Kapal Feri Korea Selatan Tenggelam 268 Penumpangnya Hilang


Lee Joon-Seok (52), kapten dari feri Korea Selatan yang terbalik pada Rabu (16/3/2014) pagi, ditangkap dan langsung ditahan, Sabtu (19/4/2014). Sementara itu, para penyelam akhirnya dapat memasuki kapal setelah menembus arus kuat dan jarak pandang nyaris nol. Surat perintah penangkapan Lee dikeluarkan pada Jumat (18/4/2014). Insiden ini sudah menewaskan 28 orang, sementara 268 penumpang masih belum ditemukan. Lee ditahan dan dikenakan lima tuduhan, menurut kantor berita Yonhap, termasuk kelalaian tugas dan pelanggaran hukum maritim.

Yonhap melaporkan bahwa pengadilan di Mokpo mengeluarkan surat perintah untuk Lee dan dua awak kapal lain. Penahanan dilakukan untuk mencegah mereka kabur atau menghancurkan bukti. Sementara itu, harapan menemukan korban selamat dari upaya penyelamatan kapal ini terus menipis pada hari ketiga. Tim penyelamat akhirnya bisa memasuki kapal, 48 jam setelah kapal tenggelam.

Tragedi bertambah dengan langkah bunuh diri yang diambil wakil kepala sekolah yang selamat dari kecelakaan. Dia adalah pemimpin rombongan ratusan siswa yang menumpang kapal ini, dengan kondisi bahwa sebagian besar siswa sampai sekarang belum ditemukan. Para penyelam dari tim penyelamat untuk feri yang tenggelam di Korea Selatan, Sabtu (19/4/2014), mengatakan telah melihat tiga mayat terapung di dalam kabin penumpang. Namun, mereka belum dapat mengambil ketiga jasad itu.

Para penyelam melihat mayat-mayat itu berada di kabin yang diduga merupakan lokasi terakhir para penumpang kapal bernaung, yang kemudian diyakini terperangkap. Upaya untuk mengambil jasad-jasad itu tak bisa dilakukan karena para penyelam tak dapat memecahkan kaca jendela kabin. Menurut para penyelam, tak ada suara apa pun dari balik kabin itu, berdasarkan pernyataan dari penjaga pantai kepada wartawan. Insiden ini merupakan kecelakaan laut terburuk dalam 21 tahun terakhir berdasarkan kemungkinan jumlah korban jiwa.

Kelalaian

Kelalaian diduga menjadi penyebab utama kecelakaan, selain dugaan ada masalah dengan kargo dan cacat pada struktur kapal, sekalipun feri tersebut telah lulus semua uji keamanan dan asuransi. Pada Sabtu pagi, kapten kapal ini sudah ditahan, berdasarkan keterangan para saksi bahwa dia termasuk rombongan pertama yang menyelamatkan diri dari kapal pada saat kejadian.

Penyidikan mendapatkan Kapten Lee Jon-Seok tidak berada di anjungan saat kecelakaan terjadi, dengan kemudi ditangani seorang perwira yunior kapal. Kantor berita Yonhap menyebutkan, Lee menghadapi lima tuntutan, termasuk atas kelalaian tugas dan pelanggaran hukum maritim.

Selain Lee, penangkapan juga dilakukan terhadap satu perwira senior dan satu kru kapal yang lain, atas kegagalan tugas membantu penumpang menyelamatkan diri. Meski demikian, kru perjalanan lokal mengatakan, penyerahan kemudi merupakan praktik yang jamak dalam rute penyeberangan Incheon ke pulau resor Jeju. Rute tersebut memakan waktu tempuh 13,5 jam.

Belum ada komentar dari Lee atas musibah ini sejak ia selamat dari kapal, meski sudah meminta maaf atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, baik kolega maupun petinggi Chonghaejin Marine Co Ltd, operator kapal, Lee digambarkan sebagai seorang veteran dan ahli di bidangnya. Penyidik kelautan dan penjaga pantai mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan. Mereka juga menolak mengomentari kemungkinan bergesernya muatan kargo di bagian dasar kapal sebagai penyebab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s