Dengan Tangan Kosong Seorang Marinir Amerika Lumpuhkan Pejuang ISIS Bersenjata Lengkap Di Kereta Cepat Prancis


Rencana penembakan brutal di dalam kereta peluru yang melaju dari Amsterdam menuju Paris berhasil digagalkan. Dua tentara Amerika Serikat yang kebetulan menumpang kereta itu saat cuti, berhasil melumpuhkan pelaku. Insiden ini berawal ketika kedua tentara AS yang sedang cuti itu mendengar suara senapan diisi di dalam salah satu toilet kereta yang mereka lewati. Keduanya menunggu pria bersenjata yang ada di dalam toilet itu keluar dan kemudian melumpuhkannya.

Suara tembakan terdengar ketika pelaku menyerang kedua tentara AS itu dengan pistol tangan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk salah satunya tentara AS yang berusaha melumpuhkan pelaku. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (22/8/2015). Pentagon membenarkan satu personel militer AS mengalami luka-luka, namun menyatakan lukanya tidak membahayakan nyawa. Alek Skarlatos (22) yang merupakan anggota Garda Nasional AS dari Oregon menuturkan, rekannya yang juga dari militer mengalami luka-luka saat bergulat dengan pelaku.

“Saya baru kembali dari Afgahnistan bulan lalu, dan ini merupakan liburan saya sejak dari Afghanistan,” ucap Skarlatos. Pria bersenjata itu akhirnya ditangkap sekitar 10 menit kemudian, setelah kereta yang membawa 554 penumpang itu berhenti di stasiun Arras, Prancis. Disebutkan salah satu sumber kepolisian, bahwa pria itu membawa sebuah senapan Kalashnikov, sebuah pistol otomatis dan sebuah silet.

Disebutkan juga bahwa pelaku merupakan pria berusia 26 tahun yang berasal dari Maroko dan sudah dikenal oleh kalangan intelijen Prancis. Motif serangan ini belum diketahui pasti. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh tim antiterorisme Prancis. Salah satu korban luka dilaporkan sebagai aktor Prancis, Jean-Hugues Anglade. Juru bicara operator kereta Prancis atau SNCF menyebut, Anglade mengalami luka ringan saat berusaha mengaktifkan alarm kereta.

Presiden Prancis, Francois Hollande menyatakan segala hal tengah dilakukan untuk menyelidiki insiden ini. Sedangkan Presiden AS Barack Obama memuji para penumpang yang berpikir cepat melumpuhkan pelaku. “Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian dan tindakan cepat beberapa penumpang, termasuk personel militer AS, yang tanpa pamrih melumpuhkan penyerang. Aksi heroik ini telah mencegah tragedi yang lebih buruk,” ucap salah satu pejabat Gedung Putih.

Pejabat senior kontraterorisme Eropa mengatakan serangan yang melukai tiga orang di kereta cepat dalam perjalanan dari Amsterdam ke Paris diyakini merupakan ulah kelompok Islam radikal. Lebih lanjut, pejabat tersebut mengatakan tersangka adalah seorang pria bersenjata, warga asal Maroko. Pria ini merupakan salah seorang target dalam radar lembaga kontraterorisme Eropa terkait pandangan jihad yang radikal.

Sumber dari aparat keamanan lainnya mengatakan bahwa pria bersenjata itu telah diketahui oleh pihak intelijen Prancis. Pejabat itu mengatakan tampaknya pria bersenjata tersebut bersimpati kepada ISIS, tapi tingkat loyalitasnya belum diketahui. Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve mengatakan seorang pria bersenjata api otomatis dan pisau melukai tiga orang pada Jumat (22/8) dalam kereta kecepatan tinggi perjalanan dari Amsterdam ke Paris.

Adapun tersangka telah ditangkap, tapi identitas dan motifnya belum diketahui, kata Cazeneuve saat konferensi pers di stasiun kereta api di Arras, sebuah kota sekitar 115 mil (185 kilometer) di utara Paris, di mana kereta itu dialihkan. “Serangan itu adalah kekerasan biadab,” kata Cazeneuve. Ia menyatakan kantor kejaksaan anti-terorisme di Paris akan menyelidiki untuk menentukan apakah ini adalah tindakan terorisme.

Cazeneuve mengatakan dua orang Amerika telah membantu “menetralisir” penyerang tersebut. Atas dasar hal itu, ia menyatakan rasa terima kasih dan kekaguman atas bantuan kedua orang tersebut. Anthony Blondeau, juru bicara kota Arras mengatakan, akibat dari serangan tersebut, dua orang dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Namun, lanjutnya, nyawa para korban tidak dalam bahaya.

Salah satunya adalah seorang Amerika, kata Cazeneuve. Namun korban tersebut belum diketahui apakah termasuk pihak yang juga ikut membantu menaklukkan tersangka. Sementara Blondeau mengungkapkan, orang ketiga yang terluka adalah aktor Perancis Jean-Hugues Anglade, mengalami cedera ringan tangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s