Category Archives: Rusia

Rusia Larang Maskapai Penerbangan Amerika Serikat Melintas Diwilayah Udaranya

Hubungan panas antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya masih memanas. Kedua belah pihak pun masih saling berbalas sanksi. Rusia membuka peluang memboikot semua penerbangan dari AS dan Uni Eropa. Maskapai penerbangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat tujuan Asia Pasifik bakal dilarang transit di Rusia.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/8/2014), Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan hal itu. Semua adalah buntut dari apa yang terjadi antara kedua belah pihak. Dia menyebut keputusan final mengenai pelarangan maskapai dari AS dan Uni Eropa memang belum diambil. Namun yang pasti, Kremlin telah melarang pesawat dari Ukraina terbang di atas langit Rusia.

Sementara maskapai murah asal Rusia, Dobrolyot, berhenti beroperasi setelah mendapat sanksi dari Uni Eropa. Selain Dobrolyot, maskapai penerbangan Rusia lainnya Aeroflot pun menunda penerbangannya. Krisis yang terjadi sejak Februari ini menyebabkan dampak yang sangat luas untuk kedua pihak. Hubungan yang memanas ini bermula dari krisis yang terjadi di Crimea, sebuah wilayah yang berada di teritori Ukraina.

Pada Februari 2014, ini terjadi demonstrasi yang menolak kepemimpinan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang akhirnya terpaksa lengser dari jabatannya. Ukraina pun mulai menjadi sorotan dunia. Negara-negara asing mulai turun tangan, termasuk Rusia yang masih punya pengaruh besar terhadap Ukraina. Crimea, salah satu daerah di Ukraina yang berpenduduk mayoritas Rusia akhirnya ingin melepaskan diri dari Ukraina dan pulang ke pangkuan Mother Russia.

Pada pertengahan Maret lalu, rakyat Crimea mengadakan voting yang hasilnya 96% menyatakan ingin kembali ke Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik hal ini. Namun tidak bagi negara-negara lain. Referendum Crimea dianggap ilegal. Bahkan PBB pun menyatakan referendum yang ditengarai didukung Rusia tersebut tidak valid karena bertentangan dengan kepentingan negara lain.

Seorang pengusaha kaya yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluh. Pesawat jet mewah pribadinya tidak bisa terbang karena sanksi Amerika Serikat (AS). Jet mewah Gulfstream buatan AS itu adalah milik Gennady Timchenko. Miliuner ini ditaksir memiliki kekayaan US$ 14,4 miliar atau sekitar Rp 144 triliun. Timchenko merupakan pemilik perusahaan gas dan infrastruktur di Rusia.

Timchenko merupakan satu dari lusinan orang Rusia yang terkena sanksi dari AS akibat konflik yang terjadi di Crimea, Ukraina beberapa waktu lalu. Seperti dilansir BBC dari media Rusia Itar-Tass, Senin (4/8/2014), Timchenko mengatakan dirinya tak lagi bisa menggunakan jet pribadinya. Pilot yang biasa dipakai tidak boleh untuk menggunakan peralatan navigasi di pesawat itu.

Timchenko menambahkan, dia biasa terbang dengan jet pribadinya keliling dunia untuk berbisnis, dan tinggal di sejumlah propertinya di luar negeri selama 25 tahun terakhir ini. Namun sekarang, dia terkena larangan untuk berpergian ke luar negeri. Pria kaya ini merupakan pendiri Gunvor, sebuah perusahaan perdagangan komoditas global. Namun Timchenko telah menjual 43% sahamnya sebelum sanksi AS berlaku pada Maret 2014.

Kemudian, Timchenko juga memiliki 23,5% saham di Novatek, produsen gas terbesar kedua Rusia. Dia juga menjadi pemegang saham mayoritas di dua perusahaan infrastruktur, yaitu Volga Group dan Stroytransgaz Group. Sanksi keuangan yang diberikan AS dan Uni Eropa ke Rusia juga mempengaruhi bisnis Timvhenko. Dia tidak lagi bisa menggunakan kartu kredit Visa dan Mastercard miliknya.

“Saya meninggalkan kartu asuransi kesehatan dari Swiss, dan SIM internasional, serta kartu identitas Finlandia,” kata Timchenko.

Memang AS dan Uni Eropa memasukan lusinan individu dan perusahaan di Rusia ke dalam daftar hitam. Jadi individu atau perusahaan ini diputus hubungan bisnis dan sosialnya dari AS dan Uni Eropa.

Putin Larang Impor Makanan dari Amerika Serikat dan Eropa

Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah melarang atau membatasi impor pertanian dari negara-negara yang menerapkan sanksi ke Rusia terkait krisis Ukraina. Dalam dekritnya, dia menetapkan langkah tersebut – yang juga diterapkan pada impor pangan- diberlakukan selama satu tahun. Departemen-departemen pemerintah diminta untuk memberikan daftar dari produk yang menjadi subyek dekrit.

Rusia sebelumnya pernah memberlakukan larangan impor dari negara lain namun dengan alasan kesehatan masyarakat umum. Dekrit yang dikeluarkan Rabu 6 Agustus ini tidak menyebutkan secara tegas negara-negara sasaran namun Amerika Serikat dan Uni Eropa beberapa waktu belakangan meningkatkan sanksinya atas Rusia. Brussel -pusat pemerintahan Uni Eropa- sudah memperluas sanksi dari terhadap individu-individu yang dekat dengan Putin hingga ke sektor ekonomi.

Rusia membeli buah dan sayur dari Uni Eropa dengan nilai 2 miliar euro per tahun sementara impor pangan serta produk pertanian dari Amerika Serikat senilai 1 miliar euro. Sanksi atas Rusia terkait dengan dukungannya atas kelompok pemberontak di timur Ukraina, dan ditingkatkan oleh negara-negara Barat setelah kelompok pemberontak menembak Klik jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (5/8/2014), memerintahkan pemerintahannya merancang tanggapan terhadap sanksi Barat yang tak dapat diterima untuk Rusia. Meski demikian, Putin menegaskan, pemerintahannya akan berhati-hati dalam mengambil langkah agar tidak merugikan warga Rusia. “Instrumen-instrumen politik yang digunakan untuk menekan perekonomian sangat tak bisa diterima. Instrumen-instrumen itu bertentangan dengan semua norma dan aturan,” demikian ujar Putin seperti dikutip media Rusia.

Pemerintah Rusia, lanjut Putin, sudah mengusulkan sejumlah langkah untuk menanggapi sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia oleh sejumlah negara. Putin menambahkan, dia meminta kabinet untuk mempersiapkan langkah yang melindungi konsumen dari kelangkaan barang-barang yang diimpor dari negara-negara Barat. “Tentu saja kami harus bertindak ekstra hati-hati sehingga kita bisa melindungi produsen sekaligus tidak merugikan konsumen,” ujar Putin.

Sanksi terbaru dan yang paling merugikan Rusia adalah sanksi yang dijatuhkan terhadap industri perminyakan dan persenjataan Rusia. Maskapai penerbangan murah Rusia, Dobrolet, juga dipaksa mengandangkan semua pesawatnya setelah sanksi Uni Eropa membuat maskapai itu tak bisa membeli pesawat-pesawat buatan Boeing. Harian bisnis Vedemosti mengabarkan, Pemerintah Rusia kini mempertimbangkan apakah akan membalas Uni Eropa dengan melarang maskapai penerbangan Eropa melintasi Siberia saat menuju Asia.

Justin Beiber Selamatkan Pemancing Yang Diserang Beruang

Meski menjadi idola para remaja, bintang pop Justin Bieber yang terkenal sering berbuat ulah sama sekali tak dikagumi oleh seekor beruang di Rusia. Terbukti mamalia berbulu tebal itu justru lari ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk menyerang seorang pemancing.

Igor Vorozhbitsyn berhasil selamat dari kuku beruang yang sudah mulai mencakar tubuhnya. Saat itu, menurut laporan Daily Mail, Selasa, 5 Agustus 2014, Igor tengah memancing di spot memancing favoritnya di Yakutia, Rusia.

Namun, saat beruang itu semakin liar menerkam Igor, ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Lagu hits Baby milik Bieber pun berdering nyaring. Si beruang terkejut dan akhirnya pergi melepaskan cengkeramannya pada Igor.

Seorang ahli satwa liar meyakini lagu Baby yang berbunyi tiba-tiba itu benar-benar mengejutkan beruang. Memang, kadang-kadang kejutan yang tajam dapat menghentikan kemarahan beruang. Bisa dibilang nada dering Bieber telah menjadi suara yang sangat tak diduga oleh makhluk besar itu.

Meski selamat, Igor tetap menderita luka dan memar yang parah di wajahnya. Namun, luka tersebut tidak mengancam jiwanya. “Aku tahu tidak semua orang suka nada dering Baby, tapi cucuku memasukkannya ke ponselku sebagai lelucon,” cerita Igor. Siapa sangka, lelucon cucu itulah yang akhirnya membuat Igor selamat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Beberkan Analisa Bahwa Rusia Tembak MH17

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menguraikan bukti-bukti atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 di Ukraina, seperti dikutip Reuters, Minggu, 20 Juli 2014. Kerry, yang sempat menyalahkan Moskow, membeberkan detail temuan berdasarkan penelitian intelijen Amerika Serikat. Dari temuan tersebut, Rusia dinyatakan memfasilitasi kaum pemberontak pro-Moskow dengan sistem anti-pesawat yang dipakai untuk menjatuhkan pesawat. Penembakan atas pesawat sipil ini membunuh 298 orang dalam penerbangan tersebut. Namun, Moskow menyangkal terlibat dan menyalahkan militer Ukraina dalam insiden itu.

Berikut ini poin-poin temuan intelijen Amerika Serikat yang ditayangkan akhir pekan lalu dalam situs Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kiev:

- “Sepanjang bulan lalu, kami sudah mendeteksi peningkatan jumlah senjata berat dari para pejuang kelompok separatis yang melintasi perbatasan Rusia ke Ukraina. Dua pekan lalu, Rusia mengirim konvoi perlengkapan militer sebanyak 150 kendaraan, termasuk tank, kendaraan bersenjata, artileri dan peluncur roket multi untuk kelompok separatis. Kami juga memiliki informasi yang mengindikasikan Rusia menggelar pelatihan untuk pejuang separatis di barat daya Rusia, termasuk pelatihan sistem pertahanan udara.”

- “Para pejuang separatis pro-Rusia sudah menunjukkan kemahiran dalam sistem misil permukaan-ke-udara dan sudah menembak jatuh 12 pesawat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dua pesawat angkutan.”

- “Saat penerbangan MH17 hilang kontak, kami mendeteksi peluncuran surface-to-air missile (SAM) dari wilayah kekuasaan kelompok separatis di tenggara Ukraina. Kami yakin misil ini berjenis SA-11.”

- “Komunikasi kelompok separatis di YouTube yang ditangkap pemerintah Ukraina mengindikasikan kepemilikan sistem SA-11 oleh kelompok tersebut pada 14 Juli 2014. Kelompok separatis berulang kali menyebut memiliki dan memindahkan sistem Buk (SA-11).”

- “Kiriman di media sosial pada Kamis menunjukkan sistem SA-11 melewati wilayah kekuasaan kelompok separatis di Torez dan Snizhne, dekat lokasi kecelakaan, dan dinilai sebagai lokasi peluncuran SAM. Dari lokasi tersebut, SA-11 memiliki jangkauan dan kemampuan untuk menembak jatuh MH17.”

- “Ukraina juga mengoperasikan sistem SA-11, tapi kami yakin tidak ada sistem pertahanan udara Ukraina dalam jangkauan kecelakaan tersebut. Angkatan bersenjata Ukraina juga tidak menembakkan satu surface-to-air missile selama konflik, meski sering mengeluhkan pelanggaran di wilayah udara mereka oleh pesawat militer Rusia.”

- “Dalam percakapan di Internet, seorang pemimpin kelompok separatis menyebut adanya kelompok separatis lain yang menembak jatuh pesawat. Setelah mengetahui pesawat itu merupakan pesawat sipil, kelompok sipil menghapus tulisan mereka di media sosial tentang penembakan pesawat dan kepemilikan sistem Buk (SA-11).”

- “Data audio dari layanan keamanan Ukraina untuk media dievaluasi oleh para analis komunitas intelijen. Mereka menyatakan data tersebut berisi percakapan asli antara para pemimpin kelompok separatis dengan perbandingan audio dari Ukraina serta kelompok separatis.”

- “Video yang diunggah di media sosial beberapa hari lalu menunjukkan perjalanan SA-11 dalam transporter menuju Rusia dari wilayah Krasnodon. Video ini mengindikasikan sistem kehilangan setidaknya satu misil, yang kemungkinan sudah diluncurkan.”

- “Kegiatan di lokasi kejadian secara jelas menunjukkan kekuasaan penuh kelompok separatis di wilayah itu.”

Pesawat Malaysia Airlines MH17 Ditembak Roket Di Ukraina

Pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH17 diroket dan jatuh di Ukraina. Pihak MAS langsung fokus untuk merespons hal-hal dari pihak berwenang dan yang darurat. Seperti dikutip dari malaysiaairlines.com, Jumat (18/7/2014), pihak MAS langsung memobilisasi dukungan penuh untuk menyediakan seluruh perhatian pada kerabat penumpang. MAS juga menerjunkan timnya yang disebut ‘Go Team’ menuju Amsterdam dengan sekelompok perawat dan juga relawan untuk mendampingi anggota keluarga dari para penumpang. Data mengenai jumlah korban yang sebelumnya tercatat ada 295 orang, kini bertambah menjadi 298 orang. Dalam rilis resmi yang disampaikan lewat akun twitter MAS, ada perubahan, khususnya dari penumpang yang belum terverifikasi. Jumlah WNI yang sebelumnya disebut 11, kini jadi 12 orang dengan satu bayi.

Berikut adalah nomor kontak yang bisa dihubungi untuk mengetahui perkembangan kejadian tersebut:

1. Untuk keluarga penumpang dan kru: +603 7884 1234 (Malaysia) atau +31703487770 (Belanda).

2. Untuk media +603 8777 5698/ +603 8787 1276.

Selain itu, website resmi http://www.malaysiaairlines.com juga akan terus memperbarui informasi mengenai kejadian tersebut.

Perdana Menteri separatis pro Rusia yang berada di Ukraina, Alexander Borodai, tiba di lokasi jatuhnya pesawat MH17. Dia dikawal pria bersenjata lengkap yang berbadan tegap. Dari foto yang dilansir AFP, Jumat (17/7/2014), Borodai tampak sibuk menelepon saat berada di lokasi. Dia mengenakan celana jeans, kaos hitam dan jas berwarna biru. Seluruh pasukan, termasuk Borodai, siaga penuh saat berada di lokasi.

Borodai memproklamirkan dirinya sebagai pemimpin Republik Rakyat Donetsk. Ini adalah sebuah negara pro Rusia yang mendeklarasikan diri di kawasan Ukraina Timur. Posisinya berada di perbatasan dengan Ukraina, Rusia dan Republik Rakyat Luganks. Negara itu dideklarasikan 7 April lalu yang awalnya dari demonstrasi menduduki gedung pemerintahan. Kelompok yang dipimpin Borodai sebetulnya sudah dilarang sejak tahun 2007 di Ukraina, bahkan pernah disebut kelompok teroris.

Malaysia Airlines MH17 jenis Boeing 777 jatuh ditembak roket di Ukraina saat terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Akibat kejadian itu, pihak Malaysia Airlines (MAS) langsung mengalihkan rute seluruh rute penerbangannya di Eropa. Seperti dikutip dari keterangan pers melalui website resmi malaysiaairlines.com, Jumat (18/7/2014), rute biasa yang sebelumnya dinyatakan aman oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Selain itu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional juga telah menyatakan jika wilayah penerbangan di mana pesawat MH17 itu melintas bukanlah daerah yang perbatasan yang berbahaya.

Data mengenai jumlah korban yang sebelumnya tercatat ada 295 orang, kini bertambah menjadi 298 orang. Dalam rilis resmi yang disampaikan lewat akun twitter MAS, ada perubahan, khususnya dari penumpang yang belum terverifikasi. Jumlah WNI yang sebelumnya disebut 11, kini jadi 12 orang dengan satu bayi.

Berikut data penumpang dan kru yang disampaikan MAS terakhir:

Belanda: 154 orang
Malaysia: 43 (termasuk 15 kru dan 2 bayi)
Australia: 27 orang
Indonesia: 12 ( termasuk satu bayi)
Inggris: 9 orang
Jerman:4 orang
Belgia: 4 orang
Filipina: 3 orang
Kanada: 1 orang
Belum terverifikasi: 41 orang

Total: 298 orang

Seorang pemuda asal Belanda yang menumpang MH17 sempat memposting foto bodi pesawat sebelum terbang. Dia bahkan bercanda di dalam caption fotonya tentang kemungkinan pesawat itu hilang. “If it should disappear, this is what it looks like (jika memang hilang, ini bentuk pesawatnya),” tulis pemuda bernama Cor Pan terse but di situs facebooknya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/7/2014). Cor Pan disebut hendak liburan ke Malaysia. Diduga, dia memajang foto itu untuk menyindir insiden sebelumnya yang terjadi pada pesawat MH370 yang hilang dan kini belum ditemukan.

Belum ada konfirmasi resmi soal keberadaan Cor di dalam pesawat dari otoritas resmi. Namun foto pesawat yang diambil oleh Cor, menunjukkan dia berada di gerbang tempat pesawat itu parkir untuk menunggu penumpang. Sejumlah rekannya di facebook, juga sudah mengirim ucapan belasungkawa. Foto tersebut juga sudah dishare lebih dari 10 ribu kali di media sosial. “Ini tidak mungkin!” kata Alicia de Boer, rekannya.

ebanyak 154 warga negara Belanda terdaftar sebagai penumpang MH17 yang jatuh ditembak roket di wilayah perbatasan Ukraina-Rusia. Akibat peristiwa tersebut, pemerintah Belanda menyatakan hari berkabung nasional dan memerintahkan mengibarkan bendera setengah tiang. Seperti yang dilansir dari Reuters, Jumat (18/7/2014), peristiwa tersebut dinilai sebagai bencana udara terburuk dalam sejarah Belanda. Bahkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan hari tersebut sebagai hari yang kelam bagi Belanda.

“Seluruh Belanda berkabung,” ujar Mark Rutte di Bandara Schiphol setelah menyela liburan musim panasnya. “Hari musim panas yang indah ini telah berakhir dengan cara yang paling hitam,” tambahnya. 12 WNI juga termasuk dalam daftar penumpang pesawat nahas tersebut. Selain itu ada 27 warga Australia, 23 warga Malaysia, 6 warga Inggris, 4 warga Jerman, 4 orang Belgia, 3 warga Filipina dan 1 Kanada. Serta masih ada beberapa yang belum terdata.

Pesawat tersebut mengangkut 283 penumpang dari berbagai negara. Selebihnya 11 awak kabin, 2 kapten dan 2 petugas penerbangan yang semuanya warga negara Malaysia. Pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di perbatasan Ukraina-Rusia akibat ditembak roket. Kementerian Luar Negeri Indonesia menginstruksikan Dubes RI di Den Haag dan Kuala Lumpur untuk mencari informasi mengenai korban WNI di dalam pesawat tersebut. Informasi itu nantinya akan segera dilaporkan ke Presiden SBY.

Menlu RI Marty Natalegawa dalam keterangan persnya menyampaikan rasa keprihatinan terkait peristiwa jatuhnya pesawat jenis Boeing 777 itu. “Pemerintah Republik Indonesia mengikuti berita tentang jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dalam penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur dengan penuh keprihatinan,” ungkapnya, Jumat (18/7/2014).

“Diduga kuat terdapat sejumlah penumpang WNI dalam pesawat Malaysia Airlines. Namun hal ini sedang dalam proses konfirmasi. Indonesia turut duka cita sangat mendalam atas musibah ini. Bapak Presiden RI akan mengeluarkan pernyataan resmi petang ini,” kata Marty. Berdasarkan jumpa pers di Bandara Schiphol, Amsterdam, WNI yang menjadi korban tewas sebanyak 11 orang.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kalau ada kedamaian di Ukraina maka tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 tidak seharusnya terjadi. Dia menyindir konflik antara militer Ukraina dengan para separatis menjadi penyebab yang harus disalahkan.

“Tragedi ini tidak akan terjadi, jika ada perdamaian di tanah itu. Dalam hal apapun, jika operasi militer di tenggara Ukraina belum diperbarui,” kata Putin seperti dikutip CNN, Jumat (18/7/2014). Dengan tragedi ini, Putin pun melihat ada sisi yang harus dipikul pemerintah Ukraina. “Tanpa keraguan, pemerintah memikul tanggung jawab atas tragedi menakutkan ini,” ujarnya.

Namun, justru sebaliknya kalau pejabat Ukraina menuding jika separatis pro Rusia yang berada di balik tragedi mengenaskan ini. Kepala Keamanan Ukraina Valentyn Nalyvaichenko menuduh dua perwira intelijen militer Rusia terlibat dalam tragedi ini dan perlu dihukum karena kejahatannya. Hal ini menurutnya berdasarkan bukti penyadapan percakapan telepon. “Sekarang Anda tahu yang melakukan kejahatan ini. Kami akan melakukan segalanya untuk yang melakukan kejahatan ini harus dihukum,” sebutnya.

Seperti diberitakan, MH17 jenis Boeing 777 terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Penerbangan ini membawa 280 penumpang dan 15 kru pesawat. Pesawat nahas itu dikabarkan ditembak dengan roket dan semua penumpang di dalamnya dinyatakan tewas pada Kamis (17/7/2014). Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab terkait penembakan pesawat sipil dengan total 295 penumpang itu.

Hingga kini, belum ada rilis nama-nama penumpang dan kru pesawat Malaysia Airlines MH17 yang diroket di kawasan Ukraina. Namun informasi tentang para penumpang sudah ada yang diinformasikan kerabat dan kolega. Salah satunya seorang staf WHO bernama Glenn Thomas. Kolega Thomas di WHO, Haileyesus Getahun, memastikan rekannya tersebut berada di pesawat MH17. Thomas dijadwalkan terbang ke Melbourne, Australia, untuk mengikuti konferensi AIDS.

“Saddened to learn that my friend and @WHO staff who was traveling to @AIDS_conference to Melbourne was on flight #MH17. RIP #Glenn Thomas,” demikian isi twit Haileyesus, yang menjabat sebagai koordinator TB Program di WHO tersebut, Jumat (18/7/2014). Menurut Haileyesus, ada sejumlah staf WHO lainnya di pesawat. Namun dia tidak merinci nama-nama mereka. Konferensi AIDS di Australia 20-15 Juli mendatang. Salah seorang rekan Thomas, Dr Baggaley yang sudah tiba di Melbourne sangat sedih mendengar peristiwa ini. “Dia baru saja merayakan ulang tahunnya. Kami berencana untuk melakukan perayaan di sini,” tutut Baggaley.

Puing-puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 berserakan di daratan usai pesawat tersebut ditembak jatuh roket di wilayah Ukraina. Kotak hitam pesawat yang menjadi kunci penting dalam insiden ini, telah dibawa ke Moskow, Rusia untuk dianalisis. Radio Rusia, Kommersant FM, seperti dilansir Daily Beast, Jumat (18/7/2014), melaporkan bahwa kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan dan kini dalam perjalanan ke Moskow.

Sedangkan versi media lainnya, Reuters, melaporkan bahwa separatis pro-Rusia telah menemukan kotak hitam pesawat. Tidak jauh berbeda, media Rusia lainnya, Interfax, juga menyebut kelompok separatis pro-Rusia yang memiliki kotak hitam tersebut.

Berbicara dengan Konstantin Knyrik, selaku kepala pusat informasi yang menghubungan ‘South-Eastern Front’ di Ukraina, disebutkan bahwa rekaman data pesawat telah ditemukan dan telah diserahkan kepada ahli. Tidak disebutkan lebih jelas ahli yang dimaksud. Artikel Interfax tersebut juga mengklaim bahwa Wakil Perdana Menteri pro-Rusia Andriy Purgin menjanjikan akan mengirimkan rekaman data pesawat MH17 ke Moskow segera setelah menemukan kotak hitam.

Apapun informasi yang beredar di publik, belum ada foto kredibel yang menunjukkan kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan. Laporan-laporan soal kotak hitam tersebut juga belum mendapat konfirmasi dari otoritas resmi, baik Ukraina maupun Rusia, serta pihak MAS sendiri. Kotak hitam MAS MH17 memegang informasi penting terkait detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh. Kini, baik Rusia maupun Ukraina masih saling tuding soal roket siapa yang menjatuhkan pesawat tersebut.

Apapun itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengingatkan bahwa temuan apapun terkait MH17 tidak seharusnya dipindahkan secara sepihak. PM Najib juga meminta agar tim internasional mendapat akses penuh ke lokasi kejadian. “Seluruh tim internasional harus mendapat akses penuh ke lokasi jatuhnya pesawat. Dan tidak ada satu pun pihak yang bisa mengintervensi area tersebut, atau memindahkan puing-puing, termasuk kotak hitam,” tegasnya seperti dilansir Sydney Morning Herald.

Pesawat Malaysia Airlines Ditembak Jatuh Di Ukraina … 295 Penumpangnya Tewas

Sebuah pesawat milik Malaysia Airlines berjenis Boeing 777 jatuh di Ukraina, tepatnya dekat perbatasan Rusia. Seperti yang dilansir situs The Star, Kamis (17/7/2014), pesawat yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu mengangkut 295 penumpang and 15 kru.

Pesawat tersebut dilaporkan terempas di daerah konflik dekat Donetsk dan sulit dijangkau. Sumber dari Malaysia Airlines menyebutkan pesawat tersebut tidak memasuki zona angkasa Rusia. Menurut sumber tersebut, pesawat jatuh dari 30 ribu kaki. Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan 295 penumpang tersebut dikhawatirkan tewas dalam kecelakaan itu. Namun, hingga kini belum diketahui penyebab serta jumlah pasti korban akibat kecelakaan tersebut.

Maskapai Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, jatuh di sebelah timur Ukraina. Pesawat jenis Boeing 777 itu dilaporkan jatuh di antara wilayah Rusia dan Ukraina pada Kamis sore, 17 Juli 2014. Seperti dikutip dari kantor berita Telegraph, pesawat mengangkut 295 penumpang. Dikabarkan pesawat jatuh karena ditembak. Seluruh penumpang diperkirakan tewas. Ini adalah peristiwa nahas kedua yang menimpa Malaysia Airlines. Sebelumnya, Malaysia Airlines hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing beberapa bulan lalu.

Berbagai spekulasi berkembang ihwal jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17. Pesawat nahas itu diduga ditembak oleh tentara Rusia. Spekulasi jatuhnya pesawat akibat tembakan rudal itu disebabkan situasi yang memanas di wilayah tersebut hari ini. Namun dugaan tersebut dibantah oleh otoritas militer Rusia. Meski demikian, terbangnya pesawat sipil di wilayah konflik tetap masih menjadi misteri. Adapun maskapai Malaysia Airlines, seperti dikutip dari situs berita Express.co.uk, sudah mengkonfirmasikan perihal jatuhnya pesawat. Dalam akun twitter resmi perusahaan, Malaysia Airlines menyatakan, mereka telah kehilangan kontak dengan pesawat tersebut sesaat setelah tinggal landas dari Amsterdam.

Lokasi terakhir pesawat diketahui berada di wilayah Ukraina. “Kami telah kehilangan kontak dengan MH17 yang terbang dari Amsterdam. Lokasi terakhir pesawat berada di wilayah Ukraina,” kata pihak Malaysia Airlines dari akun twitternya. Peristiwa jatuhnya pesawat sudah diunggah dalam situs Youtube. Dalam tayangan tersebut, pesawat jatuh di sekitar wilayah Ukraina. Tampak asap hitam membubung ke langit. Maskapai Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, jatuh di sebelah timur Ukraina. Pesawat jenis Boeing 777 itu dilaporkan jatuh di antara wilayah Rusia dan Ukraina pada Kamis sore, 17 Juli 2014.

Seperti dikutip dari kantor berita Telegraph, pesawat mengangkut 295 penumpang. Seluruh penumpang diperkirakan tewas. Pada Maret lalu, peristiwa nahas juga menimpa Malaysia Airlines. Pesawat yang mengangkut 239 orang itu hilang saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Pesawat penumpang sipil Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 yang jatuh di sebelah timur Ukraina, Kamis (17 Juli 2014), berada di wilayah yang berbatasan dengan Rusia. Di wilayah itu, tentara pemerintah Ukraina sedang terlibat pertempuran melawan pasukan pemberontak yang disponsori Rusia. Kantor berita Interfax, melaporkan asap membubung tinggi dari puing pewasat yang jatuh. Sumber-sumber di wilayah itu mengatakan kemungkinan pesawat jatuh akibat tembakan misil.

Sulit membayangkan ada yang selamat di pesawat Boeing 777 yang mengangkut 280 penumpang dan 15 awak itu. Anton Gerashenko, salah satu penasihat di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, yang dikutip Interfax, mengatakan pesawat terbang di ketinggian 33 ribu kaki saat tertembak oleh misil yang diluncurkan dari bawah. Pesawat itu jatuh 20 mil menjelang masuk wilayah udara Rusia, dekan kota Shakhtyorsk. “Lalu ditemukan terbakar di darat di wilayah Ukraina,” seorang sumber dikutip Reuters.

Kereta Subway Moskwa Tergelincir Pada Jam Sibuk … 20 Orang Tewas

Sebuah kereta bawah tanah tergelincir di Moskwa, Rusia, pada jam sibuk, Selasa (15/7/2014). Kantor berita ITAR-Tass menyatakan, 20 orang terkonfirmasi tewas dalam insiden ini, dengan ratusan orang yang lain terluka. Beberapa gerbong kereta keluar dari trek di terowongan setelah lonjakan listrik memicu alarm dan menyebabkan rangkaian kereta berhenti tiba-tiba. Pejabat balaikota, dalam kesempatan pertama sebagaimana dikutip Associated Press dari ITAR-Tass, menyebutkan setidaknya 10 orang tewas.

Kepala Departemen Kesehatan Moskwa, Georgy Golukhov, mengatakan, 106 orang juga dilarikan ke rumah sakit karena terluka, dengan 50 di antaranya dalam kondisi serius. Sementara itu, staf Layanan Darurat Moskwa, Yuri Amikov, mengatakan, 200-an orang telah dipindahkan dari rangkaian kereta yang terjebak di antara dua stasiun di barat Moskwa itu.

Para korban yang mengalami luka parah dibawa keluar dari stasiun dan diterbangkan ke rumah sakit memakai helikopter. Foto-foto yang bertebaran di media sosial memperlihatkan serombongan penumpang berjalan dalam rel yang remang-remang. Seorang pria dengan potongan berdarah di keningnya kepada Rossiya 24 televisi di luar stasiun Taman Pobedy bahwa ia merasa tersentak dan kereta tiba-tiba terhenti. “Ada asap dan kami terjebak di dalam,” kata pria itu. “Ini keajaiban, kami keluar. Saya pikir itu adalah akhir (hidup).”

Kecelakaan ini terjadi di jalur yang berangkat dari Park Pobedy, stasiun metro terdalam di Moskwa yang berada pada kedalaman 84 meter di bawah tanah. Kondisi ini menyulitkan penyelamatan. Meskipun kecelakaan adalah peristiwa yang sering terjadi di Moskwa, insiden mematikan seperti ini relatif jarang terjadi

ebanyak 10 orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya terluka setelah sebuah rangkaian kereta api bawah tanah Moskwa anjlok di tengah jam sibuk, Selasa (15/7/2014). Insiden ini diyakini menjadi kecelakaan kereta api bawah tanah terburuk di Moskwa selama delapan dekade beroperasinya sistem kereta api bawah tanah atau metro Moskwa yang merupakan jaringan kereta api tersibuk di dunia.

Televisi nasional Rusia menggambarkan situasi kacau di kereta yang penuh sesak itu saat kecelakaan terjadi. Saat kereta itu berhenti mendadak, para penumpang yang berdiri berjatuhan saling menimpa mirip dengan kartu domino. “Saat ini dipastikan 10 orang meninggal dunia dan lima orang masih terjebak,” kata Wakil Wali Kota Moskwa Pyotr Biryukov kepada wartawan di lokasi kecelakaan. Seorang saksi mata mengatakan, banyak penumpang yang mengira mereka akan tewas dan hanya keajaiban yang akhirnya membuat mereka selamat.

“Banyak dari penumpang yang menderita luka di kepala dan kaki,” kata saksi itu kepada stasiun televisi Rossiya 24. Alexei Naryshkin, seorang penyiar radio Echo of Moskow, mengunggah foto kecelakaan itu ke akun Twitter-nya yang memperlihatkan tim penyelamat tengah membawa sesosok jenazah di sebuah kantong berwarna hitam. “Banyak penumpang tergeletak karena terluka. Mereka kemudian diangkut menggunakan tandu. Tim penyelamat membawa mereka. Sebagian pingsan, sebagian lainnya mengerang kesakitan,” tulis Alexei di akun Twitter-nya.

Jaringan kereta api bawah tanah Moskwa dibuka pada 1935 dengan satu jalur sepanjang 11 kilometer dan 13 stasiun. Pada 2014, jaringan metro Moskwa memiliki 194 stasiun dengan panjang rute mencapai 325,4 kilometer dengan bagian terdalam terletak 74 meter di bawah permukaan tanah. Jaringan metro Moskwa ini dianggap menjadi salah satu jaringan kereta bawah tanah tersibuk di dunia dengan 12 jalur dan mengangkut lebih dari 2 miliar orang setahun.

Putin Berkunjung ke Nikaragua Setelah Ke Kuba

Presiden Vladimir Putin secara mengejutkan berkunjung ke Nikaragua, sekutu terdekat Kuba. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur untuk meningkatkan pengaruh Moskow di Amerika Latin di tengah hubungan yang compang-camping dengan Barat. Dalam kunjungan enam hari itu, ia juga dijadwalkan singgah di Argentina dan Brasil, di mana ia akan mengambil bagian dalam pertemuan puncak kelompok negara-negara berkembang BRICS. Kedatangannya disambut Presiden Daniel Ortega, yang negaranya dekat dengan Uni Soviet di bawah rezim Sandinista tahun 1980-an. “Ini adalah pertama kalinya seorang Presiden Rusia mengunjungi Nikaragua,” kata Ortega.

Melalui seorang penerjemah, Putin mengatakan bahwa pemerintahnya bermaksud untuk terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Nikaragua. Putin mengatakan sebelum perjalanan bahwa pembicaraan tentang minyak dan bauksit adalah agenda utamanya. Ia juga akan merayu para pemimpin regional dengan menawarkan peningkatan investasi dan perdagangan Rusia sebagai imbalan.

“Moskow juga mencari kemitraan teknologi yang komprehensif dengan Amerika Latin pada sektor minyak dan gas, tenaga air, energi nuklir, konstruksi pesawat terbang, dan industri biofarmasi,” kata Putin kepada kantor berita Prensa Latina. Putin tiba di Nikaragua setelah mengunjungi Havana, di mana ia dan Presiden Kuba Raul Castro menyaksikan penandatanganan lusinan perjanjian bilateral termasuk untuk eksplorasi minyak di lepas pantai negara itu, menciptakan hub penerbangan internasional di Kuba, dan memasok peralatan untuk dua pembangkit listrik termal Kuba senilai US$ 1,6 miliar.

Ia mengunjungi sebuah pemakaman kecil tentara Soviet yang meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan saat bertugas di Kuba selama Perang Dingin. Putin juga bertamu ke rumah Bapak Revolusi Kuba Fidel Castro. Dengan tokoh yang dimusuhi Amerika Serikat itu, ia berbincang-bincang selama satu jam lebih.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu (12/7/2014), bertemu dengan pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro dalam kunjungannya ke negeri itu sebagai bagian dari lawatannya ke Amerika Selatan. Tujuan tur Amerika Latin Putin adalah untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik Rusia dengan kawasan itu di tengah tekanan Barat terkait masalah Ukraina. Di ibu kota Kuba, Havana, Putin meletakkan karangan bunga di Lapangan Revolusi bersama Presiden Raul Castro, yang adalah adik dari Fidel. Setelah itu, Putin menggelar pertemuan tertutup selama satu jam dengan Fidel Castro.

Sebelum kunjungan Putin ini, Rusia sudah “memutihkan” utang Kuba sebesar 35 miilar dolar AS dan mengumumkan serangkaian inisiatif perdagangan dan perminyakan dengan negeri sekutunya itu. Dalam kunjungan yang menantang dominasi AS di halaman belakangnya sendiri itu, Putin mengatakan Rusia tertarik bekerja sama dengan Amerika Latin yang kuat, berekonomi stabil dan secara polik sangat independen.

Putin menambahkan, Amerika Latin yang bersatu semakin menjadi pemain penting dalam munculnya dunia baru yang memiliki banyak kutub ini. Selama kunjungan lima hari di Amerika Selatan ini, Putin dijadwalkan mengakhiri lawatannya sekaligus menghadiri KTT para pemimpin negara-negara perekonomian baru atau yang dikenal dengan nama BRICS, Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Upaya Putin mendekati Amerika Latin ini tak lepas dari dikeluarkannya Rusia dari pertemuan puncak negara-negara industri atau G8 baru-baru ini, terkait aneksasi Crimea. Selain mengunjungi Kuba, Presiden Putin juga akan melawat ke Argentina, di mana Presiden Cristina Kirchner menyamakan kasus Crimea dengan Kepulauan Falkland. Putin juga dijadwalkan akan menyaksikan final Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil, sebagai wakil negara tuan rumah Piala Dunia 2018.

Rusia Akan Larang Perempuan Pakai Sepatu Hak Tinggi

Penampilan para perempuan Rusia bisa jadi akan berubah jika usulan seorang politisi pro-Kremlin, yaitu diberlakukannya larangan sepatu hak tinggi, disetujui.

Oleg Mikheyev, nama politisi itu, mengatakan, sepatu hak tinggi termasuk juga sepatu balet dan sepatu kasual pria tak baik untuk kesehatan dan sudah saatnya melakukan sesuatu untuk “melawan” hal-hal ini.

“Alas kaki hanya boleh memiliki hak setinggi dua atau empat sentimeter dan maksimal lima sentimeter,” demikian salinan proposal itu yang diterima AFP.

“Efek merusak menggunakan sepatu dengan hak sangat tinggi dan sepatu beralas datar sudah diketahui para pakar di seluruh dunia. Sehingga, perlu kiranya mengubah tren ini,” demikian isi proposal setebal lima halaman itu.

Perempuan Rusia dikenal lebih mengedepankan kecantikan dan keindahan ketimbang kenyamanan. Mereka bahkan tetap mengenakan sepatu dengan hak supertinggi saat jalanan licin diselimuti es pada musim dingin.

Berbicara kepada AFP, Mikheyev mengatakan, usulannya itu diajukan lebih untuk menumbuhkan pemahaman ketimbang mengejar penerbitan sebuah larangan.

Dia mengatakan, dengan proposalnya itu sebenarnya dia sangat menyayangi perempuan Rusia dan ingin melindungi mereka dari bahaya sepatu hak tinggi. “Mereka masih muda dan tak memikirkan hak-hak seperti itu,” kata Mikheyev.

Namun, dengan mengajukan proposal itu, Mikheyev harus menanggung akibatnya. Salah satunya adalah dimusuhi rekan-rekan kerja perempuannya. “Rekan-rekan perempuan saya sudah setengah hari ini tak menyapa saya,” ujar Mikheyev.

Meski baru sebatas proposal, ternyata usulan Mikheyev itu sudah memicu kontroversi di Rusia dan para perempuan Rusia mengatakan tetap akan memakai sepatu hak tinggi meski nantinya akan dilarang.

“Usulan itu adalah serangan terhadap kebebasan dan urusan pribadi saya. Saya cinta sepatu hak tinggi karena keren,” kata Maria Larionova (31), warga Moskwa.

Perang Terbuka Antara Tentara Ukraina dan Milisi Pro Rusia Terjadi Dalam Perebutan Bandara Udara Donetsk

Sedikitnya 30 jenazah kelompok pro-Rusia dibawa ke rumah sakit, Selasa (27/5/2014), sehari setelah pertempuran terbuka pertama di kawasan timur Ukraina, Senin (26/5/2014). Pertempuran tersebut melibatkan pesawat jet dan helikopter Pemerintah Ukraina, berhadapan dengan persenjataan darat kelompok pro-Rusia. Di luar rumah sakit, salah satu pejuang pro-Rusia yang tak bersedia menyebutkan nama dengan alasan keamanan mengatakan, truk pembawa jenazah itu masih ada di luar rumah sakit.

Menurut orang itu, jenazah belum diturunkan karena menunggu ahli peledak. Kehadiran ahli ini diperlukan untuk memastikan tak ada bahan peledak yang belum meledak ikut terbawa. Sepanjang Senin, ledakan dan letusan membahana di kota berpenduduk satu juta jiwa tersebut. Jet tempur dan helikopter militer terlihat terbang di udara, dengan asap hitam pekat membubung ke angkasa dari daratan. Banyak penerbangan dari dan ke Donetsk ditunda dan dibatalkan, setelah akses menuju bandara diblokade polisi.

Dua helikopter serbu milik militer Ukraina, Senin (26/5/2014), menyerang bangunan terminal utama bandara Donetsk yang dikuasai separatis di wilayah timur Ukraina. Dua helikopter itu terbang rendah lalu menembaki bangunan bandara dan mengenai terminal utama bandara tersebut. Asap hitam membubung ke udara dari tempat yang terkena tembakan. Sebelumnya, pada Senin pagi, sekelompok orang bersenjata menyerbu bandara Donetsk yang merupakan bentuk penentangan terhadap pemilu Ukraina yang ditolak kelompok separatis yang menguasai wilayah timur Ukraina.

Akibatnya, militer Ukraina meluncurkan operasi untuk merebut kembali bandara itu. Militer Ukraina mengerahkan jet-jet tempur dan helikopter serbu dalam operasi ini. “Setelah ultimatum (agar separatis meninggalkan bandara) pada pukul 13.00 habis, kami meluncurkan operasi anti-teror,” kata juru bicara militer Ukraina, Oleksiy Dmytrashyvskiy. Juru bicara militer lainnya, Vladyslav Seleznyov, lewat akun Facebook-nya mengatakan pasukan Ukraina didukung helikopter serbu Mi-8 dengan pasukan payung dan jet tempur.

“Pertama, jet tempur SU-25 melepaskan tembakan peringatan ditujukan ke arah teroris untuk memenuhi tuntutan kami. Beberapa pemberontak mulai panik,” kata Seleznyov. “Lalu MiG-29 melakukan serangan udara di dekat kawasan tempat berkumpulnya para teroris,” sambung dia. Akibat didudukinya bandara Donetsk, maka semua penerbangan masuk dan keluar kota itu dibatalkan. Bandara Donetsk baru saja direnovasi besar-besaran menjelang Piala Eropa 2012.

Serangan udara ini dilancarkan Pemerintah Ukraina untuk merebut kembali kendali bandara. Serangan ini pun menjadi operasi militer yang paling kasatmata sejak tindakan keras diputuskan akan diambil untuk menghadapi kelompok pro-Rusia di kawasan timur Ukraina. Dua helikopter terbang rendah menuju terminal bandara yang berkilauan dan melepaskan tembakan roket pada target tak terlihat di balik barisan pepohonan di sekitar bandara, mengirimkan segumpal hitam tebal asap mengepul ke udara.

Kedua helikopter kemudian kembali melepaskan tembakan, ketika satu-dua letusan senapan menyalak dari daratan. Satu helikopter melepaskan tembakan ke kaca depan terminal Bandara Donetsk, yang beberapa jam sebelumnya merupakan tempat para penumpang terbang ke luar Ukraina. Selama berjam-jam, Senin (26/5/2014), rentetan tembakan senapan mesin berat dan ledakan menjadi bunyi yang mendominasi di Donetsk, di kawasan timur Ukraina ini. “Perang” tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Ukraina merebut kembali kendali pusat transportasi strategis di kota besar yang dikuasi kelompok pro-Moskwa tersebut.

“Ini seperti di Chechnya,” kata Mikhail Rozhkov, mantan penambang, sembari terengah-engah saat dia bersepeda untuk memeriksa kondisi ayahnya yang berusia 76 tahun, yang bekerja sebagai penjaga garasi di dekat bandara. “Mereka menembakkan roket dan mortir. Ini menakutkan.” Rozhkov mengatakan, dia dan ayahnya bersembunyi di ruang bawah tanah, dan berusaha pulang untuk memastikan kondisi ibunya. “Saya harus memberitahunya bahwa ayah baik-baik saja dan hidup. (Namun) aku tidak tahu, bahkan untuk besok,” ujar dia.

Sebelumnya, puluhan orang bersenjata berat dari kelompok warga pro-Moskwa merebut bandara tanpa ada satu pun tembakan keluar. Mereka, yang sebagiannya mengenakan topi cossack dan berjenggot panjang, menuntut para tentara penjaga bandara untuk ditarik.

Dua ledakan tiba-tiba
Semua penerbangan masuk dan keluar bandara Donetsk dihentikan sebelum pemerintah menerbangkan jet tempur dan senjata berat untuk menyerang kelompok yang menguasai bandara tersebut, Senin siang. Bandara ini sebelumnya pernah mendapatkan perbaikan besar-besaran untuk menyongsong kejuaraan sepak bola Eropa pada 2012. Nilai perbaikan saat itu mencapai 900 juta dollar AS. Serangan pada bandara ini dilakukan setelah kelompok yang menguasainya mengabaikan ultimatum batas waktu jam makan siang untuk meninggalkan bandara.

“Saat suasana tenang, tiba-tiba dua ledakan terjadi, disusul dua ledakan lain, yang sepertinya ditembakkan dari pesawat,” kata Maksim Bakhal, seorang pekerja pemakaman di tepi bandara. “Kemudian tiga helikopter terbang dan ada tembakan senapan mesin,” ujar dia. “Lalu ada tembakan dari semua sisi bandara dengan senjata berat dan meriam.”

Di biara Svatoiversky, kubah emas yang berjarak beberapa ratus dari bandara, tujuh suster terjebak pertempuran ini. “Ke mana mereka pergi?” tanya seorang perempuan berkerudung kepada imam berjenggot yang membawanya ke biara. “Anda ingin tahu apa yang para biarawati itu lakukan?” tanya sang imam yang kembali satu jam kemudian. “Mereka berdoa.” Pertempuran pada Senin ini merupakan yang pertama setelah kelompok-kelompok di kawasan timur, yang menguasai perdesaan dan perkotaan sekitar Donetsk, mulai merangsek masuk ke kota ini.

“Kami tidak bisa melarikan diri dari perang saat ini. Seratus persen yakin,” kata pendukung pro-Moskwa, Sergei, begitu suara pesawat jet menderu menuju bandara. “Ini hanya awal.” Setelah empat jam, pertempuran sporadis sepertinya mereda. Namun, jalanan di sekitar bandara tetap sepi. Hanya kelompok pro-Moskwa yang terlihat berjongkok di tepi jalan dan berteriak ketika mobil yang membawa wartawan AFP melaju cepat meninggalkan kawasan tersebut.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana pertempuran akan berjalan,” kata seorang pejuang separatis senior, yang berdiri agak jauh dari bandara dengan menyandang senapan Kalashnikov. “Kami tak memiliki informasi tentang korban tewas atau terluka,” imbuh lelaki itu. Konfrontasi sengit meletus setelah Presiden Ukraina terpilih, Petro Poroshenko, bersumpah tak akan membiarkan kelompok pejuang di kawasan timur negaranya mengubah wilayah itu menjadi semacam Somalia. Dia yang terpilih dalam pemilu pada hari Minggu (25/5/2014) mengatakan, penumpasan pemberontak akan berlanjut, tetapi dengan operasi yang lebih efisien.

Poroshenko mengatakan, dia berencana mendatangi wilayah Donbass, region tempat Donetsk merupakan ibu kotanya, sebagai bagian dari langkah pertamanya setelah terpilih. Namun, kelompok pro-Moskwa menyatakan bahwa dia tak diterima di sana. “Situasi semakin buruk. Sangat tidak cerdas bila Poroshenko ingin datang ke sini. Orang tak ingin melihatnya,” kata salah satu pemimpin kelompok pro-Moskwa di Donetsk, Denis Pushilin.

“Dialog mungkin saja dilakukan, tetapi hanya di hadapan mediator, dan mediator itu adalah Rusia,” imbuh Pushilin seraya menyebutkan sejumlah persyaratan, termasuk pertukaran tawanan dan penarikan pasukan dari Donbass. Pertempuran pada Senin terjadi setelah taipan dan raja permen Petro Poroshenko mengklaim kemenangan dalam pemilu yang berlangsung pada Minggu (25/5/2014). Poroshenko berjanji menegosiasikan perdamaian dengan kelompok pro-Rusia di kawasan ini, di lokasi dengan penyitaan kantor-kantor pemerintah. Meski demikian, Poroshenko menyebut kelompok pro-Rusia ini tak beda dengan para perompak Somalia.