Hacker China Tembus Komputer Pemerintah AS dan Israel


Para peretas China berhasil masuk ke sistem komputer pemerintah AS yang berisi data pribadi seluruh pegawai federal AS. Demikian dilaporkan harian The New York Times, Kamis (10/7/2014). The New York Times kemudian melanjutkan peretasan yang terjadi pada Maret lalu itu nampaknya ditujukan untuk mencari data sejumlah pegawai pemerintah AS yang bisa mengakses berbagai informasi terpenting.

Laporan ini muncul di saat Menteri Luar Negeri AS John Kerry tengah berada di China selama dua hari untuk membahas berbagai isu yang mengganjal hubungan kedua negara, termasuk masalah peretasan. Dalam kasus terbaru ini, peretas berhasil menembus basis data sejumlah komputer di badan kepegawaian federal sebelum ketahuan lalu akses para peretas itu diblokir.

Sejauh ini tidak diketahui seberapa banyak data yang berhasil diperoleh para peretas China itu. Dalam data yang diretas tersebut terdapat banyak informasi soal para pegawai federal yang meminta akses keamanan, daftar kontak internasional mereka, pekerjaan sebelumnya dan data pribadi seperti riwayat penggunaan obat bius.

Seorang pejabat pemerintah kepada The New York Times mengatakan setelah dilacak peretasan itu berawal di China meski belum diketahui apakah para peretas itu bekerja untuk pemerintah. Para peretas menyerang komputer-komputer di Israel, termasuk yang digunakan Kementerian Pertahanan yang berkaitan dengan warga di wilayah pendudukan Tepi Barat. Demikian pakar perlindungan data Israel menjelaskan, Senin (27/1/2014).

“Awal bulan ini sejumlah surat elektronik dikirimkan ke beberapa perusahaan di Israel, termasuk perusahaan keamanan,” kata Aviv Raff, dari perusahaan keamanan siber Israel, Seculert. “Dalam surat itu terdapat tautan yang jika dibuka akan menyebarkan virus, semacam kuda Troya, yang memungkinkan peretas mengendalikan komputer. Salah satu komputer adalah milik Badan Kependudukan,” tambah Raff. Sementara itu, militer Israel enggan berkomentar banyak soal kabar ini. Militer hanya mengatakan tengah menyelidiki masalah tersebut.

Raff tidak mengidentifikasi sumber serangan, tetapi Radio Militer Israel mengatakan, serangan itu kemungkinan besar berasal dari Gaza. Sebanyak 15 komputer di Israel menjadi sasaran.Radio Militer mengatakan, hanya jaringan komputer Badan Kependudukan yang terdampak, dan tidak ada komunikasi rahasia yang bocor.

Para politisi Israel dan pejabat keamanan berulang kali memperingatkan bahaya peretasan dan mengatakan pemerintah sudah berulang kali mengagalkan sejumlah upaya peretasan seperti ini. Sementara itu, PM Israel yang sedang berada di Davos, Swiss, mengatakan bahwa pemerintahannya terus meningkatkan kemampuan pengamanan terhadap serangan siber semacam ini.

“Di era informasi seperti ini, sangat dipahami bahwa informasi adalah sesuatu yang harus dilindungi, sebab jika tidak maka akan terjadi kekacauan,” kata Netanyahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s