Category Archives: Timur Tengah

Mesir Resmi Nyatakan Hamas Organisasi Teroris

Pengadilan Mesir untuk Isu Mendesak pada Sabtu, 28 Februari 2015, memutuskan Hamas sebagai organisasi teroris. Sebulan lalu, pengadilan ini juga telah menyatakan sayap militer Hamas, brigade Al-Qassam, dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Putusan ini dikeluarkan setelah dua pengacara mengajukan gugatan secara terpisah. Gugatan ini melawan pemerintah berkuasa di Jalur Gaza. Seperti dikutip dari Al Ahram, Sabtu, 28 Februari 2015, Hamas merupakan jaringan organisasi Al Ikhwan al Muslimun. Pemerintah Mesir menyatakan Al Ikhwan al Muslimun sebagai organisasi teroris dan terlarang pada Desember 2013.

Selama ini Mesir menuding Hamas ikut campur dalam urusan dalam negeri Mesir dan mendukung pemberontak kelompok Islam di Sinai pada 29 Januari 2015 yang menewaskan 33 orang. Pada Januari lalu, pengadilan Mesir menuding Al Qassam dan Hamas pendukung dana dalam sejumlah aksi teroris di Mesir. Padahal kedua organisasi ini selama ini melawan pendudukan Israel.

Russia Today, 28 Februari 2015, memberitakan Mesir merupakan negara yang berperan sebagai mediator dalam penyelesaian permusuhan antara Israel dan Hamas. Beberapa kali terjadi gencatan senjata dari hasil negosiasi kedua belah pihak yang dimediasi oleh Mesir. Misalnya, gencatan senjata pada Agustus 2014 di Gaza yang dikuasai oleh Hamas.

Hubungan Mesir dan Hamas memburuk setelah Mohamed Mursi, presiden Mesir yang dilengserkan oleh militer Mesir, ternyata mendapat dukungan penuh oleh Al Ikhwanul al Muslimun. Tak hanya Mesir yang memberi cap organisasi teroris terhadap Hamas. Sejumlah negara seperti Israel, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang menyatakan Hamas sebagai organisasi teroris.

Sikap berbeda datang dari Uni Eropa. Pengadilan Uni Eropa memerintahkan nama Hamas dihapus dari daftar hitam organisasi teroris pada Desember 2014. Namun, Uni Eropa memutuskan pencabutan sanksi pembekuan dana Hamas baru akan diberlakukan tiga bulan kemudian.

Pasukan Turki Serbu ISIS Untuk Pindahkan Makam Pendiri Kekaisaran Islam Ottoman

Pasukan tempur Turki menerobos masuk ke Suriah utara untuk melakukan operasi penyelamatan tentara Turki yang menjaga pemakaman Sulaeman Shah.

Operasi penyelamatan yang digelar tengah malam, seperti dilansir Aljazeera, Ahad, 22 Februari 2015, juga untuk memindahkan benda-benda berharga di makam cucu pendiri Kaisar Ottoman I itu. Sulaeman Shah meninggal pada abad ke-13. Ini satu-satunya warisan sejarah milik Turki yang berada di luar wilayah negara itu.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengklaim operasi militer yang digelar mulai Sabtu malam pukul 9 hingga Ahad pagi waktu setempat berhasil menjalankan misinya. Meski dia mengakui satu tentaranya tewas dalam insiden evakuasi.

“Kami kehilangan satu orang, dan itu bukan akibat pertempuran, tapi karena insiden saat operasi mulai digelar,” kata Davutoglu kepada wartawan di Ankara, Ahad, 22 Februari 2015.

Operasi militer yang melibatkan 572 tentara, 39 tank, dan 57 kendaraan lapis baja itu membawa pulang pasukan Turki yang berjaga di sekitar makam Sulaeman Shah. Operasi itu juga berhasil membawa pulang benda-benda berharga dari makam Sulaeman Shah untuk dibawa ke Turki. Turki telah menyediakan lokasi pemakaman baru bagi Sulaeman Shah di Desa Esmesi. Pasukan Turki memancangkan bendera Turki di kawasan itu.

Turki menggelar operasi militer penyelamatan pasukannya yang berjaga di pemakaman Sulaeman Shah setelah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeluarkan ancaman akan menyerang pemakaman itu pada Maret tahun lalu, kecuali Turki menarik seluruh pasukannya dari wilayah itu dalam tempo tiga hari.

Kalah Digempur Pasukan Muslim Kurdi … ISIS Tarik Pasukan Dari Aleppo

Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS telah menarik sejumlah petempur dan peralatannya dari beberapa daerah di Aleppo, kota di timur laut Suriah. Para pemberontak dan warga setempat mengemukakan hal itu, sebagaimana dilaporkan sejumlah media, Selasa (10/2/2015).

Menurut para pemberontak dan warga, kelompok ISIS, yang baru-baru ini kehilangan wilayah karena jatuh ke tangan pasukan pemerintah Kurdi dan Suriah di sejumlah tempat lain di Suriah, menarik para petempur dan perangkat keras dari beberapa desa di timur laut Aleppo. Namun, kelompok itu belum sepenuhnya mundur dari daerah tersebut.

Lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang melacak perang itu dengan menggunakan jaringan sumber di lapangan, mengatakan bahwa ISIS telah menempatkan kembali pasukan dari provinsi Aleppo itu dalam pertempuran di wilayah yang lebih ke timur untuk melawan pasukan Kurdi dan kelompok pemberontak utama di Suriah.

Januari lalu, ISIS dipukul mundur dari kota Kobani oleh milisi Kurdi yang didukung serangan udara pimpinan AS. Pasukan pemerintah Suriah yang melancarkan serangan terpisah terhadap kelompok itu juga telah menimbulkan kerugian baru-baru ini.

“Ada penarikan taktis. Itu bukan penarikan penuh,” kata pemimpin kelompok pemberontak utama, yang mengutip sejumlah kontak di daerah yang dikuasai ISIS di dekat Aleppo. Namun, dia mengatakan, ISIS tampaknya sedang mempersiapkan sebuah penarikan penuh. “Mereka masih ada, tetapi mereka telah menarik para milisi asing, peralatan berat, dan mengubah posisi mereka.” Empat pemberontak lainnya memberikan deskripsi serupa tentang gerakan ISIS, yang menguasai Suriah utara pada tahun lalu.

Lembaga Observatorium Suriah mengatakan, ISIS telah mengirimkan para petempur dari Aleppo untuk memperkuat garis depan dalam pertempuran dengan pasukan Kurdi dan kelompok sekutu oposisi Suriah yang melancarkan serangan baru terhadap kelompok itu. “Garis depan telah diperluas,” kata Rami Abdulrahman, yang mengelola Lembaga Observatorium Suriah. Ia menambahkan, kelompok militan itu masih punya kontrol atas hamparan luas wilayah provinsi Aleppo.

Warga dan para aktivis di Aleppo mengatakan, mereka melihat konvoi ISIS mengevakuasi sejumlah desa kecil di timur laut Aleppo, dan menuju ke timur.

Sementara itu, John Cantlie, wartawan Inggris yang disandera di Suriah, telah muncul dalam video propaganda baru. Dalam video itu, dia mewawancarai seorang anggota militan yang menyerukan agar model serangan terhadap kantor Charlie Hebdo di Perancis diteruskan. Video itu menggunakan travelogue-style piece yang diambil di kota Aleppo.

Dalam video itu, Cantlie mewawancarai pria bersenjata tak dikenal yang berbahasa Perancis untuk meminta pendapatnya tentang pembantaian pada Januari lalu di kantor majalah satire di Paris itu, tempat dua pria bersenjata menewaskan 12 orang sebagai balas dendam atas publikasi kartun Nabi Muhammad oleh majalah itu.

Video itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian publikasi ISIS yang menampilkan Cantlie, yang diculik pada November 2012. Dia mengatakan dalam video itu bahwa produk tersebut akan menjadi “film terakhir dalam seri itu”. Keterangan itu dapat menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan Cantlie.

Uni Emirat Arab Kirim 1 Skuadron F-16 Untuk Bantu Jordania Melawan ISIS

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (7/2/2015), mengirimkan satu skuadron jet tempur F-16 ke Jordania untuk membantu negeri itu menyerang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian disampaikan seorang pejabat Jordania yang tak mau disebutkan namanya.

Kabar dari pemerintah UEA itu diwartakan kantor berita WAM namun pemerintah tidak merinci peran yang akan diambil skuadron tempurnya saat membantu AU Jordania. Kabar ini merupakan perkembangan baru setelah sebelumnya UEA menyatakan mundur dari koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi ISIS setelah video pembunuhan pilot Jordania Maaz al-Kassasbeh tersebar.

Sebelumnya, Jordania sudah bersumpah akan membalas kematian al-Kassasbeh dan akan meningkatkan serangan terhadap posisi ISIS di Suriah. Mulai Kamis (5/2/2015), angkatan udara Jordania melakukan serangan harian ke sejumlah sasaran ISIS. Demikian dikabarkan pihak militer dan media setempat.

Menteri Dalam Negeri Jordania Hussein al-Majali kepada harian Al-Rai mengatakan pemerintah negeri itu akan mengejar ISIS kemanapun mereka bersembunyi. Pemerintah Jordania mengatakan aparat keamanan mulai memperketat pengawasan dan siap menangani siapapun yang dicurigai akan mengganggu keamanan Jordania. Pemerintah juga meminta warga Jordania untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan terutama di kawasan yang banyak dihuni warga non-Jordania.

Raja Jordania Abdullah II sangat murka ketika mengetahui Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan brutal membunuh pilot muda neger itu Maaz al-Kassasbeh yang videonya kemudian disebar beberapa hari lalu. Saat video ekskusi brutal Al-Kassasbeh beredar, Raja Abdullah sedang melakukan kunjungan kerja ke salah satu sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

Begitu mendengar kabar duka ini, Abdullah mempersingkat kunjungannya di AS dan kembali ke negaranya. Setibanya di Jordania, Abdullah menyempatkan diri menyampaikan bela sungkawa langsung kepada keluarga Al-Kassasbeh. Selain itu, Abdullah yang nampaknya benar-benar murka langsung memerintahkan angkatan udaranya melakukan serangan balasan terhadap ISIS. Sejak Kamis lalu, kini setiap hari jet-jet tempur Jordania menghantam ISIS di wilayah Suriah yang didudukinya.

Di mata sejumlah pengamat Raja Abdullah yang baru merayakan ulang tahunnya ke-53 pada 30 Januari lalu melakukan respon yang sangat tepat. “Raja Abdullah sanga realistis saat menghadapi krisis,” kata Mohammad Abu Rummaneh, seorang peneliti di Pusat Studi Strategis Universitas Jordania.

Robert Danin, peneliti senior di lembaga Dewan Studi Timur Tengah untuk Hubungan Luar Negeri, sepakat dengan pendapat Abu Rummaneh. “Raja Abdullah selalu memandang masalah ISIS dengan pemikiran jernih. Dia menganggap ISIS sebagai ancaman baik untuk Jordania maupun kawasan Timur Tengah,” ujar Danin. “Raja Abdullah sangat cepat dalam bertindak. Pertama dia memerintahkan eksekusi dua terpidana teroris lalu meningkatkan kampanye militer melawan ISIS,” tambah Danin.

Cepatnya Raja Abdullah mengambil keputusan untuk meningkatkan serangan terhadap ISIS tak lama setelah kematian Al-Kassasbeh bisa dipahami karena Abdullah dikenal memiliki latar belakang militer yang kental. Di masa mudanya, Abdullah, seperti halnya sang ayah, mendapat pendidikan di Akademi Militer Sandhurst, Inggris yang bergengsi. Dia juga mendapatkan “lisensi” menerbangkan helikopter tempur Cobra.

Tak hanya itu, Abdullah adalah komandan pasukan khusus Jordania sebelum kemudian menjadi raja menggantikan ayahnya, Raja Hussein, yang wafat pada 1999.Di sisi politik, posisi Abdullah juga sangat kuat. Konstitusi negeri itu memb uat Abdullah benar-benar mengendalikan semua sendi pemerintahan. Dia bisa membentuk dan membubarkan pemerintahan bahkan dalam titik tertentu juga bisa membubarkan parlemen.

Abdullah juga memelihara hubungan baik dengan suku-suku yang menjadi tulang punggung keutuhan kerajaan tersebut. Di sisi lain, Abdullah menikahi Ratu Rania (44), seorang perempuan Kuwait kelahiran Palestina. Hal ini menjadi penting karena hampir separuh dari tujuh juta penduduk Jordania memiliki darah Palestina.

Sosok Abdullah yang dihormati di kalangan militer sekaligus disegani para politisi menjadi sangat relevan karena Jordania, menurut Abdullah, adalah sebuah negeri yang terjepit di antara “karang dan tempat yang keras”, yang merujuk lokasi antara Irak dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Raja Salman Dari Arab Saudi Sebut Pembakaran Hidup Hidup Pilot Muslim Jordania Tidak Sejalan Dengan Ajaran Islam

Raja Salman dari Arab Saudi, Rabu (4/2/2015), menyebut langkah ISIS membakar hidup-hidup pilot Jordania, Moaz al-Kassasbeh, sebagai perbuatan yang tak berperikemanusiaan dan tak sejalan dengan Islam. Dalam pesan ucapan belasungkawa yang disampaikan untuk Raja Jordania Abdullah II, Raja Salman mengatakan, kerajaannya ikut merasakan kesedihan mendalam warga Jordania terkait tewasnya Al-Kassasbeh.

Lebih jauh, Raja Salman juga mengecam kejahatan menjijikkan yang dilakukan ISIS, dan menambahkan bahwa semua tindakan ISIS sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kantor berita Arab Saudi, SPA, mengutip sejumlah sumber resmi, mengabarkan bahwa pemerintah kerajaan itu mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan upaya memerangi terorisme, dari mana pun asalnya.

Seperti halnya Jordania, Arab Saudi sejak September lalu juga bergabung dengan koalisi internasional pimpinan AS yang menggelar serangan udara terhadap ISIS yang menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Foto Bugil Aktris Iran Golshifteh Farahani di Majalah Perancis Egoiste

Seorang aktris Iran, yang telah dikucilkan dari negara itu karena memperlihatkan payudaranya dalam sebuah pengambilan foto tahun 2012, telah menyebabkan kehebohan baru setelah berpose telanjang di majalah Perancis, Egoiste.

Sebuah foto hitam putih aktris Golshifteh Farahani yang diambil fotografer terkenal dunia, Paolo Roversi, tampil di sampul depan majalah itu. Foto tersebut memperlihatkan perempuan 31 tahun itu menatap penuh gairah ke arah kamera dengan tubuh sedikit meliuk demi menampilkan sosoknya yang telanjang.

Farahani dikucilkan dari Iran pada 2012 karena memperlihatkan payudara kanannya dalam sebuah video promosi bersama sejumlah aktor lain untuk mempromosikan Cesars, program setara Academy Awards-nya Perancis.

Pihak berwenang telah menelepon keluarganya di Teheran untuk memberi tahu bahwa dia akan dihukum, payudaranya akan dipotong dan disajikan di sebuah piring (untuk ayahnya),” lapor situs berita Al-Arabiya pada saat itu.

Kini, perempuan itu tinggal di Paris bersama suaminya, tetapi aksi pemberontakan terbaru itu terhadap negara asalnya yang suka menindas hak berekspresi telah menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dirinya.

Fox News mengklaim bahwa Farahani mengatakan, “Perancis telah membebaskan saya. (Paris) merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana perempuan tidak (perlu) merasa bersalah. Di Timur, Anda (bersalah) sepanjang waktu segera setelah Anda merasakan dorongan seksual pertama Anda.”

Farahani dikenal dunia saat menjadi lawan main aktor Hollywood Leonardo DiCaprio dan Russel Crowe dalam film Body of Lies, sekaligus menjadi aktris Iran pertama yang tampil dalam film besar Hollywood sejak Revolusi Iran 1979.

Namun, sejumlah pihak berpendapat bahwa pose telanjang Farahani bukan cara terbaik untuk mendukung hak-hak perempuan Iran.

Kamal Nawash dari Free Muslim Coalition misalnya mengatakan, “Selain merendahkan dan menjadikan perempuan sebagai obyek, berpose telanjang sebenarnya kontraproduktif dalam mendukung hak-hak perempuan. Mereka yang menentang kesetaraan perempuan akan menunjuk ke perempuan telanjang dan menyatakan kepada para orangtua bangsa itu bahwa nilai-nilai tradisional mereka yang mencegah anak-anak perempuannya terdegradasi.”

Pemberontak Syiah Rebut Kendaraan Kedutaan AS di Yaman

Pemberontak Houthi di ibukota Yaman telah merebut kendaraan kedutaan Amerika setelah para diplomat meninggalkan negara itu menyusul penutupan kedutaan itu. CNN melaporkan kendaraan-kendaraan itu direbut dari bandara Sanaa.Amerika, Inggris dan Perancis mengumumkan penutupan kedutaan mereka di Yaman karena semakin memburuknya situasi keamanan di negara itu.

Departemen Luar negeri Amerika, Selasa (11/2/2015) malam, mengatakan staf kedutaannya telah meninggalkan ibukota Yaman, Sanaa, sementara Inggris Rabu pagi mengumumkan penarikan staffnya. Perancis akan menutup kedutaannya hari Jumat.Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, mengatakan dalam sebuah pernyataan “tindakan unilateral baru-baru ini mengganggu proses transisi di Yaman, menciptakan resiko kekerasan baru yang mengancam warga Yaman dan komunitas diplomatik di Sanaa”.

Pemberontak Syiah, Selasa (20/1/2015), dikabarkan telah menguasai istana kepresidenan Yaman dan menyerang kediaman resmi Presiden Abdurabuh Mansur Hadi. Menteri Informasi Yaman, Nadia Sakkaf mengatakan pemberontak menyerang kediaman resmi Mansur Hadi di wilayah barat Sanaa, setelah sejumlah saksi mata melaporkan terjadinya baku tembak di kawasan itu.

Sebelumnya, Presiden Mansur Hadi dikabarkan berada di dalam kediamannya dan tengah menggelar pertemuan dengan para penasihat dan pejabat keamanan negeri itu. “Presiden Yaman sedang diserang milisi Syiah yang ingin menggulingkan pemerintah,” kata Sakkaf lewat akun Twitter-nya. Seorang sumber militer mengatakan anggota milisi Syiah sudah menduduki istana presiden di wilayah selatan Sanaa dan mulai menjarah gudang-gudang senjata.

Pemimpin pemberontak Abdul Malik al-Huthi memperingatkan bahwa pihaknya memiliki banyak pilihan untuk melawan Presiden Mansur Hadi yang dianggap sebagai pendukung pemecahbelahan negeri itu.

Al-Huthi menambahkan, pasukannya siap untuk menghadapi langkah apapun yang akan diambil Dewan Keamanan PBB. Di New York, Dewan Keamanan sudah menggelar rapat darurat untuk memutuskan langkah terbaik dalam menyikapi perkembangan di Yaman.

Dalam beberapa waktu belakangan, kekerasan terus meningkat di ibu kota Sanaa, sehingga menambah kekhawatiran Mansur Hari, salah seorang sekutu utama AS dalam memerangi Al-Qaeda, akan jatuh dan menyeret negeri itu ke dalam kekacauan yang lebih parah.