NATO Akan Kirim Pasukan Untuk Lawan Pasukan Rusia Di Ukraina


Para pemimpin Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, NATO, dalam sebuah pertemuan di Inggris Raya menunjukkan sikap bersatu melawan Rusia. Sikap tersebut diambil terkait dengan konflik di Ukraina setelah Prancis menunda pengiriman kapal perang ke Moskow. Selain masalah Ukraina, para pemimpin negara-negara anggota NATO pada pertemuan dua hari, Kamis-Jumat, 4-5 September 2014, di Newport, Wales, tersebut membahas berbagai ancaman baru, yakni kelompok Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS).

Komandan tertinggi NATO, Anders Fogh Rasmussen, pada pertemuan itu memperingatkan bahwa intervensi Rusia di Ukraina menjadi sebuah ancaman sangat serius sejak Perang Dingin. Pernyataan keras Rasmunssen tersebut disusul sikap Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Kedua pemimpin negeri maju itu dalam pernyataan bersama, sebagaimana ditulis koran Times, Kamis, 4 September 2014, bersumpah akan berdiri tegak mendukung Ukraina melawan Rusia.

“Rusia telah merobek buku aturan secara ilegal. Negeri itu mencaplok Crimea dengan mengirimkan bala tentara ke Ukraina dan melakukan pelanggaran terhadap negara berdaulat,” ucap kedua pemimpin. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam telewicara via telepon dengan Presiden Komisioner Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan Rusia dapat saja menguasai Kiev, ibu kota Ukraina, dalam tempo dua minggu. Namun, ia tidak melakukan hal itu.

“Jika mau, saya dapat ambil Kiev dalam dua minggu,” kata Putin seperti dilansir The Huffington Post, 2 September 2014. Putin bersikeras bahwa Rusia akan terus melindungi kepentingan nasionalnya di Ukraina. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin lalu mengatakan Moskow menyangkal bahwa mereka telah melakukan intervensi militer di Ukraina. Lavrov menegaskan negaranya tidak bermaksud mengabaikan ancaman sanksi berat dari Barat.

Di House of Commons, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengecam keberadaan pasukan militer Rusia di tanah Ukraina. Hal tersebut dianggap sebagai langkah ilegal dan tidak dapat diterima. Moskow dituduh tidak memberikan pilihan yang lebih demokratis terhadap Ukraina.

Sampai saat ini, konflik di sebelah timur Ukraina masih terus berlangsung. Perundingan antara pemerintah Ukraina dengan pemimpin kelompok separatis sekarang dilakukan di Minsk, ibu kota Belarusia. Pada Ahad lalu para pemimpin di Eropa memerintahkan adanya pembahasan terkait sanksi baru kepada para pejabat pertahanan, energi dan sektor finansial Kremlin.

Kondisi menjadi semakin kompleks karena Presiden Ukraina Petro Poroshenko akan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin negara anggota NATO minggu ini di Wales. Padahal, Ukraina bukanlah anggota NATO. Di lain pihak, pasukan Inggris akan ambil bagian dalam latihan militer dengan negara-negara Blok Timur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s