ISIS Telah Kehilangan Seperempat Wilayahnya Akibat Kalah Perang Terus Menurus


Pejabat militer AS mengatakan, militan ISIS telah kehilangan lebih dari seperempat wilayah yang mereka rebut dalam kampanye pembentukan kekalifahan Islam. Seorang pejabat pertahanan Amerika, Senin (13/4/2015) waktu setempat, mengatakan, ini merupakan hasil usaha gabungan serangan udara koalisi serta operasi darat pasukan Irak.

Peta baru yang dirilis Pentagon menunjukkan pasukan Irak merebut kembali wilayah di utara, dekat Tikrit, Gunung Sinjar dan Bendungan Mosul. Juru bicara Pentagon Steve Warren mengatakan, ISIS sudah kehilangan kendali atas wilayah seluas hampir 15 ribu kilometer persegi yang direbutnya Agustus lalu.

“Di Tikrit kami mengakhiri operasi yang sangat sukses untuk membebaskan kota itu dari cengkeraman ISIS dan operasi ini sebagian besar sukses. Masih ada sebagian kecil dari Tikrit yang diperebutkan, karena ISIS meninggalkan begitu banyak ranjau, bom rakitan, dan beberapa anggota, penembak jitu, di bagian utara Tikrit,” papar Warren.

Namun, usaha mengusir ISIS di Suriah kurang berhasil, kata Warren. “Di Suriah, ISIS merebut daerah kecil di Damaskus dan sedikit di selatan, juga sedikit di Alepo, tetapi ISIS juga kehilangan wilayah di Suriah, khususnya seputar Kobani. Perbedaannya, di Irak, kekuatan udara koalisi didukung tentara dari pasukan keamanan Irak,” tambahnya.

Pejabat Pentagon itu mengatakan, strategi koalisi adalah mencegah militan menciptakan daerah perlindungan di Suriah, sementara mengusir mereka keluar dari Irak. Beberapa analis mengatakan uji sebenarnya dari perang terhadap ISIS ini akan terjadi di daerah yang mayoritas Suni, seperti Mosul dan Anbar.

Brian Katulis dari Center for American Progress mengatakan, “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi karena kalau Irak melakukannya secara benar, Irak tidak bisa bergantung hanya pada milisi Syiah. Irak tidak bisa pergi ke daerah yang mayoritas penduduknya Suni, dan memperlakukan masyarakat itu secara kejam.” Sekjen PBB Ban Ki-moon menyambut gembira pembebasan Tikrit, tetapi mengungkap kecemasan sehubungan laporan pelanggaran HAM dan penghancuran properti yang dilakukan milisi yang bertempur bersama pasukan Irak.

Satu cara mencegah kekerasan etnis di daerah yang sudah dibebaskan dari pendudukan ISIS adalah membentuk unit lokal yang dipersenjatai guna mempertahankan masyarakat etnis mereka. Militan masih menguasi wilayah luas di Irak utara, termasuk banyak penyulingan minyak yang membantu pendanaan mereka.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah kehilangan lebih dari seperempat wilayah yang mereka kuasai sejak serbuan udara bulan Agustus lalu. Demikian kata juru bicara Pentagon.

Menurut Kolonel Steve Warren, terlalu cepat menyatakan arus telah berbalik, tetapi serangan udara dan serangan darat Irak “tak diragukan telah menimbulkan kerugian besar (pada posisi ISIS)”.ISIS merebut sebagian besar daerah Irak utara dan barat bulan Juni tahun lalu.Pernyataan ini dibuat menjelang pertemuan antara Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, dan Presiden Barack Obama di Washington.Sebelum berangkat, Al-Abadi menegaskan, ia ingin pasukan koalisi meningkatkan serangan terhadap ISIS.

Kolonel Warren menyatakan dalam sebuah konferensi pers di Washington bahwa ISIS telah kehilangan kekuasaan atas 25-30 persen dari wilayahnya dalam delapan bulan terakhir atau sekitar 12.950 hingga 15.540 kilometer persegi.Kekuatan koalisi dan Pemerintah Irak tak diragukan memukul mundur ISIS dengan amat berarti. Tak berubah banyak di Suriah

Peta dari Pentagon memperlihatkan kelompok ISIS telah “kehilangan wilayah di mana mereka pernah dominan” dan garis pertempuran terdorong ke barat dan selatan, di Provinsi Irbil, Babil, Baghdad, dan Kirkuk. Demikian kata Kolonel Warren.

“Di antara infrastuktur yang strategis dan kota menengah yang telah direbut adalah Mosul Dam, Zummar, dan daerah sekitar Gunung Sinjar.” Koridor utara Tikrit telah “direbut secara substansial” dan diharapkan kota itu “segera” dibersihkan dari milisi, kata Warren lagi. Kota Baiji dan pusat penyulingan minyak yang berada di dekatnya masih diperebutkan dan akan terus menjadi sasaran serangan udara. Pentagon menyatakan wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah, serangan udara koalisi dimulai bulan September, masih belum ada perubahan. Mereka berhasil merebut daerah Suweida, pedesaan sekitar Damaskus dan Provinsi Homs, tetapi kehilangan Provinsi Aleppo dan Hassakeh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s