Category Archives: Timur Tengah

Masjidil Haram Terjemahkan Al-Quran Kedalam 72 Bahasa Di Dunia

Menyambut bulan Ramadan, Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, akan menambah terjemahan Al-Quran dalam 72 bahasa dari seluruh dunia. Hal ini dilakukan agar jemaah lebih mudah untuk membaca kitab suci umat Islam itu saat berada di sana.

“Jumlah rak di Masjidil Haram telah ditambah menjadi empat ribu yang berisikan 950 ribu eksemplar Al Quran dalam bahasa yang berbeda-beda,” kata pejabat senior di Presidency of the Grand Mosque Affairs, Ali Hamid Al Nafji, seperti dilaporkan On Islam, Rabu, 25 Juni 2014.

Selain lewat cetakan, pejabat juga menyediakan jumlah Al-Quran digital yang dapat diunduh oleh jemaah. “Kami membangun sistem teknologi dari awal agar setiap pengguna ponsel pintar bisa mendapat barcode aplikasi supaya jemaah bisa mengunduh Al-Quran digital dari dalam Masjidil Haram,” kata Nafji.

Baik cetakan Al-Quran dan digital akan dilengkapi dengan terjemahan dan penjelasan dalam berbagai bahasa yang banyak digunakan di dunia, termasuk bahasa Inggris dan Cina sampai bahasa minoritas seperti Sinhala, Telugu, dan Somalia.

Kebakaran di Masjidil Haram Sebabkan 14 Orang Terluka

Kebakaran terjadi di wilayah pembangunan Masjidil Haram di Mekah, Jumat, 25 Juli 2014. Akibat kecelakaan ini, 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka. “Tiga orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan sebelas lainnya menerima pengobatan darurat di lokasi,” kata juru bicara otoritas Masjidil Haram, Abdullah al-Ghamdy, seperti dilansir dari World Bulletin.

Seorang saksi menjelaskan kebakaran dimulai dari percikan api pada perancah kayu yang ada di daerah perluasan masjid. Namun, pejabat setempat masih melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab sebenarnya. Lokasi Masjidil Haram memang tengah diperluas. Sejumlah crane dan alat berat masih mengelilingi wilayah tempat suci bagi umat Islam ini.

Pemerintah Arab Saudi sudah ngebut menyelesaikan proyek untuk menerima ribuan jemaah haji yang akan datang tahun ini. Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jemaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jemaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekah.

Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jemaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal serta pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.

Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah gencar membangun proyek perluasan area ibadah haji. “Pembangunan ini terhitung yang terbesar tahun ini,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Bin Ibrahim Al Mubarak saat melepas rombongan umrah di Jakarta kemarin.

Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jamaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jamaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekkah.

Proyek terbaru yang juga tengah dimatangkan April ini adalah pembangunan 60 ribu tenda tahan api dengan biaya 2 miliar riyal (sekitar Rp 5,5 triliun). Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan. “Proyek ini bagian dari memberi layanan terbaik bagi jamaah,” kata Habib Zain Al-Abideen, deputi Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi.

Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jamaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal dan pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.

Pekerjaan yang dikebut dan harus selesai tahun ini adalah penambahan tenda bagi 30 ribu jamaah di Mina. Pemerintah Saudi akan menyiapkan bukit-bukit baru di Arafat bagi tenda-tenda tersebut.

Usamah Felali, Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, menambahkan, Saudi juga akan merelokasi 50 kantor pemerintahan mereka di Mina. Targetnya, kata Felali, seluruh tempat di kawasan masjidil haram bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin berziarah ke tanah suci.

Kemarin malam, sebanyak 22 orang yang dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk berumrah telah tiba di Madinah. Rombongan yang terdiri dari para pengajar universitas dan pesantren ini selain beribadah di Masjid Nabawi juga akan mengunjungi Universitas Madinah siang ini. Program umrah ini terlaksana atas kerja sama kedutaan dengan Atase Agama Kedutaan Saudi dan Yayasan Wakaf Sheikh Saleh Al Rajhi selaku sponsor.

ISIS Perintahkan Ribuan Wanita Irak Untuk Lakukan Sunat Atau Mati

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah mengeluarkan fatwa yang berisi perintah kepada semua perempuan di Mosul untuk disunat atau hadapi hukuman mati. Mengutip laman BBC, Kamis, 24 Juli 2014, koordinator PBB di Irak, Jacqueline Badcock, mengatakan sangat prihatin dengan perkembangan ini. Menurut Badcock, fatwa yang dikeluarkan pekan ini tersebut bisa berdampak pada sekitar empat juta perempuan dan remaja putri di Irak. Menurut ia, fatwa ini berlaku bagi perempuan dan remaja putri berusia 11-46 tahun.

Fatwa ISIS dikeluarkan bersamaan dengan digelarnya konferensi tingkat tinggi di London yang menyerukan sunat bagi perempuan dilarang di seluruh dunia. Sunat bagi perempuan memang masih menjadi pertentangan.

Banyak yang menyebut bahwa hal ini akan menjadi kebaikan. Sunat bisa menjaga kebersihan dan kesucian diri bagi laki-laki. Namun jika ini (sunat bagi perempuan)berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris maka perempuan akan kehilangan kemampuan orgasme sehingga menjadikan perempuan penuh nafsu tanpa mampu mencapai orgasme seumur hidup mereka.

Penentang sunat mengatakan praktek ini membahayakan kesehatan karena bisa menyebabkan pendarahan parah, infeksi, gangguan buang air kecil, hingga menyebabkan mandul. Di Irak, sunat bagi perempuan bukan praktek yang biasa dilakukan. Ritual sunat bagi perempuan ditemui di beberapa negara Afrika, Timur Tengah, dan di komunitas Asia yang diyakini merupakan bagian untuk memasuki usia dewasa atau sebagai persiapan pernikahan. Perintah sunat yang dikeluarkan ISIS untuk kaum perempuan ini disambut dengan kemarahan di media sosial di dunia Arab.

ISIS Hancurkan Dan Ledakan Makam Nabi Yunus Serta Masjidnya

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meghancurkan tempat suci bagi umat Islam dan Kristen, yakni makam Nabi Yunus di Kota Mosul pada Kamis, 24 Juli 2014. Para militan sebelumnya menutup semua pintu masjid dan mencegah jemaah yang ingin masuk untuk beribadah.

“Militan ISIS telah menghancurkan makam Nabi Yunus di sebelah timur Kota Mosul setelah menguasai kompleks masjid itu sepenuhnya,” kata seorang sumber keamanan kepada media Irak al-Sumarian News yang kemudian dikutip Al Arabiya. Seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa militan ISIS terlebih dahulu menghentikan jemaah yang sedang berdoa di dalamnya. Mereka kemudian meletakkan sejumlah bahan peledak di sekitar dan di dalam kompleks masjid dan kemudian meledakkannya di hadapan kerumunan massa.

Kepada kantor berita AFP, seorang pejabat dan warga Mosul menuturkan para ekstrimis membutuhkan waktu setidaknya satu jam untuk menghancurkan tempat itu. Menurut pejabat ini, sejauh ini ISIS sudah menghancurkan 30 tempat suci, termasuk sejumlah masjid di dalam dan di sekitar Kota Mosul. “Namun, kerusakan terburuk adalah penghancuran makam Nabi Yunus yang kini telah berubah jadi debu,” tuturnya.

Seorang pejabat lokal Mosul, Zuhair al-Chalabi, mengatakan makam Nabi Daniel juga turut dihancurkan. Nabi Daniel memang tidak termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui dan disebut dalam Al-Quran. Namun, menurut sejumlah ahli sejarah, beliau merupakan nabi keturunan Nabi Daud yang hidup dan meninggal di Mesir.

Tim Independen PBB Temukan Gudang Roket Hamas Di Sekolah dan Bangunan Sipil

Kelompok Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memberikan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza menyatakan telah menemukan roket di dalam sebuah sekolah yang sudah tak beroperasi. Roket tersebut diduga kuat milik kelompok militan Hamas. Penemuan tersebut menimbulkan keluhan dan kekhawatiran bahwa Hamas menjadikan gedung bangunan sipil untuk menyembunyikan senjata ataupun meluncurkan roket selama perang dengan pasukan Israel. Menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), roket yang diduga milik kelompok militan Hamas itu ditemukan di dua sekolah milik UNRWA yang sedang dipakai oleh 1.500 pengungsi Gaza.

Begitu roket ditemukan, seluruh karyawan UNRWA maupun pengungsi segera menarik diri dari kawasan tersebut. UNRWA mengecam insiden itu sebagai sebuah “pelanggaran terang-terangan” hukum internasional. “Badan ini akan segera memberitahu pihak berwenang dan sedang mencari semua kemungkinan tindakan untuk memindahkan objek tersebut dan menciptakan keamanan di sekolah,” demikian pernyataan PBB seperti dilansir Fox News, Rabu, 23 Juli 2014.

UNRWA, lanjut pernyataan PBB, akan melakukan investigasi menyeluruh yang berkaitan dengan insiden tersebut. Penemuan roket itu terjadi setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuduh kelompok militan Hamas menggunakan kawasan Shijaiyah di Kota Gaza sebagai “benteng senjata”. Pada Ahad kemarin, IDF merilis sekumpulan foto udara berupa gambar roket yang diluncurkan dari wilayah Shijaiyah. Foto-foto tersebut berisi bukti-bukti bahwa Hamas yang meluncurkan roket dari masjid, rumah sakit, taman bermain anak-anak, hingga tempat pemakaman umum.

Sebanyak 22.000 warga Gaza yang mengungsi menghindari serangan udara Israel berlindung di berbagai gedung sekolah yang dikelola PBB. Namun, sekolah tempat ditemukannya roket-roket itu tidak lagi digunakan untuk mengungsi

Umat Kristen Di Irak Diminta Masuk Agama Islam Atau Mati Oleh ISIS

Kelompok Negara Islam mengancam umat Kristen Irak di Kota Mosul untuk dibunuh jika mereka tidak pindah agama atau membayar pajak.

Ancaman tersebut disampaikan para pemberontak Sunni dalam sebuah surat yang diedarkan usai salat Jumat, 18 Juli 2014. Dokumen ancaman yang diperolah Al Ajazeera itu menyatakan bahwa perintah pembunuhan itu dikeluarkan setelah pemimpin umat Kristen tak menghadiri sebuah pertemuan yang mereka selenggarakan.

Kelompok ini menegaskan dalam suratnya bahwa umat Kristen harus memilih pindah ke agama Islam, membayar pajak sebagai warga non-muslim yang dikenal dengan sebutan jiziya serta menyerahkan seluruh harta bendanya atau meninggalkan kota. “Bila tak bisa memberikan jawaban, maka pilihannya adalah hukuman mati.”

Mosul adalah kota terbesar kedua di Irak yang dikuasai oleh pemberontak Negara Islam dan berbagai aliansi pemberontak lainnya. Unit-unit militer Irak yang bertugas di kota ini lari kocar-kacir setelah setelah kelompok bersenjata ini kembali berperang dari Suriah dan melakukan serangan ke wilayah utara Irak.

Sebelum melakukan penyerangan, komunitas Kristen Mosul diperkiran tinggal berjumlah 3.000 orang. Setelah kelompok bersenjata menguasai kota tersebut, banyak umat Kristen ini melakukan eksodus sehingga yang tinggal di Mosul hanya tinggal beberapa orang saja. Beberapa laporan menyebutkan, setelah mereka meninggalkan Mosul, sejumlah gereja dan toko milik umat Kristen dijarah.

21 Polisi Tewas Dalam Penyerangan Di Pos Pemeriksaan Mesir

Sekelompok pria bersenjata membunuh 21 militer Mesir di dekat perbatasan dengan Libya pada Sabtu, 19 Juli 2014. Hal ini menyoroti ancaman yang meningkat di daerah yang disebut sebagai “surga bagi militan” dalam upaya menggulingkan pemerintahan Kairo.

Mengutip laporan Reuters hari ini, serangan ini terjadi di Wado al Gadid yang berbatasan dengan Sudan dan Libya. Selain menewaskan penjaga perbatasan, pertempuran ini juga menewaskan dua penyerang.

Para pejabat keamanan menyatakan penyerang adalah para penyelundup. Namun, lewat akun Facebook-nya, juru bicara militer menuturkan mereka adalah teroris.

Para penyerang dilaporkan juga meledakkan fasilitas penyimpanan senjata dengan granat roket, sehingga membunuh seorang tentara dan melukai empat lainnya.

Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi telah berulang kali menyatakan keprihatinannya terhadap militan yang memanfaatkan kekacauan di Libta dan melancarkan operasi di sepanjang perbatasan. Sisi juga telah mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat keamanan Mesir untuk membahas masalah ini.

Meski belum diketahui secara pasti siapa penyerangnya, militan Sinai memang telah meningkatkan serangan terhadap polisi dan tentara sejak Sisi menggulingkan Presiden Mesir Muhammad Mursi tahun lalu

Hanya Militer Amerika Serikat Yang Pernah Salah Tembak Pesawat Sipil

Penembakan pesawat penumpang Malaysia Airlines MH17 mencuatkan berbagai spekulasi, salah satunya adalah kelompok separatis yang mengincar pesawat Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebab, di hari yang sama, pesawat jet Putin terbang dari Brasil menuju Moskow dan melewati wilayah udara Ukraina.

Lintasan pesawat Putin diduga berpotongan di titik yang sama dengan pesawat Malaysia Airlines MH17. Pukul 15.44 waktu Moskow, pesawat MH17 berada di titik itu, baru kemudian 16.21 waktu Moskow, pesawat Putin melintas di titik yang sama. Berdasarkan sumber yang tak diketahui namanya, dan dilansir RT.com, pesawat Putin dan MH17 memiliki kemiripan bentuk, sisi garis, dan warna.

Malaysia Airlines sempat kehilangan kontak dengan MH17, hingga akhirnya mengumumkan bahwa pesawat jatuh karena tembakan rudal Buk. Pesawat hancur berkeping-keping di dekat Desa Grabovo, Ukraina. Sebanyak 295 orang tewas, termasuk awak pesawat.

Kecerobohan militer ini sempat terjadi 26 tahun silam. Pada 3 Juli 1988, pesawat penumpang Iran Air 655 terbang dari Bandara Abbas, Iran, menuju Dubai. Di atas teluk Persia, pesawat ditembak rudal jenis SM-2MR oleh kapal USS Vincennes milik militer Amerika Serikat.

Tim Angkatan Laut Amerika Serikat mendeteksi pesawat Iran Air sebagai pesawat tempur F-14 Tomcat Iran. Tim militer Amerika Serikat menyatakan pesawat IR655 terbang melewati batas udara jalur pesawat komersial, di atas 7 ribu kaki, dan seolah menikuk ke arah kapal Vincennes. Padahal, tubuh pesawat IR655 terlihat lebih besar dibanding pesawat tempur F-14.

Satu rudal mengenai pesawat dan menghancurkan pesawat hingga berkeping-keping, kemudian jatuh ke teluk. Terdapat 290 orang, termasuk 66 anak-anak dan 16 kru pesawat tewas. Kecelakaan ini tercatat sebagai kecelakaan pesawat terbesar sepanjang 1988, dan peringkat tujuh kecelakaan pesawat paling mengerikan sepanjang sejarah.

Hingga kini, tragedi itu meninggalkan kontroversi hubungan Iran-Amerika Serikat. Pasalnya, Amerika Serikat belum pernah melayangkan permintaan maaf atau menyatakan kesalahan atas tragedi salah tembak tersebut. Mereka hanya membayar ganti rugi sebesar US$ 213 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar per penumpang.

Ribuan Umat Kristen Mosul Mengungsi Setelah Diusir ISIS Karena Menolak Pindah Agama

Umat Kristen berbondong-bondong keluar dari Kota Mosul di Irak setelah gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menguasai kota itu. Melalui pengeras suara di masjid-masjid, perwakilan ISIS menyampaikan ultimatum memberi pilihan selama beberapa jam untuk mereka pergi atau berpindah agama. “Keluarga Kristen sedang dalam perjalanan mereka ke Dohuk dan Arbil,” ujar Louis Sako, pemuka agama Kristen. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah Irak, Mosul sekarang bebas dari umat Kristen.”

Mosul jatuh ke tangan ISIS setelah serangan ofensif bulan lalu. Saat itu beredar kabar mengenai opsi yang akan diterapkan bagi kaum Kristen, yaitu boleh tetap tinggal di Mosul dengan membayar pajak khusus, pindah agama, meninggalkan kota itu, atau dibunuh. “Kami terkejut oleh pernyataan bahwa kami harus berpindah agama, atau untuk membayar upeti yang tidak ditentukan, atau meninggalkan kota dengan hanya membawa pakaian yang melekat dan tidak ada bagasi, dan bahwa rumah kemudian akan disita oleh ISIS,” kata Sako.

Dalam beberapa hari terakhir, di rumah-rumah umat Kristen diberi tanda huruf “N” yang berarti “Nassarah”, istilah yang mengacu pada orang-orang Kristen. Meski begitu, ISIS belum mengambil tindakan lebih lanjut.

Ratusan keluarga Kristen Irak, Sabtu (19/7/2014), meninggalkan kediaman mereka di kota Mosul setelah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memberi ultimatum agar mereka meninggalkan kota itu. Seorang koresponden AFP di Mosul, yang menjadi ibu kota Kekalifan Islam yang diproklamirkan ISIS, mengatakan warga Kristen Irak berdesakan di dalam berbagai kendaraan bergegas mengungsi sebelum tenggat waktu tengah hari habis.

“Sejumlah keluarga bahkan harus kehilangan uang dan harta benda mereka yang dijarah di pos pemeriksaan pemberontak saat mereka meninggalkan kota,” kata Abu Rayan, seorang warga Kristen Irak yang mengungsi. ISIS, yang menguasai Mosul sejak menggelar serangan kilat enam pekan lalu, memberi pilihan bagi warga Kristen Irak yaitu memeluk Islam, membayar pajak, meninggalkan Mosul atau dibunuh.

Sebelumnya, ISIS mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada pilihan lain selain pedang jika warga Kristen Irak tidak menetapkan pilihan yang sudah diberikan pada Sabtu tengah hari waktu setempat. Saat beberapa keluarga Kristen sudah memilih untuk membayar pajak agar bisa tetap tinggal di kediaman mereka, pesan yang dikumandangkan lewat masjid-masjid itu malah memicu eksodus.

Seorang guru yang mengaku bernama Fadi adalah sedikit warga Kristen Irak yang memutuskan tetap tinggal di kota Mosul. “Saya memilih tinggal karena saya sudah merasa seperti orang mati. Kini tinggal nyawa saya yang tersisa. Jika mereka mau mengambil nyawa saya, silakan,” kata Fadi kepada AFP.

Patriach Chaldean Louis Sako, pemimpin komunitas Kristen terbesar di Irak, mengatakan masih terdapat 25.000 orang Kristen di Mosul hingga Kamis lalu. Sementara itu Bulan Sabit Merah Irak mengatakan setidaknya 200 keluarga Kristen telah meninggalkan Mosul di hari Sabtu.

“Ini adalah bentuk pembersihan etnis dan tak ada yang angkat bicara soal ini,” kata Yonadam Kanna, salah satu politisi Kristen ternama Irak. Ancaman kekerasan tak hanya menimpa minoritas Kristen. Nasib kelompok-kelompok minoritas lain seperti Yazidiz, Turkmenistan dan komunitas Syiah Shabak bahkan lebih buruk. Banyak dari anggota komunitas ini diculik dan dibunuh karena menolak memeluk Islam.

Akhirnya Bantuan Rakyat Indonesia Untuk Gaza Tiba

Bantuan kemanusiaan rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza, yang disalurkan lewat lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), telah tiba di Palestina dalam wujud paket bantuan pangan. ACT, dalam siaran persnya yang diterima Rabu (16/7/2014), menyebutkan bahwa sejumlah penduduk Gaza telah menikmati makanan berbuka yang penuh gizi yang disalurkan oleh mitra dan relawan lokal ACT di Gaza pada bulan Ramadhan ini.

Siaran pers itu menyatakan bahwa di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, relawan ACT bertekad segera mengirim paket makanan, obat-obatan, dan membuka Dapur Umum Ramadhan, serta pengadaan air minum dengan truk tangki air yang akan keliling di Gaza City.

ACT telah secara periodik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Selain bantuan pangan untuk penduduk yang kehilangan mata pencaharian akibat perang, ACT juga mengirim donasi dari masyarakat Indonesia untuk kebutuhan kesehatan melalui Jabaliya Medical Centre. “Pengiriman dana operasional tergantung kebutuhan pihak Jabaliya Medical Centre,” kata Vice President ACT Ibnu Khajar.

Serangan udara Israel dalam beberapa hari terakhir telah membuat penduduk Gaza mengalami kesulitan yang lebih parah. Selain kesulitan memperoleh makanan, penduduk Gaza kesulitan mendapatkan air bersih. “Penduduk Gaza sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih karena air tanah disedot pihak Israel untuk keperluan penduduk Kota Tel Aviv dan daerah-daerah sekitarnya,” kata Senior Vice President ACT Imam Akbari.

Kantor di Gaza
ACT juga menyatakan dalam siaran persnya bahwa lembaga itu akan membuka kantor perwakilan di Gaza. Pembukaan kantor itu penting karena konflik Israel-Palestina dipastikan bakal berkepanjangan.

“Perang mungkin sekali waktu berhenti. Namun, efek perang, yang membutuhkan aksi-aksi recovery bagi korban-korban perang, khususnya masyarakat sipil, tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari. Belum lagi masalah insfrastruktur yang hancur atau rusak akibat perang. Dengan pembukaan kantor perwakilan ini, ACT ke depan bisa lebih cepat lagi melakukan aksi-aksi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia, baik yang bersifat emergency maupun recovery,” kata Presiden ACT Ahyudin.

Senin malam lalu, ACT mengirim dua relawan, yakni Andhika P Swasono dan dr Fakhrur Razi, ke Palestina. Mereka akan memasuki Gaza melalui Jordania.