9.000 Pasukan Rusia Masih Ada Di Ukraina Untuk Bantu Pemberontak


Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut lebih dari 9 ribu tentara Rusia ada di wilayahnya. Tentara-tentara tersebut membantu separatis pro-Rusia yang terus bertempur melawan tentara Ukraina di wilayah timur negara tersebut. “Terdapat lebih dari 9 ribu tentara Federasi Rusia di wilayah saya, termasuk lebih dari 500 tank dan artileri berat dan kendaraan pembawa tentara bersenjata,” ujar Presiden Poroshenko saat berbicara dalam World Economic Forum di Davos, Swiss, seperti dilansir AFP, Kamis (22/1/2015).

Poroshenko menekankan, tidak ada solusi militer bagi konflik antara Rusia dan Ukraina yang sudah berjalan 9 bulan terakhir. Lebih dari 4.800 orang tewas dalam konflik tersebut. Poroshenko bersikeras bahwa kunci untuk perdamaian antara kedua negara dipegang oleh Rusia, yang selama ini membantah mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina. Padahal citra satelit NATO menunjukkan keberadaan tentara Rusia di wilayah Ukraina.

“Solusinya sangat sederhana. Hentikan suplai senjata. Hentikan suplai amunisi. Tarik tentara dan tutup perbatasan. Rencana perdamaian yang sangat sederhana,” sebut Poroshenko yang disambut tepuk tangan. Presiden yang terpilih pada Mei 2014 lalu ini, kembali menyerukan negara-negara Barat untuk memberikan suplai senjata modern bagi Ukraina agar bisa memukul mundur Rusia.

“Kami memiliki tentara yang sangat kuat untuk mempertahankan wilayah kami. Tapi teknologi pertahanan juga hal yang kami perlukan, karena hanya tentara yang kuat yang bisa membantu kami mempertahankan wilayah,” ucapnya dalam bahasa Inggris. “Dukungan politik, ekonomi, pertahanan dan moral — inilah empat kunci penting untuk mendukung Ukraina,” tandas presiden berusia 49 tahun ini.

Konflik Ukraina timur kembali menelan korban jiwa. Setidaknya 11 orang tewas dalam pertempuran ganas antara militer Ukraina dan para pemberontak pro-Rusia dalam 24 jam terakhir. Enam tentara Ukraina termasuk di antara korban tewas. Juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko mengatakan, selain menewaskan enam orang, 18 tentara lainnya terluka dalam baku tembak sengit tersebut. Seorang warga sipil juga tewas dalam serangan pemberontak di pos pemeriksaan keamanan di dekat Fashchivka, wilayah Lugansk.

“Dalam satu hari ini, enam tentara Ukraina tewas. Delapan belas lainnya luka-luka,” tutur Lysenko seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2015). Pertempuran sengit ini terjadi di sekitar bandara Donetsk sejak Kamis, 15 Januari dan sempat berhenti pada malam hari. Namun kemudian kontak senjata kembali berlanjut pada Jumat ini. Sebelumnya, pejabat-pejabat kota di Donetsk menyatakan, empat warga sipil tewas setelah serangan mortir ke sebuah gudang di kota tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s