Kreatifitas Muhammad Ismael Aarefi Berhasil Membuat Jaringan Layanan Antar Restoran Pizza Di Afghanistan


Muhammad Ismael Aarefi pertama kali memutuskan ia ingin bergabung dengan bisnis restoran itu ketika mengunjungi teman di Eropa. Beberapa diantara mereka memiliki restoran sendiri tetapi sadar akan risiko yang dihadapi saat memulai usaha secara mandiri, ia tahu ia membutuhkan ide segar untuk menarik pelanggan.

“Awalnya, kami tidak memikirkan keuntungan atau kerugian finansial, kami hanya berpikir bagaimana membawa sesuatu yang baru ke negara ini,” kata Muhammad pada BBC. Meski sudah ada banyak restoran di Afghanistan yang menyediakan makanan khas Afghanistan, India, Iran, Arab dan Barat, sangat jarang yang menyediakan pizza, makanan kudapan utama.
Dan tidak ada satu pun yang menyediakan jasa pesan antar. Muhammad telah menemukan celahnya.

Dengan modal sekitar $100.000 ia berhasil menemukan lokasi restorannya di jantung kota Kabul. Everest Pizza dibuka pada 2001. Dikelilingi oleh kantor dan LSM internasional, pekerja dari negara-negara Barat dan keluarga mereka menjadi pelanggan restoran tersebut.

Tetapi keluarga Afghanistan juga ingin mendapat kesempatan untuk menyantap makanan gaya Barat itu tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di dapur, dan seperti yang dikatakan Muhammad, ketika telepon berbunyi kemungkinan besar si penelepon adalah seorang warga Afghanistan yang memesan makanan untuk diantar seperti yang dilakukan warga Barat, “Orang Afghanistan suka menyantap makanan yang berbeda.”

Ia mengakui membuat pizza adalah hal yang sulit. Menemukan koki pizza yang baik di Afghanistan sangat tidak mungkin, sehingga ia harus berpikir kreatif.

KOKI DARI IRAN
“Saya tidak mampu mendatangkan koki dari Eropa, terlalu mahal. Dan lalu saya berpikir tentang Iran. Saya membawa beberapa koki dari Iran untuk melatih orang Afghanistan bagaimana cara membuat pizza. Mereka sudah bekerja dengan kami selama satu tahun dan sekarang saya memiliki staf terlatih,” kata dia.

Ia kini mempekerjakan tiga koki yang bertugas membuat pizza dan jika dihitung dengan pelayan serta pegawai pengantar pesanan ia memiliki 10 staf. Pekerja asing bukan satu-satunya pelanggan pizza Muhammad.

Mendapatkan bahan-bahan spesifik untuk pizza sangat sulit tetapi juga sangat penting bagi Muhammad, “Kami ingin menyajikan pizza terbaik di Afghanistan.” Mereka masih mengimpor lapisan atas keju dan kotak-kotak pizza dari Iran serta Dubai. Layanan pesan antar awalnya terganggu dengan pesanan-pesanan palsu, seperti di kota-kota lain di dunia. Muhammad sempat merasa kesal mengantar pizza ke rumah kosong dan kehilangan pendapatan.

“Sesudah itu, kami hanya mengantar makanan ke pelanggan yang kami kenal dan sudah mendaftar dengan kami,” kata dia.
Selama lebih dari 10 tahun menangani layanan pesan antar pizza, bisnisnya berkembang dan Muhammad mengincar prospek lain, “Kami ingin memperluas bisnis kami jika situasi membaik di negara kami.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s