Keadaan Darurat Militer Diberlakukan Di Nigeria Setelah Kerusuhan Bahan Bakar dan Pemboman Gereja Di Malam Natal


Pemerintah Negara Bagian Kaduna di Nigeria utara telah memberlakukan larangan orang keluar rumah di negara bagian itu, setelah protes rusuh pada Senin dan Selasa (9-10 Januari) sehubungan dengan pencabutan subsidi atas bahan bakar.

Menurut satu pernyataan pemerintah, larangan tersebut berlaku di semua bagian negara bagian itu mulai pukul 21:00 waktu setempat Selasa sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pernyataan tersebut mengatakan tindakan itu perlu dilakukan guna memeriksa luasnya kerusuhan ke daerah lain di negara bagian tersebut.

Kerusuhan meletus selama protes terhadap pencabutan subsidi di beberapa bagian kota metropolitan di negara bagian itu, Senin, demikian antara lain isi pernyataan tersebut sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu pagi.

Larangan orang keluar rumah itu, katanya, juga perlu dilakukan guna mencegah kerusakan lebih lanjut di negara bagian tersebut. Berbagai lembaga keamanan telah diinstruksikan untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna menghentikan setiap upaya untuk menambah kerusakan properti di semua bagian negara bagian itu. Pernyataan tersebut juga memperingatkan siapa saja yang kedapatan berusaha membuat kerusuhan akan dihukum sementara pemerintah berencana meredam semua pelaku tindakan yang melanggar hukum.

Serangan bom yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras terhadap sebuah gereja di luar Abuja, ibu kota Nigeria, pada Hari Natal menewaskan sedikitnya 35 orang, kata seorang pejabat penangaan darurat, sehingga jumlah kematian di berbagai penjuru Nigeria dalam gelombang serangan bom naik menjadi 40 orang.

“Jumlah kematian 35,” kata Slaku Lugard dari Badan Penanganan Darurat Nasional mengenai ledakan bom di Gereja Katholik St. Theresa di daerah Madalla di luar Abuja.

Seseorang yang mengaku sebagai juru bicara kelompok muslim garis keras Boko Haram menyatakan, pihaknya bertanggung jawab atas pemboman gereja di luar Abuja, ibu kota Nigeria, dan kekerasan lain yang menyulut ketakutan dan amarah di negara Afrika yang berpenduduk paling padat itu.

Pihak berwenang tampaknya tidak mampu mencegah serangan-serangan meski militer telah melakukan penumpasan dan menangkap sejumlah anggota Boko Haram. Dalam satu serangan Minggu, pelaku bom bunuh diri berusaha menabrak konvoi militer di depan sebuah kantor polisi rahasia di kota Damaturu, Nigeria timurlaut, menewaskan dirinya sendiri dan tiga agen keamanan.

Pemboman di gereja di luar Abuja menewaskan sedikitnya 35 orang dan menimbulkan kekacauan setelah ledakan itu. Banyak pemuda yang marah mulai melakukan pembakaran dan mengancam menyerang sebuah kantor polisi berdekatan. Polisi melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan mereka dan menutup sebuah jalan raya utama. Petugas penanganan darurat meminta ambulan lebih banyak, sementara petugas penyelamat berusaha mengangkut korban-korban yang tewas dan cedera.

Seorang juru bicara Vatikan mengutuk serangan itu sebagai aksi “kebencian buta” yang berusaha menimbulkan kebencian dan kekacauan lebih lanjut. Inggris mengutuk serangan-serangan “pengecut” itu dan Menteri Luar Negeri William Hague menyampaikan bela-sungkawa kepada keluarga yang berduka dan korban-korban cedera.

Prancis, Italia dan Jerman juga mengutuk serangan-serangan itu. Serangan-serangan lain pada Minggu mencakup ledakan bom di luar sebuah gereja Injil di kota wilayah tengah, Jos, yang menewaskan seorang polisi, kata seorang juru bicara gubernur. Ledakan lain yang ditujukan pada sebuah gereja di daerah Gadaka di wilayah timurlaut pada Malam Natal tidak menjatuhkan korban, sementara dua ledakan lain terjadi di kota Damaturu, termasuk pemboman bunuh diri, juga pada Malam Natal.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram. Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid yang telah dijadikan markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s