palestina, dan juga ucapannya yang pernah mengatakan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai tidak lagi relevan.

Lagi, Livni adalah keturunan Yahudi ultra-nasionalis, yang dilahirkan dari pasangan Eitan dan Sarah Livni, imigran Polandia. Kedua orangtuanya pernah berjuang melawan penjajah Inggris sebagai anggota Irgun, militan Zoinis dan organisasi teroris bawah tanah.

Di masa mudanya, Livni anggota Betar, gerakan pemuda Yahudi. Gerakan ini didirikan Ze’ev Jabotinsky, juga pendiri Irgun. Dia adalah Yahudi keturunan Rusia pendamba negara Yahudi.

Sama seperti ayah dan ibunya, serta Jabotinsky, Livni adalah pilar kuat bagi karakter dan identitas Yahudi dan Israel. Namun, Livni juga pendukung mundurnya Israel dari Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta salah satu tokoh Israel yang tidak menuduh pejuang Palestina sebagai teroris, tetapi pihak yang menyerang tentara Israel demi harkat diri.

Percaya atau tidak percaya, Livni relatif menghargai penegakan hak asasi manusia di Palestina, yang telah diinjak-injak Israel. Hingga kini Livni pun merupakan salah satu perunding perdamaian Palestina-Israel, sebuah kegiatan yang ingin dia lanjutkan dan misinya ingin pula dia wujudkan.

Perunding senior Palestina, Saeb Erekat, mengatakan, Livni telah lama terlibat proses perdamaian. ”Saya yakin dia akan terus melanjutkan upaya perdamaian dengan Palestina. Saya menyambut baik pilihan rakyat Israel,” kata Erekat.

Suka mendaki gunung

Livni adalah orang yang tampil bersahaja dan mengaku tidak menyukai formalitas. Kepada Roger Cohen dari The New York Times pada 2007, Livni memberi komentar atas pernyataan Cohen bahwa Livni adalah pribadi yang disiplin.

”Saya tidak suka frase ini, seorang yang disiplin. Ah, saya enggak tahulah, enggak tahu, benar … Ada sisi lain dari diri saya. Saya menyukai celana jins, mendaki gunung, mengunjungi pasar dan mal. Anda baru saja kembali dari Paris: Saya suka Quartier Latin hingga Champs Elysées. Secara umum saya benci formalitas. Anda tahu enggak sih, ketika aku muda, pernah bekerja sebagai waitress di Sinai.”

Ya, ya, ya! Namun, kini nyatanya Livni menjadi PM, setidaknya untuk sementara karena telah terpilih sebagai Ketua Partai Kadima, Kamis (18/7), yang otomatis menggantikan posisi PM Ehud Olmert, yang tersandung skandal korupsi.

Jalur karier

Dengan demikian, dia menjadi PM wanita pertama setelah Golda Meir (1969-1974), PM yang terkenal galak, tegas, dan memimpin Israel menghadapi Perang Arab-Israel. Livni meniru ketegasan dan kekukuhan pribadi Meir.

Jejak kariernya dimulai ketika mendapatkan pelatihan militer, sebuah kewajiban bagi semua warga Israel. Saat itu, Livni meraih pangkat letnan pada usia 22 tahun (1980).

Pelatihan ini juga menjadi ajang pencarian bibit bagi agen Mossad dan politisi masa depan Israel. Seperti pucuk dicinta ulam tiba, Livni adalah seorang yang disiplin, memiliki kemampuan analitis dan bakat intelijen.

Pada tahun 1980, Livni memasuki Mossad, dengan posisi sebagai agen lapangan. Livni ditempatkan di Paris. Dalam status ini, dia pernah ikut serta dalam aksi pembunuhan terhadap seorang pemimpin PLO di Yunani, Makmun Syukri Marisyi, salah satu pembantu dekat Abu Jihad (orang kedua di PLO setelah Yasser Arafat).

Livni memilih tidak membuka cerita soal kariernya di Mossad. Bahkan dia mengatakan, karier di Mossad sama sekali tidak memengaruhi hidupnya.

Pada tahun 1996, Livni bertarung untuk menjadi anggota Knesset (parlemen Israel) mewakili Partai Likud, tetapi gagal. Namun, Livni telah menarik perhatian PM saat itu, Benjamin Netenyahu (eks Mossad), yang juga Ketua Partai Likud.

Netanyahu meminta Livni menangani privatisasi BUMN Israel. Ketika Ariel Sharon (juga eks Mossad), Ketua Partai Likud dan menjadi PM tahun 1999, karier Livni menanjak. Sharon menjadi mentor Livni. Livni juga berhasil menjadi anggota Knesset pada 1999.

Pada 2005, Sharon dan Livni mundur dari Likud dan membentuk Partai Kadima, beraliran kanan tengah. Misi partai baru ini adalah mundur dari Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk memungkinkan berdirinya negara Palestina. Latar belakangnya, pendudukan Palestina tak memungkinkan secara moral dan finansial.

Setelah Sharon stroke dan koma sampai sekarang, Ehud Olmert menjadi PM. Livni mengkritik keras Olmert karena ”kegagalan” militer Israel dalam perang di Lebanon selatan tahun 2006. Livni meminta Olmert mundur, tetapi gagal.

Kemudian Olmert tersandung skandal korupsi. Livni menemukan sudut untuk menendang Olmert. Dia berhasil. Lalu dipilihlah ketua Partai Kadima baru, menggantikan Olmert, yang secara tradisi otomatis menjadi PM.

Livni mengalahkan saingan terdekatnya, Menteri Perhubungan Shaul Mofaz. Jadilah Livni sebagai PM, yang membuka memori khalayak pada Golda Meir. ”Saya bukan Golda Meir kedua, tetapi Tzipi Livni pertama,” kata Livni, yang memiliki satu saudara.

Sebagai PM, Livni berjanji mewujudkan Palestina. Kita tunggu saja, apakah dia berhasil mewujudkannya.

Hugo Chavez Dibenci Amerika Serikat Tetapi Tetap Di Cintai Rakyat

Presiden Venezuela Hugo Chavez kian memperlihatkan sikap keras kepada AS setelah hari Kamis (18/9) malam dia mengusir Jose Miquel Vivanco dan Daniel Wilkinson, pejabat perwakilan Human Rights Watch di Caracas, Venezuela. Chavez melakukan hal itu setelah lembaga tersebut mengeluarkan laporan yang mengatakan Chavez telah memperlemah demokrasi dan penegakan hukum.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengusir Vivanco dan Wilkinson yang merupakan penerbit dari laporan setebal 230 halaman berjudul ”Satu Dekade di Bawah Chavez: Ketidaktoleransian Politik dan Hilangnya Peluang bagi Kemajuan Hak Asasi Manusia di Venezuela”. Vivanco juga Direktur Human Rights Watch untuk Amerika.

”Vivanco telah melanggar konstitusi dan undang-undang di Venezuela,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela. Juga ditegaskan, laporan itu telah menyerang lembaga demokrasi Venezuela dan campur tangan ilegal dalam urusan dalam negeri Venezuela.

Dikatakan, Venezuela harus menjaga kedaulatan nasionalnya dalam menghadapi agresi badan- badan pemerintahan AS. Badan- badan bermantel hak asasi itu telah menggelar sebuah strategi agresif yang tidak bisa diterima oleh rakyat Venezuela.

Tampil di televisi

Menteri Luar Negeri Nicolas Maduro tampil di televisi dan menegaskan, Vivanco yang memegang paspor Cile harus meninggalkan Venezuela. Tidak dijelaskan apakah Wilkinson juga sudah meninggalkan Venezuela.

”Pengusiran ini sebuah pesan jelas kepada siapa saja yang berniat datang ke sini dan membentuk komplotan dari dalam,” ujar Maduro. Ini pertama kalinya pemerintahan Chavez mengusir warga asing dari negara Amerika Latin itu.

Pemimpin berhaluan kiri itu sebelumnya mengancam bahwa Venezuela akan mengusir orang asing jika mereka datang hanya untuk menghujat pemerintahannya. Sikap itu lebih ditujukan kepada AS dan sekutunya.

Pengusiran para pemimpin Human Rights Watch itu kian mempertegas sikap Chavez yang sangat antipati terhadap Washington. Chavez pada 11 September lalu mengusir Duta Besar AS untuk Venezuela Patrick Duddy sebagai bagian dari toleransi kepada Presiden Bolivia Evo Morales yang juga mengusir Dubes AS dari La Paz.

Bukan kejutan jika Chavez sampai mengusir pihak Human Rigths Watch karena dalam laporan mereka disebutkan bahwa Chavez sebagai pemimpin gagal menerapkan janjinya sebagai reformis. Laporan itu juga mengaitkan adanya ”diskriminasi terhadap lawan politik dan kritik” kepada pemerintahan Chavez.

Saat dilantik sebagai presiden 10 tahun lalu, Chavez mengajukan sebuah konstitusi baru yang dikatakan akan memperbaiki secara signifikan kondisi hak asasi manusia di Venezuela. ”Bukannya kemajuan dalam perlindungan hak, pemerintahan Chavez justru bergerak ke arah yang berlawanan untuk mengejar agenda politiknya,” demikian tulisan dalam laporan itu.