Dermaga Jepang Yang Hanyut Karena Tsunami Sudah Sampai ke Pantai Oregon Amerika Serikat


Dermaga sangat besar yang terbongkar selama tsunami dahsyat di Jepang tahun lalu dihanyutkan arus dan tiba di pantai Oregon, Amerika Serikat (AS) pekan ini, sehingga pihak berwenang berdebat mengenai cara memindahkannya.

“Ini adalah benda pertama yang telah hanyut sehingga terasa cukup unik untuk konfirmasi bahwa benda itu memang berasal dari tsunami,” kata juru bicara bagi Oregon Parks and Recreation Department, Chris Havel, Rabu waktu setempat (Kamis WIB).

Konsulat Jepang pada hari yang sama menegaskan bahwa dermaga tersebut berasal dari tsunami di negerinya.

“Benda itu berasal dari satu daerah di pantai timur laut Jepang,” kata Havel.

Oregon bekerja sama dengan negara bagian lain, West Coast, pemerintah federal, organisasi nirlaba dan sejumlah pihak lain untuk berkoordinasi membersihan puing itu.

Jepang memperkirakan sebanyak 1,5 ton puing mungkin hanyut akibat tsunami.

Sebagian besar dermaga sepanjang 20 meter tersebut terbuat dari beton dan logam, dan ada plakat logam kecil yang ditempeli tulisan berbahasa Jepang.

Dermaga itu pada Selasa pagi hanyut ke Agate Beach di sebelah utara Newport, Oregon, sekitar 177 kilometer di sebelah barat laut Portland.

Masyarakat Oregon segera bertindak untuk melakukan pemindahan, kendati ada pertanyaan mengenai siapa yang mesti membayar kegiatan tersebut.

“Kami akan menanggung biayanya sekarang,” kata Havel sebagaimana dikutip Reuters

Ia menimpali, “Namun, dalam peristiwa tidak biasa seperti ini, apakah ada cara lain untuk mengatasinya? Kami sungguh tidak tahu hal itu pada saat ini.”

Pihak berwenang sedang mempertimbangkan cara terbaik untuk memindahkan dermaga tersebut dari pantai, kata Havel, dan bahkan mempertimbangkan untuk melucutinya di pantai atau menariknya kembali ke laut.

Dermaga itu diperiksa tidak mengandung radiasi. Radiasi nuklir menjadi keprihatinan akibat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi setelah gempa dengan kekuatan 9,0 pada skala Richter pada Maret 2011 mengalami kebocoran instalasi.

Gempa tersebut mengakibatkan tsunami yang menewaskan hampir 16.000 orang dan membuat lebih dari 3.000 orang hilang di pulau utama Jepang, Honshu. Bencana itu menyapu sebanyak lima ton puing ke luar, tapi kebanyakan tenggelam.

Barang apa saja mulai dari bola dan pelampung sampai bahan bangunan telah hanyut menyeberangi Pasifik dan tiba di pantai di seluruh West Coast, AS.

Pemerintah setempat prihatin terhadap puing yang mengapung di samudra karena ada kemungkinan hewan “menyantap” sampah, bahan beracun dan penyebaran spesies yang bersifat menyerang.

Departemen Pertamanan setempat bekerjasama dengan Departemen Perikanan dan Kehidupan Satwa Liar di Oregon untuk menangani ancaman spesies yang bersifat menyerang, demikian Havel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s