Pelayaran 4.000 Km Menyabung Nyama Pria Turki Gagal Dapatkan Cinta Courtney Murray


DALAM mimpi Ramazan Noyan Culum, kisahnya harusnya berujung bahagia. Setelah berlayar lebih dari 4.000 kilometer selama 8 bulan dari Turki ke Inggris dengan sebuah yacht (kapal pesiar mini) yang panjangnya hanya 4,8 meter, Culum membayangkan perempuan Inggris yang membuatnya mabuk kepayang akan menerima cintanya.

Sebaliknya, pelayaran panjangnya itu justru membawa dia ke kantor imigrasi Inggris di Sussex yang siap mendeportasi dia. Sementara perempuan yang membuat dia sulit tidur selama tujuh tahun terakhir malah mengancam, pria turki itu akan langsung dilapor ke polisi jika datang mendekat.

Culum, seorang pengusaha Turki berusia 38 tahun, dijemput petugas Bea Cukai di Selat Inggris, Jumat (16/11) lalu, setelah menempuh pelayaran panjang demi mendapatkan cinta Courtney Murray.

Murray tidak pernah menunjukkan rasa suka terhadap Culum. Perempuan itu pun telah meninggalkan pekerjaannya di Siprus demi menghindari kejaran Culum. Namun hal itu tidak cukup untuk mencegah Culum melakukan pencarian. Pria itu pun telah kehilangan pekerjaannya sebagai direktur perusahaan dan, seperti katanya sendiri, dia telah dilarang di ‘lebih banyak negara ketimbang Osama Bin Laden’ dalam upayanya mendapat cinta gadis itu.

Obsesi Culum bermula tahun 2005 itu ketika ia bertemu Murray dalam sebuah perjalanan scuba-diving di Siprus Utara. Saat itu Murray bekerja di sebuah kafe dan hanya melayani Culum sekali. Namun itu sudah cukup membuat Culum jatuh cinta. Meskipun Murray ‘tidak memperlihatkan rasa tertarik’ , Culum dikatakan telah mencuri nomor telepon gadis itu dari dinding kafe dan mulai mengganggunya.

Teman-temannya Murray menyatakan Culum muncul di restoran itu beberapa kali dan akhirnya ditangkap dan dideportasi dari Siprus. Murray tampaknya sangat takut sehingga ia kembali ke rumahnya, diduga di Liverpool. Gadis itu kemudian menikah.

Pada awal 2011, Culum rupanya belum menyerah. Ia melacak Murray via Facebook. Namun Murray segera untuk memblokir Culum agar tidak bisa menghubunginya lewat situs tersebut.

Tak patah arang, Culum berangkat dari Bodrum, Turki, pada April tahun ini, setelah menulis di blog online-nya bahwa ia bermaksud untuk menikahi Murray, walau mengakui perempuan itu ‘membenci’ dia.

Selama perjalanan epiknya itu, Culum diduga telah ditangkap di Italia dan Spanyol karena tidak memiliki surat-surat perjalanan. Dia juga berjuang melawan badai di Laut Adriatik dan Laut Tengah, serta sempat menderita hipotermia.

Ia melewati Selat Gibraltar, berlayar di sepanjang pantai Spanyol dan Teluk Biscay sebelum menuju ke utara menuju Selat Inggris.

Di blog-nya, Culum mengatakan bahwa ia telah dipenjara, melakukan sekali aksi mogok makan dan menghabiskan waktu di rumah sakit jiwa demi kesempatan bertemu Murray. Situs web itu, yang berjudul Hunger Strike for Courtney Murray: The world is not beautiful without you, menyatakan ia telah dideportasi dari Siprus sembilan kali.

Dia menulis, “Kamu gadis bodoh, kamu tidak mengerti mengapa saya datang ke Inggris. Saya akan datang ke sana, saya akan berlutut di depanmu. Saya akan mencium tanganmu dan saya akan melamarmu. Kamu bisa menikahiku atau kamu memenjarakanku. Kamu yang memutuskan.”

Culum, yang dulu seorang pengusaha sukses dan CEO sebuah perusahaan game untuk ponsel, menyatakan bahwa ia ‘siap mati’ dalam perjalanannya ke Inggris. Dia menambahkan, “Tolong terima lamaranku dan beri saya sebuah keluarga. Saya hanya punya seorang adik perempuan. Ayah dan ibuku sudah meninggal. Courtney, menikahlah denganku, kenapa kamu tidak mau? Saya datang. ”

Dalam entri terbarunya tiga hari lalu, ia menulis, “Saya tidak pernah bermimpi untuk berimigrasi tetapi berusaha untuk mendapatkan hati dari malaikat hidupku. Namun saya sekarang di sebuah pusat imigrasi. Saya tentu saja tidak senang. Saya mencintaimu, tolong maafkan saya.”

Teman-teman dan keluarga Murray berkomentar di blog Culum dan menyebut dia seorang ‘fruitcake stalker’.

Salah satu posting-an pada April datang dari Florence, bibi Murray. Posting-an Florence berbunyi, “Jika kamu pernah bisa sampai ke Inggris dan melakukan kontak dengan Courtney, polisi akan segera diberitahu. Courtney sudah menikah dan hidup bahagia. Semua yang kamu lakukan hanya membuat dirimu tampak bodoh dan menjengkelkan bagi Courtney dan keluarganya.”

Peter Jones, dari Border Agency Inggris, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria itu telah ditahan. Jones menambahkan, “Orang itu berusaha masuk ke Inggris tanpa visa atau paspor yang masih berlaku dan telah dihentikan. Sekarang dia akan dikembalikan ke negara asalnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s