Category Archives: Australia

Tidak Terima Kalah Lomba Menembak Dari TNI AD … Tentara Amerika Serikat dan Australia Bongkar Paksa Senjata TNI

Tim Indonesia menang mutlak dalam lomba tembak internasional di Australia. Dikalahkan oleh jawara dari TNI AD, tim Amerika Serikat dan tim Australia meminta senjata yang digunakan tim Indonesia dibongkar. “Memang ada upaya penjegalan. Mereka minta senjata tim kita dicek saat pertandingan. Minta dibongkar,” ungkap Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat berbincang melalui telepon, Selasa (2/6/2015) malam.

Prestasi tim TNI AD memang patut dibanggakan karena mengharumkan nama Indonesia dalam kancah dunia. Tim berhasil menjadi juara dan menang telak dengan memboyong 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu dalam Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015 yang digelar 20-23 Mei lalu itu.

“Kita hasilnya luar biasa. Sepanjang pertandingan upaya menjatuhkan mental tim kita dilakukan secara luar biasa oleh mereka,” kata Wuryanto. Upaya tersebut, dicontohkan Wuryanto, adalah misalnya dengan diskriminasi peraturan terhadap tim TNI AD. Jika peraturan bagi tim AS dan tim Australia dimudahkan, maka beda halnya dengan apa yang didapat tim Indonesia dalam pertandingan tersebut.

“Ada peraturan yang dibeda-bedakan. Kalau untuk mereka dibuat gampang, buat kita dipersulit. Termasuk mereka minta senjata kita dibongkar, tentu saja tidak kita ijinkan,” tutur Jenderal Bintang 1 itu. Entah apa yang membuat tim AS dan tim Australia ‘parno’ seperti itu. Padahal sudah terbukti, selama 8 tahun berturut-turut, tim Indonesia berhasil keluar menjadi juara dalam pertandingan yang sama. Sangat membanggakan!

“Ini tahun ke-8 berturut-turut kita jadi juara. Itu menggetarkan mereka. Walau ada upaya penjegalan, tapi toh kita tetap menang,” ucap Wuryanto bangga. Tim Australia sendiri dalam turnamen AASAM 2015 menduduki peringkat kedua dengan raihan yang terpaut jauh dari tim Indonesia. Angkatan Darat Australia hanya berhasil mendapat 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Sementara di posisi ketiga, tim AS berhasil mengantongi 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Selama perhelatan yang mengarumkan nama Indonesia, tim TNI AD menggunakan 4 jenis senjata. Yaitu senjata buatan dalam negeri produksi PT Pindad jenis SS-2 V-4 Heavy Barrel dan Pistol G-2 (Elite&Combat). Tim juga menggunakan 2 senjata buatan Belgia yakni senapan SO-Minimi dan senapan GPMG (General Purpose Machine Gun), serta senjata sniper AW buatan Inggris.

Advertisements

Islam Jadi Agama Terbesar Di Dunia Tahun 2070

Hasil penelitian dari Pew Research Center, Amerika Serikat, menunjukkan pertumbuhan umat muslim akan lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen di dunia dalam kurung kurang dari 60 tahun ke depan. Umat muslim pun diprediksi menjadi pemeluk agama paling besar di dunia. Dikutip dari Dailymail, jumlah seluruh pemeluk di agama di dunia akan setara dengan jumlah jemaat Kristen atau sekitar 32,3 persen pada 2070. Sedangkan, jumlah umat muslim akan terus bertambah dan diprediksi akan meningkat menjadi 35 persen dari populasi manusia pada 2100.

Pada 2100, umat muslim akan lebih banyak daripada jemaat Kristen. Yaitu, dari seluruh populasi di dunia, 35 persen akan menjadi umat muslim, sedangkan 34 persen menjadi jemaat Kristen. Sisanya, Hindu, Buddha, agama lokal, Yahudi, dan tidak beragama. Data yang dikumpulkan Pew menunjukkan pertumbuhan jumlah umat Islam terbesar datang dari India dan Benua Afrika. Negara-negara sub-Sahara juga akan menyumbangkan populasi muslim baru terbesar selama tiga dekade mendatang. “Jumlah negara dengan mayoritas Kristen pun akan turun, dari 159 menjadi 151,” kata laporan Pew Research Center yang dikutip Dailymail, Ahad, 5 April 2015.

Di beberapa negara, seperti Inggris, Australia, Benin, Bosnia-Herzegovina, Prancis, Belanda, Selandia Baru, dan Republik Makedonia, tingkat populasi jemaat Kristen akan kurang dari 50 persen. Tetapi, pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. “Di Eropa muslim akan mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050,” tulis laporan Pew. Sebagai gantinya, Islam akan menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Selain itu, data ini dipengaruhi situasi Cina sebagai negara dengan penduduk terbesar sejagat. Saat ini, mayoritas warga Negeri Tirai Bambu tidak memeluk agama apa pun. Pew meramalkan akan ada peningkatan 5 persen untuk pemeluk Kristen di Cina, tapi itu tidak mengubah prediksi awal soal pertumbuhan umat muslim yang pesat lima dekade lagi.

Penelitian Pew ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jumlah penduduk pada 2010 dengan total 6,9 miliar jiwa. Pada tahun itu, agama Kristen menjadi mayoritas dengan total 31,4 persen atau sekitar 2,2 miliar jiwa. Sedangkan, agama Islam, sekitar 23,2 persen atau sekitar 1,6 miliar jiwa. Tidak beragama 16,4 persen atau sekitar 1,1 miliar orang. Agama Hindu di angka 15 persen atau sekitar 1 miliar jiwa.

Sedangkan agama Buddha mencapai 7,1 persen atau sekitar 487,8 juta jiwa. Agama lokal di angka 5,9 persen atau sekitar 404,6 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 13,8 juta jiwa. Dan agama lainnya mencapai 0,8 persen atau sekitar 58,1 juta jiwa.

Pada 2050 dengan total populasi manusia yang diprediksi mencapai 9,3 miliar. Populasi jemaat Kristen pun nyaris diimbangi umat Islam. Yaitu, agama Kristen di angka 31,4 persen dengan total 2,9 miliar jiwa. Agama Islam dengan angka 29,7 persen atau sekitar 2,8 miliar jiwa. Tidak beragama 13,2 persen atau sekitar 1,2 miliar jiwa. Agama Hindu 14,9 persen atau sekitar 1,4 miliar jiwa.

Pertumbuhan umat muslim di dunia diprediksi lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen. Pernyataan itu hasil penelitian Pew Research Center, Amerika Serikat. Bahkan, Pew menyebutkan jumlah umat muslim diprediksi menjadi pemeluk agama paling besar di dunia pada 2070. Hasil riset Pew menjelaskan, pertumbuhan umat muslim di dunia terjadi karena beberapa hal. Pertama, perkembangan umat Islam terbesar datang dari India dan Benua Afrika. Seperti di India, walau mayoritas penduduknya beragama Hindu, jumlah pemeluk Islam pada 2050 atau 2070 akan menjadi paling besar di dunia.

“Jumlah penganut Islam di India melebihi umat muslim di Indonesia,” kata laporan Pew Research Center, seperti yang dikutip dari laman resmi lembaga riset itu, awal April 2015. Negara-negara sub-Sahara juga akan menyumbangkan populasi muslim baru terbesar selama tiga dekade mendatang. Kedua, beberapa negara seperti Inggris, Australia, Benin, Bosnia-Herzegovina, Prancis, Belanda, Selandia Baru, dan Republik Makedonia, tingkat populasi umat Kristen berkurang dari 50 persen. Namun, pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. Di Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050. Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Ketiga, pertumbuhan agama Kristen di Amerika Serikat turun lebih dari tiga perempat dari populasi pada 2010 dan menjadi dua pertiga pada 2050. Agama Yahudi pun tidak akan menjadi terbesar setelah Kristen. “Umat muslim lebih banyak di Amerika dibandingkan orang yang mengaku Yahudi sebagai dasar agama,” ujar laporan Pew.

Keempat, secara global, umat Islam di dunia memiliki tingkat kesuburan tinggi. Rata-rata, 3,1 anak per perempuan. Sedangkan, jemaat Kristen memiliki rata-rata 2,7 anak per perempuan dan Yahudi rata-rata 2,3 anak per perempuan. Jika hal tersebut tidak banyak berubah, jumlah seluruh pemeluk di agama di dunia akan setara dengan jumlah jemaat Kristen atau sekitar 32,3 persen pada 2070. Sedangkan, jumlah umat muslim akan terus bertambah dan diprediksi meningkat menjadi 35 persen dari populasi manusia pada 2100.

Pada 2100, umat muslim akan lebih banyak daripada jemaat Kristen. Yaitu, dari seluruh populasi di dunia, 35 persen akan memeluk agama Islam, sedangkan 34 persen menjadi jemaat Kristen. Sisanya, adalah pemeluk Hindu, Buddha, agama kepercayaan, Yahudi, dan warga tidak beragama.

Penelitian Pew ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jumlah penduduk pada 2010 dengan total 6,9 miliar jiwa. Pada tahun itu, agama Kristen menjadi mayoritas dengan total 31,4 persen atau sekitar 2,2 miliar jiwa. Sedangkan, agama Islam, sekitar 23,2 persen atau sekitar 1,6 miliar jiwa. Tidak beragama 16,4 persen atau sekitar 1,1 miliar orang. Agama Hindu di angka 15 persen atau sekitar 1 miliar jiwa.

Sedangkan agama Buddha mencapai 7,1 persen atau sekitar 487,8 juta jiwa. Agama lokal di angka 5,9 persen atau sekitar 404,6 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 13,8 juta jiwa. Dan agama lainnya mencapai 0,8 persen atau sekitar 58,1 juta jiwa. Agama Buddha 5,2 persen atau sekitar 487 juta jiwa. Agama lokal sekitar 4,8 persen atau 450 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 16 juta jiwa. Dan agama lainnya 0,8 persen atau sekitar 61,4 juta jiwa.

Pada 2050 dengan total populasi manusia yang diprediksi mencapai 9,3 miliar. Populasi jemaat Kristen pun nyaris diimbangi umat Islam. Yaitu, agama Kristen di angka 31,4 persen dengan total 2,9 miliar jiwa. Agama Islam dengan angka 29,7 persen atau sekitar 2,8 miliar jiwa. Tidak beragama 13,2 persen atau sekitar 1,2 miliar jiwa. Agama Hindu 14,9 persen atau sekitar 1,4 miliar jiwa.

Warga Indonesia Gotong Royong Kumpulkan Koin Untuk Kembalikan Bantuan Australia

Pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang seolah-olah meminta imbalan atas bantuan yang diberikan negeri itu kepada Indonesia tidak hanya ditentang oleh warga negara Indonesia, tapi juga warga Australia sendiri. Dalam tagar #KoinforAustralia, gerakan warga Indonesia mengumpulkan uang receh untuk mengembalikan bantuan Australia, tampak komentar-komentar miring dari warga Australia tentang Abbott. Beberapa warga Australia yang turut berkomentar tidak segan menyebut Abbott sebagai idiot, dan bahkan ada yang terang-terangan mengatakan turut membenci Abbott dan berniat melengserkannya.

“#KoinuntukAustralia Please don’t hate Australia just because our leader is an idiot. We gave that money because we cared, no strings attached,” cuit akun @Volvo_of_doom. Tulisan itu berarti: “Tolong jangan benci Australia hanya karena pemimpin kami idiot. Kami memberikan uang itu karena kami peduli, tidak ada maksud lain.”

Pemilik akun @AKFRU bahkan menyatakan juga membenci Abbott. “Hi Indonesians, we hate Abbott too and will boot him out as soon as we get the opportunity. It’s him, not us! #KoinUntukAustralia,” cuitnya, yang berarti: “Halo warga Indonesia, kami juga membenci Abbott dan akan melengserkannya begitu mendapat kesempatan. Itu adalah opininya, bukan kami! #KoinUntukAustralia.”

Seorang pengguna Twitter lain, Jessica Gallagher, mengaku malu atas pernyataan pemimpin Australia tersebut. “As an Australian, I am completely embarrassed #CoinForAustralia,” cuit pemilik akun @jessygallagher itu, yang berarti: “Sebagai orang Australia, saya sangat malu #CoinForAustralia.”.

Gerakan #KoinuntukAustralia terus bergema di seantero negeri ini, bahkan dunia. Gerakan ini merupakan bukti bahwa jika seseorang mencoba-coba bermain opini terkait dengan kedaulatan sebuah negara, dia akan menerima akibatnya. Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan aksi pengumpulan uang koin untuk diberikan kepada pemerintah Australia. PMII menggelar aksinya di pertigaan depan Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin, 23 Februari 2015.

Aksi itu digelar untuk merespons pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan negaranya untuk korban tsunami Aceh agar pemerintah Indonesia tidak mengeksekusi mati dua bandar narkotik asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. “Pernyataan PM Abbott itu sungguh tidak pantas diucapkan, dan kami anggap telah melecehkan kedaulatan bangsa dan merendahkan martabat rakyat Indonesia,” kata Aminullah, koordinator aksi.

Mereka meminta Presiden Joko Widodo bersikap tegas menolak permintaan Tony Abbott dengan tetap mengeksekusi mati dua gembong narkotik itu. Mereka pun meminta kepada pemerintah, warga Aceh, dan rakyat Indonesia untuk mengembalikan dana bantuan dari Australia langsung ke Tony Abbott. “Tony harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh,” ujar Aminullah. Menurut Aminullah, penggalangan uang koin tidak akan dilakukan di jalanan lagi. Mereka sudah membuka pos koordinasi pengumpulan koin di depan kantor Komisariat PMII Institut Agama Islam Al-Qalam, Gondanglegi. Rencananya, pos dibuka selama sebulan.

Uang yang terkumpul akan dikirim ke pemerintah pusat untuk dikembalikan ke pemerintah Australia. Hingga berita ini ditulis, PMII sudah mengumpulkan uang sekitar Rp 300 ribu. Pada 18 Februari 2015, Abbott meminta Indonesia tidak melupakan sumbangan yang diberikan rakyat Australia dalam jumlah sangat besar saat tsunami menerjang sejumlah wilayah di Indonesia pada 2004. Kemurahan hati rakyat Australia itu diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk menyelamatkan nyawa dua warga Australia yang sedang menunggu pelaksanaan eksekusi mati oleh aparat penegak hukum Indonesia.

“Mari untuk tidak melupakan beberapa tahun lalu, ketika Indonesia dihantam badai tsunami, Australia mengirimkan bantuan senilai miliaran dolar,” kata Tony Abbott, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, 18 Februari 2015.Aliansi Pemuda Aceh akan menggelar aksi simpatik mengumpulkan koin untuk Australia sekaligus aksi teatrikal pada siang hari ini, Senin, 23 Februari 2015, sekitar pukul 14.30 WIB di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Aksi itu merupakan protes terhadap sikap Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan negaranya untuk Indonesia saat terjadi tsunami Aceh pada 2004. Tujuan Abbott, menekan pemerintah Indonesia agar tidak mengeksekusi mati dua bandar narkoba asal Australia.Koordinator aksi, Darlis Azis, mengatakan aksi tersebut diikuti puluhan peserta dari lintas organisasi kepemudaan (OKP) di Aceh. “Beberapa organisasi telah dikabari dan menyambut positif,” ujar Ketua KAMMI Aceh tersebut.

Menurut dia, aksi itu juga merupakan dukungan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menjaga marwah bangsa Indonesia. “Kami juga meminta agar segera melaksanakan vonis hukuman mati bagi gembong narkoba,” ucapnya.

Selain itu, tutur Darlis, aksi tersebut juga untuk mendesak Tony Abbott meminta maaf kepada rakyat Aceh, karena pernyataannya telah melukai masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh yang menjadi korban tsunami. Sebelumnya, KAMMI Aceh telah membuka posko penerimaan koin untuk Australia di kantor mereka, Lamnyong, Banda Aceh. Relawan Jokowi yang tergabung dalam Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menyayangkan pernyatan Perdana Menteri Australia Tony Abbot yang meminta pemerintah Indonesia menghentikan eksekusi mati duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, karena Australia pernah membantu Indonesia pasca Tsunami Aceh 2004.

“Menurut kami, Tony Abbot telah menghina bangsa Indonesia dengan mengaitkan tsunami 2004 dengan eksekusi Bali Nine,”ujar Sihol Manullang, Ketua BaraJP, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Minggu, 22 Februari 2015. Sihol menjelaskan, pernyataan Tony telah menghina Indonesia karena tidak konsisten yaitu di satu sisi mengatakan sumbangan selama tsunami untuk kemanusiaan, di sisi lain menentang pemberantasan kasus narkoba yang juga demi kemanusiaan. Padahal, kata Sihol, ada 50 orang Indonesia menjadi korban narkotika tiap harinya.

Sihol menyakini pernyataan Tony tidak mewakili mayoritas aspirasi rakyat Australia. Menurut ia, kecil kemungkinan rakyat Australia mendukung kenyataan tiap harinya 50 orang Indonesia tewas akibat narkotika. “Kalau mereka menyumbang korban tsunami dengan alasan kemanusiaan, maka seharusnya mereka ikut mendukung eksekusi mati bandar narkoba sebagai bentuk kepedulian terhadap korban narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, anggota BaraJP Australia Brian Hardi mengatakan kebanyakan orang Australia justru bertanya-tanya kenapa eksekusi baru direncanakan sekarang. Menurut warga Australia, seharusnya eksekusi berlangsung begitu ada putusan inkracht. “Mengapa seperti sekarang, mereka sudah menjalani hukuman selama 10 tahun, baru dieksekusi,”ujarnya.

Muslim Australia Kutuk Perbudakan Seks Oleh ISIS Karena Bertentangan Dengan Islam

Komunitas muslin di Australia mengutuk perbudakan terhadap sejumlah wanita Sekte Yazidi dan menyebut itu adalah perbuatan barbar, sangat bertentangan dengan Islam dan kelakuan ISIS ini merupakan penghinaan terhadap Islam. Pernyataan keras ini disampaikan menyusul pemberitaan yang menyebutkan diduga warga Australia Mohamed Elomar dan Khaled Sharrouf, yang ikut berjuang bersama kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak telah memperbudak perempuan dari kelompok minoritas penganut agama Yazidi di Utara Irak.

Dari sekitar 80 orang yang diduga warga Australia yang bergabung dengan pasukan ISIS di kawasan itu, Mohamed Elomar dan Khaled Sharrouf merupakan yang paling dikenal dan kegiatan mereka juga telah memicu keprihatinan warga muslim lokal. Berita yang menyebutkan keduanya telah menahan sejumlah budak perempuan telah memicu kemarahan dikalangan anggota senior dari komunitas muslim di Australia.

Juru bicara komunitas Muslim terkemuka, Keysar Trad mengatakan tuduhan ini sangat memprihatinkan. “Ini tentu saja berita yang sangat, sangat mengganggu, dan kami bersimpati kepada para korban. Kami benar-benar memahami perasaan perempuan-perempuan itu dan orang yang mereka cintai,” katanya.

Joumanah El-Matrah, yang mengepalai Pusat Muslim Perempuan untuk Hak Asasi Manusia, juga terkejut. “Dari perspektif Islam, Islam tidak tentu tidak memungkinkan untuk terjadinya perbudakan manusia apalagi menjual mereka,” katanya. “Salah satu hal positif tentang Islam adalah justru Islam lah yang memberantas perbudakan, terutama perempuan, yang sebenarnya merupakan praktek cukup umum dalam sejarah di awal kedatangan Islam.

El-Matrah mengaku tidak habis pikir bagaimana orang yang pernah berkesempatan tinggal di Australia bisa menjadi pengikut dari paham keji seperti itu. “Ini benar-benar sulit dipahami bagaimana dua pemuda Australia, yang dibesarkan di negeri ini, benar-benar bisa meyakini pandangan yang memperlakukan orang lain sebagai budak dan kemudian memberi label itu sebagai paham Islam,” katanya.

“Saya berpikir bahwa banyak tokoh masyarakat dan profesional lain di Australia masih berusaha memahami bagaimana orang-orang muda seperti mereka bisa terjerumus dalam situasi dimana mereka berada saat ini,’ Posting Elomar di media sosial mengindikasikan dirinya merupakan tokoh populer dan berpengaruh di kalangan warga Australia yang beralih menjadi tentara ISIS.

Posting terbaru menunjukkan dia memiliki hubungan dengan Mahmoud Abdullatif, seorang pria Melbourne yang dilaporkan tewas dalam pertempuran di Suriah. Elomar juga baru-baru ini memposting foto anak Yazidi memegang pistol. Gambar tersebut diberi judul: “ia mulai mendapatkan ide bahwa ISIS adalah pedoman hidup.”

Kebrutalan dan paham ekstrim tentara ISIS mengenai Islam sangat tak tertandingi. Setelah menghadiri pengarahan dengan pegawai keamanan AS, Menlu Australia, Julie Bishop mengaku dirinya kini semakin direpotkan dengan ancaman dari pejuang di luar negeri.

Banyak kalangan muslim mengatakan harus ada ;lebih banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah radikalisasi dikalangan pemuda muslim di Australia. Tahun lalu, Pemerintah Australia mengalokasikan $13.4 juta untuk mendanai program yang bertujuan mencegah pemuda Australia terlibat dalam kelompok ekstrim.

Namun sejumlah pemimpin muslim mengaku komunitas muslim belum melihat realisasi dari penggunaan dana tersebut.
“Sayangnya dalam waktu satu atau dua tahun atau tiga tahun kita terlena dengan pendekatan berbasis komunitas dan ternyata mendapati kalau hanya komunitas saja yang bergerak melakukan upaya untuk mencegah radikalisasi tersebut,” katanya.

“Komunitas muslim sendiri semakin terbuka untuk melakukan kegiatan semacam itu dan mereka juga semakin kompak,” tambahnya.

“Namun sayangnya, pemerintah justru menarik sumber dayanya dari masyarakat, yang menurut saya merupakan kebijakan yang keliru dan bertolak belakang dengan apa yang terjadi dibanyak negara di dunia menyangkut radikalisasi – dari negara muslim yang dilabelkan sebagai negara berkembang hingga tempat seperti AS dan Inggris dimana pendekatan berbasis komunitas menjadi semakin dianggap penting dilakukan,’

Kelompok ISIS Sandera Warga Sipil Di Lindt Chocolate Cafe Sydney

Sekitar 20 orang disandera oleh lelaki bersenjata di Lindt Chocolat Cafe di Martin Place, Sydney, pagi ini, 15 Desember 2014. Sandera dipaksa mengibarkan bendera hitam dengan huruf-huruf berwarna putih di bagian tengahnya. Kepolisian Sydney mengkonfirmasi peristiwa itu, seperti tertulis di laman The Sydney Morning Herald, Senin, 15 Desember 2014. Kepolisian memastikan penyanderaan sedang berlangsung di Martin Place. Juru bicara Kepolisian New South Wales mengatakan pihaknya telah dihubungi dan bergegas menuju ke lokasi sekitar pukul 09.45. Akibat penyanderaan itu, sejumlah kereta yang melintas di rute Central-Bondi Junction sempat dihentikan.

Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan kabinetnya tengah melakukan rapat untuk mempelajari situasi ini. “Ini adalah insiden yang diperhatikan dengan serius, tapi kita harus memastikan bahwa penegakan hukum dan pengerahan kekuatan dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.”

Penyanderaan yang terjadi di Lindt Chocolat Cafe di Martin Place, Sydney, pagi ini, 15 Desember 2014, masih berlangsung. Menurut laporan, pria bersenjata menodongkan senjata kepada 13 sandera di dalam kafe. Menurut seorang saksi mata, beberapa sandera wanita terlihat menangis dan dipaksa mengangkat tangan. “Mereka terus dipaksa menempel ke jendela,” ujar saksi mata itu.

Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, saat ini salah seorang “teroris” telah melakukan kontak dengan kepolisian. Mereka meminta bisa berbicara langsung dengan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott. “Mereka mengancam memiliki kekuatan di beberapa titik di dalam kota,’ ujar Ray Hadley dari 2GB.

Perdana Menteri Tonny Abbott menyatakan kabinetnya tengah melakukan rapat untuk mempelajari situasi ini. “Ini adalah insiden yang diperhatikan dengan serius, tapi kita harus memastikan bahwa penegakan hukum dan pengerahan kekuatan dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. “Suasana Kota Sydney, Australia tengah tegang. Sebuah cafe yang menjual aneka makanan cokelat dikuasai pria bersenjata yang mengaku dari kelompok ISIS. Polisi Australia pun mengepung cafe yang ada di Gedung Martin Place.

“Orang kantoran di sekitar gedung itu disuruh pulang lebih cepat,” jelas Konsul Penerangan Sosial dan Budaya, Pensosbud KJRI Sydney, Nicolas Manoppo yang dihubungi, Senin (15/12/2014). Area ring 1 di sekitar lokasi penyanderaan pun disterilkan polisi. Dengan bersenjata lengkap, polisi Australia mengepung cafe itu. “Kami semua memantau perkembangan. Untuk sementara tidak ada WNI yang jadi korban,” urai Nico. KJRI Sydney berjarak 10 Km dari lokasi cafe.

Pria bersenjata yang diperkirakan berjumlah tiga orang menguasai Cafe Lindt yang menjual aneka makanan cokelat di Gedung Martin Place di Kota Sydney, Australia. Para pelaku menyandera sejumlah pengunjung cafe. Seperti dikutip ABC News, Senin (15/12/2014) para penyandera terlihat memaksa sejumlah sandera mengangkat tangan. Para sandera itu kemudian menempelkan tangan mereka ke kaca di cafe itu. Tak lama para penyandera mengibarkan bendera ISIS yang berwarna hitam dengan tulisan Arab yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad utusan Allah’.

Pihak Australia sudah mengamankan kawasan di sekitar lokasi penyanderaan. Mereka juga mengumumkan keadaan genting di Sydney. Banyak orang kantoran diliburkan dan diminta pulang lebih cepat. Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney memantau peristiwa pembajakan di cafe di Kota Sydney. Belum bisa dipastikan apakah ada WNI di cafe itu yang menjadi korban.

“Kami masih melakukan pemantauan,” jelas Konsul Penerangan Sosial dan Budaya, Pensosbud KJRI Sydney, Nicolas Manoppo yang dihubung Senin (15/12/2014). Menurut Nico, polisi Australia sudah mengepung area di kawasan itu. Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.00 waktu setempat dan hingga kini pukul 12.00 pengepungan masih dilakukan. Perbedaan waktu Indonesia bagian barat dan Sydney sekitar 4 jam. Sydney lebih cepat 4 jam. Sejauh ini lanjut Nico, belum ada informasi ada WNI yang menjadi korban penyanderaan.

Sebuah cafe di Kota Sydney, Australia dikepung pria bersenjata. Pria itu mengaku dari kelompok ISIS. Polisi Australia pun kini mengepung cafe itu. Informasi dari Konsul Penerangan Sosial dan Budaya, Pensosbud KJRI Sydney, Nicolas Manoppo yang dihubungi detikcom, Senin (15/12/2014), menyampaikan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu Sydney. Hingga pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB, polisi Australia masih mengepung cafe itu. Polisi Australia juga mengosongkan area di kawasan Martin Place. “Orang-orang kantoran di sekitar kawasan itu dipulangkan,” terang Nico yang terus memantau perkembangan lewat media Australia.

Kelompok pria bersenjata yang mengibarkan bendera ISIS membajak sebuah cafe dan menyandera orang-roang di dalamnya. Dikabarkan, total ada sekitar 40 orang disandera di dalam cafe itu. Seperti yang dilansir oleh ABC, Senin (15/12/2014), staf cafe Lindt tersebut mengatakan ada 10 karyawan dan 30 pelanggan di dalam kafe tersebut. Sementara itu, warga diminta untuk menjauhi kawasan Martin Place dan Sydney Opera House. Informasi dari Konsul Penerangan Sosial dan Budaya, Pensosbud KJRI Sydney, Nicolas Manoppo yang dihubungi, Senin (15/12/2014), menyampaikan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu Sydney.

Hingga pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB, polisi Australia masih mengepung cafe itu. Polisi Australia juga mengosongkan area di kawasan Martin Place. “Orang-orang kantoran di sekitar kawasan itu dipulangkan,” terang Nico yang terus memantau perkembangan lewat media Australia.

Pesta Liar ABG Australia Di Bali Terungkap

Sejumlah siswa asal Australia mengisi liburan sekolahnya di Bali dengan cara yang tak biasa. Mengutip laporan The Sydney Morning Herald berjudul “Schoolies in Bali: rite of passage or reckless booze-fest?” pada Jumat, 5 Desember 2014, para remaja itu masuk ke klub malam, minum minuman keras, dan berkendara ugal-ugalan.

Seorang koodinator Red Frogs, lembaga yang memberi pendampingan kepada para pengkonsumsi alkohol dan narkoba, khususnya anak muda, Paul Mergard, mengatakan para relawan lembaga ini sudah terbiasa mendapati kelakuan para remaja setelah berpesta. “Ada yang muntah, menangis, berkelahi, dan kecopetan,” kata Mergard. “Namun ada juga beberapa siswa yang berperilaku baik.”

Usia para siswa itu, menurut Mergard, sekitar 13-18 tahun. “Itu adalah usia yang pas untuk merayakan sesuatu dengan teman-teman seumur,” katanya. “Perkembangan di usia ini penting karena menjadi basis transisi menuju kehidupan dewasa.”

Menurut laporan Sydney Morning Herald, para siswa itu sampai mabuk, merajah tubuh dengan tato, dan ada pula yang tampak bersedih, kemungkinan karena duit di rekeningnya tandas untuk hura-hura. Laporan itu memasang foto tentang cara para siswa mengisi liburan. Misalnya, ada pelajar Australia yang sedang mabuk mengendarai sepeda motor. Mereka berkendara dengan bertelanjang dada dan tanpa helm.

Ada pula foto sejumlah remaja berderet dengan posisi tiduran di pinggir kolam renang. Mulut mereka terbuka, sedangkan seorang temannya menuangkan minuman keras. Sebagian remaja juga tampak menari di jalan utama di Legian sembari bermain genangan air saat hujan deras.

Ketika berjalan di sepanjang Jalan Legian–pusat kehidupan malam di Kuta–wartawan SMH ditawari berbagai obat terlarang oleh penduduk lokal, seperti gulma, jamur ajaib, valium, kokain, dan ekstasi. Mereka juga ditawari alkohol yang terbuat dari bahan murah alias miras oplosan.

Seorang pelajar yang sedang berlibur, Bernadette Clarke, 18 tahun, dari Jervis Bay menuturkan semua orang yang tahu kalau dia akan pergi ke Bali pasti berpesan agar berhati-hati. “Saya dapat petuah yang sama berulang-ulang. Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu,” ujar Clarke.

Untuk mencegahnya berbuat yang tak diinginkan, Clarke mengaku ibunya turut serta dalam liburan. “Saya kira dia hanya ingin memastikan saya baik-baik saja,” katanya. Namun, menurut Clarke, ibunya tak terus-menerus mengawasinya. Ibunya berada di hotel yang jauh dari keramaian pesta liburan sekolah.

Karla Sheppard dari Wollongong juga berlibur ke Bali bersama putrinya Chloe, 17 tahun. Sheppard berujar, sesekali kebebasan perlu diberikan kepada anak muda. “Sebab, saya tahu, kalau melarang mereka berbuat ini dan itu, mereka tetap akan melakukannya di belakang atau tanpa sepengetahuan kami,” ujar Sheppard. “Kami hanya berharap mereka tak bertingkah konyol.”

Foto Jacci Sharkey Gadis Cantik Yang Menyusui Anak Ketika Wisuda … Paling Populer Di Facebook

Foto seorang perempuan muda asal Queensland, Australia, yang tertangkap kamera sedang menyusui bayinya saat acara wisuda menjadi populer di jejaring sosial.

Dalam foto yang diambil oleh sang kakak ipar, Jacci Sharkey terlihat sedang menyusui anaknya, Alek, yang masih berusia enam minggu, setelah upacara wisuda yang digelar University of the Sunshine Coast (USC) di Queensland, awal Oktober lalu.

Foto beserta pernyataan terima kasih dari Sharkey yang baru berusia 24 tahun dimuat di halaman Facebook universitas tersebut pada Senin (3/11/2014).

Dalam kurang dari 24 jam, foto tersebut langsung mendapat lebih dari 100.000 like, 3.400 komentar, dan di-share sebanyak lebih dari 2.700 kali. Sharkey mengaku sangat kaget dan takjub dengan reaksi yang didapatnya di jejaring sosial.

“Saya tak pernah menyangka kalau kemudian menyebar seperti itu. Tadinya saya cukup senang kalau mendapat 100 like, tetapi ternyata luar biasa, diluar kendali,” ujarnya kepada ABC.
“Banyak komentar yang mengucapkan terima kasih dari orang-orang. Sebagian mengatakan mereka takut mulai kuliah kalau baru punya anak, tetapi saya sudah membuktikannya.”

Sharkey juga merasa sangat senang dengan respons yang positif dari para pengguna Facebook yang mengomentari fotonya.

Sharkey yang lulus dari ilmu studi manajemen sumber daya manusia mengaku ingin difoto sebagai ucapan terima kasihnya kepada universitas. Ia juga ingin berbagi pesan bagi para ibu bahwa menjadi ibu sambil kuliah adalah hal yang bisa dilakukan.

“Ini bukan bermaksud untuk menyampaikan pesan tentang menyusui anak, atau ASI. Kalau seandainya pun anak saya makan roti, akan saya kirimkan ke pihak kampus,” tambah dia.

“Kita tidak perlu menyerah karena punya anak, dan jangan juga jadi tidak punya anak karena mengejar karier. Kita bisa mendapatkan keduanya,” ujarnya.

Kedua anak Sharkey, Ari, berusia 20 bulan, dan Alek, yang berusia enam minggu, lahir saat dia berkuliah selama 3,5 tahun di universitas. Ia mengaku bahwa pihak kampusnya sangat membantu dirinya dan ibu-ibu lainnya, seperti memperbolehkan membawa anaknya ke kelas.