Daftar Nama Kelompok Milisi Bersenjata Yang Berkuasa Di Irak


Nama ISIL atau ISIS begitu mencuat sebagai salah satu kelompok pemberontak di wilayah Irak. Padahal, selain kelompok yang sudah mendeklarasikan negara Islam ini, masih ada kelompok-kelompok lain yang terbagi berdasarkan agama, budaya, daerah, dan agenda politiknya. Secara garis besar, seperti dikutip Al Jazeera, pemetaan kelompok pejuang bersenjata di Irak terbagi atas tiga kelompok: Sunni, Syiah, dan Kurdistan. Berikut ini penjabaran mengenai ketiganya.

1. Kelompok Bersenjata Sunni
Sejak pecahnya protes anti-pemerintahan Irak pada 2011, kelompok Sunni terbagi atas beberapa kelompok lainnya, yakni:

a. Dewan Militer Revolusioner Irak (GMCIR)
Dewan Militer Revolusioner Irak atau General Mlitary Council for Iraqi Revolutionaries (GMCIR) diumumkan pada Januari 2011 ketika gerakan protes anti-pemerintah berlangsung. Mereka memanfaatkan terbaginya dua kubu: kubu para aktivis prorevolusi dan pasukan suku yang setia. GMCIR didirikan untuk mengkoordinasi berbagai suku lokal dan menjadi sayap bersenjata untuk gerakan protes. Sebagai kelompok lokal yang hadir di Kota Ramadi, Salahaddin, Abu Ghraib, Bagdad, Mosul, dan Diyala, GMCIR menjadi kelompok utama penentang militer Irak.

b. Tentara Islam Irak atau Islamic Army of Iraq (IAI)
Kelompok yang dibentuk pada 2003 ini diduga dipimpin oleh mantan perwira militer Irak. Selama 2006-2007, beberapa anggota IAI diperkirakan bergabung dengan Dewan Kebangkitan yang mendukung Amerika Serikat menumpas Al-Qaidah. Setelah sempat dianggap tidak aktif lagi, kelompok ini kemudian dipandang sebagai pendukung protes anti-pemerintah. Kelompok yang aktif di daerah sekitar Anbar dan Bagdad ini menuntut pemerintahan berdasarkan negara federal dan meminta PM Irak Nouri al-Maliki mundur dari jabatannya. (Baca: Jihadis Muda Lebih Tertarik ISIS daripada Al-Qaeda

c. Tentara Ode Naqsybandi
Kelompok yang setia pada Izzat Ibrahim al-Douri–anggota paling senior dari rezim mantan Presiden Saddam Hussein–memulai kegiatan bersenjatanya pada Juli 2003 terhadap pasukan AS di Irak. Namun mereka baru menyatakan diri sebagai kelompok pada 2006. Naqsybandi menolak untuk mengambil bagian dalam proses politik. Mereka hanya ingin melibas kependudukan AS di daratan Irak. Kelompok yang aktif di Niniwe, Diyala, dan Salaheddin ini mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS di Irak. Pasukan pemerintah Irak berhasil menangkap kelompok ini dalam dua hari operasi di Sulaiman Bek, Provinsi Salaheddin, pada April tahun lalu.

d. Dewan Kebangkitan Irak
Kelompok yang terdiri atas pejuang suku Sunni ini membantu Amerika untuk menumpas Al-Qaidah dari Irak pada 2006. Setelah membantu AS, sekitar 100 ribu pasukan dari kelompok ini bergabung bersama pasukan keamanan Irak sebagai pejuang dan petugas perbatasan. Namun hubungan mereka dengan pemerintah Irak memburuk sejak AS menarik pasukannya dari Irak. Hingga pada 2012, pemimpin mereka, Ahmed Abu Richa, bergabung dengan kamp anti-pemerintah. Namun, sejak peran ISIL meningkat, pasukan ini dilaporkan kembali berjuang bersama pemerintah.

e. Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)
Nama kelompok yang aktif sejak 2004 ini semakin mencuat ketika berhasil menguasai sejumlah daerah di Irak, seperti Anbar, Falujjah, dan Mosul. Mereka menuntut berdirinya negara Islam di wilayah Irak dan Suriah. Jumlah anggota ISIL diperkirakan mencapai ribuan, termasuk para pejuang asing.

2. Kurdistan atau Kurdi Peshmerga
Sejak ISIL mengambil alih kota Mosul, Irak utara, pada Juni, Kurdi Peshmerga telah mengambil peran utama dalam pertempuran untuk Irak. Pejuang Peshmerga telah ada sejak lahirnya gerakan nasionalis Kurdi tahun 1920, setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman. Namun mereka mengambil peran yang lebih menonjol pada 1960, ketika Partai Demokrat Kurdi (PPK) bertentangan dengan Saddam dan Baath. Selama invasi pimpinan AS pada 2003, Peshmerga turut menyediakan bantuan militer dan politik.

3. Kelompok Bersenjata Syiah

a. Pemberontak Sadr
Di bawah pimpinan Muqtada al-Sadr, kelompok ini mengklaim untuk membela rakyat, agama, negara, dan tempat-tempat suci. Mereka menyebut dirinya sebagai kekuatan nansionalis, bukan sektarian, dan siap membela semua situs keagamaan di Irak. Sadr, yang terjun ke dunia politik, sering bertentangan dengan PM Maliki. Namun, pada Februari lalu, Sadr mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia politik, meski Sadr menyatakan akan tetap peduli dan tidak menutup diri dari politik.

b. Asaib Ahl al-Haq
Kelompok yang juga menamakan diri The League of The Righteous (Liga Orang Benar) ini telah bertempur melawan pasukan AS selama invasi Irak. Kelompok ini merupakan salah satu dari kelompok Irak yang juga melakukan pertempuran di Suriah. Selain itu, kelompok ini juga tengah berjuang bersama pasukan pemerintah di Diyala, Anbar, dan Samarra.

c. Kataib Hizbullah
Kelompok yang juga muncul ketika invasi AS di Irak ini dianggap sebagai kelompok yang fokus memerangi AS di tanah Irak. Saat ini Hizbullah terlah bergabung dengan pasukan pemerintah untuk menggempur militan ISIL di sejumlah daerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s