8000 Pasukan Marinir Amerika Serikat Dipindahkan Dari Okinawa Jepang Menuju Australia Sebagai Perubahan Strategi Global


Sekitar 8.000 marinir Amerika Serikat yang berada di pangkalan militer AS di Okinawa, Jepang, bakal segera dipindahkan ke Guam, wilayah AS di Pasifik Selatan. Pemindahan ini ditargetkan tahun 2014 begitu pangkalan pengganti di Guam dibangun.

Pihak Jepang dan AS, Rabu (8/2/2012), sepakat untuk memulai proses rencana pemindahan 8.000 marinir ini.

Pemindahan ini merupakan sebuah restrukturisasi penting tentara AS di Pasifik. Sudah bertahun-tahun pembahasan rencana pemindahan pasukan AS dari pangkalan AS yang strategis ini, menyusul aksi menentang dari penduduk Okinawa.

Kesepakatan ini menyusul pembicaraan tingkat tinggi pembahasan kembali perjanjian tahun 2006 bagi pemindahan 8.000 marinir AS ke Guam. Saat ini ada 50.000 tentara AS di Jepang, dan setengah dari jumlah ini termasuk 18.000 marinir AS ditempatkan di Okinawa. Sekitar 10 persen dari pulau itu menjadi lokasi hampir 40 pangkalan dan fasilitas.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemerintah mengatakan, pemindahan ribuan marinir AS ke Guam tidak berarti penutupan pangkalan militer Futenma, pangkalan para marinir ini sebelumnya. Rincian dari perjanjian ini akan dibahas lebih lanjut. Sekitar 10.000 tentara AS masih tetap berada di Okinawa.

Namun, seorang pejabat senior Jepang menuturkan, sekitar 4.500 marinir AS akan dipindahkan ke Guam. Sementara sekitar 3.300 marinir lainnya akan dipindahkan antara lain ke Australia, Hawaii, dan Filipina.

Pulau Okinawa di Jepang selatan dikenal saat terjadi pertempuran sengit antara pasukan Sekutu yang dipimpin AS dengan tentara Jepang dalam Perang Pasifik (Perang Dunia II).

Usai perang tahun 1945, Okinawa berada dibawah pemerintahan AS selama 27 tahun. Selama perang Korea (1950-1953) dan Perang Vietnam, pangkalan militer di Okinawa menjadi basis pesawat pembom B-29 untuk misi pemboman ke sana.

Tokyo dan Washington dikabarkan telah menyepakati pemindahan 4.700 prajurit Marinir AS dari pangkalan militer di Okinawa, Jepang, ke wilayah AS di Guam, sebagai bagian dari rencana penataan ulang pasukan AS di Jepang yang sudah lama tertunda-tunda.

Demikian dilaporkan beberapa media utama Jepang, Minggu (5/2/2012). Kedua negara pada 2006 telah menyetujui pemindahan sekitar 8.000 marinir dari Okinawa dan relokasi pangkalan udara di pulau tersebut, tetapi pelaksanaan kesepakatan ini selalu tertunda karena warga Okinawa tidak setuju pemindahan pangkalan udara ke wilayah lain pulau itu.

Kantor berita Kyodo News, yang mengutip sumber-sumber diplomatik, menyatakan, setelah pemindahan 4.700 marinir ke Guam, Departemen Pertahanan AS saat ini tengah mempertimbangkan memindahkan 3.300 prajurit marinir sisanya ke berbagai lokasi lain di Pasifik, seperti Hawaii, Australia, dan Filipina.

Para pejabat kementerian luar negeri dan pertahanan kedua negara dikabarkan akan bertemu di Washington DC, Senin (6/2/2012) besok untuk merapikan kesepakatan mereka, dan akan mengumumkan detail kesepakatan itu pada 13 Februari mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s