Category Archives: Timur Tengah

Islam Jadi Agama Terbesar Di Dunia Tahun 2070

Hasil penelitian dari Pew Research Center, Amerika Serikat, menunjukkan pertumbuhan umat muslim akan lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen di dunia dalam kurung kurang dari 60 tahun ke depan. Umat muslim pun diprediksi menjadi pemeluk agama paling besar di dunia. Dikutip dari Dailymail, jumlah seluruh pemeluk di agama di dunia akan setara dengan jumlah jemaat Kristen atau sekitar 32,3 persen pada 2070. Sedangkan, jumlah umat muslim akan terus bertambah dan diprediksi akan meningkat menjadi 35 persen dari populasi manusia pada 2100.

Pada 2100, umat muslim akan lebih banyak daripada jemaat Kristen. Yaitu, dari seluruh populasi di dunia, 35 persen akan menjadi umat muslim, sedangkan 34 persen menjadi jemaat Kristen. Sisanya, Hindu, Buddha, agama lokal, Yahudi, dan tidak beragama. Data yang dikumpulkan Pew menunjukkan pertumbuhan jumlah umat Islam terbesar datang dari India dan Benua Afrika. Negara-negara sub-Sahara juga akan menyumbangkan populasi muslim baru terbesar selama tiga dekade mendatang. “Jumlah negara dengan mayoritas Kristen pun akan turun, dari 159 menjadi 151,” kata laporan Pew Research Center yang dikutip Dailymail, Ahad, 5 April 2015.

Di beberapa negara, seperti Inggris, Australia, Benin, Bosnia-Herzegovina, Prancis, Belanda, Selandia Baru, dan Republik Makedonia, tingkat populasi jemaat Kristen akan kurang dari 50 persen. Tetapi, pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. “Di Eropa muslim akan mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050,” tulis laporan Pew. Sebagai gantinya, Islam akan menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Selain itu, data ini dipengaruhi situasi Cina sebagai negara dengan penduduk terbesar sejagat. Saat ini, mayoritas warga Negeri Tirai Bambu tidak memeluk agama apa pun. Pew meramalkan akan ada peningkatan 5 persen untuk pemeluk Kristen di Cina, tapi itu tidak mengubah prediksi awal soal pertumbuhan umat muslim yang pesat lima dekade lagi.

Penelitian Pew ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jumlah penduduk pada 2010 dengan total 6,9 miliar jiwa. Pada tahun itu, agama Kristen menjadi mayoritas dengan total 31,4 persen atau sekitar 2,2 miliar jiwa. Sedangkan, agama Islam, sekitar 23,2 persen atau sekitar 1,6 miliar jiwa. Tidak beragama 16,4 persen atau sekitar 1,1 miliar orang. Agama Hindu di angka 15 persen atau sekitar 1 miliar jiwa.

Sedangkan agama Buddha mencapai 7,1 persen atau sekitar 487,8 juta jiwa. Agama lokal di angka 5,9 persen atau sekitar 404,6 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 13,8 juta jiwa. Dan agama lainnya mencapai 0,8 persen atau sekitar 58,1 juta jiwa.

Pada 2050 dengan total populasi manusia yang diprediksi mencapai 9,3 miliar. Populasi jemaat Kristen pun nyaris diimbangi umat Islam. Yaitu, agama Kristen di angka 31,4 persen dengan total 2,9 miliar jiwa. Agama Islam dengan angka 29,7 persen atau sekitar 2,8 miliar jiwa. Tidak beragama 13,2 persen atau sekitar 1,2 miliar jiwa. Agama Hindu 14,9 persen atau sekitar 1,4 miliar jiwa.

Pertumbuhan umat muslim di dunia diprediksi lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen. Pernyataan itu hasil penelitian Pew Research Center, Amerika Serikat. Bahkan, Pew menyebutkan jumlah umat muslim diprediksi menjadi pemeluk agama paling besar di dunia pada 2070. Hasil riset Pew menjelaskan, pertumbuhan umat muslim di dunia terjadi karena beberapa hal. Pertama, perkembangan umat Islam terbesar datang dari India dan Benua Afrika. Seperti di India, walau mayoritas penduduknya beragama Hindu, jumlah pemeluk Islam pada 2050 atau 2070 akan menjadi paling besar di dunia.

“Jumlah penganut Islam di India melebihi umat muslim di Indonesia,” kata laporan Pew Research Center, seperti yang dikutip dari laman resmi lembaga riset itu, awal April 2015. Negara-negara sub-Sahara juga akan menyumbangkan populasi muslim baru terbesar selama tiga dekade mendatang. Kedua, beberapa negara seperti Inggris, Australia, Benin, Bosnia-Herzegovina, Prancis, Belanda, Selandia Baru, dan Republik Makedonia, tingkat populasi umat Kristen berkurang dari 50 persen. Namun, pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. Di Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050. Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara.

Ketiga, pertumbuhan agama Kristen di Amerika Serikat turun lebih dari tiga perempat dari populasi pada 2010 dan menjadi dua pertiga pada 2050. Agama Yahudi pun tidak akan menjadi terbesar setelah Kristen. “Umat muslim lebih banyak di Amerika dibandingkan orang yang mengaku Yahudi sebagai dasar agama,” ujar laporan Pew.

Keempat, secara global, umat Islam di dunia memiliki tingkat kesuburan tinggi. Rata-rata, 3,1 anak per perempuan. Sedangkan, jemaat Kristen memiliki rata-rata 2,7 anak per perempuan dan Yahudi rata-rata 2,3 anak per perempuan. Jika hal tersebut tidak banyak berubah, jumlah seluruh pemeluk di agama di dunia akan setara dengan jumlah jemaat Kristen atau sekitar 32,3 persen pada 2070. Sedangkan, jumlah umat muslim akan terus bertambah dan diprediksi meningkat menjadi 35 persen dari populasi manusia pada 2100.

Pada 2100, umat muslim akan lebih banyak daripada jemaat Kristen. Yaitu, dari seluruh populasi di dunia, 35 persen akan memeluk agama Islam, sedangkan 34 persen menjadi jemaat Kristen. Sisanya, adalah pemeluk Hindu, Buddha, agama kepercayaan, Yahudi, dan warga tidak beragama.

Penelitian Pew ini berdasarkan data yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan jumlah penduduk pada 2010 dengan total 6,9 miliar jiwa. Pada tahun itu, agama Kristen menjadi mayoritas dengan total 31,4 persen atau sekitar 2,2 miliar jiwa. Sedangkan, agama Islam, sekitar 23,2 persen atau sekitar 1,6 miliar jiwa. Tidak beragama 16,4 persen atau sekitar 1,1 miliar orang. Agama Hindu di angka 15 persen atau sekitar 1 miliar jiwa.

Sedangkan agama Buddha mencapai 7,1 persen atau sekitar 487,8 juta jiwa. Agama lokal di angka 5,9 persen atau sekitar 404,6 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 13,8 juta jiwa. Dan agama lainnya mencapai 0,8 persen atau sekitar 58,1 juta jiwa. Agama Buddha 5,2 persen atau sekitar 487 juta jiwa. Agama lokal sekitar 4,8 persen atau 450 juta jiwa. Yahudi 0,2 persen atau sekitar 16 juta jiwa. Dan agama lainnya 0,8 persen atau sekitar 61,4 juta jiwa.

Pada 2050 dengan total populasi manusia yang diprediksi mencapai 9,3 miliar. Populasi jemaat Kristen pun nyaris diimbangi umat Islam. Yaitu, agama Kristen di angka 31,4 persen dengan total 2,9 miliar jiwa. Agama Islam dengan angka 29,7 persen atau sekitar 2,8 miliar jiwa. Tidak beragama 13,2 persen atau sekitar 1,2 miliar jiwa. Agama Hindu 14,9 persen atau sekitar 1,4 miliar jiwa.

Profile Abu Azrael Dari Brigade Imam Ali Yang Mampu Buat Anggota ISIS Ketakutan Bagai Anak Kecil

Dengan janggut lebat dan memegang kampak, Abu Azrael adalah salah satu pejuang yang paling mudah dikenal di pasukan Irak yang berperang melawan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Azrael telah dijadikan simbol dari brigade Imam Ali, kelompok militant Syiah di Irak yang disponsori oleh Iran. Azrael juga mendapat julukan ‘Malaikat Pencabut Nyawa.’

Sosok Azrael yang sangar sudah cukup untuk membuat anggota ISIS lari ketakutan. Sebelum bergabung dengan brigade Imam Ali, Azrael yang diyakini berusia 40-an tahun pernah menjadi dosen di salah satu Universitas di Irak. Dia meninggalkan pekerjaan itu dan bergabung dengan brigade Imam Ali untuk melawan ISIS pada Juni 2014.

Azrael bukan hanya terkenal di dunia nyata tetapi juga di dunia maya. Fan page nya di media sosial mempunyai pengikut 250 ribu orang. Dalam salah satu foto yang diunggah ke dunia maya, Azrael terlihat memegang kampak dan senjata mesin serta menggunakan seragam militer.

Selain kerap memajang fotonya dengan senjata, Azreal juga kerap melakukan selfie bersama teman-temannya. Dia dikenal sebagai sosok yang humoris. Azrael diduga pernah menjadi atlet Taekwondo dan menjadi juara nasional di Irak.

Salah satu motivasi Azrael untuk bergabung dengan pasukan yang melawan ISIS adalah pidato Ayatollah Ali al-Sistani saat salat Jumat pertengahan Juni 2014 yang mengajak perang melawan ISIS.

Brigade Imam Ali ikut bergabung dengan pasukan Irak lainnya dalam merebut kembali kota Tikrit. Dengan kehadiran Azrael yang juga dipanggil Rambo dari Irak memberikan kepercayaan diri yang lebih terhadap anggota brigade Imam Ali untuk memenangkan pertarungan melawan ISIS.

Kongres Ulama Muslim Di Mekkah Rekomendasikan Penghapusan Korupsi Untuk Berantas Eksterimisme Agama

Terorisme tidak terkait dengan agama atau kawasan tertentu, dan hanya dapat dikalahkan dengan koalisi pasukan moderat di dunia. Hal tersebut disampaikan para ulama peserta Liga Dunia Muslim (MWL) yang sedang mengikuti konferensi di Mekah, Arab Saudi, Rabu, 25 Februari 2015.

“Mengeliminasi terorisme dan ekstremisme agama tidak mungkin bisa dicapai dengan cara-cara menyebarkan Islamobia atau memusuhi Islam. Semua itu bisa diperoleh dengan cara kerja sama dengan negara-negara Islam, para ulama, serta lembaga lainnya,” demikian salah satu butir keputusan pertemuan ulama selama tiga hari di Mekah sejak Ahad, 22 Februari 2015, itu.

“Kebebasan sangat dihargai dalam Islam, tetapi hal itu harus bisa dipertanggungjawabkan dan tidak boleh digunakan sebagai pembenaran untuk penyalahgunaan serta menghujat agama lain,” demikian bunyi butir yang lain.

Pertemuan internasional bertema “Islam dan Perang Melawan Terorisme” ini dibuka atas nama Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman oleh Gubernur Provinsi Mekah, Pangeran Khaled Al-Faisal, Ahad, 22 Februari 2015, di markas besar MWL di Mekah.

Deklarasi para ulama sedunia itu menyatakan kitab suci Al-Quran mengutuk semua bentuk teror dan kekerasan. Ulama, melalui sidang MWL, sepakat membentuk Mahkamah Pengadilan Islam sebagai langkah strategis untuk memotong bantuan keuangan terhadap kelompok teroris, mengkampanyekan kepercayaan rakyat dengan pemimpinnya, kebijaksanaan antikorupsi, melawan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan melindungi hak asasi manusia.

“Deklarasi juga meminta para pemimpin Islam, ulama, pemuda, media, dan pemerintah memerangi terorisme dengan menekankan pada mencari akar masalahnya.” Hal lain yang diputuskan dalam pertemuan itu adalah mendesak pemerintah di negara-negara Islam untuk menjamin keadilan bagi semua orang dengan menerapkan hukum Islam.

Pemerintah di negara Islam juga diminta menggunakan kurikulum sekolah untuk menanamkan nilai-nilai moderat dalam benak pemuda muslim dan menjamin penyelesaian konflik didasarkan pada prinsip yang sama.

Keputusan MWL lainnya adalah mendesak ulama meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Islam serta meluruskan persepsi salah tentang ajaran Rasulullah. “Banyak sekali salah tafsir tentang ajaran Islam sehingga menimbulkan ekstremisme.”

Mesir Resmi Nyatakan Hamas Organisasi Teroris

Pengadilan Mesir untuk Isu Mendesak pada Sabtu, 28 Februari 2015, memutuskan Hamas sebagai organisasi teroris. Sebulan lalu, pengadilan ini juga telah menyatakan sayap militer Hamas, brigade Al-Qassam, dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Putusan ini dikeluarkan setelah dua pengacara mengajukan gugatan secara terpisah. Gugatan ini melawan pemerintah berkuasa di Jalur Gaza. Seperti dikutip dari Al Ahram, Sabtu, 28 Februari 2015, Hamas merupakan jaringan organisasi Al Ikhwan al Muslimun. Pemerintah Mesir menyatakan Al Ikhwan al Muslimun sebagai organisasi teroris dan terlarang pada Desember 2013.

Selama ini Mesir menuding Hamas ikut campur dalam urusan dalam negeri Mesir dan mendukung pemberontak kelompok Islam di Sinai pada 29 Januari 2015 yang menewaskan 33 orang. Pada Januari lalu, pengadilan Mesir menuding Al Qassam dan Hamas pendukung dana dalam sejumlah aksi teroris di Mesir. Padahal kedua organisasi ini selama ini melawan pendudukan Israel.

Russia Today, 28 Februari 2015, memberitakan Mesir merupakan negara yang berperan sebagai mediator dalam penyelesaian permusuhan antara Israel dan Hamas. Beberapa kali terjadi gencatan senjata dari hasil negosiasi kedua belah pihak yang dimediasi oleh Mesir. Misalnya, gencatan senjata pada Agustus 2014 di Gaza yang dikuasai oleh Hamas.

Hubungan Mesir dan Hamas memburuk setelah Mohamed Mursi, presiden Mesir yang dilengserkan oleh militer Mesir, ternyata mendapat dukungan penuh oleh Al Ikhwanul al Muslimun. Tak hanya Mesir yang memberi cap organisasi teroris terhadap Hamas. Sejumlah negara seperti Israel, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang menyatakan Hamas sebagai organisasi teroris.

Sikap berbeda datang dari Uni Eropa. Pengadilan Uni Eropa memerintahkan nama Hamas dihapus dari daftar hitam organisasi teroris pada Desember 2014. Namun, Uni Eropa memutuskan pencabutan sanksi pembekuan dana Hamas baru akan diberlakukan tiga bulan kemudian.

Pasukan Turki Serbu ISIS Untuk Pindahkan Makam Pendiri Kekaisaran Islam Ottoman

Pasukan tempur Turki menerobos masuk ke Suriah utara untuk melakukan operasi penyelamatan tentara Turki yang menjaga pemakaman Sulaeman Shah.

Operasi penyelamatan yang digelar tengah malam, seperti dilansir Aljazeera, Ahad, 22 Februari 2015, juga untuk memindahkan benda-benda berharga di makam cucu pendiri Kaisar Ottoman I itu. Sulaeman Shah meninggal pada abad ke-13. Ini satu-satunya warisan sejarah milik Turki yang berada di luar wilayah negara itu.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengklaim operasi militer yang digelar mulai Sabtu malam pukul 9 hingga Ahad pagi waktu setempat berhasil menjalankan misinya. Meski dia mengakui satu tentaranya tewas dalam insiden evakuasi.

“Kami kehilangan satu orang, dan itu bukan akibat pertempuran, tapi karena insiden saat operasi mulai digelar,” kata Davutoglu kepada wartawan di Ankara, Ahad, 22 Februari 2015.

Operasi militer yang melibatkan 572 tentara, 39 tank, dan 57 kendaraan lapis baja itu membawa pulang pasukan Turki yang berjaga di sekitar makam Sulaeman Shah. Operasi itu juga berhasil membawa pulang benda-benda berharga dari makam Sulaeman Shah untuk dibawa ke Turki. Turki telah menyediakan lokasi pemakaman baru bagi Sulaeman Shah di Desa Esmesi. Pasukan Turki memancangkan bendera Turki di kawasan itu.

Turki menggelar operasi militer penyelamatan pasukannya yang berjaga di pemakaman Sulaeman Shah setelah kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeluarkan ancaman akan menyerang pemakaman itu pada Maret tahun lalu, kecuali Turki menarik seluruh pasukannya dari wilayah itu dalam tempo tiga hari.

Kalah Digempur Pasukan Muslim Kurdi … ISIS Tarik Pasukan Dari Aleppo

Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS telah menarik sejumlah petempur dan peralatannya dari beberapa daerah di Aleppo, kota di timur laut Suriah. Para pemberontak dan warga setempat mengemukakan hal itu, sebagaimana dilaporkan sejumlah media, Selasa (10/2/2015).

Menurut para pemberontak dan warga, kelompok ISIS, yang baru-baru ini kehilangan wilayah karena jatuh ke tangan pasukan pemerintah Kurdi dan Suriah di sejumlah tempat lain di Suriah, menarik para petempur dan perangkat keras dari beberapa desa di timur laut Aleppo. Namun, kelompok itu belum sepenuhnya mundur dari daerah tersebut.

Lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang melacak perang itu dengan menggunakan jaringan sumber di lapangan, mengatakan bahwa ISIS telah menempatkan kembali pasukan dari provinsi Aleppo itu dalam pertempuran di wilayah yang lebih ke timur untuk melawan pasukan Kurdi dan kelompok pemberontak utama di Suriah.

Januari lalu, ISIS dipukul mundur dari kota Kobani oleh milisi Kurdi yang didukung serangan udara pimpinan AS. Pasukan pemerintah Suriah yang melancarkan serangan terpisah terhadap kelompok itu juga telah menimbulkan kerugian baru-baru ini.

“Ada penarikan taktis. Itu bukan penarikan penuh,” kata pemimpin kelompok pemberontak utama, yang mengutip sejumlah kontak di daerah yang dikuasai ISIS di dekat Aleppo. Namun, dia mengatakan, ISIS tampaknya sedang mempersiapkan sebuah penarikan penuh. “Mereka masih ada, tetapi mereka telah menarik para milisi asing, peralatan berat, dan mengubah posisi mereka.” Empat pemberontak lainnya memberikan deskripsi serupa tentang gerakan ISIS, yang menguasai Suriah utara pada tahun lalu.

Lembaga Observatorium Suriah mengatakan, ISIS telah mengirimkan para petempur dari Aleppo untuk memperkuat garis depan dalam pertempuran dengan pasukan Kurdi dan kelompok sekutu oposisi Suriah yang melancarkan serangan baru terhadap kelompok itu. “Garis depan telah diperluas,” kata Rami Abdulrahman, yang mengelola Lembaga Observatorium Suriah. Ia menambahkan, kelompok militan itu masih punya kontrol atas hamparan luas wilayah provinsi Aleppo.

Warga dan para aktivis di Aleppo mengatakan, mereka melihat konvoi ISIS mengevakuasi sejumlah desa kecil di timur laut Aleppo, dan menuju ke timur.

Sementara itu, John Cantlie, wartawan Inggris yang disandera di Suriah, telah muncul dalam video propaganda baru. Dalam video itu, dia mewawancarai seorang anggota militan yang menyerukan agar model serangan terhadap kantor Charlie Hebdo di Perancis diteruskan. Video itu menggunakan travelogue-style piece yang diambil di kota Aleppo.

Dalam video itu, Cantlie mewawancarai pria bersenjata tak dikenal yang berbahasa Perancis untuk meminta pendapatnya tentang pembantaian pada Januari lalu di kantor majalah satire di Paris itu, tempat dua pria bersenjata menewaskan 12 orang sebagai balas dendam atas publikasi kartun Nabi Muhammad oleh majalah itu.

Video itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian publikasi ISIS yang menampilkan Cantlie, yang diculik pada November 2012. Dia mengatakan dalam video itu bahwa produk tersebut akan menjadi “film terakhir dalam seri itu”. Keterangan itu dapat menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan Cantlie.

Uni Emirat Arab Kirim 1 Skuadron F-16 Untuk Bantu Jordania Melawan ISIS

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (7/2/2015), mengirimkan satu skuadron jet tempur F-16 ke Jordania untuk membantu negeri itu menyerang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian disampaikan seorang pejabat Jordania yang tak mau disebutkan namanya.

Kabar dari pemerintah UEA itu diwartakan kantor berita WAM namun pemerintah tidak merinci peran yang akan diambil skuadron tempurnya saat membantu AU Jordania. Kabar ini merupakan perkembangan baru setelah sebelumnya UEA menyatakan mundur dari koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi ISIS setelah video pembunuhan pilot Jordania Maaz al-Kassasbeh tersebar.

Sebelumnya, Jordania sudah bersumpah akan membalas kematian al-Kassasbeh dan akan meningkatkan serangan terhadap posisi ISIS di Suriah. Mulai Kamis (5/2/2015), angkatan udara Jordania melakukan serangan harian ke sejumlah sasaran ISIS. Demikian dikabarkan pihak militer dan media setempat.

Menteri Dalam Negeri Jordania Hussein al-Majali kepada harian Al-Rai mengatakan pemerintah negeri itu akan mengejar ISIS kemanapun mereka bersembunyi. Pemerintah Jordania mengatakan aparat keamanan mulai memperketat pengawasan dan siap menangani siapapun yang dicurigai akan mengganggu keamanan Jordania. Pemerintah juga meminta warga Jordania untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan terutama di kawasan yang banyak dihuni warga non-Jordania.

Raja Jordania Abdullah II sangat murka ketika mengetahui Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan brutal membunuh pilot muda neger itu Maaz al-Kassasbeh yang videonya kemudian disebar beberapa hari lalu. Saat video ekskusi brutal Al-Kassasbeh beredar, Raja Abdullah sedang melakukan kunjungan kerja ke salah satu sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.

Begitu mendengar kabar duka ini, Abdullah mempersingkat kunjungannya di AS dan kembali ke negaranya. Setibanya di Jordania, Abdullah menyempatkan diri menyampaikan bela sungkawa langsung kepada keluarga Al-Kassasbeh. Selain itu, Abdullah yang nampaknya benar-benar murka langsung memerintahkan angkatan udaranya melakukan serangan balasan terhadap ISIS. Sejak Kamis lalu, kini setiap hari jet-jet tempur Jordania menghantam ISIS di wilayah Suriah yang didudukinya.

Di mata sejumlah pengamat Raja Abdullah yang baru merayakan ulang tahunnya ke-53 pada 30 Januari lalu melakukan respon yang sangat tepat. “Raja Abdullah sanga realistis saat menghadapi krisis,” kata Mohammad Abu Rummaneh, seorang peneliti di Pusat Studi Strategis Universitas Jordania.

Robert Danin, peneliti senior di lembaga Dewan Studi Timur Tengah untuk Hubungan Luar Negeri, sepakat dengan pendapat Abu Rummaneh. “Raja Abdullah selalu memandang masalah ISIS dengan pemikiran jernih. Dia menganggap ISIS sebagai ancaman baik untuk Jordania maupun kawasan Timur Tengah,” ujar Danin. “Raja Abdullah sangat cepat dalam bertindak. Pertama dia memerintahkan eksekusi dua terpidana teroris lalu meningkatkan kampanye militer melawan ISIS,” tambah Danin.

Cepatnya Raja Abdullah mengambil keputusan untuk meningkatkan serangan terhadap ISIS tak lama setelah kematian Al-Kassasbeh bisa dipahami karena Abdullah dikenal memiliki latar belakang militer yang kental. Di masa mudanya, Abdullah, seperti halnya sang ayah, mendapat pendidikan di Akademi Militer Sandhurst, Inggris yang bergengsi. Dia juga mendapatkan “lisensi” menerbangkan helikopter tempur Cobra.

Tak hanya itu, Abdullah adalah komandan pasukan khusus Jordania sebelum kemudian menjadi raja menggantikan ayahnya, Raja Hussein, yang wafat pada 1999.Di sisi politik, posisi Abdullah juga sangat kuat. Konstitusi negeri itu memb uat Abdullah benar-benar mengendalikan semua sendi pemerintahan. Dia bisa membentuk dan membubarkan pemerintahan bahkan dalam titik tertentu juga bisa membubarkan parlemen.

Abdullah juga memelihara hubungan baik dengan suku-suku yang menjadi tulang punggung keutuhan kerajaan tersebut. Di sisi lain, Abdullah menikahi Ratu Rania (44), seorang perempuan Kuwait kelahiran Palestina. Hal ini menjadi penting karena hampir separuh dari tujuh juta penduduk Jordania memiliki darah Palestina.

Sosok Abdullah yang dihormati di kalangan militer sekaligus disegani para politisi menjadi sangat relevan karena Jordania, menurut Abdullah, adalah sebuah negeri yang terjepit di antara “karang dan tempat yang keras”, yang merujuk lokasi antara Irak dan Tepi Barat yang diduduki Israel.