Granat Meledak … 2 Pengunjuk Rasa Tewas Di Bangkok


Dua pengunjuk rasa anti-pemerintah tewas dan 21 terluka dalam serangan senjata dan granat Kamis 15 Mei 2014 di Bangkok, Thailand. Polisi mengatakan dua granat M79 dilemparkan ke lokasi protes di Monumen Demokrasi kota dan diikuti oleh tembakan. “Korban pertama adalah seorang pengunjuk rasa yang sedang tidur di Monumen Demokrasi, sementara korban kedua adalah seorang penjaga protes yang meninggal akibat tembakan,” kata anggota polisi setempat, Mayor Wallop Prathummuang, Kamis 15 Mei 2014.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Erawan Emergency Centre, Pusat penanganan darurat kota, mengatakan dua orang tewas dan 21 luka-luka , tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Kematian ini menggenapkan korban menjadi 27 orang dari enam bulan protes yang ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah Yingluck Shinawatra yang telah melepas jabatan. Sementara, ratusan orang lain terluka dalam serangan senjata dan granat terkait dengan aksi unjuk rasa.

Mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra digulingkan oleh pengadilan Thailand pekan lalu , tetapi dengan cepat digantikan oleh partai yang berkuasa Pheu Thai yang menolak untuk tunduk pada tekanan mengatakan mereka adalah pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Dua pengunjuk rasa anti-pemerintah terluka akibat ledakan di luar kantor Perdana Menteri Thailand pada Ahad, 11 Mei 2014, di tengah meningkatnya ketegangan di Thailand menyusul lengsernya Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Menurut media lokal, seorang penyerang tak dikenal melempar granat ke arah kerumunan pengunjuk rasa anti-pemerintah di luar Government House sekitar tengah malam. Padahal kantor ini telah berminggu-minggu kosong.

“Ledakan tersebut melukai dua pengunjuk rasa, tapi kami belum bisa memastikan apakah itu granat atau benda lain,” kata seorang perwira polisi, seperti dilansir Reuters, hari ini. Para demonstran memenuhi kantor Perdana Menteri untuk mendesak Parlemen dan Komisi Pemilihan Umum agar segera menunjuk perdana menteri baru. Desakan ini diluncurkan sebagai respons atas keinginan pemerintah sementara untuk kembali memulihkan kewenangan Yingluck sebagai perdana menteri.

Rabu lalu, Yingluck resmi dicopot dari jabatannya setelah terbukti menyalahgunakan kekuasaan. Hakim mengatakan kesalahan Yingluck adalah sewenang-wenang mencopot Kepala Dewan Keamanan Nasional Thawil Pliensri pada 2011. Posisi yang lowong itu kemudian diberikan kepada kerabat Yingluck, Priewpan Damapong.

Krisis di Thailand semakin memanas setelah Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dicopot dari jabatannya pada Rabu lalu. Kelompok Kaus Merah, pendukung Yingluck, terus mendesak parlemen agar Yingluck kembali pada wewenangnya. Namun kelompok anti-pemerintah terus meminta agar parlemen segera menunjuk perdana menteri baru.

Menanggapi hal ini, seperti diberitakan ABC News, Ahad, 11 Mei 2014, kabinet Yingluck disebut akan mengusung Niwattumrong Boonsongpaisan untuk menggantikan Yingluck. Namun pemimpin gerakan protes anti-pemerintah, Suthep Thaugsuban, mengatakan bahwa Niwattumrong, “tidak memegang kekuasaan atau status apa pun yang memungkinkannya menjadi kepala pemerintah.”

Suthep justru meminta Senat untuk segera berkonsultasi dengan Ketua Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Pemilihan Umum guna menunjuk perdana menteri baru. Pertemuan di antara mereka, kata Senat, akan diadakan pada Senin, 12 Mei 2014.

Krisis yang berisiko pada perang saudara Thailand membuat sejumlah negara ASEAN mengungkapkan keprihatinannya. Dikutip dari Bangkok Post, para menteri luar negeri yang hadir dalam KTT ASEAN di Myanmar pada Ahad kemarin secara khusus membahas masalah Thailand. ASEAN menekankan dukungan penuh kepada Thailand untuk mencapai solusi damai dalam menghadapi masalah tersebut. Hal ini tentunya disambut baik oleh Thailand.

“Kami sangat mengapresiasi keprihatinan pemimpin ASEAN mengenai situasi di negara kami,” kata Wakil Perdana Menteri Pongthep Thepkanchana yang hadir di Myanmar menggantikan Yingluck, yang telah dilengserkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s