Abu Bakr al-Baghdadi Pengganti Osama Bin Laden Yang Lebih Brutal dan Kejam


Abu Bakr al-Baghdadi adalah nama perang dari komandan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), kelompok militan yang secara dramatis menguasai dua kota terbesar di Irak hanya dalam waktu dua hari. Menggunakan sebuah taktik yang tak lazim, Al-Baghdadi memimpin para pejuangnya menuju ke ibu kota Irak, Baghdad. Baghdadi memiliki ambisi besar, yaitu mendirikan sebuah kekhalifahan Islam yang terbentang dari Suriah hingga ke Irak dan jika memungkinkan lebih luas lagi.

Dengan kesuksesannya itu, Al-Baghdadi kerap disebut-sebut sebagai penerus Osama bin Laden sebagai tokoh militan paling ditakuti di dunia. Bedanya, Al-Baghdadi membawa personifikasi yang berbeda ke dalam misi-misinya.

Tak berwajah
Berbeda dengan Osama bin Laden, Al-Baghdadi bukan tipe dalang teror yang duduk di sebuah goa dan mengancam dunia lewat pesan-pesan video. Hal seperti itu masih dilakukan Ayman al-Zawahiri, pemimpin Al Qaeda saat ini. Hingga saat ini , wajah dan penampilan Al-Baghdadi masih menjadi misteri. Hanya ada dua foto dirinya di seluruh dunia. Salah satu foto dirilis AS, yang menghargai kepala Baghdadi sebesar 10 juta dollar AS. Satu foto lagi disebarkan oleh Pemerintah Irak.

Selain “tak berwajah”, Al-Baghdadi memiliki banyak nama, termasuk Abu Du’a dan Dr Ibrahim. Meski namanya belum banyak didengar dunia, ada banyak alasan mengapa Al-Baghdadi mendapatkan begitu banyak dukungan dari kelompok-kelompok militan. “Selama 10 tahun terakhir atua lebih, Zawahiri bersembunyi di wilayah perbatasan Afganistan-Pakistan dan tidak melakukan banyak hal selain sejumlah pernyataan dan video,” kata Richard Barrett, mantan direktur kontraterorisme MI6, badan intelijen luar negeri Inggris.

“Sementara itu, Baghdadi melakukan banyak hal luar biasa. Dia merebut sejumlah kota. Dia memobilisasi banyak orang, dan dia banyak membunuh orang di Irak dan Suriah,” tambah Barrett. “Jika Anda orang yang mencari aksi, Anda akan mencari Al-Baghdadi,” demikian Barrett.

Terlalu brutal
Al-Baghdadi memang sudah meraih sejumlah hal. Lihat saja wilayah luas yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak. Taktik brutal dan kejamnya ditakuti kawan dan lawan. Itulah yang membuat Al Qaeda memutuskan untuk “menyingkirkan” ISIS dari tubuhnya pada Februari lalu. Taktik yang digunakan ISIS bahkan bagi Al-Qaeda sekalipun dianggap terlalu brutal dan tidak islami.

Hidup di bawah rezim ISIS bisa menjadi sangat menakutkan. Di sejumlah wilayah Suriah yang mereka kuasai, pemancungan adalah hal biasa. Demikian pula soal pelecehan dan pemerkosaan terhadap perempuan yang menentang mereka dan yang berada diluar rumah.

“ISIS bahkan menembaki dan merajam warga sipil Suriah serta memperkosa para wanita yang memprotes perilaku mereka,” demikian harian The Economist menulis awal tahun ini. Karena itu, tak heran jika 500.000 warga muslim kota Mosul, Irak, memilih kabur ketika ISIS mengambil alih kekuasaan di kota itu. Warga Mosul mungkin bukan yang terakhir berlari di bawah kejaran pasukan pria “tak berwajah” ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s