Kereta Api Pengangkut Emas Nazi Ditemukan Di Polandia

Di kalangan pemburu harta karun, cerita tentang kereta peninggalan Nazi pimpinan Adolf Hitler yang mengangkut emas batangan merupakan cerita masyhur. Sudah puluhan tahun cerita ini beredar. Namun, keberadaan kereta itu belum juga diketahui. Kini kabar “kereta emas” Nazi itu kembali terdengar, setelah disebut-sebut bahwa keberadaannya telah diketahui. Sejumlah ahli menduga, kereta itu berada di sebuah wilayah pegunungan kawasan Polandia. Pemerintah setempat pun diminta segera melakukan investigasi.

Dilansir dari CNN, Jumat (28/8/2015), “kereta emas” itu disebut berada di sebuah terowongan yang terkubur di kawasan pegunungan sebelah barat daya distrik Walbrzych. Pejabat setempat menganggap, sejumlah bukti yang ditemukan sudah cukup untuk mengungkap keberadaan “kereta harta karun” itu.

Kereta itu dikabarkan menghilang pada 1945, pada akhir Perang Dunia II. Ketika itu, pasukan Red Army Uni Soviet mulai mendekati pasukan Nazi dan bersiap masuk ke wilayah Jerman. Menurut pengetahuan lokal warga setempat, kereta itu berangkat dari stasiun di kota Wroclaw, yang dulu merupakan kota yang dikuasai Jerman. Sekarang, Wroclaw dikenal sebagai Breslau di Walbrzych. Kereta itu sendiri diperkirakan tidak pernah sampai stasiun tujuan.

Asisten Wali Kota Walbrzych, Arkadiusz Grudzien, mengatakan bahwa kereta itu memang belum ditemukan. Namun, keberadaannya semakin terang setelah dua orang yang mengklaim tahu keberadaannya telah menghubungi pemerintah untuk segera dipelajari oleh kementerian pertahanan, kementerian perbendaharaan, kementerian keuangan, dan kementerian kebudayaan.

“Kami bisa mengonfirmasi bahwa jika klaim itu memang benar, maka (kereta) itu berada di teritori Walbrzych,” ujar Grudzien. Menurut hukum Polandia, maka sebesar 10 persen akan diberikan kepada penemu sebagai hadiah. Jika “kereta emas” itu benar ada, dua orang yang menemukan itu, seorang warga Polandia dan seorang warga Jerman, disebut akan mendapatkan hadiah dari Pemerintah Polandia. Meski begitu, Grudzien ragu bahwa dua orang itu akan mendapat hadiah penemuan sebesar 10 persen.

“Saat ini, lokasi kereta belum dipastikan, tetapi kami percaya bahwa bukti yang diperlihatkan sudah kuat untuk mencari benda itu secara serius,” ucapnya. Adapun Deputi Wali Kota Walbrzych, Zygmunt Nowaczyk, mengatakan tidak bisa memberikan informasi apa pun mengenai penemuan “kereta emas” peninggalan Nazi itu. “Saya hanya ingin menambahkan bahwa ‘temuan’ itu secara legal merupakan milik Perbendaharaan Negara,” ucapnya.

Kabar mengenai hadiah penemuan itu sebelumnya diungkap oleh pejabat lokal kota lain, Marika Tokarska. Meski kabar penemuan “kereta emas” itu begitu kuat, sejarawan lokal, Joanna Lamparska, meragukan penemuan itu, demikian halnya dengan lokasi yang dimaksud. “Opini saya, mungkin orang itu melaporkannya ke pejabat tertentu, ke tempat lain dari kereta yang lain,” tuturnya.

Korea Utara dan Selatan Diambang Perang Setelah Baku Tembak Artileri Diperbatasan

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan makin memburuk setelah aksi saling tembak artileri di perbasatan pada Kamis (20/8). Karenanya, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang dan Seoul memberi imbauan kepada warga negara Indonesia. “KBRI Seoul dan KBRI Pyongyang memberikan imbauan kepada WNI untuk menjauhi perbatasan,” kata kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, lewat pesan singkat pada Jumat (21/8).

Sebelumnya, menyusul aksi saling tembak dan kampanye lewat pengeras suara, pemimpin Korut Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang. Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat. Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Terkait memanasnya hubungan kedua negara, pihak Kemlu Indonesia, menurut Iqbal, juga tidak mengeluarkan travel warning bagi WNI yang ingin ke Korsel ataupun Korut.

Di Seoul, sekitar 100 orang pemrotes anti-Korut berkumpul dan membakar orang-orangan Kim Jong Un. Ketegangan hubungan dua negara Semenanjung Korea kali ini awalnya dipicu ketika dua tentara Korsel yang berpatroli di perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) akibat ranjau darat. DMZ adalah wilayah perbatasan yang memisahkan kedua negara, dan merupakan perbatasan yang dengan jumlah tentara terbanyak di dunia.

Korsel menuduh Korut menanam ranjau tersebut, sementara Pyongyang membantah keteribatan apapun. Sementara itu, latihan gabungan militer tahunan Korsel dan AS beserta beberapa negara lain sedang berlangsung sejak 17-28 Agustus. Korut selalu mengecam latihan militer ini, menyebutnya sebagai provokasi untuk perang. Korea Selatan membalas serangan tembakan meriam ke arah sumber proyektil Korea Utara di area barat perbatasan inter-Korea pada Kamis (20/8), menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Diberitakan Reuters, militer Korea Selatan menembakkan puluhan peluru artileri berukuran 155 milimeter setelah Korea Utara menembakkan proyektil ke arah pengeras suara propaganda. “Militer kami telah mengawasi dan melihat dengan saksama pergerakan militer Korea Utara,” menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan. Sejauh ini, Korea Utara belum menanggapi langsung tembakan Korea Selatan.

Korea Selatan menyatakan peralatan deteksi yang melihat lintasan yang diduga proyektil Korea Utara meluncur sekitar pukul 3.52 sore waktu lokal. Tembakan ini tampaknya tidak merusak pengeras suara ataupun menimbulkan korban luka. Proyektil yang diduga ditembakkan Korea Utara ini mendarat di area 60 kilometer sebelah utara Seoul, atau sebelah barat zona perbatasan, menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Yonhap melaporkan warga Korea Selatan yang berada di sekitar area tersebut kini diminta untuk mengungsi sementara. Selain itu, Yonhap juga memberitakan saat ini kantor Kepresidenan Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat dengan dewan keamanan nasional menyusul insiden ini. Ketegangan antara kedua negara Korea ini meningkat sejak awal bulan ketika ranjau darat meledak di Zona Demiliterisasi, DMZ. Insiden ini mengakibatkan dua tentara Korea Selatan terluka.

Seoul menuduh Korea Utara yang telah memasang ranjau tersebut, namun hal ini dibantah langsung oleh Pyongyang. Seoul kemudian mulai mempergunakan pengeras suara untuk menyiarkan propaganda berisi retorika anti-Pyongyang di sepanjang perbatasan barat dan tengah. Kegiatan ini sebelumnya dihentikan oleh kedua pihak pada 2004. Pada Sabtu kemarin, Korea Utara telah menuntut Korea Selatan untuk menghentikan siaran propaganda tersebut atau bersiap untuk menghadapi aksi militer. Pada Senin, kedua negara mulai melakukan siaran masing-masing.

Tembakan pada Kamis ini muncul di tengah latihan gabungan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat beserta beberapa negara lain. Latihan militer ini sudah berjalan sejak Senin kemarin dan Korea Utara menganggapnya sebagai pemicu perang. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan tentaranya untuk siap perang, menyusul baku tempat dengan militer Korea Selatan di perbatasan.

Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat (21/8). Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan “dipersenjata penuh untuk perang”. Langkah ini diambil Korut menyusul ketegangan dengan Korsel sehari sebelumnya. Korsel menembakkan artileri sebagai balasan atas serangan Korut yang memprotes propaganda anti rezim oleh pemerintah Seoul menggunakan pengeras suara di perbatasan sejak 10 Agustus lalu.

Korut tidak membalas lagi serangan Korsel tersebut, namun mengirimkan surat berisikan ancaman akan melakukan aksi militer jika propaganda tidak dihentikan dalam waktu 48 jam. Korsel mengatakan tidak akan berhenti melakukan taktik propaganda yang mengungkapkan kekejaman rezim Korut tersebut. Propaganda dengan pelantang suara ini terakhir dilakukan pada tahun 2004.

Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menyelesaikan masalah tanpa militer. Presiden Korsel Park Geun-hye menyerukan para pejabat militernya untuk “menindak tegas” segala bentuk provokasi Korut. “Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan terus mengamati pergerakan militer Korea Utara,” ujar Kementerian Pertahanan KorselSituasi mencekam tengah dirasakan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan antara dua negara Korea, yakni Korea Utara dan Selatan, setelah penembakan oleh militer Korut pada alat pengeras suara di Korsel, 20 Agustus 2015.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA , 21 Agustus, melaporkan, “Kim Jong-un telah mengeluarkan perintah kepada panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) bahwa pasukan gabungan KPA di garis depan harus siap memasuki keadaan perang, sepenuhnya siap bertempur dalam operasi kejutan.” Kim mengancam melakukan aksi militer jika Selatan terus mengkampanyekan propaganda anti-Pyongyang di perbatasan menggunakan pengeras suara.

“Tindakan Selatan adalah provokasi militer busuk yang tidak pernah dapat ditoleransi,” kata juru bicara Pyongyang yang mengancam untuk mengambil tindakan militer yang kuat, kecuali Seoul menarik kampanye propaganda dalam 48 jam ke depan. Pyongyang mengancam pemimpin tertinggi mereka akan menempatkan pasukannya dengan perlengkapan senjata perang mulai dari 05.00 (waktu setempat) pada Jumat dan telah dinyatakan sebagai “pasukan perang negara” di daerah garis depan.

Sementara itu, kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak akan terpancing dengan ancaman negara. “Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan mengamati dengan seksama pergerakan militer Korea Utara,” kata kementerian. Dilansir dari Express, setelah penembakan kemarin, kota-kota terdekat di zona bebas militer telah dievakuasi. Seoul sendiri dilaporkan membalas tembakan tersebut dengan menembakkan puluhan peluru artileri.

Sekitar 80 warga di Yeoncheon, ke arah mana peluru diarahkan, harus dibawa ke bunker bawah tanah sementara otoritas mendesak warga lainnya mengungsi.

Dengan Tangan Kosong Seorang Marinir Amerika Lumpuhkan Pejuang ISIS Bersenjata Lengkap Di Kereta Cepat Prancis

Rencana penembakan brutal di dalam kereta peluru yang melaju dari Amsterdam menuju Paris berhasil digagalkan. Dua tentara Amerika Serikat yang kebetulan menumpang kereta itu saat cuti, berhasil melumpuhkan pelaku. Insiden ini berawal ketika kedua tentara AS yang sedang cuti itu mendengar suara senapan diisi di dalam salah satu toilet kereta yang mereka lewati. Keduanya menunggu pria bersenjata yang ada di dalam toilet itu keluar dan kemudian melumpuhkannya.

Suara tembakan terdengar ketika pelaku menyerang kedua tentara AS itu dengan pistol tangan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk salah satunya tentara AS yang berusaha melumpuhkan pelaku. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (22/8/2015). Pentagon membenarkan satu personel militer AS mengalami luka-luka, namun menyatakan lukanya tidak membahayakan nyawa. Alek Skarlatos (22) yang merupakan anggota Garda Nasional AS dari Oregon menuturkan, rekannya yang juga dari militer mengalami luka-luka saat bergulat dengan pelaku.

“Saya baru kembali dari Afgahnistan bulan lalu, dan ini merupakan liburan saya sejak dari Afghanistan,” ucap Skarlatos. Pria bersenjata itu akhirnya ditangkap sekitar 10 menit kemudian, setelah kereta yang membawa 554 penumpang itu berhenti di stasiun Arras, Prancis. Disebutkan salah satu sumber kepolisian, bahwa pria itu membawa sebuah senapan Kalashnikov, sebuah pistol otomatis dan sebuah silet.

Disebutkan juga bahwa pelaku merupakan pria berusia 26 tahun yang berasal dari Maroko dan sudah dikenal oleh kalangan intelijen Prancis. Motif serangan ini belum diketahui pasti. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh tim antiterorisme Prancis. Salah satu korban luka dilaporkan sebagai aktor Prancis, Jean-Hugues Anglade. Juru bicara operator kereta Prancis atau SNCF menyebut, Anglade mengalami luka ringan saat berusaha mengaktifkan alarm kereta.

Presiden Prancis, Francois Hollande menyatakan segala hal tengah dilakukan untuk menyelidiki insiden ini. Sedangkan Presiden AS Barack Obama memuji para penumpang yang berpikir cepat melumpuhkan pelaku. “Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian dan tindakan cepat beberapa penumpang, termasuk personel militer AS, yang tanpa pamrih melumpuhkan penyerang. Aksi heroik ini telah mencegah tragedi yang lebih buruk,” ucap salah satu pejabat Gedung Putih.

Pejabat senior kontraterorisme Eropa mengatakan serangan yang melukai tiga orang di kereta cepat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Paris diyakini merupakan ulah kelompok Islam radikal. Lebih lanjut, pejabat tersebut mengatakan tersangka adalah seorang pria bersenjata, warga asal Maroko. Pria ini merupakan salah seorang target dalam radar lembaga kontraterorisme Eropa terkait pandangan jihad yang radikal.

Sumber dari aparat keamanan lainnya mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah diketahui oleh pihak intelijen Prancis. Pejabat itu mengatakan tampaknya pria bersenjata tersebut bersimpati kepada ISIS, tapi tingkat loyalitasnya belum diketahui. Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan seorang pria bersenjata api otomatis dan pisau melukai tiga orang pada Jumat (22/8) dalam kereta kecepatan tinggi perjalanan dari Amsterdam ke Paris.

Adapun tersangka telah ditangkap, tapi identitas dan motifnya belum diketahui, kata Cazeneuve saat konferensi pers di stasiun kereta api di Arras, sebuah kota sekitar 115 mil (185 kilometer) di utara Paris, di mana kereta itu dialihkan. “Serangan itu adalah kekerasan biadab,” kata Cazeneuve. Ia menyatakan kantor kejaksaan anti-terorisme di Paris akan menyelidiki untuk menentukan apakah ini adalah tindakan terorisme.

Cazeneuve mengatakan dua orang Amerika telah membantu “menetralisir” penyerang tersebut. Atas dasar hal itu, ia menyatakan rasa terima kasih dan kekaguman atas bantuan kedua orang tersebut. Anthony Blondeau, juru bicara kota Arras mengatakan, akibat dari serangan tersebut, dua orang dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Namun, lanjutnya, nyawa para korban tidak dalam bahaya.

Salah satunya adalah seorang Amerika, kata Cazeneuve. Namun korban tersebut belum diketahui apakah termasuk pihak yang juga ikut membantu menaklukkan tersangka. Sementara Blondeau mengungkapkan, orang ketiga yang terluka adalah aktor Perancis Jean-Hugues Anglade, mengalami cedera ringan tangan.

Kronologi Serangan Bom Di Rumah Ibadah Di Bangkok Thailand

Sebuah ledakan besar terjadi di pusat kota Bangkok, Thailand, sekitar 15 menit yang lalu. Dilansir Reuters beberapa menit lalu dilaporkan banyak korban terluka dan meninggal di tempat yang menimbulkan kekacauan besar di pusat kota. Kerusakan yang terjadi cukup besar, dan adanya kawah bisa mengindikasikan ledakan itu berasal dari bom. Jika hal itu benar ledakan bom, hal ini menjadi sebuah serangan yang sangat jarang terjadi di ibu kota.

Kepolisian setempat mengatakan ada lima korban jiwa dan sekitar 20 orang terluka parah. Ledakan terjadi dekat sebuah kuil besar di Bangkok kata Kepala Kepolisian Thailand Prawut Thawornsiri. Sebuah bom meledak di pusat Kota Bangkok, Senin (17/8) malam. Otoritas keamanan setempat mengatakan bom tersebut merupakan bom yang dipasang di sepeda motor di luar kuil Hindu di ibu kota Thailand, setidaknya sampai saat ini 12 orang tewas seketika.

“Yang bisa saya katakan sekarang adalah adanya pemboman yang menggunakan motor, atau bom motor,” kata Kepala Deputi Kepolisian Thailand Aek Angsananond, kepada Reuters. Ia mengatakan kerusakan sangat parah, namun belum memastikan detail kerusakan juga korban jiwa seluruhnya. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan ada potongan daging manusia yang hancur dekat ledakan, dan sesaat kemudian petugas meminta semua orang untuk menjauh dari tempat kejadian perkara.

Thailand sendiri telah dirundung perseteruan faksi politik dalam satu dekade terakhir, baik faksi Bangkok atau wilayah lainnya. Militer telah menguasai Thailand sejak Mei 2014, saat penggulingan pemerintahan beberapa bulan setelah pemilu yang mengundang protes anti pemerintah. Kuil Erawan adalah salah satu sudut tersibuk di sudut Thailand dan terdapat pusat perbelanjaan juga pusat kantor, termasuk menjadi salah satu kunjungan wisatawan dari Asia Timur.

Ledakan dahsyat di sebuah kuil Hindu di ibu kota Thailand, Bangkok, pada Senin (17/8) malam, berasal dari sebuah bom sepeda motor. Dilaporkan sedikitnya 12 orang tewas, sementara puluhan lain terluka. Ledakan terjadi tepatnya di dekat kuil Erawan di persimpangan Ratchaprasong, pusat Bangkok. “Yang bisa saya katakan sekarang adalah telah terjadi ledakan di pusat kota Bangkok yang melibatkan bom sepeda motor,” kata wakil kepala polisi nasional Aek Angsananond kepada Reuters. Dia mengatakan ada korban jiwa, namun tidak bisa mengkonfirmasi rincian.

Seorang polisi di tempat kejadian dan seorang pekerja penyelamat mengatakan 12 orang telah tewas. Media menyebutkan jumlah yang terluka setidaknya 20 orang. Seorang saksi Reuters di tempat kejadian mengaku melihat potongan-potongan tubuh manusia di dekat lokasi ledakan. Aparat memerintahkan orang-orang yang berkerumun di lokasi kejadian untuk kembali, karena mereka harus memeriksa kemungkinan bom kedua.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom ini. Namun wilayah selatan Thailand telah lama bergolak oleh pemberontakan kaum Muslim Melayu. Selain itu, Thailand selama satu dekade terakhir selalu diwarnai oleh kudeta sebagai ujung dari persaingan faksi politik. Pemerintahan junta militar memerintah Thailand telah merebut kekuasaan sejak Mei 2014 dari Yingluck Shinawatra.

Kuil Erawan berlokasi di daerah ramai dekat dengan hotel, pusat perbelanjaan dan kantor, dan merupakan daya tarik wisata, terutama untuk pengunjung dari Asia Timur. Banyak warga Thailand yang biasa juga mengunjungi kuil untuk beribadah. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Bangkok, Thailand menyatakan belum ada korban warga negara Indonesia (WNI) dalam ledakan dari bom jenis Trinitrotoluena (TNT) di negeri Gajah Putih tersebut. Adapun 15 orang dinyatakan meninggal sementara 80 orang terluka akibat ledakan.

Wakil Duta Besar RI untuk Thailand, Bebeb Djundjunan mengungkapkan, bom tersebut meledak di distrik Rachaprasong. Sementara ini, lanjutnya, pihak KBRI masih mencoba mencari informasi lebih lengkap. “Daerah tersebut sudah disterilkan aparat keamanan. Tepatnya di perempatan sekitar Gaysorn dan Central World Plaza,” jelasnya . Lebih lanjut, terkait dengan kemungkinan korban WNI, ia menyatakan hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari aparat keamanan. Pihaknya, lanjut Bebeb, terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan polisi.

“Belum ada (korban WNI). Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah di-seal. Kita masih koordinasi dengan pihak aparat keamanan dan polisi,” jelas Bebeb. Sementara itu, terkait jenis bom, Bebeb menyatakan bahwa pihak aparat keamanan Thailand sudah mengkonfirmasi ledakan tersebut berasa dari TNT. Hingga kini, lanjutnya, 15 orang dinyatakan meninggal sementara 80 orang luka parah akibat ledakan. “Firm it’s a bomb, jenisnya TNT,” ungkap Bebeb.

Bebeb menambahkan, saat ini pemerintah Thailand sudah menanggapi adanya serangan bom tersebut. Ia mengaku pihak pemerintah bakal segera mengusut siapa dalang dibalik peledakan bom TNT tersebut. “Perdana Menteri sudah instruksikan Menteri Pertahanan untuk mengusut segera kasusnya,” jelas Bebeb. Seperti diketahui, sebuah bom meledak di pusat Kota Bangkok, Senin (17/8) malam. Otoritas keamanan setempat mengatakan bom tersebut merupakan bom yang dipasang di sepeda motor di luar kuil Hindu di ibu kota Thailand, setidaknya sampai saat ini 12 orang tewas seketika.

“Yang bisa saya katakan sekarang adalah adanya pemboman yang menggunakan motor, atau bom motor,” kata Kepala Deputi Kepolisian Thailand Aek Angsananond, kepada Reuters. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan ada potongan daging manusia yang hancur dekat ledakan, dan sesaat kemudian petugas meminta semua orang untuk menjauh dari tempat kejadian perkara.

Sniper SAS Bunuh Algojo ISIS dari Jarak 1 Km Ketika Akan Penggal Pria Muslim

Seorang sniper anggota pasukan khusus Inggris, SAS, berhasil menyelamatkan seorang pria muslim dan putranya yang berusia 8 tahun yang akan dipenggal anggota Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Penembak jitu SAS itu menembak si algojo ISIS dari jarak 1.000 meter sebelum dia menghabisi dua anggota ISIS lainnya.

Pasukan SAS sebelumnya mendapatkan informasi dari seorang mata-mata Irak. Mendapatkan informasi itu, pasukan SAS bergerak ke wilayah utara Suriah, tak jauh dari perbatasan Turki untuk mencegah eksekusi. Saat tiba di sekitar lokasi, ISIS sudah melakukan eksekusi beberapa penduduk lokal. Sementara keluarga dan kerabat korban dipaksa menyaksikan pemenggalan itu.

Saat itu, seorang pengintai melihat seorang pria dan seorang anak laki-laki diseret dalam keadaan mata tertutup. Pada saat yang sama, seorang pria berjanggut lebat yang memegang sebuah pisau besar berbicara kepada warga yang ketakutan. Tak lama kemudian, sang penembak jitu dengan menggunakan senapan khusus sniper berkaliber 50 milimeter yang dilengkapi peredam suara menembak si algojo.

“Algojo ISIS itu ditembak tepat di kepalanya dan langsung jatuh. Semua orang di sekitarnya hanya berdiri kebingungan. Si sniper lalu menewaskan dua anggota ISIS lainnya sebelum akhirnya anggota ISIS yang lain lari kocar kacir ketakutan. Tiga pembunuhan dengan tiga peluru,” ujar seorang sumber kepada harian The Daily Star Sunday.

“Satu orang dari kerumunan warga kemudian berlari dan membebaskan pria beserta anaknya itu dan melepas penutup mata mereka,” tambah sumber itu. Sumber itu melanjutkan, sisa anggota ISIS yang masih hidup hanya bisa melihat tiga kawannya yang sudah tak bernyawa itu kemudian melarikan diri dan bersembunyi didalam selokan hingga malam.

Pasukan SAS itu kemudian mendapat kabar bahwa warga desa menggelar pesta untuk merayakan kejadian ajaib yang menyelamatkan beberapa orang yang nyaris dieksekusi itu. Pasukan SAS sudah berada di wilayah Irak dan Suriah selama hampir satu tahun untuk memerangi ISIS bersama para milisi dan pasukan pemerintah setempat.

Kronologi Penemuan Puing MH370 Di Pulau Terpencil Reunion Afrika

Konfirmasi puing pesawat MH370 yang ditemukan di Pulau Reunion oleh Perdana Menteri Najib Razak dan maskapai Malaysia Airlines pada Kamis (6/8) membuat sejumlah pakar menyakini bahwa bagian lain yang ringan dari pesawat nahas tersebut mengambang di lautan, dan tidak tenggalam ke dasar laut. John Page, seorang ahli desain pesawat dari Universitas New South Wales di Australia, menyatakan bahwa puing yang ditemukan di Pulau Reunion membuatnya yakin pesawat nahas tersebut pecah di udara, kemungkinan besar ketika pesawat menerjang air laut.

Dilansir dari The Guardian, Page memaparkan bahwa bagian pesawat yang berat, seperti badan dan mesin pesawat kemungkinan besar tenggelam di dasar laut. Namun, puing yang berukuran ringan lain, seperti potongan sayap dan ekor pesawat bagian flaps, elevator dan aileron kemungkinan besar mengambang di laut.

“Saya yakin masih ada puing lainnya yang mengambang. Permasalahannya, puing tersebut bisa saja dibawa arus ke tempat lainnya. Kemungkinannya terdampar di sebuah pulau cukup kecil,” kata Page. Page memaparkan bahwa bagian sayap dan ekor pesawat terbuat dari kulit serat karbon yang diisi oleh udara, sehingga bagian ini sangat kuat, namun juga sangat ringan. Selain itu, bagian ekor dan sayap pesawat umumnya dibuat tahan air sehingga tahan terhadap kelembapan dan membeku selama penerbangan.

Bagian ringan lainnya, seperti panel pintu dan bagian-bagian lain yang dibuat dari kaca serat atau fiberglass juga kemungkinan besar tidak akan tenggelam. “Struktur pesawat selalu dibuat sangat ringan namun kuat,” kata Page. Sementara menurut ahli penerbangan Australia, Neil Hansford mengatakan potongan flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion dapat memberi petunjuk soal bagaimana pesawat tersebut memasuki air laut.

“Puing itu menunjukkan bahwa pesawat jatuh ke laut, dan ketika mesin ikut jatuh ke dalam laut, puing ini berada di belakang salah satu mesin. Seharusnya, setidaknya ada satu bagian sayap lagi yang mengambang di lautan,” kata Hansford, dikutip dari ABC. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Michael Smart, profesor teknik penerbangan dari Universitas Queensland. “Jika satu puing dapat mengapung dan terdampar, aneh rasanya jika tidak ada puing lainnya yang mengapung di laut,” katanya.

Namun, menurut profesor teknik mesin dari Universitas Washington, Mark Tuttle, seluruh struktur pesawat akan cukup berat untuk tenggelam di air laut. Terbukti puing flaperon bisa ditemukan karena memang didesain memiliki ruang hampa sehingga bisa mengambang. Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, menyatakan bahwa sejumlah puing lainnya yang diyakini berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370 ditemukan di Pulau Reunion, Kamis (6/8).

Di antara puing tersebut terdapat benda yang diyakini peyidik Malaysia sebagai bagian dari jendela, bantal kursi dan alumunium dari pesawat nahas tersebut akan diteliti oleh para penyidik internasional yang meneliti puing flaperon MH370 yang ditemukan pekan lalu di Pulau Reunion. “Tim pencari menyatakan bahwa mereka telah mengumpulkan lebih banyak puing di pulau (Reunion) dan telah menyerahkannya kepada petugas berwenang di Perancis,” kata Liow.

Meski demikian, polisi di pulau tersebut menyatakan bahwa belum ada puing lain yang dilaporkan atau diserahkan kepada pihak kepolisian hingga Kamis (6/8). Bahkan, tidak ada puing lain yang diduga kuat berasal dari MH370 yang diserahkan ke polisi sejak pekan lalu. Pernyataan polisi serupa dengan Badan Koordinasi Pusat Australia, yang membantu mengkoordinasikan lokasi pencarian pesawat hilang. Lembaga ini pada Rabu (5/8) menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa puing pesawat lainnya akan ditemukan dalam waktu dekat.

“Sejumlah puing lainnya telah diserahkan kepada polisi di Pulau Reunion. Sementara ini (puing tersebut) sedang diperiksa, dan sejauh ini (puing itu) nampaknya berasal dari sebuah pesawat,” bunyi pernyataan dari Badan Koordinasi Pusat Australia. Meski demikian, Australia tidak memimpin pencarian puing di Pulau Reunion maupun pulau lainnya di Samudra Hindia bagian barat. Malaysia memimpin seluruh penyelidikan tersebut.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah mengumumkan bahwa puing flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion merupakan bagian dari sayap pesawat MH370 sejak Kamis (6/8). Namun, penyidik Perancis memaparkan bahwa diperlukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.Wakil Penyidik Paris, Serge Mackowiak, memaparkan puing flaperon tersebut memiliki “karakteristik umum yang sama dengan” M370, berdasarkan dokumentasi yang diberikan oleh pihak Malaysia Airlines. Namun, Mackowiak tidak ingin menyimpulkan apapun.

“Anda harus memiliki bukti forensik, seperti sampel dari cat, logam, untuk menentukan secara khusus apakah puing tersebut berasal dari sebuah pesawat. Itulah yang kami tunggu,” kata Mackowiak. Kementerian Pertahanan Perancis mengumumkan pada Kamis (6/8) malam bahwa bantuan lewat udara dan air akan dikerahkan di lepas pantai pulau Reunion untuk membantu pencarian puing. Operasi paramiliter Perancis juga akan dilakukan, termasuk patroli kaki, helikopter dan misi pencarian angkatan lautPemerintah Malaysia kini meminta bantuan lebih kepada sejumlah negara, salah satunya Australia, untuk memperluas upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang menghilang selama setahun lebih.

Namun, upaya perluasan pencarian ini tampaknya mendapat tentangan dari pihak negeri Kangguru tersebut. Pasalnya, mereka merasa keberatan apabila perluasan pencarian dilakukan tanpa bukti yang kuat. Seperti diberitakan Reuters, Australia merupakan pihak yang memimpin upaya pencarian pesawat MH370 di dasar laut Samudera Hindia bagian timur, sekaligus mendanai sebagian besar upaya pencarian ini.Sejauh ini, upaya pencarian awal di area 60 ribu kilometer persegi bawah laut telah diperluas ke 60 ribu kilometer persegi lainnya. Namun, tidak membuahkan hasil.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengaku akan meminta pendapat ahli sebelum meminta Australia memperluas wilayah pencarian pesawat MH370.Pada Kamis (6/8) kemarin, Malaysia menyatakan telah menemukan sejumlah puing lain di Pulau Reunion yang diyakini berasal dari pesawat MH370, seperti jendela, bantal kursi dan alumunium pesawat.Sejumlah puing ini rencananya akan diteliti lebih lanjut oleh penyidik internasional yang juga meneliti puing flaperon MH370 yang ditemukan pekan lalu.

Sejauh ini, pihak Malaysia telah menyatakan bahwa puing-puing yang ditemukan adalah benar milik pesawat Boeing 777-MH370 yang hilang pada Maret 2014.Namun, pihak penyidik Perancis sangat berhati-hati dalam memastikan bahwa puing yang ditemukan memang berasal dari pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing ini.Pejabat setempat di Pulau Reunion mengungkapkan rencana pencarian puing pesawat Malaysia Airlines MH370 secara menyeluruh pekan depan. Ini merupakan pengumuman resmi pertama dari pemerintah setempat, meskipun selama beberapa hari ini sejumlah pihak telah meluncurkan pencarian puing di pulau yang terletak di kawasan Samudera Hindia ini.

Wali Kota Saint-Andre, Jean-Paul Virapoulle menyatakan bahwa pencarian akan dilakukan oleh polisi setempat dan sejumlah kelompok masyarakat di bawah otoritas Reunion, pulau yang berada di bawah kedaulatan Perancis. “Setiap objek yang ditemukan akan disampaikan kepada pihak yang berwenang untuk disortir, diolah dan dianalisis,” kata Virapoulle, dikutip dari Channel NewsAsia, Kamis (6/8).

Virapoulle juga menegaskan pemerintah kota bersedia mendirikan sebuah monumen untuk menghormati 239 penumpang dan awak pesawat MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014. Pemerintah setempat juga akan menyambut setiap keluarga korban yang ingin datang ke Reunion. “Sebanyak 239 yang berada di dalam pesawat berasal dari 13 negara yang berbeda. “Moto St. Andre adalah ‘bermacam ras, satu hati’, jadi saya tidak bisa acuh tak acuh terhadap rasa sakit keluarga korban,” kata Virapoulle.

Virapoulle memastikan bahwa para keluarga korban yang datang ke pulau ini akan disambut dan diperlakukan dengan baik di wilayah Reunion. Yurisdiksi Wali Kota Virapoulle mencakup Etang De Bois Rouge, daerah pesisir berbatu yang menjadi pusat upaya pencarian puing di pantai sebelah timur pulau tersebut. Hingga saat ini, pencarian di pesisir pantai telah dilakukan oleh tim dari Malaysia dan tim pekerja kota, termasuk Johnny Begue, pria yang menemukan puing flaperon MH370.

Bantuan pencarian juga datang dari pemerintah Mauritius, negara terdekat dengan pulau ini. Selain itu, Kementerian Pertahanan Perancis mengumumkan pada Kamis (6/8) malam bahwa bantuan lewat udara dan air akan dikerahkan di lepas pantai pulau Reunion untuk membantu pencarian puing. Operasi paramiliter Perancis juga akan dilakukan, termasuk patroli kaki, helikopter dan misi pencarian angkatan laut. Sekelompok relawan penjaga pantai menyatakan “sangat bersedia” membantu pencarian puing meski hanya memiliki kemampuan terbatas.

Upaya pencarian puing pesawat MH370 memasuki babak baru sejak penemuan puing flaperon Boeing 777 yang telah dikonfirmasi berasal dari pesawat MH370 oleh pemerintah Malaysia dan pihak maskapai Malaysia Airlines. Pada Kamis (6/8), Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai menyatakan tim pencari Malaysia telah menemukan sejumlah puing lainnya yang diyakini berasal dari pesawat MH370 Liow menyatakan puing tersebut telah diserahkan ke penyidik Perancis. Namun, penyidik Perancis menampik adanya penyerahan puing baru pada pekan ini.

Di antara puing tersebut terdapat benda yang diyakini Malaysia sebagai bagian dari jendela, bantal kursi dan alumunium dari pesawat nahas tersebut akan diteliti oleh para penyidik internasional yang meneliti puing flaperon MH370 yang ditemukan pekan lalu di Pulau Reunion. Sejumlah media setempat juga melaporkan penemuan botol air plastik, yang tampaknya berasal dari Malaysia.Anggota keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 dari China merasa skeptis dan marah setelah pemerintah Malaysia mengumumkan penemuan puing di pulau Reunion pekan lalu adalah benar berasal dari pesawat nahas yang hilang pada Maret 2014.

Pada Kamis (6/8) dini hari, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkapkan puing pesawat yang merupakan flaperon ini benar berasal dari pesawat Boeing 777-MH370. Ini menjadi bukti fisik pertama yang menunjukan bahwa pesawat mengalami kecelakaan di laut lepas. Bukannya memberikan kelegaan, pernyataan Malaysia tersebut justru menimbulkan keraguan di keluarga korban. “Saya tidak percaya dengan segala informasi yang diberikan pemerintah Malaysia,” ujar Liu Kun, yang saudara laki-lakinya menjadi korban pesawat, kepada Reuters.

“Cari korban untuk kami. Kami menduga reruntuhan pesawat bisa saja dipalsukan,” lanjutnya. Penerbangan MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing ini membawa setidaknya 239 penumpang beserta kru, mayoritas adalah warga China. Keluarga korban pun mendesak pemerintah Malaysia untuk menelusuri kembali keberadaan pesawat yang raib ini. Pada Jumat (7/8), sejumlah keluarga korban melakukan aksi protes di depan Kedutaan Malaysia di Beijing. Mereka meminta kepastian setelah pemerintah negeri Jiran mengungkapkan bahwa puing yang ditemukan di pulau Reunion adalah milik pesawat MH370.

Sementara itu, aksi protes juga berlangsung di depan kantor Malaysia Airlines di Beijing. Setidaknya 10 keluarga korban menuntut kebenaran atas penemuan puing pesawat di pulau Reunion. “Apa artinya sepotong puing kecil dibandingkan pesawat seberat 230 ton?” ujar Zhang Meiling, yang anak perempuannya menjadi korban pesawat MH370. “Mengapa mereka mencoba menipu kami? Apa agar membuat kami mengambil uang kompensasi? Kami pasti tidak akan menerimanya,” lanjutnya.

Di pihak lain, keluarga korban mendesak pemerintah Malaysia untuk mengirimkan mereka ke pulau milik Perancis tersebut, di mana puing ditemukan.”Ini baru awal, bukan akhir,” ujar Jiang Hui, yang ibunya menjadi korban pesawat. Pada Kamis, otoritas Malaysia menyatakan telah menemukan sejumlah puing lain yang diduga berasal dari pesawat MH370. Puing tersebut diketahui merupakan bantal kursi, jendela dan alumunium.

Meski demikian, polisi di pulau Reunion menyatakan belum ada puing lain yang dilaporkan atau diserahkan kepada pihak kepolisian hingga kemarin. Bahkan, tidak ada puing lain yang diduga kuat berasal dari MH370 yang diserahkan ke polisi sejak pekan lalu. Pernyataan polisi serupa dengan Badan Koordinasi Pusat Australia, yang membantu mengkoordinasikan lokasi pencarian pesawat hilang. Pada Rabu, lembaga ini menyatakan bahwa tidak ada indikasi puing pesawat lainnya akan ditemukan dalam waktu dekat.

Ditengah Gelombang Panas 40 Derajat … Listrik Lebanon Mati Total

Gelombang panas yang menyengat Libanon membuat warga beramai-ramai menggunakan kipas angin dan pendingin udara. Namun, pemadaman listrik yang kerap terjadi di negara ini membuat warga bergantung kepada generator. Dilansir dari The Guardian, di jalan-jalan ibu kota Beirut, gelombang panas terlihat jelas menyengat para pejalan kaki yang bercucuran keringat. Udara yang lembab dan suasana kota metropolis yang sesak membuat cuaca terasa jauh lebih panas dari sebelumnya. Suhu udara mencapai 40 derajat Celcius.

Belum lagi sampah yang terlihat membusuk berceceran hingga ke jalan-jalan, selama dua pekan terakhir. Libanon memang tengah dilanda masalah pengaturan pembuangan sampah, karena para pejabat pemerintah tidak mencapai kata sepakat untuk mendirikan sebuah tempat pembuangan sampah yang baru.

“Di Beirut, pemadaman listrik dijadwalkan terjadi selama tiga jam dalam sehari, permintaan listrik melebihi pasokan sepanjang tahun. Pada puncak musim panas, pemadaman listrik ini terjadi setiap jam, atau setiap dua jam,” kata Kareem Shaheen, kolumnis The Guardian di Beirut. “Di beberapa daerah miskin, tidak adanya listrik adalah hal yang biasa. Warga biasa tidur di lantai, atau di teras luar,” kata Shaheen melanjutkan.

Shaheen memaparkan bahwa pada musim panas tahun lalu, warga Libanon juga berjibaku dengan masalah lainnya, yaitu kekurangan air bersih. “Libanon memiliki 16 sungai besar, tapi tidak ada distribusi air bersih yang efisien,” kata Shaheen. Bukan hanya warga Libanon, pengungsi Suriah yang berada di Beirut juga menderita akibat gelombang panas ini. Anak-anak pengungsi Suriah memadati jalan-jalan yang ramai, menjual barang-barang, menyemir sepatu, tidur di jalanan dan kolong jembatan.

Libanon menampung lebih dari satu juta pengungsi, sebagian besar berasal dari Suriah yang melarikan diri dari peperangan. Shaheen memaparkan ribuan pekerja lainnya di pedalaman Lembah Bekaa terpaksa bekerja di bawah terik matahari. Para orang tua yang renta berlindung di dalam tenda plastik yang tipis.

Selain itu, puluhan ribu ayam di sejumlah wilayah Libanon tenggara dilaporkan mati karena kepanasan pada awal pekan ini. Di desa Majidieh saja, jumlah ayam yang mati karena kepananasan mencapai 40 hingga 50 ribu ekor.