Filipina Luluh Lantak Diterjang Badai Dahsyat Hagupit


Filipina terancam kembali diterjang badai berkekuatan besar. Arah terjangan badai itu mengancam ribuan nyawa penduduk Filipina. Badai Hagupit melaju kencang dari kawasan Samudra Pasifik dengan kecepatan 230 kilometer per jam menuju sisi timur negara kepulauan itu. Hagupit diprediksi akan menghujam Filipina pada esok hari, 6 Desember 2014.

“Mari, kita persiapkan semuanya,” kata Presiden Benigno Aquino kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Filipina menanggapi kabar badai besar menuju Filipina, Kamis, 4 Desember 2014. Otoritas setempat memperkirakan Hagupit akan menghempaskan daerah yang pernah diterjang Haiyan–badai paling mematikan sepanjang sejarah Filipina–yang memakan 7.350 korban tewas dan hilang, November tahun lalu.

Sebagian besar warga pesisir Tacloban–kota terparah yang terkena badai Haiyan–sudah mengungsi dan membawa persediaan penting. Keberadaan Hagupit masih sejauh 800 kilometer dari Filipina. Meski demikian, belum diketahui wilayah mana yang akan terkena hempasan badai besar itu. Pemerintah juga belum memerintahkan evakuasi.

“Hagupit berpotensi menerjang kawasan padat penduduk yang dihuni 4,5 juta orang,” tutur juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa, Orla Fagan. Filipina setiap tahunnya diluluhlantahkan oleh 20 badai mematikan. Negara di Asia Tenggara yang berpenduduk sekitar 100 juta itu, dalam beberapa tahun terakhir, rentan menghadapi badai besar karena perubahan iklim.

Lebih dari 1.900 korban tewas dan hilang oleh terjangan topan Bopha yang melanda Mindanao, Filipina selatan, pada Desember 2012. Setahun sebelumnya, 1.268 orang tewas ketika terjadi badai Washi, yang kemudian menyebabkan banjir besar di kawasan Mindanao. Haiyan, Bopha, dan Washi adalah badai paling mematikan di dunia dalam tiga tahun terakhir.

Warga Filipina berdesakan di pusat perbelanjaan di Kota Tacloban untuk membeli makanan. Warga panik setelah mengetahui badai dahsyat Hagupit akan menerjang kota itu besok, 6 Desember 2014. Mereka membeli makanan untuk stok hingga badai reda.

“Saya cemas saat ini,” kata Nasie Talbo, warga Tacloban yang menunggu datangnya badai superkuat itu. Ia mengenang kotanya pada November tahun 2013 diluluhlantakkan oleh badai. “Tacloban kembali diguncang badai,” kata Talbo, ibu tiga anak, kepada News Corp Australia. Ia mengkhawatirkan para pengungsi yang tinggal di tenda dan rumah pengungsi akibat badai pada November 2013 akan semakin menderita dengan kehadiran badai Hagupit.

Talbo memperkirakan listrik akan padam di kotanya. Begitu pula jaringan telepon dan Internet akan tidak berfungsi. Rak-rak tempat makanan di toko-toko yang ada di kota itu sudah hampir kosong diserbu warga yang panik menghadapi datangnya Hagupit. Aparat keamanan, baik polisi maupun tentara, sudah berjaga-jaga di lokasi untuk mempersiapkan evakuasi. Pusat evakuasi juga sudah disiapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s