Kartel Narkoba Meksiko La Familia Bantai 41 Orang Dengan Dukungan Polisi


Pemerintah Meksiko mengirim 1.800 tambahan polisi pada Sabtu untuk menghadapi perang narkoba yang mengerikan dan mematikan di negara itu, dengan setidaknya 41 orang dibunuh selama akhir pekan, termasuk 10 dipenggal.

Seluruhnya 1.800 agen federal dikirim ke negara bagian Michoacan pada Sabtu, dalam pertempuran di sana terutama dengan Knights Templar, sebuah kelompok sempalan kartel obat La Familia.

Bala bantuan yang didukung oleh 170 kendaraan, 15 ambulans dan empat MI serta helikopter Black Hawk, kata kantor Keselamatan Publik mengumumkan.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Alejandro Poire menyebutnya sebagai penguatan operasi yang dihadapkan pada kemungkinan mobilisasi yang lebih besar oleh kelompok kejahatan terorganisir.

“Mereka melancarkan perang absurd, untuk mati, untuk mengendalikan tindak kejahatan dan rute perdagangan narkoba ke Amerika Serikat,” tegasnya.

Pemerintah federal sudah mengerahkan sekitar 50.000 tentara angkatan darat dan ribuan polisi federal dalam memerangi kartel narkoba.

Pihaknya menyalahkan kelompok tersebut sebagai penyebab sebagian besar dari 37.000 orang yang tewas sejak mulai serangan militer terhadap kartel-kartel pada Desember 2006.

Dan pada akhir pekan ini tidak terkecuali dengan derajat pertumpahan darah yang mengejutkan, untuk mengintimidasi yang sering ditimbulkan ketika kelompok-kelompok orang menolak untuk bekerja sama dengan pengedar narkoba.

Polisi di kota utara Torreon Sabtu mengatakan mereka menemukan mayat tanpa kepala tujuh pria dan tiga wanita di belakang sebuah truk pick-up yang ditinggalkan.

Kepala polisi Guillermo Flores mengatakan kepada AFP bahwa hanya satu kepala, milik perempuan, ditemukan di tempat kejadian, dan bahwa pembunuh telah menempatkan sosok itu di kap truk.

Truk pick-up tersebut diparkir di jalan raya di sekitar Torreon, kota berpenduduk sekitar 650.000 di mana terletak dua jalan raya utama menuju utara ke Amerika Serikat bertemu.

“Para korban tampaknya telah dibunuh beberapa hari lalu di lokasi yang berlainan, dan tubuh mereka ditumpuk di truk pick-up yang ditinggalkan dalam upaya menimbulkan teror di antara warga Torreon,” kata polisi kota dalam sebuah pernyataan.

Polisi belum mengatakan siapa-siapa mereka yang menjadi tersangka, tetapi negara bagian Coahuila, di mana Torreon terletak, adalah medan pertempuran antara dua kartel kuat obat di Meksiko.

Zetas, yang didirikan oleh mantan tentara pasukan khusus Meksiko, dan kartel Pasifik, yang dipimpin oleh Joaquin “Chapo” (si Pendek) Guzman.

Mayat-mayat tanpa kepala itu ditemukan beberapa jam setelah 20 orang tewas Jumat malam, ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah bar lokal di kota utara Monterrey, kota penting ketiga Meksiko.

Para penyerang, yang tiba dengan dua truk pick-up dan mobil, menyerbu ke dalam bar di distrik kehidupan malam yang ramai Monterrey dan mulai menembak kepada para pengunjung. 11 orang ditembak mati pada Jumat sore di Chalco, sebuah kota di pinggiran Mexico City.

Kartel narkoba Meksiko, La Familia, melakukan pemerasan meluas kepada petani, petambang, bahkan penyelenggara adu banteng. Namun, dalam tindakannya ini La Familia mendapatkan perlindungan dari para komandan polisi negara bagian.

Badan kepolisian federal Meksiko, Sekretariat Keamanan Publik, mengungkapkan itu dalam sebuah laporan mengenai luasnya praktik korupsi dan intimidasi kartel tersebut di Negara Bagian Michoacan yang menjadi basisnya.

Untuk menambah pemasukan dari perdagangan narkoba, La Familia memaksa petambang membayar komisi dari hasil tambang. La Familia juga meminta peternak memberikan komisi dari daging yang mereka jual.

Perkebunan alpukat dan limau Michoacan juga dimintai komisi. Aksi adu banteng, adu ayam, dan konser diperas pula oleh La Familia.

Laporan itu dikeluarkan pada Minggu (26/6), lima hari setelah pihak berwenang federal menangkap orang yang diduga pemimpin La Familia, Jose de Jesus Mendez Vargas, alias ”El Chango”, atau ”Sang Monyet”.

Pakai seragam aparat

Laporan itu mengatakan, para komandan polisi Negara Bagian Michoacan membantu La Familia dalam operasinya. Para komandan mengizinkan agen-agen kartel itu menggunakan mobil patroli, frekuensi radio, dan seragam polisi.

Laporan itu menyebutkan seorang mantan pejabat polisi negara bagian menggunakan mobil-mobil patroli menutupi jalan-jalan dan membantu pembunuh bayaran melarikan diri dari polisi yang lain.

”Mereka menggunakan infrastruktur polisi negara bagian untuk membuat rute dan menjamin keselamatan komando bersenjata mereka,” kata laporan itu.

La Familia banyak menggunakan propaganda, seperti menyelenggarakan demonstrasi-demonstrasi menentang upaya pemberantasan geng narkoba oleh pemerintah, mengembuskan kabar angin penyiksaan oleh polisi, dan mengajukan laporan pelanggaran HAM palsu, kata laporan itu.

Walau demikian, pihak berwenang mengatakan, mereka berhasil mendorong kartel itu mundur ke kawasan pegunungan dan menahan atau menewaskan sebagian besar dari pemimpin utamanya. Laporan itu mengatakan, lebih dari 700 anggota La Familia ditangkap sejak 2008, terutama di Negara Bagian Michoacan dan Negara Bagian Mexico, yang berbatasan dengan Mexico City.

Namun, pemimpin sebuah kelompok sempalan yang keras, yang menyebut diri mereka Caballeros Templarios (Ksatria Kenisah) dan yang mulai muncul dengan aksi kejamnya bulan Maret lalu, masih buron.

La Familia lahir di Michoacan, negara bagian asal Presiden Felipe Calderon, tahun 2006. Ketika Calderon dilantik menjadi presiden pada Desember tahun itu, dia mengirim ribuan polisi ke sana dan memperingatkan bahwa kartel tersebut menyuap pejabat-pejabat setempat dan memeras bisnis setempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s