Perdana Menteri Thailand Yingluck Berhasil Dilengserkan


Pengadilan Konstitusi Thailand menyatakan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra terbukti menyalahgunakan kekuasaan. Sebagai hukuman, Yingluck dicopot dari jabatannya sebagai perdana menteri bersama sembilan anggota kabinetnya. Putusan dibacakan oleh majelis hakim dalam persidangan pada Rabu, 7 Mei 2014. Yingluck tidak hadir dalam persidangan.

Hakim mengatakan kesalahan Yingluck adalah sewenang-wenang mencopot Kepala Dewan Keamanan Nasional Thawil Pliensri pada 2011. Posisi yang lowong itu kemudian diberikan kepada kerabat Yingluck, Priewpan Damapong. “Ini memberikan keuntungan politik untuk dirinya, pergantian jabatan ini tidak memberikan manfaat kepada negara,” kata hakim.

Sebelumnya, Yingluck membantah penggantian pejabat itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan.”Sebagai perdana menteri, saya menjalankan tanggung jawab kepada rakyat dan memberikan manfaat terbaik bagi publik,” kata Yingluck, Selasa, 6 Mei 2014. Kasus ini diusung oleh sekelompok senator setelah Yingluck mencopot jabatan Thawil. Alasan para senator ini: Yingluck tidak menjelaskan alasan penggantian pejabat secara jelas.

Atas putusan tersebut para pendukung Yingluck menuding pengadilan telah bekerja sama dengan oposisi untuk menjatuhkan Yingluck. Para penentang pemerintahan Yingluck telah berusaha mendongkel adik kandung Thaksin Shinawatra ini dari jabatannya sejak November 2013. Menurut penasihat Yingluck, Nopaddon Pattama, putusan Pengadilan Konstitusi harus dipatuhi. Tidak ada pilihan melakukan perlawanan hukum, hanya menggalang aksi protes secara politik. Adapun anggota kabinet yang tersisa telah menunjuk Niwattumrong Boonsongpaisan sebagai perdana menteri sementara.

Ribuan pendukung pemerintah yang dikenal sebagai massa Kaus Merah menyatakan siap turun ke jalanan Kota Bangkok jika Mahkamah Konstitusi Thailand memaksa Perdana Menteri Yingluck Shinawatra diadili dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan, Rabu, 7 Mei 2014. Yingluck akan disidang terkait dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam penggantian Kepala Keamanan Nasional Thawil Pliensri.

Ancaman protes Kaus Merah untuk melakukan aksi demo ke Ibu Kota ini dikhawatirkan akan memicu bentrok dan kekerasan di Thailand. Anutin Tinnaraj, Ketua Persatuan Kaus Merah untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran, mengatakan akan ada sekitar ratusan ribu orang dari 20 provinsi yang siap mendatangi Bangkok untuk melakukan protes.

“Saya yakin putusan pengadilan telah diatur oleh faksi anti-pemerintah yang ingin menempatkan perdana menteri sendiri,” kata Tinnaraj, seperti dilaporkan Sidney Morning Herald, Rabu, 7 Mei 2014. Yingluck dipanggil oleh Pengadilan Konstitusional Thailand, Selasa, 6 Mei 2014, atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, perdana menteri wanita pertama di Thailand ini menyangkal tuduhan tersebut dengan alasan keputusannya waktu itu dibuat demi kepentingan negaranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s