67 Persen Bintang Porno Jepang Akhirnya Harus Jadi Pelacur Untuk Hidup Karena Persaingan Yang Ketat


Jepang sudah lama dikenal sebagai pusat industri film biru dunia. Perempuan Jepang yang mungil dan malu-malu telah menjadi tren film porno dunia. Bahkan industri ini, menurut survei tahun 2006, meraup pendapatan 20 persen dari total penjualan film porno dunia. Angkanya terus bergerak naik tiap tahun. Ini membuat ribuan perempuan muda Jepang tertarik untuk bergabung di dalamnya.

Tapi ternyata hamburan uang yang didapat ketika menjadi bintang Japan AV (adult video) tak membuat para pemainnya sejahtera. Menurut penulis buku The Nameless Women, Atsuhiko Nakamura, kisah akhir para bintang AV justru tak bisa lepas dari industri seks.

“Banyak gadis yang terjun di industri ini tiap tahunnya, tapi mereka datang dengan alasan yang berbeda,” ujar Nakamura dalam situs Japantoday, Selasa, 9 Oktober 2012. Ada yang karena uang, ada pula yang memang menyukai hubungan intimnya disaksikan banyak orang.

Industri film biru setiap tahun dilaporkan berhasil menarik 6.000 pendatang baru. Dengan jumlah pemain sebanyak itu, menurut Nakamura, bintang AV jarang dikenali masyarakat setiap harinya.Tapi memang ada beberapa artis porno yang kini hidup bahagia dan menjalani kehidupan normal tanpa dicibir masyarakat.

Ada banyak cerita, di mana seorang gadis yang hanya terlibat dalam sejumlah film porno, mengumpulkan uang lalu kembali ke gaya hidup normal. Ketika mereka memutuskan berkeluarga dan berbaur dengan masyarakat, banyak yang tidak mengenali sosoknya.

Tapi kisah-kisah bahagia ternyata tak dialami semua bintang porno ini. “Banyak perempuan yang tak mampu kembali ke pekerjaan normal setelah menjadi model AV,” kata Nakamura. Penyebabnya karena terlalu lama berkecimpung dengan bisnis yang bergelimang uang, maka para perempuan ini enggan untuk menjadi pekerja biasa dengan gaji kecil.

Menurut Nakamura, sekitar dua pertiga bintang porno berujung di industri seks. Mereka menjadi hostes di bar atau pelacur di rumah-rumah pemandian yang disebabkan “pola pikir AV”. Pola pikir ini membuat mereka tak bisa bekerja di kehidupan normal dan tak mau mengurangi pendapatannya.

Temuan Nakamura sejalan dengan yang terjadi pada bintang idola AKB48. Dua tahun lalu, mantan personel AKB48, Rina Nakanishi, diberitakan telah menjadi bintang porno. Banyak penggemar yang mendukung keputusannya, tapi tak kalah banyak pula yang mengecam langkah drastisnya.

One response to “67 Persen Bintang Porno Jepang Akhirnya Harus Jadi Pelacur Untuk Hidup Karena Persaingan Yang Ketat

  1. Pingback: sejarah terbentuknya akb 48Referensi Sejarah | Referensi Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s