Sindir ISIS Kantor Majalah Charlie Hebdo Perancis Diserang dan Tewaskan 12 Orang


Sejumlah orang bersenjata menembaki kantor majalah mingguan satire Perancis, Charlie Hebdo. Sebelas orang tewas dan sepuluh lainnya terluka akibat tembakan itu. Sejumlah saksi mata mengatakan penembak menggunakan senjata rifle dan kemudian melarikan diri. Sebelum terjadi tembakan, Charlie Hebdo baru saja mencuit tentang kartun pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Aksi kekerasan terhadap majalah satire ini bukan pertama kali terjadi. Pada November 2011, kantor majalah ini dilempari bom sehari setelah menyajikan karikatur Nabi Muhammad.

Mengetahui aksi penembakan terhadap kantor Charlie Hebdo, Presiden Prancis Francois Hollande mengunjungi lokasi penembakan. Ia dijadwalkan akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas soal penembakan itu. Polisi Prancis mengeluarkan peringatan kepada semua media di negara itu untuk waspada atas kemungkinan terjadinya aksi penyerangan berikutnya. Aksi penembakan terjadi di ibu kota Prancis, Paris, Rabu, 7 Januari 2017. Kepala Komunikasi Polisi Paris Xavier Castaing menyebutkan sebelas orang tewas dalam peristiwa penembakan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo. Mendengar peristiwa ini, Presiden Prancis Francois Hollande segera ke lokasi insiden kantor majalah itu di bagian timur Paris. Hollande lalu menggelar sebuah sidang darurat. Hal itu dikemukakan seorang sumber di kantornya.

Sebanyak sebelas orang tewas, di antaranya seorang jurnalis, dan sepuluh lainnya terluka. Di antara yang terluka, lima orang dalam kondisi kritis. Sebelum terjadi tembakan, Charlie Hebdo baru saja meng-tweet tentang kartun pemimpin kelompok milisi Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Saksi mata menjelaskan penembak kantor majalah mingguan satir dan kontraversial Charlie Hebdo berjumlah dua orang. Mereka menggunakan penutup wajah (bertopeng), berjubah hitam, dan membawa senjata otomatis jenis Kalashnikov.

Keduanya memasuki lantai bawah gedung kantor majalah yang berada di distrik 11 dekat Place de la Bastille di Paris, Prancis. Setiba di gedung itu mereka langsung membabi buta memuntahkan pelurunya ke arah orang-orang yang berada di kantor tersebut. Kejadian itu pada Rabu, 7 Januari 2015. Dari lantai bawah, mereka kemudian menaiki tangga dan kembali melepaskan tembakan di lantai satu. (Baca:Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak). “Kami mendengar suara tembakan dari dalam. Kami berlari menyelamatkan diri ke atap. Setelah beberapa menit berlalu, tembakan kemudian terdengar di tengah jalan, ” ujar seorang saksi yang kantornya berseberangan dengan kantor Charile Hebdo.

Sebanyak 12 orang tewas dan 10 orang terluka di antaranya yang tewas itu adalah jurnalis dan polisi. Saksi lainnya menjelaskan kepada Le Monde, mereka mendengar penembak berbicara dalam bahasa Prancis tanpa aksen. Setelah melakukan tembakan, pelaku melarikan diri dengan mobil curian dan menghilang ke arah jalan tol di Paris.

Sebelum terjadi tembakan, Charlie Hebdo baru saja mencuit tentang kartun pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Aksi kekerasan terhadap majalah satire ini bukan pertama kali terjadi. Laman Daily Mail mengabarkan, seorang saksi melihat dua orang bertopeng memberondongkan tembakan dari senapan serbu Kalashnikov di dalam ruangan Charilie Hebdo. Mereka juga menembakkan peluncur roket. Sebelum terjadi tembakan, Charlie Hebdo baru saja meng-tweet tentang kartun pemimpin kelompok milisi Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi.

Wartawan Europe1 News, Pierre de Cossette, mengatakan beberapa orang berjaket hitam terdengar berteriak, “Nabi telah membalas.” Serangan itu kemudian menewaskan sebelas orang di tempat dan melukai sepuluh lainnya. Lima orang di dalam kantor itu dikabarkan dalam kondisi kritis. Mereka adalah wartawan, staf administrasi, dan polisi yang berada di lokasi.

Wartawan Agence Premiere Ligne, Benoit Bringer, yang menyaksikan serangan itu dilakukan oleh lebih dari dua orang bertopeng dan bersenjata. Mereka kemudian terlibat baku tembak dengan polisi, sebelum kemudian kabur dengan mobil curian menuju arah timur Paris. Direktur Penerbitan majalah mingguan Charlie Hebdo, Charb dan kartunis terkenal Prancis Cabu, Tignous, dan Wolinski tewas ditembak oleh dua pria tak dikenal, Rabu, 7 Januari 2015.

Dua penembak menggunakan topeng dan senjata otomatis menembaki kantor majalah mingguan terkenal dengan berita-berita kartun satirenya.Penembakan terjadi setelah majalah Charlie Hebdo mencuit tentang kartun pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi.Charb merupakan sosok yang dicari al-Qaeda pada tahun 2013 setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Kantor majalah ini kemudian dihajar bom pada November 2011 setelah karikatur Nabi Muhammad diterbitkan.

Dari rekaman foto di sekitar lokasi penembakan hari ini, seorang pelaku tampak melarikan diri ke arah atap gedung dan berteriak “Allahu Akbar” seraya terdengar suara tembakan. Kantor Charlie Hebdo kerap mendapat penjagaan ketat dari polisi atas publikasi-publikasinya yang kontraversial dan satir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s