Penduduk Ukraina Minta Bantuan Rusia Untuk Dapat Merdeka


Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, bertekad melakukan “respon yang sangat keras” atas penguasaan markas polisi di Slovyansk, Sabtu (12/4) pagi. Puluhan orang bersenjata telah merebut sebuah pos polisi di kota kecil di Ukraina timur sementara ketegangan di wilayah yang berbahasa Rusia di negara itu meningkat.

Menteri Dalam Negeri Ukraina mengatakan orang-orang yang mengenakan pakaian loreng menyerbu pos polisi di Slovyansk, Sabtu pagi. Kota itu terletak sekitar 90 kilometer di sebelah selatan Donetsk dimana demonstran pro Rusia telah menguasai sebuah gedung pemerintah selama hampir seminggu. Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov bertekad melakukan “respon yang sangat keras” atas penguasaan gedung itu.

Video pada situs setempat menunjukkan beberapa orang bersenjata yang mengenakan penutup wajah untuk ski menjaga pintu masuk pos polisi itu. Demonstran yang menahan gedung pemerintahan di Donetsk sejak hari Minggu awalnya menyerukan sebuah referendum untuk memisahkan diri tetapi kemudian mengurangi tuntutan itu menjadi pemilih daerah otonomi di dalam wilayah Ukraina.

Kelompok separatis pro-Rusia, Kamis (10/4/2014), mendirikan barikade pertahanan di depan kantor biro keamanan negara di kota Luhansk, wilayah timur Ukraina. Mereka juga meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah Pemerintah Ukraina mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menegakkan aturan di kota itu.Para pengunjuk rasa juga melakukan pembicaraan untuk mencairkan kebuntuan terkait tawaran pengampunan yang disampaikan parlemen Ukraina jika para pengunjuk rasa meletakkan senjata dan meninggalkan gedung itu.

Gedung yang pada masa pemerintahan Uni Soviet merupakan markas dinas rahasia KGB ini adalah satu dari tiga gedung pemerintah di Ukraina timur yang diduduki para aktivis pro-Rusia yang menuntut referendum atau kemerdekaan. Ketegangan meningkat di wilayah timur Ukraina yang dihuni warga berbahasa Rusia, sejak Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Moskwa digulingkan kelompok pro-Barat.

Dalam sebuah jumpa pers yang digelar pada Rabu malam, Valery Bolikov, yang mengaku sebagai perwakilan dari markas angkatan darat wilayah selatan dan timur, mengatakan bahwa pembicaraan dengan pemerintah telah gagal mencapai kesepakatan. “Dalam pembicaraan itu, ada sejumlah isu yang dibicarakan. Namun, mereka belum memberikan konklusi yang logis,” kata Bolikov.

Meski sejumlah pengunjuk rasa menginginkan wilayah itu bergabung dengan Rusia, menurut Bolikov, tuntutan mereka hanyalah referendum untuk memberi Lushanks otonomi lebih luas di bawah federasi Ukraina. “Kami akan meninggalkan gedung ini jika tuntutan kami soal referendum dan federalisasi dipenuhi pemerintah,” ujar Bolikov.

Di ruang pertemuan, sejumlah pria yang mengenakan topeng menenteng senapan serbu AK-47, pistol dan senjata api lainnya berbaris di koridor utama gedung itu. Sebelumnya, para aktivis pro-Rusia menduduki sejumlah gedung pemerintahan di kota Donetsk, Kharkiv, dan Luhanks. Mereka menuntut digelarnya referendum seperti yang terjadi belum lama ini di Crimea.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jumat (11/4/2014), merilis sejumlah foto satelit yang memperlihatkan persiapan militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Foto-foto itu memperlihatkan konsentrasi pesawat-pesawat tempur, helikopter, artileri, infantri dan pasukan khusus yang bisa dikerahkan dalam waktu kurang dari 12 jam. Foto-foto itu sekaligus membantah pernyataan para pejabat Moskwa yang bersikukuh tidak ada pergerakan “aneh” pasikan Rusia di perbatasan Ukraina.

Foto-foto yang dirilis NATO itu menampilkan barisan ratusan tank dan kendaraan lapis baja di sebuah lapangan kosong berjarak 50 kilometer dari perbatasan Ukraina. Foto-foto itu diambil dalam kurun waktu dua pekan terakhir itu menampilkan lokasi-lokasi yang pada Februari lalu nyaris tak berpenghuni.

Salah satu foto menampilkan pangkalan udara Buturlinovka yang berjarak sekitar 145 kilometer dari perbatasan Ukraina. Pangkalan yang tadinya kosong itu kini ditempati puluhan jet tempur meski di tempat itu tak terlihat adanya hangar atau infrastruktur lainnya. Pangkalan udara lainnya, Belgorod yang berjarak 40 kilometer dari perbatasan, kini setidaknya ditempati 21 helikopter. Sama seperti pangkalan udara lainnya, di Belgorod juga tak nampak adanya hangar atau infrastruktur lainnya.

“Ini adalah pasukan yang sudah siap dikerahkan,” kata Brigadir Jenderal Gary Deakin, yang mengendalikan pusat manajemen dan operasi krisis NATO di Belgia. “Rusia memiliki sumber daya yang cukup untuk menyerbu Ukraina dengan cepat jika diperintahkan,” tambah Deakin. Sejumlah foto itu juga menampilkan tanda-tanda nyata sebuah pasukan penyerbu dan bukan hanya melakukan latihan seperti yang dikatakan Moskwa.

Contohnya di Kuzminka, tempat tank dan kendaraan perang infantri dikumpulkan. Tak terlihat adanya barak, bangunan yang signifikan bahkan lahan parkir. “Tak diragukan lagi, pasukan ini memiliki kemampuan untuk menyerang Ukraina timur dan Crimea bahkan hingga ke Odessa di pesisir Laut Hitam,” lanjut Deakin.

Dengan jumlah personel militer hanya 130.000 orang, angkatan bersenjata Ukraina hanya akan memberi perlawanan seadanya jika pasukan Rusia melakukan invasi. Pemerintah Rusia sendiri selalu membantah tengah mempersiapkan militernya untuk melakukan invasi ke Ukraina. Kegiatan pasukan Rusia di perbatasan selalu disebut sebagai aktivitas sehari-hari di dalam wilayah Rusia. Namun, Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen menampik pernyataan Rusia itu.

“Saat saya berbicara ini, sekitar 40.000 prajurit Rusia disebar di sepanjang perbatasan Ukraina.” kata Rasmussen. “(Pasukan itu) bukan berlatih namun siap bertempur. Kami memantau lewat satelit setiap hari,” Rasmussen menegaskan. Di saat yang sama NATO mempersiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kehadirannya di Eropa tengah dan timur. NATO juga akan meningkatkan patroli udaranya di wilayah udara negara-negara Baltik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s