PBB Deklarasikan Babakan Siliwangi Bandung Sebagai Hutan Kota Internasional


Kota Babakan Siliwangi, Bandung, akan dideklarasikan sebagai Hutan Kota Internasional oleh PBB melalui “United Nation Environtment Programe” (UNEP) pada pekan depan.

Deklarasi itu akan dilaksanakan sebagai pembuka konferensi lingkungan internasional bertajuk Tunza International Children and Youth Conference On the Environment 2011 yang akan digelar pada 27 September 2011.

“Bandung terpilih jadi tuan rumah kegiatan internasional, saya anggap ini jodoh. Karena dengan demikian, keinginan masyarakat Bandung untuk menjadikan Baksil sebagai hutan kota pun jadi kenyataan,” kata Koordinator Bandung Inisiatif Reggi Kayong Munggaran, di Bandung, Jumat.

Saat ditemui dalam acara syukuran sejumlah komunitas di Bandung menjelang deklarasi, di Blok Pamindangan Babakan Siliwangi, ia menyatakan deklarasi pada 27 September 2011 nanti merupakan momen terbesar dalam sejarah konservasi lingkungan di Kota Bandung.

Babakan Siliwangi, kata Reggi, telah lama menjadi kontroversi antara pemerintah kota, masyarakat, dan sejumlah komunitas lingkungan di Kota Bandung.

“Dengan deklarasi ini, masyarakat akan memiliki legitimasi bahwa Baksil merupakan milik publik dan terbuka sebagai ruang publik,” kata Reggi.

Reggi menuturkan, perjuangan mempertahankan Baksil sebagai hutan kota sama halnya dengan memperjuangkan hak-hak masyarakat terhadap pemenuhan hak lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Saat ini kota Bandung memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30 persen dari luas 16.729 hektar. Maka, kata Reggi, deklarasi Baksil sebagai hutan kota merupakan harga mati bagi masyarakat Kota Bandung.

Lantas, lanjut Reggi, setelah resmi dideklarasikan sebagai hutan kota bukan berarti perjuangan masyarakat Bandung telah usai. Justru perjuangan baru akan segera dimulai.

“Karena nanti Baksil bukan lagi aset pemerintah atau korporasi, bukan lagi aset kota Bandung atau pun masyarakat Jawa Barat. Melainkan aset masyarakat dunia, karena telah menjadi hutan kota internasional,” katanya.

Karena untuk bisa terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional Tunza saja bukan hal yang mudah.

Menurut Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Ridwan Kamil, proses pengajuan Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggara pun suatu hal yang luar biasa.

“Tunza adalah kegiatan internasional yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Setiap negara berkompetisi untuk menjadi tuan rumah. Namun, beruntung untuk tahun ini Indonesia terpilih dan Bandung sebagai kota tuan rumahnya,” kata Ridwan yang bertindak sebagai mediator antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan sejumlah komunitas di Bandung.

Sebelum resmi dipilih sebagai tempat terselenggaranya Tunza, Bandung sempat bersaing dengan Solo, “namun akhirnya Bandung dengan Babakan Siliwangi-nya yang terpilih,” kata Ridwan.

Rencananya, deklarasi tersebut akan dibacakan oleh sejumlah duta besar negara sahabat dan disaksikan 1.000 pemuda dari 150 negara. Selanjutnya akan diselenggarakan penanaman 1.000 pohon di area hutan kota Babakan Siliwangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s