Putin Larang Impor Makanan dari Amerika Serikat dan Eropa


Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah melarang atau membatasi impor pertanian dari negara-negara yang menerapkan sanksi ke Rusia terkait krisis Ukraina. Dalam dekritnya, dia menetapkan langkah tersebut – yang juga diterapkan pada impor pangan- diberlakukan selama satu tahun. Departemen-departemen pemerintah diminta untuk memberikan daftar dari produk yang menjadi subyek dekrit.

Rusia sebelumnya pernah memberlakukan larangan impor dari negara lain namun dengan alasan kesehatan masyarakat umum. Dekrit yang dikeluarkan Rabu 6 Agustus ini tidak menyebutkan secara tegas negara-negara sasaran namun Amerika Serikat dan Uni Eropa beberapa waktu belakangan meningkatkan sanksinya atas Rusia. Brussel -pusat pemerintahan Uni Eropa- sudah memperluas sanksi dari terhadap individu-individu yang dekat dengan Putin hingga ke sektor ekonomi.

Rusia membeli buah dan sayur dari Uni Eropa dengan nilai 2 miliar euro per tahun sementara impor pangan serta produk pertanian dari Amerika Serikat senilai 1 miliar euro. Sanksi atas Rusia terkait dengan dukungannya atas kelompok pemberontak di timur Ukraina, dan ditingkatkan oleh negara-negara Barat setelah kelompok pemberontak menembak Klik jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (5/8/2014), memerintahkan pemerintahannya merancang tanggapan terhadap sanksi Barat yang tak dapat diterima untuk Rusia. Meski demikian, Putin menegaskan, pemerintahannya akan berhati-hati dalam mengambil langkah agar tidak merugikan warga Rusia. “Instrumen-instrumen politik yang digunakan untuk menekan perekonomian sangat tak bisa diterima. Instrumen-instrumen itu bertentangan dengan semua norma dan aturan,” demikian ujar Putin seperti dikutip media Rusia.

Pemerintah Rusia, lanjut Putin, sudah mengusulkan sejumlah langkah untuk menanggapi sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia oleh sejumlah negara. Putin menambahkan, dia meminta kabinet untuk mempersiapkan langkah yang melindungi konsumen dari kelangkaan barang-barang yang diimpor dari negara-negara Barat. “Tentu saja kami harus bertindak ekstra hati-hati sehingga kita bisa melindungi produsen sekaligus tidak merugikan konsumen,” ujar Putin.

Sanksi terbaru dan yang paling merugikan Rusia adalah sanksi yang dijatuhkan terhadap industri perminyakan dan persenjataan Rusia. Maskapai penerbangan murah Rusia, Dobrolet, juga dipaksa mengandangkan semua pesawatnya setelah sanksi Uni Eropa membuat maskapai itu tak bisa membeli pesawat-pesawat buatan Boeing. Harian bisnis Vedemosti mengabarkan, Pemerintah Rusia kini mempertimbangkan apakah akan membalas Uni Eropa dengan melarang maskapai penerbangan Eropa melintasi Siberia saat menuju Asia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s