John McAfee Pendiri Perusahaan Antivirus McAfee Menjadi Buronan Setelah Membunuh Tetangganya


Perintis peranti lunak antivirus, John McAfee, tertangkap di perbatasan antara Belize dan Meksiko. “Kami telah menerima laporan tidak resmi bahwa John McAfee telah ditangkap di perbatasan Belize-Meksiko,” demikian tertulis dalam situs resmi milik McAfee, thewhoismcafee.com.

Situs thewhoismcafee adalah laman yang dibuat McAfee untuk menyerang balik laporan yang dibuat media tentang dirinya. Situs ini diklaim menyediakan informasi tentang segala tuduhan yang dialamatkan terhadap pria berusia 67 tahun itu.

Otoritas Belize mengatakan bahwa McAfee ditangkap sejak Sabtu, 3 Desember 2012. Mereka akan menginvestigasi kasus pembunuhan yang diduga melibatkan multijutawan ini. McAfee dituduh terlibat dalam pembunuhan tetangganya di Kota Ambergris Caye, bulan lalu. Seorang pria bernama Gregory Faul, yang berusia 52 tahun, ditemukan meninggal dengan luka tembak di bagian kepala.

McAfee berkukuh bahwa ia tidak bersalah. Dalam blognya, McAfee menyatakan tak ada hubungan dengan kematian Faul. Menurut McAfee, ia jarang berbicara dengan Faul semenjak tinggal di Belize pada 2008.

Belize merupakan negara kecil di kawasan Amerika Tengah, berpenduduk sekitar 350 ribu orang, dan berbahasa Inggris. McAfee diduga terlibat cekcok dengan Faul terkait empat ekor anjingnya. McAfee, pendiri perusahaan antivirus McAfee, meradang setelah anjingnya mati dengan dugaan diracun. Pendiri perusahaan antivirus McAfee, John McAfee, mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan yang disangkakan kepadanya. Kepada media digital Wired, McAfee, 67 tahun, mengaku sengaja bersembunyi saat polisi menggerebek rumahnya di negara yang terletak di kawasan Amerika Tengah itu.

McAfee mengaku bersembunyi dengan membenamkan tubuhnya ke pasir dan menaruh kotak boks untuk menutupi kepalanya. “Jika mereka menemukan saya, mereka akan membunuh saya,” kata dia dari tempat persembunyiannya di Pulau Ambergris Caye, Belize.

McAfee menjadi tersangka utama pada pembunuhan yang terjadi Ahad pekan lalu di pulau itu. Dia tinggal di rumahnya itu sejak pensiun empat tahun lalu. Korban pembunuhan adalah tetanggal McAfee, Gregory Faull, 52 tahun, seorang ekspatriat yang juga berasal dari Amerika Serikat.

Saat polisi tiba, mayat Faull ditemukan dalam kondisi telentang di atas genangan darah dengan luka tembak di bagian belakang kepala. Polisi menemukan sebuah selongsong peluru bermerek Luger berukuran 9 milimeter di lokasi kejadian.

Saat wartawan Wired menanyakan apa yang diketahui McAfee terkait pembunuhan itu, dia mengaku tidak tahu sama sekali. “Saya hanya mendengar bunyi tembakan,” kata dia. Dia mengaku merasa khawatir jika orang yang menembak Faull juga berencana membunuhnya. “Mungkin saja sebenarnya pelaku mengincar saya,” kata dia. “Saya takut sekali.”

Jika McAfee terlibat, pembunuhan ini mungkin terkait dengan matinya anjing-anjing miliknya pada Jumat pekan lalu. Sejumlah tetangga McAfee, termasuk Faull, telah mengajukan komplain resmi kepada wali kota setempat karena keributan yang disebabkan anjing piaraan McAfee.

Menurut petinggi perusahaan antivirus itu, ada orang yang sengaja meracun anjing-anjing piaraannya hingga mati. Hubungan McAfee dengan otoritas setempat memburuk beberapa bulan terakhir. Pada April lalu, Unit Penangkapan Gang dari kepolisian setempat menggerebek rumahnya.

Polisi menuduhnya membuat obat terlarang methamphetamine dan memiliki senjata. Tudingan ini belakangan dicabut. Namun, McAfee merasa pemerintah Belize menyimpan dendam padanya.

“Pada Jumat malam lalu, petugas penjaga pantai mengirimkan serombongan orang berseragam gelap,” kata dia lewat e-mail. “Mereka menyebar di pantai. Dan pagi harinya, empat anjing saya mati keracunan.”

Saat ditanya apakah dia menduga Faull sebagai orang yang diduga meracun anjingnya, McAfee menampik. “Dia itu pemarah, tapi tidak akan melukai anjing saya.” Perdana Menteri Belize, Dean Darrow, menyerukan kepada John McAfee untuk segera muncul dan membantu polisi dalam kasus pembunuhan yang dituduhkan padanya.

Darrow juga mengkritik beberapa pernyataan McAfee, 67, yang mengatakan polisi bakal membunuhnya jika sampai tertangkap. “Saya bukannya ingin berkata kurang baik, tapi dia sepertinya sangat paranoid,” kata Darrow. “Mungkin sudah mulai kurang waras.”

Kepolisian Belize mencari McAfee dengan tuduhan menembak mati tetangganya yang bernama Gregory Viant Faull, 52, sesama warga Amerika Serikat yang bermukim di Belize. Belize merupakan negara kecil di kawasan Amerika Tengah, berpenduduk sekitar 350 ribu orang dan berbahasa Inggris. McAfee diduga terlibat cekcok dengan Faull terkait empat ekor anjingnya. McAfee, pendiri perusahaan antivirus McAfee, meradang setelah anjingnya mati dengan dugaan diracun.

Uniknya kepada Wired, McAfee mengaku justru menuding kepolisian Belize sebagai pembantai anjing-anjingnya, yang kerap menggonggong menakuti tetangga sekitar. Hingga hari ketiga ini, McAfee belum juga tertangkap. Kepada Wired lewat sambungan telepon, dia mengaku bersembunyi di hutan dan menyamar saat kabur menggunakan taksi.

Dia juga mengecat rambut dan kumisnya. “Saya sekarang malah jadi terlihat seperti seorang pembunuh,” kata dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s