Kronologi Penembakan di Gedung Parlemen Kanada


Pria bersenjata menembak mati seorang tentara di Tugu Peringatan Perang Nasional sebelum melakukan penembakan di dalam Gedung Parlemen Kanada, Rabu (22/10/2014) waktu setempat. Polisi telah memastikan pelaku penembakan telah ditembak mati. Berikut kronologi drama penembakan yang terjadi berdasarkan waktu setempat, seperti yang dilansir AFP.

Pukul 09.52 (1352 GMT): Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan kepada dua orang tentara di Tugu Peringatan Perang Nasional. Seorang tentara terkena peluru dan mengalami luka serius. Dia menerima perawatan di tempat kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit.

Pukul 09:55: Puluhan tembakan terdengar di dekat Gedung Parlemen. Dalam rekaman video yang dirilis kemudian, terdengar ledakan keras, sebelum polisi berkerumun dan menelusuri asal ledakan.

Pukul 10:00: Polisi dua kali memperingatkan ada “penembak aktif” di Parlemen.

Pukul 10:04: Saksi mata mengatakan, pria bersenjata yang melepaskan tembakan di Tugu Peringatan Perang Nasional telah menuju ke Gedung Parlemen.

Pukul 10:12: Gedung Parlemen dijaga ketat.

Pukul 10:25: Polisi dari Royal Canadian Mounted menyarankan agar masyarakat menjauh dari Gedung Parlemen.

Pukul 10:37: Perdana Menteri Stephen Harper dievakuasi dari Gedung Parlemen.

Pukul 10:40: Polisi memperingatkan bahwa seorang pria bersenjata masih bebas dan staf di kantor Harper diberi tahu bahwa “penembak aktif” mengancam Parlemen.

Pukul 10:53: Polisi meminta orang-orang di pusat kota untuk menjauh dari jendela dan atap untuk menghindari dari daerah tersebut sepenuhnya.

Pukul 11:20: Polisi mengonfirmasi kematian seorang penyerang di dalam Gedung Parlemen.

Pukul 11:45: Para pejabat mengonfirmasi bahwa tentara yang tertembak di Tugu Peringatan Perang Nasional telah tewas.

Tak lama setelah pukul 12.15: Amerika Serikat dan pertahanan udara Kanada diletakkan pada siaga tinggi.

Pukul 13.50: Menurut Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama berbicara kepada Harper.

Pukul 02.15: Polisi mengatakan operasi masih berlangsung karena mereka berusaha untuk mengidentifikasi tersangka.

Pukul 02.30: Harper mengutuk “serangan keji” dan mengatakan dia akan membahas hal ini dengan pemerintah pada Rabu waktu setempat.

Polisi menembak mati seorang pria bersenjata setelah melakukan aksi penembakan di dalam Gedung Parlemen Kanada pada Rabu (22/10/2014). Pria tersebut sebelumnya sempat menembak seorang tentara hingga tewas di Tugu Peringatan Perang Nasional sebelum masuk ke dalam Gedung Parlemen. “Satu korban penembakan tewas karena luka-luka. Dia adalah anggota tentara Kanada,” ujar seorang polisi Ottawa. Hingga saat ini, belum diketahui apa motif pelaku melakukan aksi penembakan tersebut. Namun, serangan tersebut terjadi setelah seorang ekstremis Islam menabrak dua orang tentara dan pihak berwenang menyebutnya sebagai serangan teroris.

Seusai kejadian tersebut, pihak berwenang menaikkan tingkat ancaman keamanan dari rendah menjadi menengah. Adapun Kanada ambil bagian dari armada terbang koalisi yang membombardir pasukan ISIS di Irak. Polisi mengatakan, saat ini penyelidikan masih terus berlangsung. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan dugaan yang menyebutkan bahwa penembakan tersebut dilakukan lebih dari satu orang.

Saat ini, pasukan bersenjata dan kendaraan lapis baja melakukan pengamanan di sekitar Gedung Parlemen. Anggota Parlemen dari Partai Liberal, John McKay, mengatakan, dia mendengar sekitar 10 tembakan dari dalam Gedung Parlemen. “Tiba-tiba penjaga keamanan datang bergegas menyusuri lorong dan mengantar kami semua keluar, ke belakang bangunan Gedung Parlemen,” ujar McKay. Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang berada di dekat lokasi kejadian juga dilaporkan berada dalam kondisi aman.

Pihak Kepolisian Kanada saat ini sedang menyelidiki seorang pria bernama Michael Zehaf-Bibeau yang diduga sebagi tersangka aksi penembakan di tugu Peringatan Perang Nasional dan di Gedung Parlemen Kanada, pada Rabu (22/10/2014) waktu setempat. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah sumber yang mendalami masalah ini, seperti yang dilansir Reuters. Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa badan-badan terkait di Amerika Serikat telah diberitahu bahwa penembak adalah seorang yang berasal dari Kanada. Salah seorang pejabat mengatakan bahwa orang tersebut berasal dari Quebec.

Pihak Kepolisian Kanada saat ini sedang menyelidiki seorang pria bernama Michael Zehaf-Bibeau yang diduga sebagi tersangka aksi penembakan di tugu Peringatan Perang Nasional dan di Gedung Parlemen Kanada, pada Rabu (22/10/2014) waktu setempat. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah sumber yang dekat dengan masalah ini, seperti yang dilansir Reuters. Polisi mengatakan, tersangka sudah ditembak mati, oleh karena itu polisi belum bisa mengkonfirmasi apakah dia adalah Zehaf Bibeau. Beberapa sumber pemerintah Amerika Serikat mengatakan penembak tersebut lahir dengan nama Michael Joseph Balai, tetapi mengubah namanya menjadi Zehaf-Bibeau.

Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa badan-badan terkait di Amerika Serikat telah menyarankan bahwa penembak adalah seseorang yang berasal dari Kanada. Salah seorang pejabat mengatakan bahwa orang tersebut berasal dari Quebec. Penduduk di Ibukota Kanada tersentak oleh penembakan fatal seorang tentara dan serangan terhadap Gedung Parlemen pada Rabu waktu setempat, dengan penembakan dilakukan di luar ruangan, dimana Perdana Menteri Stephen Harper sedang berada.

Penembakan ini adalah serangan kedua terhadap tentara Kanada dalam seminggu. Pada hari Senin waktu setempat, Martin Couture-Rouleau (25), menabrakkan mobilnya ke dua tentara di kota Quebec. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi, sementara seorang polisi yang ditabrak akhirnya meninggal. Hingga saat ini belum ada kelompok Islam maupun kelompok lainnya, yang mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Zehaf-Bibeau sendiri memiliki beberapa catatan dari pihak kepolisian Kanada di Provinsi Quebec.

Berdasarkan catatan pengadilan, pada 2004, setidaknya ada tiga kasus yang melibatkan Zehaf Bibeau. Pria yang lahir pada 1982 tersebut pernah mengaku bersalah atas dua pelanggaran narkoba, dan satu tuduhan untuk pelanggaran tidak mematuhi perintah hakim.

OBAMA TAWARKAN BANTUAN
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama menyebut penembakan di Ottawa sebagai peristiwa tragis dan menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap tindak kekerasan dan terorisme. Obama mengaku tidak memiliki informasi tentang motif dibalik penembakan tersebut. Namun dia berjanji akan melakukan kerjasama dengan Kanada untuk mengungkap kasus ini.

“Saya pikir ini sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa ketika kasus yang berhubungan dengan kegiatan teroris muncul, maka Kanada dan Amerika Serikat sepenuhnya akan melakukan sinkronisasi,” ujar Obama di Gedung Putih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s