Category Archives: Indonesia Asing

Bali Money Mulai Diperdagangkan Di Australia Melebih Ketenaran Rupiah

Bukan Rupiah yang dikenal warga Australia, tetapi Bali Money. Ya, bagi warga Australia, istilah Bali money memang lebih dikenal sebagai mata uang Indonesia.

Hal itu terbukti dari salah satu loket penukaran mata uang atau money changer yang berada di Bandara Perth, Australia, Kamis (24/5/2012).

Di bandara tersebut tertulis ‘Buy your Bali money safe and commission free. Exchange over $100 an receive $0 commision on Indonesia Rupiah when your purchase your US Dollars for your visa on arrival in Bali’

Loket penukaran mata uang tersebut tengah mengadakan promosi. Setiap orang yang hendak menukarkan mata uang dollarnya ke mata uang Rupiah tidak akan dikenakan pajak. Padahal biasanya setiap penukaran mata uang dikenakan biaya 8 hingga 12 Dollar Australia.

Di loket tersebut banyak ditempeli kertas-kertas promosi tersebut. Bahkan di sisi kanan loket tersebut promo itu tertulis lebih besar. Namun pada saat detikcom melintasi loket tersebut, belum tampak warga Australia atau warga negara lain yang menukarkan uang mereka ke mata uang Rupiah atau Bali money.

Sementara itu First Secretary KBRI Australia, Eko Junor, mengatakan warga Australia lebih mengenal Bali daripada nama Indonesia.

“Kalau kita bilang Bali itu Indonesia. Oh no kata mereka itu saya mau ke Bali,” ujar Eko.

Bom Berdaya Ledak Tinggi Meledak Di Depan KBRI Kedutaan Besar Indonesia Di Paris Perancis

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta seluruh staf Kedutaan Besar RI di Paris dan warganegara Indonesia di Perancis untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal itu menyusul insiden ledakan bom yang terjadi di dekat kantor KBRI, Rabu (21/3/2012), sekitar pukul 05.15 setempat atau pukul 11.15 WIB tadi. Kepada KBRI Marty juga meminta agar terus memantau keadaan para WNI di seluruh wilayah Perancis. Hal itu disampaikan Marty lewat siaran pers Biro Administrasi Menteri (BAM) Kemlu, yang diterima Kompas.

Dalam siaran pers itu dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden itu. Dilaporkan hanya sejumlah kaca gedung KBRI pecah akibat ledakan. Sejumlah kerusakan juga terjadi di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini sasaran sesungguhnya masih belum diketahui. Kepolisian setempat tengah menginvestigasi kejadian tersebut. Kepolisian Perancis masih menyelidiki kasus ledakan bom yang terjadi dekat Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris, Perancis.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bom meledak di perempatan jalan dekat KBRI di Paris, Rabu (21/3/2012), sekitar pukul 05.00 waktu setempat atau pukul 11.00 WIB. Ketika itu suasana sekitar lokasi relatif sepi. Ledakan itu mengakibatkan kaca-kaca jendela gedung di radius 50 meter, termasuk KBRI, pecah. Ledakan juga membakar dua mobil. Kepala kepolisian Perancis Michel Gaudin yang meninjau lokasi mengatakan, seorang petugas yang hendak mengosongkan tong sampah melihat sebuah tas di bawah jendela gedung KBRI.

“Dia melihat tas itu, membukanya, dan menduga isinya bom karena di situ ada kaleng yang terhubung dengan kabel. Dia menjatuhkannya dan meninggalkan tempat itu untuk menelepon polisi. Saat itulah bungkusan itu meledak,” papar Jean-Louis Fiamenghi, kepala kepolisian Paris. “Tidak ada yang terluka namun penghuni apartemen di sekitar lokasi cukup terkejut,” ujar Fiamenghi yang menambahkan bom itu diperkirakan mengandung “beberapa kilo bahan peledak”. Tidak ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan itu.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran langsung dikirim ke lokasi dan menutup area di sekitarnya. Tim gegana juga ditugaskan untuk memastikan tidak ada bahan peledak lagi di situ. Sementara itu, Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan di Jakarta, pemerintah Indonesia sudah mendapat laporan tentang kejadian itu. “Kami masih menunggu kejelasan apakah kami yang menjadi target atau bukan,” lanjutnya.

“Pada pertengahan 2000 terjadi kasus serupa, sebuah bom meledak di KBRI di Paris. Itu ternyata insiden lokal dan tidak ada terkait ancaman nasional (Indonesia),” imbuhnya. Sebelumnya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pihak KBRI Perancis berkoordinasi kepolisian Perancis untuk menyelidiki kasus itu.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso meminta kepada masyarakat di Indonesia tidak bereaksi berlebihan terkait kasus ledakan bom di depan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris, Perancis, Rabu (21/3/2012). Pasalnya, menurut Priyo, belum ada kepastian mengenai sasaran bom itu. Priyo yakin bahwa Pemerintah Perancis dapat mengungkap kasus itu. Dia juga berharap agar Pemerintah Perancis dapat melindungi warga Indonesia di sana, sama seperti Pemerintah Indonesia melindungi warga Perancis.

Priyo mengaku heran bagaimana bisa negara Perancis yang terkenal aman bisa terjadi ledakan. “Perancis dengan berbagai ras bisa hidup di sana, kok ada bentuk teror seperti ini. Negara yang elok pun bisa terjadi, seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah,” kata Priyo di Komplek DPR, Rabu.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, ledakan terjadi pukul 05.15 waktu setempat atau pukul 11.15 WIB. Tak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Ledakan hanya mengakibatkan sejumlah kaca di Gedung KBRI pecah. Kerusakan serupa terjadi di sekitar lokasi ledakan.

“Insiden ini sedang diinvestigasi oleh pihak kepolisian Paris. Hingga saat ini belum bisa dipastikan, sasaran dari ledakan tersebut,” kata Michael dalam siaran pers. Michael menambahkan, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa telah meminta kepada semua staf KBRI Paris dan warga negara Indonesia lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. “KBRI Paris juga diminta untuk terus memantau keadaan warga negara Indonesia di Perancis,” kata Michael.

Pelaku sekaligus motif di balik ledakan yang terjadi di dekat Kedutaan Besar RI di Paris, Perancis, Rabu (21/3/2012) sekitar pukul 05.00 waktu setempat, masih menjadi misteri. Hingga saat ini, kepolisian Perancis masih terus menyelidiki pelaku yang diduga berjumlah tiga orang, beserta motifnya.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, KBRI di Paris masih terus bekerja sama dengan kepolisian dan intelijen Perancis. “Kita belum bisa menyimpulkan apakah ledakan ini diarahkan atau ditargetkan kepada KBRI di Paris,” kata Marty kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu. Marty mengatakan, ada ledakan serupa pada 2004 di dekat KBRI di Paris. Saat itu, tak ada korban, dan motifnya pun tak jelas. “Saat itu tidak ada hasil investigasi yang konklusif,” kata Marty.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan tak yakin bahwa ledakan yang terjadi di luar Kedutaan Besar RI (KBRI atau Kedubes RI) di Paris, Perancis, Rabu (21/3/2012) pukul 05.20 waktu setempat memang ditujukan untuk kedutaan.

“Kedubes RI terletak di pinggir jalan, dekat trotoar, sedangkan bom ini diletakkan di depan trotoar,” kata Marciano kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu. Saat ini, sambung Marciano, yang juga mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, pihak KBRI tengah bekerja sama dengan lembaga kepolisian dan intelijen Paris. “Itu sedang dalam pendalaman,” jawabnya ketika ditanya soal motif pelaku ledakan tersebut. Menurut Marciano, Presiden telah diberi tahu mengenai ledakan tersebut. “Beliau memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalaminya,” kata Marciano.

Diberitakan sebelumnya, sebuah paket yang ternyata berisi bom meledak di luar KBRI di Paris, Rabu ini sekitar pukul 05.20 pagi atau 11.20 WIB. Ledakan itu menyebabkan kaca-kaca KBRI dan gedung-gedung lain di radius 50 meter pecah. Tidak ada korban jiwa, baik warga negara Indonesia (WNI), staf KBRI, maupun warga setempat. Dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, sesuai laporan Duta Besar RI untuk Perancis, ledakan terjadi di salah satu perempatan jalan di dekat KBRI di Jalan Cortambert, Paris.

“Belum diketahui apa sasaran bom yang dimaksud. Dubes RI telah berada di lokasi, tetapi tidak bisa mendekat,” demikian pernyataan Djoko Suyanto. AFP melaporkan, saksi mata mengaku melihat tiga lelaki meninggalkan sebuah bungkusan dekat gedung yang berlokasi di bagian barat ibu kota Perancis itu.

Seseorang yang melihat bungkusan itu memindahkannya sekitar 10 meter dari tempat semula. Menurut satu sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus ledakan itu, orang tersebut kemudian kabur. Peristiwa ini terjadi saat pasukan elite Perancis mengepung seorang pria bersenjata di sebuah rumah di kota Toulouse. Pria bersenjata itu diduga terkait kasus penembakan tiga bocah dan seorang rabi di sebuah sekolah Yahudi di kota itu.

Jutawan dan Kolektor Wine Asal Indonesia Rudy Kurniawan Ditangkap FBI Karena Memalsukan Anggur Wine Langka

Jutawan kolektor wine (anggur) asal Indonesia, Rudy Kurniawan telah bertahun-tahun hidup mewah di Los Angeles, Amerika Serikat berkat usaha wine-nya. Dia dikenal sebagai kolektor dan penjual wine langka yang harganya selangit.

Namun pada Kamis, 8 Maret waktu setempat, pria kelahiran Jakarta itu ditangkap oleh FBI di Los Angeles. Dia ditahan atas sejumlah dakwaan penipuan termasuk mencoba menjual wine palsu, yang jika asli, bisa terjual dengan harga ribuan dolar AS per botol.

Para penyidik seperti dilansir The New York Times, Jumat (9/3/2012) mengatakan, Rudy membuat beberapa kesalahan sederhana yang menyebabkan terbongkarnya penipuan yang dilakukan pria berumur 35 tahun itu.

Salah satunya, adalah tentang botol-botol anggur Domaine Ponsot yang coba dilelangnya pada tahun 2008. Wine tersebut dikatakan Rudy dibuat pada tahun 1929. Padahal perusahaan pembuat anggur itu baru memulai proses pembotolan anggur pada tahun 1934.

Dakwaan kriminal yang dijatuhkan kepada Rudy dibuat setelah bertahun-tahun muncul kecurigaan terhadap Rudy di kalangan para kolektor wine. Sejumlah wine milik Rudy pernah ditarik dari peredaran pada tahun 2007 silam setelah sebuah rumah lelang menyebut wine tersebut palsu.

Para jaksa penuntut umum di New York menuntut Rudy terlibat “dalam berbagai skema penipuan terkait bisnis anggurnya”.

Itu termasuk menjual 84 botol wine palsu Domaine Ponsot pada sebuah lelang tahun 2008. Juga 78 botol anggur palsu Burgundy dari Domaine de la Romanee-Conti dalam sebuah acara lelang pada Februari lalu.

Bahkan menurut jaksa, Rudy juga telah memalsukan surat-surat untuk mendapatkan pinjaman jutaan dolar AS guna membiayai gaya hidupnya yang tinggi.

The New York Times melaporkan, Rudy ditangkap oleh agen-agen dari skuad elite FBI yang berbasis di New York, yang fokus pada kejahatan-kejahatan yang melibatkan seni, barang-barang antik dan koleksi-koleksi lainnya.

Rudy ditahan pada Kamis (8/3/2012) waktu Amerika Serikat. Dia ditahan atas tuduhan mencoba menjual anggur palsu, yang jika asli, akan bernilai sekitar US$ 1,3 juta.

Rudy yang tinggal di Arcadia, California, juga dituduh melakukan kecurangan dalam mendapatkan pinjaman jutaan dolar untuk membiayai apa yang disebut jaksa sebagai “gaya hidup tingkat tingginya”.

Dalam hearing di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles, jaksa mengatakan bahwa dari penggeledahan di rumah Rudy didapatkan benda-benda yang digunakan untuk memalsukan botol-botol anggur.

Rudy pernah menjual anggur-anggur yang total harganya mencapai US$ 35 juta pada tahun 2006. Penangkapan Rudy terjadi setelah adanya tuduhan penipuan yang diajukan ke pengadilan federal di New York. Para jaksa di kantor kejaksaan di Manhattan rencananya akan mengirimkan Rudy ke New York dalam beberapa hari mendatang.

Miliarder Amerika Serikat (AS) William ‘Bill’ Koch menggugat kolektor sekaligus penjual wine Rudy Kurniawan karena Rudy menjual wine palsu. 5 Botol wine yang didapatkan Koch dari Rudy, 3 di antaranya didapatkan dari lelang dan 2 botol dari penjualan privat. Apa saja?

Berikut data 5 botol wine palsu tersebut yang tercantum di surat gugatan miliarder AS William ‘Bill’ Koch yang diteken pengacaranya Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP pada 10 September 2009 yang didaftarkan ke Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles:

  1. Botol 1949 Chateau Lafleur, didapatkan saat pelelangan di rumah lelang the Acker, Merall & Condit Company (AMC) di New York pada 23 April 2005, senilai US$ 10.575 atau Rp 96,5 juta.
  2. Botol 1947 Chateau Petrus, dibeli dalam penjualan privat dari AMC pada Mei 2005 senilai US$ 30.000 atau Rp 273,9 juta.
  3. Botol 1945 Comte Georges de Vogue Musigny, Cuvee Vielles Vignes yang dibeli secara privat dari AMC pada Juli 2005, senilai US$ 11.500 atau Rp 104,9 juta.
  4. Dua botol 1934 DRC Romanee-Conti yang dibeli dalam pelelangan dari rumah lelang AMC di New York pada 27 Januari 2006 senilai US$ 25.850 atau Rp 236 juta.

Total kerugian yang diderita Koch dari 5 botol wine palsu itu adalah sekitar US$ 75.000 atau sekitar Rp 684 juta.

Sebelumnya diberitakan dalam surat gugatan Koch pada 10 September 2009 yang diajukan pada Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles, disebutkan, Koch dan kolektor wine lainnya membeli wine Rudy pada pelelangan wine namun tak tahu bahwa Rudy ternyata adalah penjual.

“Koch baru-baru ini menyatakan bahwa banyak koleksi botol-botol wine-nya adalah palsu. Koch telah melacak bahwa beberapa wine palsu dibeli dari Kurniawan (Rudy). Koch menuntut ini untuk menghentikan Kurniawan menjual wine palsu dan untuk kepentingan korban lain penjualan wine palsu Kurniawan,” tulis surat gugatan yang diteken pengacara Bill Koch, Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan, Rudy ditangkap oleh agen-agen dari skuad elite FBI yang berbasis di New York, yang fokus pada kejahatan-kejahatan yang melibatkan seni, barang-barang antik dan koleksi-koleksi lainnya.

Rudy ditahan pada Kamis (8/3/2012) waktu Amerika Serikat. Dia ditahan atas tuduhan mencoba menjual anggur palsu, yang jika asli, akan bernilai sekitar US$ 1,3 juta.

Rudy yang tinggal di Arcadia, California, juga dituduh melakukan kecurangan dalam mendapatkan pinjaman jutaan dolar untuk membiayai apa yang disebut jaksa sebagai “gaya hidup tingkat tingginya”.

Dalam hearing di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada Kamis, 8 Maret waktu setempat, jaksa mengatakan bahwa dari penggeledahan di rumah Rudy didapatkan benda-benda yang digunakan untuk memalsukan botol-botol anggur.

Rudy pernah menjual anggur-anggur yang total harganya mencapai US$ 35 juta pada tahun 2006. Penangkapan Rudy terjadi setelah adanya tuduhan penipuan yang diajukan ke pengadilan federal di New York. Para jaksa di kantor kejaksaan di Manhattan rencananya akan mengirimkan Rudy ke New York dalam beberapa hari mendatang.

Isu pemalsuan wine menghangat pasca penangkapan kolektor wine kelas kakap, Rudy Kurniawan. Para penipu memiliki modus tersendiri.

“Secara umum ada dua modus memalsukan wine,” kata pakar wine Indonesia, Yohan Handoyo, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/3/2012).

Modus pertama yakni penipuan yang dilakukan para produsen wine yang tidak bertanggng jawab. Mereka menggunakan jenis anggur yang tidak diperbolehkan atau mencampur wine dengan lebih banyak anggur kualitas rendahan.

Yohan mencontohkan, pada tahun 2010, seorang penghasil wine ternama dari Italia, Marchesi de Frescobaldi yang sudah membuat wine selama lebih dari 700 tahun dituntut.

“Ia dituntut karena menggunakan campuran anggur Italia Selatan dalam persentase yang jauh lebih tinggi dari yang diperbolehkan,” ujarnya.

Modus kedua, dilakukan oleh sejumlah orang yang memanfaatkan harga wine berkualitas atas dan langka yang kini meroket. Mereka memalsukan wine-wine yang menjadi favorit pembeli.

Wine-wine yang favorit dipalsukan adalah wine berharga mahal yang sudah berumur tua. Kebanyakan wine tersebut berasal dari Bordeaux dan dari tahun-tahun seperti 1921, 1945, 1947, dan 1961.

“Tapi dari tahun-tahun yang lebih muda pun tidak luput dari kejahatan seperti ini,” jelasnya.

Pada tahun 2002, Bea dan Cukai Hong Kong menyita Chateau Lafite 1982 palsu sebanyak 30 botol. Tahun 2003 polisi Italia menemukan Sassicaia tahun 1995 palsu sebanyak 20.000 botol.

“Tahun itu dianggap luar biasa. Jumlah botol di pasaran pada tahun itu sedikit sekali. Jadi mereka bikin wine palsu dari tahun itu,” ungkapnya.

Menurut Yohan, modus kedua ini dilakukan karena memang harga wine di rumah pelelangan sudah menyamai harga barang-barang seni. Menurut laporan majalah Wine Spectator di edisi Desember 2006, nilai penjualan rare and fine wines saja di rumah pelelangan seluruh dunia pada tahun tersebut mencapai $240.53 juta! Dan angka ini merupakan kenaikan 45% dari tahun sebelumnya.

Rudy diduga menggunakan modus kedua ini. Dia diadukan oleh William ‘Bill’ Koch, miliarder AS yang merasa tertipu oleh dagangan Rudy pada 2009. Rudy nantinya akan diadili di New York. Jaminan penangguhan penahanannya ditolak hakim karena hakim khawatir dia kabur ke Indonesia.

Rudy Kurniawan, kolektor sekaligus penjual wine asal Indonesia yang ditangkap FBI di Los Angeles (LA) AS, Kamis (8/3) ternyata sudah mendapat lisensi dari otoritas pengendalian alkohol California menjadi penjual wine. Toko atau butik wine Rudy bernama ‘The Wine Hotel’ yang kemudian berubah menjadi ‘Terroir’ di LA.

Hal ini terungkap dari surat gugatan miliarder AS William ‘Bill’ Koch yang diteken pengacaranya Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP pada 10 September 2009 yang didaftarkan ke Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles.

“Kurniawan diberikan lisensi oleh Departemen Pengendalian Alkohol Negara Bagian California (State of California Department of Alcohol Control) untuk menjual wine secara eceran. Dia mengoperasikan bisnis wine dengan nama Terroir, dan dia menerima lisensi dari Negara Bagian pada 2008,” demikian ditulis dalam surat gugatan itu.

Kemudian surat gugatan itu menunjukkan fakta gugatan, yaitu:

  1. Kurniawan disebut sebagai salah satu pembeli wine mahal dan langka dalam beberapa tahun ini. Pada Oktober 2008, Majalah LA Times menggambarkan Kurniawan sebagai ‘satu dari kolektor Burgundy di dunia’. Gudang penyimpanan wine miliknya dilaporkan berisi puluhan ribu botol wine, namun jumlah pastinya tidak diketahui.
  2. Kurniawan juga berkecimpung dalam bisnis wine eceran (retail). Dia mendirikan perusahaan yang dinamakan ‘Wine Hotel’ yang menawarkan penyimpanan wine, penjualan retail, tasting (pencicipan), dan kelas kursus. Perusahaan itu kini beroperasi dengan nama ‘Terroir’, dideskripsikan pada website-nya sebagai ‘full service wine retail store’.
  3. Kurniawan juga membeli dan menjual banyak botol-botol wine miliknya melalui penjualan privat dan lelang.
  4. Pada 2005 dan 2006, Koch (William ‘Bill’ Koch) membeli 5 botol wine dari Acker (rumah lelang, red). Acker tidak mengumumkan sumber-sumber botol wine yang dilelang karena terkait materi promosi dan iklan.
  5. Acker mengumumkan baru-baru ini bahwa 5 botol yang dijual ke Koch semuanya berasal dari Kurniawan. Masing-masing botolnya adalah palsu.
  6. Berdasarkan informasi dari investigasi yang dilakukan Koch, ditemukan bahwa Koch membeli botol wine palsu itu dari Kurniawan.

Sementara dari situs In & Around Los Angeles, ‘The Wine Hotel’ ini adalah butik wine yang melayani jasa penyimpanan wine dalam suhu yang sudah dikontrol. Dijelaskan pula bahwa The Wine Hotel ini sudah berubah menjadi ‘Terroir LA’.

“Tak begitu lama, pemilik baru mengambil alih dan memulai perubahan lambat yang bahkan lebih baik. Dari situ kami mengerti walaupun masih dipanggil dengan nama lamanya, The Wine Hotel, tujuannya adalah untuk mengubah menjadi ‘Terroir LA,’” tulis situs In & Around Los Angeles.

Bahkan situs yang mengulas tempat-tempat wisata dan kuliner di LA itu menyebutkan tempat ini ‘highly recommended’, untuk membeli bahkan sekadar mencicipi wine. Situs itu mencantumkan alamat ‘The Wine Hotel 5800 West Third Street Los Angeles, CA 90036 (323) 937-9463. Hours*: Monday-Saturday 11-7 Sunday CLOSED’.

Rudy Kurniawan, kolektor sekaligus penjual wine (anggur) asal Indonesia ditangkap di Los Angeles, Amerika Serikat, dibekuk oleh agen FBI, Kamis (8/3). Nama asli Rudy Kurniawan adalah Zhen Wang Huang. Masuk ke AS memakai visa pelajar.

Hal ini terungkap dari surat gugatan miliarder AS William ‘Bill’ Koch yang diteken pengacaranya Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP pada 10 September 2009, yang didaftarkan pada Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles.

Dalam surat gugatan itu Rudy disebutkan bernama asli Zhen Wang Huang, yang merupakan penduduk wilayah Los Angeles, California, AS. Rudy ternyata masuk ke AS memakai visa pelajar. Namun, tahun berapa Rudy pertama kali masuk ke AS, belum diketahui.

“Kurniawan tiba di California, kemungkinan memakai visa pelajar, untuk masuk California State Northridge (universitas, red) walaupun dia drop out setahun kemudian,” demikian ditulis dalam surat gugatan itu.

Rudy, imbuh surat gugatan itu, dikatakan tak pernah bersedia menjelaskan asal-usul persisnya dari mana uang yang keluarganya dapatkan. Rudy mengaku mendapatkan nama keluarga Indonesia yang berbeda dari nama keluarganya yang China.

“Dia terkadang melaporkan bahwa ayahnya masih hidup, dan di lain waktu, sudah meninggal. Ada banyak pertanyaan yang belum jelas yang butuh dibahas dalam penemuan,” tulis surat gugatan itu.

Pertanyaan yang perlu dijawab adalah:

  1. Bagaimana status keimigrasian saat dia memasuki pasar wine?
  2. Dari mana kekayaan keluarganya berasal, apakah nyata semua?
  3. Mengapa seseorang dengan usia 20-an menghabisan puluhan juta US Dollar untuk membeli wine dengan cepat?
  4. Mengapa dia membeli dan menjual wine bernilai jutaan US Dollar pada saat yang sama?
  5. Mengapa Kurniawan menawar wine saat pelelangan, apakah rumah lelang mengetahui bahwa dia memiliki uang untuk membayar wine?
  6. Apakah rumah lelang berdiskusi dengannya dan berapa banyak dia harus menawar? Apakah dia (Rudy) mengatur itu?
  7. Apakah hal itu dilakukan orang lain, atau apakah dia hanya boneka untuk orang lain dalam bisnis wine yang diuntungkan dari penawaran agresif untuk menaikkan harga?

Wine identik dengan gaya hidup kelas atas. Maklum saja, harganya selangit. Contohnya, 3 botol wine berkualitas tinggi merek DRC harganya setara satu Ferrari 430 baru!

Soal harga selangit ini diceritakan oleh pakar wine Indonesia, Yohan Handoyo, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/12/2012).

Yohan menceritakan, Aubert de Villaine dari Domaine de la Romanee-Conti (DRC) – produsen wine termahal di dunia dari Burgundy, Prancis – suatu hari mengumpulkan para kolektor kelas kakap yang sangat sangat bangga dengan koleksi DRC Richebourg tahun 1947 mereka dan dengan nada prihatin menjelaskan bahwa pada tahun 1947 DRC Richebourg tidak diproduksi karena mereka sedang menanam ulang pohon anggur mereka.

“Jika saya salah satu dari kolektor itu, mungkin saya akan terkena serangan jantung mendadak karena sekarang ini harga 3 botol DRC ukurang Jeroboam harganya sama dengan satu Ferrari F430 baru!” ungkap Yohan.

Ferrari F430 adalah mobil sport besutan perusahaan otomotif Italia, Ferrari, yang keluar pada 2004-2009, yang harganya sekitar Rp 1,9 miliar.

Yohan juga menceritakan, pengadilan distrik New York malah baru-baru ini menyidangkan gugatan William I Koch, seorang miliarder asal Florida, yang murka karena yakin bahwa tiga botol wine milik Thomas Jefferson (presiden ketiga Amerika Serikat) yang dibelinya seharga lima miliar rupiah dari Hardy Rodenstock adalah wine palsu. Saking seriusnya ia menyiapkan gugatan ini, wine yang diyakininya palsu itu ia kirimkan ke para ilmuwan untuk dicek umurnya dengan teknologi carbon dating yang juga dipakai untuk menyelediki “kain kafan Yesus” (the shroud of Turin).

“Memang runyam nasib para wine lover saat ini. Setelah harus menghadapi resiko meminum wine rusak, wine yang sudah berubah menjadi cuka, dan harga wine yang menyebalkan, kini kita harus menghadapi risiko membeli wine yang palsu,” tuturnya.

Terkait wine palsu, Yohan menjelaskan, ada dua modus pemalsuan. Pertama, penggunaan bahan-bahan tidak berkualitas oleh produsen. Kedua, memalsukan wine mahal yang langka, yang harganya setara dengan karya seni.

Isu tentang wine mencuat pasca penangkapan kolektor wine kelas kakap asal Indonesia, Rudy Kurniawan (35).

Kopaska TNI AL Berlatih Perang Dengan Pasukan Navy Seal Amerika

Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut akan latihan bersama dengan United States Navy Seals dengan sandi Flash Iron. Latihan bersama akan diselenggarakan pada Maret 2012 di US Navy Base, Guam, teritori Amerika Serikat di Pasifik.

“Flash Iron merupakan latihan bersama untuk pengembangan teknik maupun taktik peperangan laut khusus yang merupakan tugas pokok kedua satuan tersebut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, Jumat (3/2/2012), di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut Untung, latihan bersama tersebut merupakan wadah kerja sama antarkedua negara, terutama bidang kemiliteran, juga sebagai wahana pertukaran ilmu serta memupuk solidaritas sebagai pasukan khusus yang berbasis Naval Special Warfare.

Kopaska merupakan salah satu pasukan khusus TNI AL yang berkualifikasi antara lain untuk melaksanakan peperangan dan pertempuran laut khusus. Dengan latihan bersama tersebut diharapkan Kopaska semakin profesional serta mempererat hubungan baik kedua negara.

Materi latihan yang akan dilaksanakan di sebuah pulau bagian barat Samudra Pasifik tersebut antara lain military free fall, full mission profile, maritime craft aerial delivery system, combat diving, dan final training exercise.

Latihan bersama Flash Iron 11-02 antara pasukan elite US Navy Seal dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL berakhir, Jumat (7/10/2011) di Surabaya.

Latihan Flash Iron melibatkan satu tim Navy Seal dan empat tim Kopaska. Latihan yang berlangsung selama 25 hari sejak 12 September itu melakukan beberapa program seperti penerjunan (Military Free Fall), kemampuan menembak (Markmanship), pengamanan VIP Personel Security Detail (PSD), pendaratan pantai Over The Beach (OTB), pertempuran hutan Jungle Warfare, kemampuan bertahan hidup dihutan (Jungle Survival), penanganan dan penjinakan ranjau (Explosive Ordnance Disposal-EOD atau Improvised Explosive Devices Disposal-IEDD) serta penumpasan kejahatan di laut (Maritime Interdiction Operation-MIO).

Komandan Gugus Tempur Laut Kawasan Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama TNI Sulaiman Banjar Nahor sebagai Inspektur Upacara (Irup) penutupan Latihan Bersama (Latma) Flash Iron 11-02 JCET mengatakan, latihan ini merupakan salah satu program TNI AL dalam meningkatkan profesionalisme prajurit Kopaska TNI AL dalam peperangan laut khusus (Naval Special Warfare).

Dengan menggelar latihan bersama ini, diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan teknik dan taktik baik perorangan maupun tim, sehingga akan membentuk prajurit yang profesional.

Penutupan Latihan ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan oleh Danguspurlatim terhadap dua orang perwakilan peserta latihan baik dari dari Kopaska maupun Navy Seal.

Kronologis Aksi Sepasang Sukhoi TNI AU Selama 37 Menit Drama Pencegatan Jet Papua Nugini Yang Masuk Wilayah Indonesia Tanpa Izin

Aksi intersepsi atau pencegatan di langit Banjarmasin hingga Makassar itu berlangsung November 2011 lalu. Namun, entah kenapa, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’neil baru memperkarakannya di depan media Jumat, 6 Januari 2012 lalu, setelah selang hampir dua bulan kemudian. Banyak yang bertanya, ada apa di balik motif Papua Nugini berniat mengusir Duta Besar Indonesia Andreas Sitepu dari negara tetangga itu? Bagaimana sesungguhnya insiden itu bermula?

Peristiwa itu bermula ketika Selasa, 29 November 2011, pukul 10.13 WITA, radar Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsuddin Noor Banjarmasin mendeteksi pesawat jet P2-ANW Dassault Falcon 900 Ex. Jet itu bergerak dari Subang (Selangor), Malaysia, ke arah Papua Nugini. Dari titik ordinat terbang, pesawat itu akan melintasi wilayah udara Indonesia. (Baca: Jet Papua Nugini Dibayangi dari Banjarmasin)

Petugas pengawas udara Makassar kemudian mencoba mengontak pesawat Falcon untuk menanyakan asal pesawat, tujuan, serta izin penerbangan. Pesawat itu diketahui masuk dalam unschedule flight (penerbangan tidak rutin). Namun pesawat tidak merespons, bahkan juga tidak membuka komunikasi. Petugas mengontak Kohanudnas dan Departemen Perhubungan. Dicek lagi, tidak ada data penerbangan Falcon 900 Ex.

Sekitar pukul 10.40 WITA, sepasang Sukhoi milik TNI AU melesat dari Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Makassar mendekati pesawat Falcon. Keduanya mendekat, lalu menjepit kiri dan kanan, sambil terus membuka komunikasi. “Sesuai prosedur memang begitu” kata juru bicara Markas Besar TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Azman Yunus, kepada Tempo, Ahad, 8 Januari 2012.

Awak jet tempur RI terus berkoordinasi dengan Komando Pertahanan Udara Nasional. Sukhoi melaporkan ciri utama pesawat Falcon adalah berwarna putih dan terdapat gambar burung merah di bagian sayap belakang. Akhirnya diketahui bahwa Falcon tersebut baru mengurus izin melintas pada hari itu sehingga belum diperoleh ketika melintasi Indonesia. (Baca: Lewati RI, Jet Papua Nugini Kudu Punya Tiga Izin)

Sekitar pukul 11.17, Sukhoi membebaskan Falcon yang ditumpangi Deputi Perdana Menteri Papua Nugini H.O.N. Belden Namah itu untuk melanjutkan perjalanan. Perintah pembebasan dilakukan Komando Pertahanan Udara Nasional. “Itu tugas utama kami sebagai TNI AU. Kami ingin memastikan tak semua pesawat asing bisa melintas di wilayah udara kita tanpa izin,” kata Azman lagi. “Pukul 11.42, Sukhoi kembali mendarat di Makassar.”

Peristiwa di udara itu hanya berlangsung sekitar 37 menit. “Tidak ada ancaman, tidak pula ada senggolan,” kata Menko Polkam Djoko Suyanto dalam pesan pendeknya kepada Tempo. Karenanya, Djoko menganggap prosedur pencegatan yang dilakukan Mabes TNI AU sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), kata Djoko, melakukan identifikasi visual dengan cara intersepsi. “Lagi-lagi ini karena data flight clearance yang diterima berbeda dengan hasil tangkapan radar bandara maupun radar Kohanudnas,” ujarnya. “Tidak ada istilah mengancam atau membahayakan.”

Semua prosedur, menurut Djoko, dilakukan di bawah kontrol, baik radar di darat maupun pilot pesawat tempur. Djoko menegaskan intersepsi ini merupakan prosedur standar jika ada ketidakcocokan data aktual di udara. “Itulah gunanya Komando Pertahanan Udara,” ujarnya. Karenanya, Djoko minta media untuk tidak melebih-lebihkan insiden ini.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pemerintah pada Jumat pekan lalu telah memberi penjelasan kepada Duta Besar Papua Nugini Peter Ilau perihal intersepsi. “Duta Besar Papua Nugini menyampaikan apresiasi atas penjelasan yang disampaikan dan akan meneruskan ke pemerintahannya,” ujar Menteri Marty Natalegawa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, kemarin menyatakan belum ada juga pengusiran terhadap Andreas Sitepu. Sedangkan juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berencana berbicara langsung dengan Peter O’Neil. “Dibicarakannya di tingkat menteri luar negeri,” katanya.

Pengamat intelijen, Mardigu Wawiek Prabowo, menilai Indonesia sedang ditantang untuk bisa lebih tegas soal perbatasan. Ia menyatakan intersepsi oleh Sukhoi sudah tepat. Menurut dia, Papua Nugini sudah bertindak sewenang-wenang dengan hanya menggunakan izin pesawat Global Express milik India untuk memasuki wilayah udara Indonesia.

ASEAN Sepakat Menggunakan VISA Bersama

Negara-negara ASEAN sepakat untuk mematangkan rencana penerapan ASEAN Common Visa (Visa Bersama) yang diharapkan pada tahun 2012 memasuki tahap rekomendasi.

“Wacana Visa Bersama ASEAN menjadi salah satu pembahasan utama dalam ASEAN Senior Offial Preparatory Meeting (ASEAN SOM) untuk selanjutnya dibahas di tingkat menteri ASEAN,” kata Dubes RI untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya kepada ANTARA usai mengikuti ASEAN SOM dalam kerangka KTT ke-19 ASEAN di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin.

Menurut Ngurah rekomendasi penerapan Visa Besama ASEAN dilakukan melalui kajian resmi secara mendalam mengenai berbagai hal seperti sistem on-line visa, koordinasi penerapan antar negara ASEAN, dan termasuk mengantisipasi kendala penerapannya, serta dampak negatif yang ditimbulkannya.

Ia menjelaskan sesungguhnya semua negara setuju bahwa penerapan Visa Bersama ini akan menguntungkan karena dapat meningkatkan jumlah pariwisata ke masing-masing negara ASEAN.

“Visa Bersama mendorong tumbuhnya jumlah pelancong di kawasan ini, namun bagaimana meminimalisir dampak negatifnya… itu yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Wacana Visa Bersama ASEAN muncul sejak tahun 2009 pada pertemuan para Dirjen Imigrasi dan Konsuler se-Asia Tenggara, namun saat itu konsep tersebut belum dianggap mendesak karena masih banyak kendala menyangkut penerapan di masing-masing negara seperti keimigrasian, aspek keamanan, pengelolaan perbatasan, maupun aspek finansial.

Sesungguhnya diutarakan Ngurah, penerapan Visa Bersama sudah mendapat disepakati pada tingkat Senior Official Meeting (SOM) ASEAN tinggal menunggu hasil rekomendasi yang kemudian disampaikan ke tingkat pemimpin ASEAN untuk mendapat persetujuan.

“Secara prinsip Visa Bersama sudah mendapat persetujuan namun diperlukan waktu untuk mengelaborasi lebih lanjut bagaimana agar dalam penerapannya jangan sampai melanggar ketentuan yang ada di masing-masing negara,” ujarnya.

Meski demikian Ngurah belum bisa memastikan waktu tahun penerapan Visa Bersama, karena harus melalui berbagai tahapan pembahasan yang lebih lanjut.

Ia hanya menjelaskan bahwa Visa Bersama merupakan bagian “ASEAN Connectivity” yang dapat menginterkoneksi negara-negara ASEAN baik dari sisi infrastruktur dasar terkait perhubungan darat, laut dan udara sehingga mendorong interaksi antar penduduk, pariwisata, investasi dan pedagangan.

Terkait kemungkinan dampak negatif dari penerapan Visa Bersama tersebut berupa peningkatan kejahatan lintas negara (transnational crime), Ngurah mengatakan semua kebijakan memiliki efek. Namun bagaimana dampak negatif tersebut dampak diperkecil sehingga lebih menguntungkan semua pihak.

Karyawan Kalbe Farma Diculik Di Nigeria dan Minta Tebusan 4,5 Milyar

Karyawan PT Kalbe Farma yang ditawan penculik di Nigeria, dibebaskan sore tadi atau Selasa 8 November 2011 malam. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Razak mengatakan, pembebasan MS, 43 tahun, berlangsung di Kano, Nigeria.

“Kami sudah mendapat konfirmasi dari wakil kepala daerah kepolisian setempat, bahwa korban sudah dibebaskan,” katanya kepada Tempo melalui sambung telepon internasional.

M ditahan penculik pada 23 Oktober lalu. Penculik meminta tebusan sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 4,5 miliar. Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, Senin, 7 November 2011 lalu mengatakan uang tebusan sudah disiapkan.

Korban diculik di rumah kontrakannya di Kota Kano yang berjarak 1.100 kilometer dari ibu kota Nigeria, Lagos. Di tangan penculik M selalu berpindah lokasi. Lokasi dari ibu kota Nigeria ke Kano cukup jauh dan terhalang pemeriksaan aparat di sepanjang jalur itu.

Berdasarkan video yang dikirimkan ke Kedutaan Besar RI, 30 Oktober 2011 lalu, kondisi korban dalam keadaan baik dan sehat. Aksi penculikan terhadap M tersebut tak mengganggu aktivitas 350 warga Indonesia ekspatriat yang bekerja di perusahaan-perusahaan Indonesia di Nigeria.

Upaya pembebasan M sudah dilakukan beberapa kali, tapi gagal, karena penculik selalu berpindah-pindah lokasi. Apalagi lokasi dari ibu kota Nigeria ke Kano cukup jauh, belum lagi terhalang pemeriksaan di sepanjang jalur itu. Berdasarkan video yang dikirim ke Kedutaan Besar RI pada 30 Oktober lalu, kondisi korban dalam keadaan baik dan sehat.

Aksi penculikan terhadap M tersebut tidak mengganggu aktivitas 350 warga Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan Indonesia di Nigeria.

6 ABK Asal Indonesia Berhasil Menang dan Bebaskan Diri Melawan Para Perompak Bajak Laut Somalia

Para bajak laut di Somalia kembali beraksi. Kali ini yang menjadi korban adalah kapal ikan berbendera Taiwan yang dikabarkan membawa anak buah kapal asal Indonesia.

Dilaporkan AFP, Sabtu (5/11/2011), insiden ini terjadi di perairan kepulauan Seychelles, Samudera Hindia. Pejabat berwenang di Taiwan sudah memastikan hal ini.

Kapal bernama Chin Yi Wen tersebut diawaki oleh 29 kru kapal. Mereka terdiri dari 9 orang asal China, 8 Filipina, 6 orang Indonesia, dan lima orang berkebangsaan Vietnam.

Kementerian luar negeri Taiwan menduga mereka dalam cengkeraman para bajak Somalia karena terakhir kali dilaporkan sedang menuju pantai wilayah tersebut. Para awal kapal hilang kontak sejak hari Jumat (3/11/2011) lalu.

Seperti diketahui, selama dua dekade ini, Somalia diperintah oleh orang-orang bersenjata dan militan. Menurut Ecoterra International, setidaknya 47 kapal asing dan 500 pelaut telah ditangkap oleh pembajak Somalia. Ecoterra International adalah LSM yang memonitoring kegiatan maritim di wilayah perairan Somalia.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Luar Negeri Indonesia terkait insiden ini. Bajak laut Somalia terus beraksi dan korban terakhir adalah Kapal penangkap ikan berbendera Taiwan. Dari 28 orang, ada 6 ABK berkewarganegaraan Indonesia dalam kapal itu. Hebatnya, semua awak kapal ini berani melawan para perompak dan merebut kapal mereka kembali. Hal ini patut ditiru.

“Ini yang paling bagus. Perlawanan pertama harus datang dari awak kapal,” ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, kepada detikcom, Minggu (6/11/2011).

Wawan menjelaskan ada beberapa kasus dimana awak kapal melawan, perompak Somalia yang bersenjata malah menjadi ciut dan buru-buru kabur keluar kapal. Tapi tentunya sebelum melawan, para anak buah kapal (ABK) mempertimbangkan betul strategi dan kekuatan mereka jika menghadapi perompak. Jangan sampai malah mati konyol.

“Ada awak kapal dari suatu negara, begitu perompak naik kapal mereka sembunyi semua. Nah si perompak kebingungan karena tidak mampu menjalankan kapal. Perompak itu menyangka semua awak kapal sudah meninggalkan kapal. Karena bingung, perompak itu juga meninggalkan kapal,” jelas Wawan.

Menurutnya self defence atau kemampuan mempertahankan diri pada awak kapal sangat penting. Misalkan setelah ada pembajakan dan ABK mengirim sinyal bahaya, butuh berapa lama sebelum kapal perang penolong tiba?

“Karena itu tindakan pertama awak kapal sangat penting,” jelasnya.

Para anak buah kapal (ABK) penangkap ikan berbendera Taiwan, melawan para perompak Somalia yang membajak kapal mereka. Aksi heroik para ABK, termasuk dari Indonesia, ini berbuah manis. Mereka berhasil membebaskan kapal dari cengkeraman 6 perompak Somalia yang bersenjata.

Kapal Chin Yi Wen tersebut berawak 28 ABK. Mereka adalah 6 warga negara China, 8 Filipina, 6 Indonesia, dan 5 warga negara Vietnam. Para awal kapal hilang kontak dan diduga mulai dibajak sejak hari Jumat (3/11/2011) lalu. Namun kapten kapal mengorganisir para ABK untuk melawan. 6 Perompak bersenjata berhasil dijatuhkan ke laut. Sementara 3 ABK luka-luka.

“Seingat saya, ini adalah pertama kalinya para pelaut kapal penangkap ikan yang dibajak perompak Somalia, berhasil membebaskan diri oleh usaha mereka sendiri,” ujar Jubir Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw kepada AFP, Minggu

6 WNI Anak buah kapal (ABK) Kapal Chin Yi We berbendera Taiwan lolos dari penyanderaan perompak Somalia. Bersama rekannya yang lain mereka melakukan perlawanan pada 6 perompak. Dalam aksi heroik itu ada 3 awak kapal yang terluka. Siapa saja yang terluka belum diketahui, Kemlu masih melakukan pengecekan.

“Kita masih menunggu, kapal segera tiba di Seychelles. Kita belum tahu kondisi terakhir mereka, siapa saja yang terluka,” kata Direktur Perlindungan WNI, Tatang Razak saat dihubungi detikcom, Senin (7/11/2011).

Tatang menjelaskan, berdasarkan informasi dari KBRI Nairobi, Kenya saat kapal dibajak terjadi perlawanan oleh ABK yang berjumlah 29. Perompak dibuang ke laut.

“Ada 3 yang terluka dan kelihatannya tidak terlalu serius,” tambah Tatang.

Kapal berbendera Taiwan ini kini dalam pengawalan menuju Seychelles. Pihak KBRI masih melakukan koordinasi hingga kapal tiba di lokasi aman.

“Ada kapal Angkatan Laut Inggris yang mengawal,” jelasnya.

Diketahui para anak buah kapal (ABK) penangkap ikan berbendera Taiwan, melawan para perompak Somalia yang membajak kapal mereka. Aksi heroik para ABK, termasuk dari Indonesia, ini berbuah manis. Mereka berhasil membebaskan kapal dari cengkeraman 6 perompak Somalia yang bersenjata.

Kapal Chin Yi Wen tersebut berawak 28 ABK. Mereka adalah 6 warga negara China, 8 Filipina, 6 Indonesia, dan 5 warga negara Vietnam. Para awal kapal hilang kontak dan diduga mulai dibajak sejak hari Jumat (3/11) lalu. Namun kapten kapal mengorganisir para ABK untuk melawan.

“Seingat saya, ini adalah pertama kalinya para pelaut kapal penangkap ikan yang dibajak perompak Somalia, berhasil membebaskan diri oleh usaha mereka sendiri,” ujar Jubir Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw kepada AFP, Minggu

Peserta Miss Asia Pasific 2011 Diminta Melakukan Hubungan Seks Dengan Dewan Juri Agar Bisa Menjadi Juara

Peserta Miss Asia Pasific 2011 yang diselenggarakan di Busan Yachting Center, Korea Selatan, 15 Oktober 2011, buka suara mengenai sistem voting dalam pemilihan kontes kecantikan ratu sejagad. Demikian dilansir The Sun, Jumat (21/10/2011).

Menurut wakil dari Inggris bernama Amy Willerton (19), ia mundur dari kontes tersebut setelah tiga hari ikut. Willerton mundur karena sejumlah pria dari penyelenggara kontes kecantikan internasional itu meminta seks kepadanya dengan imbalan pemberian suara.

Si cantik berambut brunette ini mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari pihak penyelenggara dengan mengundangnya dalam sebuah acara makan siang dan mendiskusikan mengenai pemberian suara dengan imbalan seks.

Ketika ia melaporkan hal itu ke polisi, ia sangat terkejut karena sejumlah orang penting di organisasi penyelenggara itu secara terbuka memberikan polisi uang suap agar tak menerima laporan tersebut.

Setelah kembali ke Inggris, Willerton baru tahu ternyata pemenang lomba kecantikan itu jatuh ke tangan wakil dari Korea Selatan.

Di malam Grand Final Miss Asia Pasific World yang berlangsung di Busan Yachting Center, Korea Selatan, 15 Oktober 2011, terpilih pemenang dari lima besar. Kontestan asal Korea Park Sae Byul berhasil menjadi pemenang Miss Asia Pasific World 2011. Sementara Florima Treiber dari Perancis meraih juara dua (Runner Up 1), Anna Botova dari Rusia juara tiga (Runner Up 2), Alessandra Usman dari Indonesia juara empat (Runner Up 3), dan Tanvi Singla dari India juara lima (Runner Up 4).
Puteri Indonesia Pariwisata ke-15 (2010), Alessandra Khadijah Usman, berhasil meraih juara empat atau Runner Up 3, dan pemenang Best Style Dress Awards Miss Asia Pasific World 2011 di Korea Selatan.

Gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2010 lalu, tak mematikan langkah Alessandra Khadijah Usman. Saat ini Sandra tengah mempersiapkan diri dalam ajang International Miss Asia Pasific (IMAP).

Ajang ini akan dihelat Mei mendatang. Sandra akan mewakili Indonesia di kompetisi yang akan dilaksanakan di Korea ini.

“Iya lagi mempersiapkan semuanya buat bulan Mei nanti. Baik itu dari pembekalan serta latihan seni dan budaya yang akan diperkenalkannya kepada masyarakat international pada ajang tersebut,” terang Sandra.

Sementara itu menurut Ayi Subing, Manager Humas Yayasan Puteri Indonesia, Sandra masih dalam pembekalan. Apa yang akan dibawanya?

“Sandra juga akan memperkenalkan dan mempromosikan Taman Sari Royal Heritage Spa yang telah dikenal di manca Negara sebagai salah satu spa terbaik di Indonesia yang unik dan khas tradisi bangsa Indonesia,” terang Ayi

Imam Asal Indonesia Diinterograsi Polisi Kerajaan Karena Melakukan Shalat Dzuhur

Gara-gara menggelar salat Dzuhur seusai salat Jum’at di Masjid Nabawi, Madinah seorang imam asal Indonesia diinterogasi polisi Kerajaan Arab Saudi.

Seorang imam yang memimpin shalat berjama’ah bersama 30 jamaah calon haji asal Jawa Barat tersebut usai Shalat Jum’at tersebut langsung dibawa Polisi Kerajaan Arab Saudi usai memimpin shalat jama’ah.

Pasalnya, shalat jama’ah usai shalat Jumat dianggap tidak lazim karena salat Jumat berjamaah sama saja dengan menunaikan Shalat Dzuhur.

Kasi Pengamanan Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, M Yahdi mengakui adanya berita penangkapan tersebut. Bahkan dia mengaku langsung meminta anggota pengamanan khusus Republik untuk mendampingi imam tersebut.

“Di Arab Saudi apa yang dilakukan jama’ah calon haji asal Indonesia tersebut tidak lazim sehingga mereka ‘dimintai keterangan’, Stelah mendapat penjelasan akhirnya imam tersebut dilepas kembali,” kata Yahdi.

Menurut Yahdi ada dua kemungkinan adanya shalat berjama’ah usai Shalat Jum’at yang dilakukan jama’ah calon haji asal asal Jawa Barat tersebut. Alasan pertama, ada segolongan umat Islam di Indonesia yang menilai shalat Jumat bukan pengganti Shalat Dzuhur sehingga tetap perlu Salat Dzuhur seusai shalat Jum’at.

Alasan kedua, ada calhaj yang menilai shalat Jumat tidak masuk dalam shalat 40 waktu berjamaah (shalat arbain) di Masjid Nabawi, sehingga mereka menggelar Shalat Dzuhur untuk menyempurnakan arbain tersebut.

Yahdi berharap, para ketua bimbingan ibadah haji harus memberikan penjelasan bahwa salat Jumat merupakan bagian dari arbain juga. Ini perlu dijelaskan kepada jama’ah calon haji yang akan berangkat.