Category Archives: Rusia

Swedia Buru Kapal Selam Rusia Di Lepas Pantai Stockholm

Misteri masih menyelimuti hingga Minggu (19/10/2014), terkait operasi militer Swedia yang dipicu adanya “aktivitas asing di bawah laut” di lepas pantai Stockholm. Sejumlah laporan menyebut militer Swedia melakukan operasi untuk mencari dan memburu sebuah kapal selam Rusia yang rusak di perairannya. Sebelumnya, pada Sabtu (18/10/2014), menggelar operasi militer yang melibatkan 200 personel, kapal siluman, kapal penyapu ranjau dan sejumlah helikopter.

Operasi yang digelar sekitar 50 kilometer di lepas pantai Stockholm itu dipicu laporan yang diterima angkatan bersenjata terkait sebuah “obyek buatan manusia” di perairan Swedia. Harian ternama Swedia Svenska Dagbladet mengabarkan bahwa sebuah kapal selam rusak milik Rusia merupakan inti dari misteri ini.

Harian itu menyebut intelijen militer berhasil “memotong” sinyal radio antara sebuah wilayah di lepas pantai Swedia dengan Kaliningran, daerah kantung Rusia di Baltik yang merupakan markas armada Laut Baltik Rusia. “Sinyal itu ditransmisikan lewat sebuah frekuensi khusus, biasa digunakan Rusia dalam sebuah situasi darurat,” demikian Svenska Dagblanet mengutip sumber militer Swedia yang terlibat dalam pencarian itu. Sementara itu, militer Swedia sejauh ini masih tutup mulut. Militer Swedia hanya mengatakan fokus operasinya adalah “aktivitas di bawah air”.

“Angkatan Bersenjata Swedia tidak dalam posisi membantah atau membenarkan spekulasi terkait kapal selam asing yang ramai dibicarakan di media,” kata juru bicara angkatan bersenjata Swedia, Erik Lagersten. “Saat ini kami sedang menggelar operasi intelijen di kepulauan Stockholm dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan sensor bawah air untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas asing di bawah laut,” tambah Lagersten.

Sementara itu, pemerintah Rusia membantah salah satu kapal selamnya berkeliaran di perairan Swedia. “Tidak ada situasi semacam itu atau kecelakaan yang melibatkan kapal-kapal perang Rusia,” demikian pernyataan kementerian pertahanan Rusia. Belanda, Senin (20/10/2014), membantah klaim Rusia bahwa sebuah kapal selam misterius yang telah dicari militer Swedia kemungkinan milik Belanda. Militer Swedia melakukan sebuah operasi pencarian besar pada Jumat malam setelah melihat sebuah kapal selam tak dikenal di sekitar perairan Stockholm.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Senin, menduga bahwa kapal selam misterius yang dicari militer Swedia itu mungkin milik Belanda. “Untuk menghilangkan ketegangan di perairan Laut Baltik dan untuk menghemat uang para pembayar pajak Swedia, kami sarankan (Swedia) untuk meminta penjelasan angkatan laut Belanda,” kata pejabat itu yang tidak disebut namanya kepada sejumlah kantor berita Rusia.

Sumber tersebut mengatakan, kapal selam diesel-listrik Belanda, Bruinvis, sedang melaksanakan tugas di dekat Stockholm pekan lalu. Sumber itu mengatakan, kapal tersebut berada di ibukota Estonia, Tallinn, pada Jumat dan diperkirakan kembali pada Senin.

Namun Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan, kapal selamnya tidak berada di wilayah itu ketika kapal misterius tersebut dilaporkan terlihat. “Kami berpartisipasi dalam latihan bersama Swedia dengan melibatkan beberapa kapal, tetapi latihan tersebut berakhir Kamis pekan lalu,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Belandam, Marnoes Visser, kepada kantor berita AFP. “Kapal selam Bruinvis kemudian berangkat ke Estonia, di mana kapal itu lego jangkar di pelabuhan Tallinn selama akhir pekan.”

Bruinvis sekarang sedang berlayar kembali ke Belanda, tambah Visser. “Kapal selam Belanda tidak terlibat dan kami tidak terlibat dalam tindakan pencarian atau semacam itu,” katanya. Laksama Muda Swedia, Anders Grenstad, Minggu, mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang melakukan operasi intelijen untuk mengetahui kehadiran kapal asing tersebut.

Sebuah laporan media Swedia menyatakan, sebuah panggilan darurat dalam bahasa Rusia telah disadap dari kapal itu, yang menunjukkan bahwa sebuah kapal selam Rusia berada dalam masalah di daerah itu. Namun Grenstad sudah membantah klaim itu.Sebuah “kapal selam asing” misterius yang sedang dicari militer Swedia di lepas pantai Stockholm mungkin milik Belanda, kata seorang sumber di Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dikutip sejumlah media Senin (20/10/2014).

“Untuk menghilangkan ketegangan di perairan Laut Baltik dan untuk menghemat uang para pembayar pajak Swedia, kami sarankan (Swedia) untuk beralih ke angkatan laut Belanda guna meminta penjelasan,” kata sebuah sumber di kementerian pertahanan di Moskwa kepada sejumlah kantor berita Rusia.

Sumber tersebut mengatakan, kapal selam diesel-listrik Belanda, Bruinvis, sedang melaksanakan tugas di dekat Stockholm pekan lalu. Sumber itu mengatakan, kapal tersebut berada di ibukota Estonia, Tallinn, pada Jumat dan diperkirakan kembali pada Senin.

Media Swedia melaporkan pada akhir pekan bahwa sebuah kapal selam Rusia mungkin berada dalam kesulitan di sekitar periairan dekat Stockholm, tetapi militer Swedia mengatakan hari Minggu bahwa tidak mungkin untuk menentukan negara asal kapal itu.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia belum bersedia untuk dimintai komentar.

NATO Akan Kirim Pasukan Untuk Lawan Pasukan Rusia Di Ukraina

Para pemimpin Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, NATO, dalam sebuah pertemuan di Inggris Raya menunjukkan sikap bersatu melawan Rusia. Sikap tersebut diambil terkait dengan konflik di Ukraina setelah Prancis menunda pengiriman kapal perang ke Moskow. Selain masalah Ukraina, para pemimpin negara-negara anggota NATO pada pertemuan dua hari, Kamis-Jumat, 4-5 September 2014, di Newport, Wales, tersebut membahas berbagai ancaman baru, yakni kelompok Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS).

Komandan tertinggi NATO, Anders Fogh Rasmussen, pada pertemuan itu memperingatkan bahwa intervensi Rusia di Ukraina menjadi sebuah ancaman sangat serius sejak Perang Dingin. Pernyataan keras Rasmunssen tersebut disusul sikap Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Kedua pemimpin negeri maju itu dalam pernyataan bersama, sebagaimana ditulis koran Times, Kamis, 4 September 2014, bersumpah akan berdiri tegak mendukung Ukraina melawan Rusia.

“Rusia telah merobek buku aturan secara ilegal. Negeri itu mencaplok Crimea dengan mengirimkan bala tentara ke Ukraina dan melakukan pelanggaran terhadap negara berdaulat,” ucap kedua pemimpin. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam telewicara via telepon dengan Presiden Komisioner Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan Rusia dapat saja menguasai Kiev, ibu kota Ukraina, dalam tempo dua minggu. Namun, ia tidak melakukan hal itu.

“Jika mau, saya dapat ambil Kiev dalam dua minggu,” kata Putin seperti dilansir The Huffington Post, 2 September 2014. Putin bersikeras bahwa Rusia akan terus melindungi kepentingan nasionalnya di Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin lalu mengatakan Moskow menyangkal bahwa mereka telah melakukan intervensi militer di Ukraina. Lavrov menegaskan negaranya tidak bermaksud mengabaikan ancaman sanksi berat dari Barat.

Di House of Commons, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengecam keberadaan pasukan militer Rusia di tanah Ukraina. Hal tersebut dianggap sebagai langkah ilegal dan tidak dapat diterima. Moskow dituduh tidak memberikan pilihan yang lebih demokratis terhadap Ukraina.

Sampai saat ini, konflik di sebelah timur Ukraina masih terus berlangsung. Perundingan antara pemerintah Ukraina dengan pemimpin kelompok separatis sekarang dilakukan di Minsk, ibu kota Belarusia. Pada Ahad lalu para pemimpin di Eropa memerintahkan adanya pembahasan terkait sanksi baru kepada para pejabat pertahanan, energi dan sektor finansial Kremlin.

Kondisi menjadi semakin kompleks karena Presiden Ukraina Petro Poroshenko akan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin negara anggota NATO minggu ini di Wales. Padahal, Ukraina bukanlah anggota NATO. Di lain pihak, pasukan Inggris akan ambil bagian dalam latihan militer dengan negara-negara Blok Timur.

ISIS Siapkan Pasukan Untuk Mulai Serbu Rusia Karena Mendukung Suriah

Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melontarkan ancaman bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. ISIS bersumpah akan menggulingkan Putin karena mendukung rezim Suriah. Ancaman tersebut disampaikan dalam video ISIS yang diposting di situs berbagi video YouTube pada Selasa (2/9) kemarin. Kantor Jaksa Agung Rusia telah meminta video tersebut untuk diblokir.

“Ini merupakan pesan untuk Anda, hai Vladimir Putin, ini adalah jet tempur yang Anda kirimkan untuk Bashar (Bashar al-Assad), kami akan mengirimkannya kepada Anda, insya Allah, ingatlah itu,” ujar salah satu anggota ISIS dalam video tersebut, seperti dilansir AFP, Kamis (4/9/2014).

Anggota ISIS tersebut berbicara dalam bahasa Arab, namun terdapat arti terjemahan dalam bahasa Rusia di video tersebut. “Dan kami akan membebaskan Ceko dan seluruh Kaukasus, insya Allah. ISIS sedang dan akan terus berkembang, insya Allah,” lanjut anggota ISIS dalam video tersebut.

“Takhta Anda sudah mulai begroyang, berada di bawah ancaman dan akan jatuh ketika kami datang kepada Anda karena Allah berada di pihak kami. Kami sudah dalam perjalanan, insya Allah,” imbuhnya.

Dalam video yang sama, sejumlah anggota ISIS yang mengenakan jubah tradisional mengancam Presiden Suriah Bashar al-Assad dari dalam jet tempur. “Ini merupakan milik Rusia,” bunyi narasi dalam video tersebut, yang terdengar beraksen Rusia, saat kamera mengambil gambar kabin pesawat dari dekat.

Kantor Jaksa Agung Rusia telah memerintahkan penyelidik untuk memulai penyelidikan kriminal atas video tersebut.

Rusia Larang Maskapai Penerbangan Amerika Serikat Melintas Diwilayah Udaranya

Hubungan panas antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya masih memanas. Kedua belah pihak pun masih saling berbalas sanksi. Rusia membuka peluang memboikot semua penerbangan dari AS dan Uni Eropa. Maskapai penerbangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat tujuan Asia Pasifik bakal dilarang transit di Rusia.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/8/2014), Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan hal itu. Semua adalah buntut dari apa yang terjadi antara kedua belah pihak. Dia menyebut keputusan final mengenai pelarangan maskapai dari AS dan Uni Eropa memang belum diambil. Namun yang pasti, Kremlin telah melarang pesawat dari Ukraina terbang di atas langit Rusia.

Sementara maskapai murah asal Rusia, Dobrolyot, berhenti beroperasi setelah mendapat sanksi dari Uni Eropa. Selain Dobrolyot, maskapai penerbangan Rusia lainnya Aeroflot pun menunda penerbangannya. Krisis yang terjadi sejak Februari ini menyebabkan dampak yang sangat luas untuk kedua pihak. Hubungan yang memanas ini bermula dari krisis yang terjadi di Crimea, sebuah wilayah yang berada di teritori Ukraina.

Pada Februari 2014, ini terjadi demonstrasi yang menolak kepemimpinan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang akhirnya terpaksa lengser dari jabatannya. Ukraina pun mulai menjadi sorotan dunia. Negara-negara asing mulai turun tangan, termasuk Rusia yang masih punya pengaruh besar terhadap Ukraina. Crimea, salah satu daerah di Ukraina yang berpenduduk mayoritas Rusia akhirnya ingin melepaskan diri dari Ukraina dan pulang ke pangkuan Mother Russia.

Pada pertengahan Maret lalu, rakyat Crimea mengadakan voting yang hasilnya 96% menyatakan ingin kembali ke Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik hal ini. Namun tidak bagi negara-negara lain. Referendum Crimea dianggap ilegal. Bahkan PBB pun menyatakan referendum yang ditengarai didukung Rusia tersebut tidak valid karena bertentangan dengan kepentingan negara lain.

Seorang pengusaha kaya yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluh. Pesawat jet mewah pribadinya tidak bisa terbang karena sanksi Amerika Serikat (AS). Jet mewah Gulfstream buatan AS itu adalah milik Gennady Timchenko. Miliuner ini ditaksir memiliki kekayaan US$ 14,4 miliar atau sekitar Rp 144 triliun. Timchenko merupakan pemilik perusahaan gas dan infrastruktur di Rusia.

Timchenko merupakan satu dari lusinan orang Rusia yang terkena sanksi dari AS akibat konflik yang terjadi di Crimea, Ukraina beberapa waktu lalu. Seperti dilansir BBC dari media Rusia Itar-Tass, Senin (4/8/2014), Timchenko mengatakan dirinya tak lagi bisa menggunakan jet pribadinya. Pilot yang biasa dipakai tidak boleh untuk menggunakan peralatan navigasi di pesawat itu.

Timchenko menambahkan, dia biasa terbang dengan jet pribadinya keliling dunia untuk berbisnis, dan tinggal di sejumlah propertinya di luar negeri selama 25 tahun terakhir ini. Namun sekarang, dia terkena larangan untuk berpergian ke luar negeri. Pria kaya ini merupakan pendiri Gunvor, sebuah perusahaan perdagangan komoditas global. Namun Timchenko telah menjual 43% sahamnya sebelum sanksi AS berlaku pada Maret 2014.

Kemudian, Timchenko juga memiliki 23,5% saham di Novatek, produsen gas terbesar kedua Rusia. Dia juga menjadi pemegang saham mayoritas di dua perusahaan infrastruktur, yaitu Volga Group dan Stroytransgaz Group. Sanksi keuangan yang diberikan AS dan Uni Eropa ke Rusia juga mempengaruhi bisnis Timvhenko. Dia tidak lagi bisa menggunakan kartu kredit Visa dan Mastercard miliknya.

“Saya meninggalkan kartu asuransi kesehatan dari Swiss, dan SIM internasional, serta kartu identitas Finlandia,” kata Timchenko.

Memang AS dan Uni Eropa memasukan lusinan individu dan perusahaan di Rusia ke dalam daftar hitam. Jadi individu atau perusahaan ini diputus hubungan bisnis dan sosialnya dari AS dan Uni Eropa.

Putin Larang Impor Makanan dari Amerika Serikat dan Eropa

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah melarang atau membatasi impor pertanian dari negara-negara yang menerapkan sanksi ke Rusia terkait krisis Ukraina. Dalam dekritnya, dia menetapkan langkah tersebut – yang juga diterapkan pada impor pangan- diberlakukan selama satu tahun. Departemen-departemen pemerintah diminta untuk memberikan daftar dari produk yang menjadi subyek dekrit.

Rusia sebelumnya pernah memberlakukan larangan impor dari negara lain namun dengan alasan kesehatan masyarakat umum. Dekrit yang dikeluarkan Rabu 6 Agustus ini tidak menyebutkan secara tegas negara-negara sasaran namun Amerika Serikat dan Uni Eropa beberapa waktu belakangan meningkatkan sanksinya atas Rusia. Brussel -pusat pemerintahan Uni Eropa- sudah memperluas sanksi dari terhadap individu-individu yang dekat dengan Putin hingga ke sektor ekonomi.

Rusia membeli buah dan sayur dari Uni Eropa dengan nilai 2 miliar euro per tahun sementara impor pangan serta produk pertanian dari Amerika Serikat senilai 1 miliar euro. Sanksi atas Rusia terkait dengan dukungannya atas kelompok pemberontak di timur Ukraina, dan ditingkatkan oleh negara-negara Barat setelah kelompok pemberontak menembak Klik jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (5/8/2014), memerintahkan pemerintahannya merancang tanggapan terhadap sanksi Barat yang tak dapat diterima untuk Rusia. Meski demikian, Putin menegaskan, pemerintahannya akan berhati-hati dalam mengambil langkah agar tidak merugikan warga Rusia. “Instrumen-instrumen politik yang digunakan untuk menekan perekonomian sangat tak bisa diterima. Instrumen-instrumen itu bertentangan dengan semua norma dan aturan,” demikian ujar Putin seperti dikutip media Rusia.

Pemerintah Rusia, lanjut Putin, sudah mengusulkan sejumlah langkah untuk menanggapi sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia oleh sejumlah negara. Putin menambahkan, dia meminta kabinet untuk mempersiapkan langkah yang melindungi konsumen dari kelangkaan barang-barang yang diimpor dari negara-negara Barat. “Tentu saja kami harus bertindak ekstra hati-hati sehingga kita bisa melindungi produsen sekaligus tidak merugikan konsumen,” ujar Putin.

Sanksi terbaru dan yang paling merugikan Rusia adalah sanksi yang dijatuhkan terhadap industri perminyakan dan persenjataan Rusia. Maskapai penerbangan murah Rusia, Dobrolet, juga dipaksa mengandangkan semua pesawatnya setelah sanksi Uni Eropa membuat maskapai itu tak bisa membeli pesawat-pesawat buatan Boeing. Harian bisnis Vedemosti mengabarkan, Pemerintah Rusia kini mempertimbangkan apakah akan membalas Uni Eropa dengan melarang maskapai penerbangan Eropa melintasi Siberia saat menuju Asia.

Justin Beiber Selamatkan Pemancing Yang Diserang Beruang

Meski menjadi idola para remaja, bintang pop Justin Bieber yang terkenal sering berbuat ulah sama sekali tak dikagumi oleh seekor beruang di Rusia. Terbukti mamalia berbulu tebal itu justru lari ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk menyerang seorang pemancing.

Igor Vorozhbitsyn berhasil selamat dari kuku beruang yang sudah mulai mencakar tubuhnya. Saat itu, menurut laporan Daily Mail, Selasa, 5 Agustus 2014, Igor tengah memancing di spot memancing favoritnya di Yakutia, Rusia.

Namun, saat beruang itu semakin liar menerkam Igor, ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Lagu hits Baby milik Bieber pun berdering nyaring. Si beruang terkejut dan akhirnya pergi melepaskan cengkeramannya pada Igor.

Seorang ahli satwa liar meyakini lagu Baby yang berbunyi tiba-tiba itu benar-benar mengejutkan beruang. Memang, kadang-kadang kejutan yang tajam dapat menghentikan kemarahan beruang. Bisa dibilang nada dering Bieber telah menjadi suara yang sangat tak diduga oleh makhluk besar itu.

Meski selamat, Igor tetap menderita luka dan memar yang parah di wajahnya. Namun, luka tersebut tidak mengancam jiwanya. “Aku tahu tidak semua orang suka nada dering Baby, tapi cucuku memasukkannya ke ponselku sebagai lelucon,” cerita Igor. Siapa sangka, lelucon cucu itulah yang akhirnya membuat Igor selamat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Beberkan Analisa Bahwa Rusia Tembak MH17

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menguraikan bukti-bukti atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 di Ukraina, seperti dikutip Reuters, Minggu, 20 Juli 2014. Kerry, yang sempat menyalahkan Moskow, membeberkan detail temuan berdasarkan penelitian intelijen Amerika Serikat. Dari temuan tersebut, Rusia dinyatakan memfasilitasi kaum pemberontak pro-Moskow dengan sistem anti-pesawat yang dipakai untuk menjatuhkan pesawat. Penembakan atas pesawat sipil ini membunuh 298 orang dalam penerbangan tersebut. Namun, Moskow menyangkal terlibat dan menyalahkan militer Ukraina dalam insiden itu.

Berikut ini poin-poin temuan intelijen Amerika Serikat yang ditayangkan akhir pekan lalu dalam situs Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kiev:

- “Sepanjang bulan lalu, kami sudah mendeteksi peningkatan jumlah senjata berat dari para pejuang kelompok separatis yang melintasi perbatasan Rusia ke Ukraina. Dua pekan lalu, Rusia mengirim konvoi perlengkapan militer sebanyak 150 kendaraan, termasuk tank, kendaraan bersenjata, artileri dan peluncur roket multi untuk kelompok separatis. Kami juga memiliki informasi yang mengindikasikan Rusia menggelar pelatihan untuk pejuang separatis di barat daya Rusia, termasuk pelatihan sistem pertahanan udara.”

- “Para pejuang separatis pro-Rusia sudah menunjukkan kemahiran dalam sistem misil permukaan-ke-udara dan sudah menembak jatuh 12 pesawat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dua pesawat angkutan.”

- “Saat penerbangan MH17 hilang kontak, kami mendeteksi peluncuran surface-to-air missile (SAM) dari wilayah kekuasaan kelompok separatis di tenggara Ukraina. Kami yakin misil ini berjenis SA-11.”

- “Komunikasi kelompok separatis di YouTube yang ditangkap pemerintah Ukraina mengindikasikan kepemilikan sistem SA-11 oleh kelompok tersebut pada 14 Juli 2014. Kelompok separatis berulang kali menyebut memiliki dan memindahkan sistem Buk (SA-11).”

- “Kiriman di media sosial pada Kamis menunjukkan sistem SA-11 melewati wilayah kekuasaan kelompok separatis di Torez dan Snizhne, dekat lokasi kecelakaan, dan dinilai sebagai lokasi peluncuran SAM. Dari lokasi tersebut, SA-11 memiliki jangkauan dan kemampuan untuk menembak jatuh MH17.”

- “Ukraina juga mengoperasikan sistem SA-11, tapi kami yakin tidak ada sistem pertahanan udara Ukraina dalam jangkauan kecelakaan tersebut. Angkatan bersenjata Ukraina juga tidak menembakkan satu surface-to-air missile selama konflik, meski sering mengeluhkan pelanggaran di wilayah udara mereka oleh pesawat militer Rusia.”

- “Dalam percakapan di Internet, seorang pemimpin kelompok separatis menyebut adanya kelompok separatis lain yang menembak jatuh pesawat. Setelah mengetahui pesawat itu merupakan pesawat sipil, kelompok sipil menghapus tulisan mereka di media sosial tentang penembakan pesawat dan kepemilikan sistem Buk (SA-11).”

- “Data audio dari layanan keamanan Ukraina untuk media dievaluasi oleh para analis komunitas intelijen. Mereka menyatakan data tersebut berisi percakapan asli antara para pemimpin kelompok separatis dengan perbandingan audio dari Ukraina serta kelompok separatis.”

- “Video yang diunggah di media sosial beberapa hari lalu menunjukkan perjalanan SA-11 dalam transporter menuju Rusia dari wilayah Krasnodon. Video ini mengindikasikan sistem kehilangan setidaknya satu misil, yang kemungkinan sudah diluncurkan.”

- “Kegiatan di lokasi kejadian secara jelas menunjukkan kekuasaan penuh kelompok separatis di wilayah itu.”