Serangan Kelompok Orang Berpisau Tewaskan Puluhan Orang di Xinjiang


Puluhan orang tewas dan terluka dalam sebuah serangan di wilayah Xinjiang, China. Demikian dikabarkan media massa China, Selasa (29/7/2014). Sekelompok orang bersenjatakan pisau menyerang sebuah pos polisi dan sejumlah kantor pemerintah di wilayah Shache, Xinjiang, Senin (28/7/2014) pagi.

Kantor berita Xinhua mengutip kepolisian setempat mengabarkan puluhan warga etnis Uighur dan Han tewas atau terluka akibat serangan itu. “Petugas polisi di lokasi kejadian menembak mati puluhan penyerang. Hasil investigasi awal menunjukkan aksi ini merupakan sebuah aksi teror terencana,” demikian Xinhua.

Pemerintah Beijing biasanya menuding kelompok separatis Uighur menjadi dalang aksi-aksi kekerasan semacam ini yang selama setahun terakhir berkembang hingga ke luar wilayah yang bergolak itu. Salah satu insiden terbesar adalah sebuah serangan di sebuah pasar di ibu kota Xinjiang, Urumqi pada Mei lalu yang menewaskan 39 orang. Aksi kekerasan lain adalah serangan pisau di sebuah stasiun kereta api di Kunmin, China baratdaya pada Maret yang menewaskan 29 orang.

Tiga orang dilaporkan tewas dan 79 orang terluka dalam sebuah serangan di stasiun kereta api di Xinjiang, Tiongkok, Rabu (30/4/2014) malam. Bersamaan dengan serangan kelompok berpisau itu, terjadi ledakan pada pukul 19.10 waktu setempat. Ledakan diduga berasal dari sebuah koper yang tergeletak di antara pintu keluar stasiun dan halte bus.

Stasiun itu langsung ditutup setelah peristiwa itu terjadi. Layanan kereta api pun dihentikan dan baru dibuka lagi dua jam kemudian dengan penjagaan aparat keamanan yang sangat ketat. Menurut Xinhua, beberapa orang bersenjata menyerang warga yang baru turun dari kereta di stasiun yang berada di Urumqi, ibu kota Xinjiang.

Serangan itu terjadi ketika Presiden Xi Jinping mengakhiri kunjungan ke provinsi tersebut. Namun, tidak jelas apakah Presiden Xi masih berada di wilayah itu ketika serangan terjadi. Dalam pernyataannya, Xi mendesak aparat berwenang untuk “mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan aksi terorisme”.

“Kita tidak boleh lengah dalam pertempuran melawan kekerasan dan terorisme dan tindakan nyata harus diambil untuk menekan para teroris,” kata Xi seperti dikutip Xinhua.Ketegangan antara Pemerintah Tiongkok dan warga etnis Uighur, yang merupakan warga mayoritas Xinjiang, berlangsung selama bertahun-tahun.

Pada pemberontakan yang pecah di Urumqi pada tahun 2009, hampir 200 orang tewas. Beijing menuding peristiwa itu diprovokasi pihak-pihak dari luar Tiongkok meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan tuduhan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s