Presiden Turki Erdogan Tangkap Wartawan Yang Kritik Dirinya Secara Massal


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuai kecaman dari Uni Eropa atas penangkapan massal jurnalis oposisi yang dilakukan atas perintahnya. Namun Erdogan berang dan balik mengecam Uni Eropa. “Uni Eropa harusnya mengurus urusannya sendiri dan menyimpan opininya sendiri,” cetus Erdogan seperti dilansir Reuters, Selasa (16/12/2014) sembari membantah penangkapan tersebut telah melanggar kebebasan pers.

Para pemimpin Uni Eropa menyebut penangkapan jurnalis tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Eropa. Hal ini disampaikan menyusul penangkapan 24 jurnalis yang dianggap memiliki kedekatan dengan ulama ternama Fethullah Gulen, yang kini bermukim di Amerika Serikat. Para jurnalis itu dituding terlibat dalam plot untuk merebut kekuasaan dari pemerintahan Erdogan.

Mereka yang ditangkap pada Minggu, 14 Desember waktu setempat itu termasuk pemimpin redaksi Harian Zaman, Ekrem Dumanli dan para wartawan media tersebut. Stasiun TV Samanyolu pun tak luput dari penggeledahan yang dilakukan aparat polisi. Gulen yang merupakan pemimpin spiritual gerakan Hizmet, pernah menjadi sekutu Erdogan. Gulen yang kini mengasingkan diri ke AS, dituduh berencana merebut kekuasaan dari tangan Erdogan.

Dalam statemennya, kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, setiap langkah untuk menjadi anggota Uni Eropa bergantung pada “respek penuh atas aturan hukum dan hak-hak dasar”. Disebutkan bahwa penangkapan para jurnalis tersebut “tidak sesuai dengan kebebasan media, yang merupakan prinsip inti demokrasi”.

Namun Erdogan membalas kritikan tersebut. “Apa yang kalian (Eropa) tahu soal operasi ini sehingga membuat kalian merasa kompeten untuk mengeluarkan komentar demikian?” cetus Erdogan. “Kami tidak khawatir soal apa yang mungkin dikatakan Uni Eropa, apakah Uni Eropa menerima kami sebagai anggota atau tidak,” tutur Erdogan.

Menurut Erdogan, penangkapan itu merupakan respons yang dilakukan atas “operasi kotor” untuk menggulingkan pemerintahan Turki. Etyen Mahcupyan, kepala penasihat Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu mengatakan: “Kami punya bukti bahwa ada kesalahan yang dilakukan sejumlah orang di gerakan Gulen. Dan kami punya bukti bahwa jurnalis-jurnalis ini masuk dalam gerakan Gulen,” cetusnya kepada BBC.

Operasi penangkapan jurnalis tersebut terjadi beberapa hari setelah Erdogan bertekad akan melakukan kampanye terbaru terhadap para pendukung Gulen. Selama setahun terakhir ini, Erdogan telah menuding para pendukung Gulen di kepolisian dan kehakiman, sengaja menggunakan penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan olehnya untuk mencoba menggulingkan kekuasaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s