Arab Saudi Minta Dunia Internasional Bantu Pemerintah Mesir Ciptakan Kedamaian


Pemerintah Arab Saudi mengharapkan dukungan dunia bagi upaya pemerintah interim Mesir untuk menciptakan stabilitas di negeri itu. Komunitas internasional pun diminta untuk tidak menghambat upaya-upaya tersebut.

“Kami harap komunitas internasional mendukung upaya-upaya pemerintah Mesir untuk mencapai apa yang kita semua inginkan — keamanan, stabilitas dan kemakmuran,” kata Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Saud al-Faisal kepada kantor berita AFP, Rabu (21/8/2013).

“Kerajaan mendesak komunitas internasional untuk tidak mengambil langkah-langkah yang bisa menghambat upaya-upaya pemerintah Mesir untuk menstabilkan negara,” tegas Pangeran Saud.

Pernyataan ini disampaikan seiring para menteri Uni Eropa akan menggelar pertemuan hari Rabu ini di Brussels, Belgia untuk membahas krisis Mesir. Diperkirakan dalam pertemuan itu Uni Eropa akan menyampaikan kecaman atas tindakan aparat Mesir dalam menghadapi para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.

Sebelumnya, Pangeran Saud mengumumkan bahwa negara-negara Arab siap membantu Mesir jika negara-negara Barat menghentikan paket bantuan untuk Kairo. Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menyambut baik penggulingan Morsi oleh pihak militer Mesir pada 3 Juli lalu. Pemerintah Saudi bahkan mengumumkan paket bantuan senilai US$ 5 miliar untuk Mesir. Kuwait dan Uni Emirat Arab pun mengambil langkah serupa dengan menjanjikan bantuan miliaran dolar AS untuk Mesir.

Aparat Mesir kembali melakukan penahanan dua tokoh Ikhwanul Muslimin. Keduanya adalah seorang pendakwah terkemuka dan seorang juru bicara kelompok tersebut.

Menurut sumber militer Mesir seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/8/2013), pendakwah Safwat Hegazy ditangkap di dekat perbatasan Mesir dengan Libya. Hegazy telah menjadi buronan setelah surat perintah penangkapan atas dirinya dikeluarkan menyusul penggulingan presiden terpilih Mohamed Morsi.

Sementara Mourad Ali, juru bicara partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin ditangkap di bandara Kairo saat dia akan bertolak menuju Italia. Sumber bandara mengatakan, Ali yang namanya masuk dalam daftar dilarang terbang ‘telah mencukur jenggotnya, meninggalkan jubah putihnya dan mengenakan pakaian barat.”

Sebelumnya, pemimpin Ikhwanul, Mohamed Badie juga ditahan pada Selasa, 20 Agustus pagi waktu setempat. Pada Juli lalu, otoritas Mesir mengeluarkan sekitar 300 surat perintah penangkapan terhadap para anggota Ikhwanul Muslimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s