Yingluck Shinawatra Gadis Cantik Yang Menjadi Perdana Menteri Wanita Pertama Di Thailand dan Termuda Di Dunia


Rakyat Thailand boleh berbangga lantaran perdana menteri baru, Yingluck Shinawatra terhitung memiliki dua kelebihan. Adik bungsu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra ini, menurut catatan Xinhua pada Jumat (5/8/2011), baru berumur 44 tahun. Itu berarti, dia menjadi perdana menteri termuda Negeri Gajah Putih.

Tak cuma itu, pemenang pemilihan umum pada 3 Juli 2011 itu tercatat pula sebagai perdana menteri perempuan termuda di dunia. “Tapi, saya tak punya pengalaman politik sama sekali,” begitu kata perempuan fotogenik tersebut.

Yingluck lahir di kawasan utara Provinsi Chiangmai pada 27 Juni 1967. Ia meraih gelar masternya di Kentucky University State untuk bidang manajemen sistem informasi. “Ayah saya seorang politisi. Kakak saya juga seorang politisi. Maka, yang disebut pengalaman berpolitik saya adalah karena saya mengenal politik sejak kecil,” imbuhnya.

Mendapat dukungan dari Partai Puea Thai atau Partai untuk Thai, Yingluck acap dianggap sebagai penerus dinasti Shinawatra. Saat pemilihan berlangsung, 296 dari 500 anggota parlemen, memilih Yingluck sebagai perdana menteri. Tiga anggota menolak dan 197 lainnya abstain.

Yingluck menikah dengan pengusaha Thailand Anusorn Amornchat. Suaminya, kini, tercatat sebagai Managing Director di M Link Asia Corporation PCL. Pasangan ini memiliki satu anak laki-laki Supasek Amornchat.

Thailand bersiap mendapatkan perempuan perdana menteri pertamanya, Yingluck Shinawatra. Namun, para pengamat mengatakan, kemenangan Yingluck sebagai wali politik kakaknya yang terkenal tidak bisa dipandang sebagai tonggak bersejarah bagi hak-hak kaum perempuan.

Dua bulan lalu, dia tak dikenal orang. Namun, Yingluck memimpin Partai Puea Thai pada kemenangan, hari Minggu, walau kenaikannya yang sangat cepat itu karena kakaknya, mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra, yang mengontrol partai itu dari luar negeri.

Sebagai hasilnya, kaum feminis Thailand enggan mengatakan kemenangan Yingluck dalam pemilu itu sebagai kemenangan untuk kesetaraan dengan menyebut kemenangan itu lebih merupakan bagaimana membonceng seorang pria.

”Bagaimana kami bisa bangga? Seluruh dunia tahu bahwa ini adalah karena Thaksin,” kata Sutada Mekrungruengkul, Direktur Lembaga Riset Jender dan Pembangunan (GDRI) Thailand.

”Bandingkan itu dengan Aung San Suu Kyi yang telah berjuang selama 20 tahun dan belum menjadi Perdana Menteri Myanmar,” katanya merujuk pada ikon demokrasi Myanmar yang dimarjinalisasi oleh militer.

Berjanji untuk menghidupkan kembali kebijakan-kebijakan populis kakaknya yang kontroversial, yang digulingkan dalam sebuah kudeta tahun 2006, Yingluck tampaknya setia pada arahan Thaksin. Dan, Thaksin malah menyebut adik perempuannya itu ”klon”-nya.

”Tidak diragukan lagi bahwa Yingluck memenangi pemilu ini karena dia adik Thaksin,” kata Andrew Walker, pakar politik Thailand pada Australian National University, Canberra.

Perempuan pengusaha berusia 44 tahun dan ibu seorang anak itu menentang mereka yang meragukan Yingluck, yang berpendapat bahwa dalam sekejap daya tariknya akan hilang. Hangat, karismatik, dan tenang, Yingluck menjalankan sebuah kampanye penuh semangat yang merebut hati publik.

Sebelum terjun ke politik, dia adalah seorang perempuan pengusaha yang dihormati di negeri yang mempunyai banyak perempuan eksekutif. Baru-baru ini dia menjadi presiden direktur perusahaan real estat SC Asset Corp dan memegang berbagai jabatan dalam kerajaan bisnis Thaksin.

Para aktivis mengkritik Yingluck karena menghindari isu perempuan dalam kampanye. Banyak orang juga meragukan kesetaraan jender akan mendapat prioritas dalam agendanya. ”Dia mungkin memiliki anatomi seorang perempuan, tetapi dia berpikir seperti seorang laki-laki dan saya rasa dia tidak akan melakukan hal yang luar biasa bagi kaum perempuan,” kata Arpaporn Sumrit, dosen Pusat Kajian Perempuan Universitas Chiang Mai.

Putra Mahkota Thailand resmi membuka pertemuan parlemen baru, Senin (1/8). Ini menandai penyambutan pemerintah baru yang dipimpin oleh Yingluck Shinawatra, adik perdana menteri yang digulingkan, Thaksin Shinawatra. Para anggota parlemen mengenakan seragam putih saat menghadiri upacara pembukaan pertemuan di Bangkok Senin sore, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Kerajaan Thailand Maha Vajiralongkorn.

Majelis rendah dengan jumlah 500 kursi itu akan bersidang hari Selasa pagi, termasuk untuk memilih ketua majelis dan dua wakilnya.

Dalam beberapa hari, para anggota parlemen itu diperkirakan akan memberikan suara untuk memilih secara formal perempuan PM pertama negara itu, Yingluck Shinawatra dari Partai Pheu Thai.

Partai ini pada 3 Juli lalu memenangi pemilu setelah mendapatkan mayoritas 265 kursi dan merebut kembali kekuasaan dari saingannya, Partai Demokrat.

Yingluck akan memimpin Thailand hampir lima tahun setelah kakaknya, Thaksin, digulingkan dalam sebuah kudeta militer. Yingluck (44) telah menjanjikan jenis kebijakan populis yang telah membuat kakaknya begitu populer, seperti kenaikan upah minimum, kartu kredit untuk petani, dan komputer tablet untuk anak-anak sekolah.

Tampil mengagetkan

Rekonsiliasi politik juga ada dalam agenda walau para pengkritik mengatakan itu akan diberlakukan terutama untuk merehabilitasi pamor kakaknya untuk memungkinkannya pulang ke Thailand tanpa takut akan konsekuensi legal.

Akademisi Thailand, Pavin Chachavalpongpun, mengatakan, Yingluck, yang selama ini dipandang hanya sebagai wakil kakaknya, telah memperlihatkan karisma yang mengejutkan sejak keberhasilan dalam pemilu dan bisa menjadi ”seorang perdana menteri yang sangat mampu”.

Namun, dia mengatakan, tantangan-tantangan yang dihadapi calon perdana menteri itu, seorang yang baru dalam dunia politik, akan berat. ”Saya rasa masa bulan madu Yingluck akan sangat singkat. Dia menghadapi begitu banyak halangan di depannya,” kata Pavin dari Institute of Southeast Asian Studies, Singapura.

Thaksin dituduh melakukan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan bersikap tak hormat pada takhta ketika dia berkuasa tahun 2001 sampai 2006. Rakyat pedesaan mendukungnya, sedangkan militer, royalis, dan kelas menengah tetap mencurigainya. Namun, Thaksin selalu memenangi pemilu di Thailand sejak 2001 karena dia dicintai rakyat, yang selama ini tak merasa diperhatikan pemerintah pusat.

Hasil pemungutan suara yang dilakukan Majelis Nasional (parlemen) Thailand, memastikan Yingluck Shinawatra sebagai perdana menteri perempuan pertama negara itu, Jumat (5/8/2011). Dalam pemungutan suara itu, Yingluck meraih 292 suara dukungan, 197 abstain, dan tiga menolak.

Namun sebelum perempuan lulusan perguruan tinggi Amerika Serikat itu resmi memangku jabatan PM, dia harus mendapat restu dari Raja Bhumibol Adulyadej. Upacara itu dijadwalkan berlangsung sore ini.

Yingluck yang merupakan adik bungsu mantan PM Thaksin Shinawatra memimpin Partai Pheu Thai yang memenangi pemilu Thailand awal Juli lalu. Partai ini meraih posisi mayoritas absolut dalam parlemen Thailand dengan 265 dari total 500 kursi parlemen.

Tugas berat menanti Yingluck karena secara politis Thailand masih terbelah. Tantangan terberatnya adalah mengenyahkan kerusuhan yang tak jarang berakhir dengan kekerasan yang berlangsung sejak Thaksin terguling dari kursi PM.

Kemenangan mutlak Pheu Thai memberi harapan besar akan stabilitas nasional. Namun para pengamat politik memprediksi masa bulan madunya hanya berlangsung sebentar.

“Untuk menciptakan stabilitas pemerintahan, Yingluck harus bisa bekerja harmonis dengan militer dan kekuatan konservatif,” jelas Siripan Nogsuan Sawasdee, dosen Universitas Chulalongkorn, Bangkok.

Pheu Thai yang dipimpin Yingluck merupakan “penjelmaan” terbaru Thai Rak Thai, partai yang dipimpin Thaksin. Thai Rak Tai memenangi dua kali pemilihan umum sebelum Thaksin terjungkal.

One response to “Yingluck Shinawatra Gadis Cantik Yang Menjadi Perdana Menteri Wanita Pertama Di Thailand dan Termuda Di Dunia

  1. Pingback: Yingluck Shinawatra, PM perempuan pertama di Thailand « phengsheng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s